Pilkada Yahukimo, Petahana Masih Unggul Sementara

Pasangan ABYU saat deklarasi di Dekai, Yahukimo, pada September 2020.

 

JAYAPURA (PB.COM)—Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo, Provinsi Papua, Abock Busup, MA dan Yulianus Heluka, SH atau akrab dikenal ABYU mengklaimn masih unggul dalam perolehan suara pada Pilkada Serentak yang digelar pada 9 Desember 2020.

Berdasarkan hasil rekapitulasi Tim ABYU yang diterima papuabangkit.com pada Jumat, (11/12/2020) Pkl. 23.00 WIT, pasangan petahana nomor urut 2 ini masih unggul dengan total  101.506 suara dari 154.349 suara yang masuk. Sementara lawannya pasangan nomor urut 1, Didimus Yahuli dan Esau Mirian memperoleh  52.843 suara.

Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Yahukimo kali ini sebanyak 310.605. Itu berarti, masih ada 156.256 suara yang belum masuk di data rekapitulasi tim ABYU. Sebanyak 50 persen suara yang sudah masuk ini berasal dari 23 distrik dari total 51 distrik di Yahukimo alias masih ada 28 distrik yang belum masuk.

Hasil perolehan suara sementara Pilkada Yahukimo per 11 Desember 2020 sebagai berikut:

1. Distrik Sela

Paslon 1 : 00

Paslon 2: 9.890

2. Distrik Korupun

Paslon 1 :00

Paslon 2 : 6.890

3. Distrik Kwelamdua

Paslon 1 : 00

Paslon 2 : 6.558

4. Distrik Duram

Paslon 1 : 00

Paslon 2 : 3.414

5. Distrik Seradala

Paslon 1. 4.037

Paslon 2 : 2.396

6. Distrik Dekai

Paslon 1 : 5.447

Paslon 2 : 3.778

7. Distrik Silimo

Paslon 1 : 6.057

Paslon 2  : 6.125

8. Distrik Musaik

Paslon  1 : 3.000

Paslon  2 :  2.950

9. Distrik Nalca

Paslon 1 : 4.340

Paslon 2 : 1.450

10. Distrik Dirwemna

Paslon 1 : 818

Paslon 2 : 2.791

11. Distrik Kosarek

Paslon 1 : 1.555

Paslon 2 : 3.166

12. Distrik Amuma

Paslon 1 : 4.340

Paslon 2 : 4.321

13. Distrik Soloikma

Paslon 1 : 300

Paslon 2 : 6.300

14. Distrik Suntamon

Paslon 1 : 00

Paslon 2 : 4.534

15. Distrik Bomela

Paslon  1 : 00

Paslon 2 : 4.034

16. Distrik Langda

Paslon 1 : 2.855

Paslon 2 : 3.000

17. Distrik Kurima

Paslon 1 : 3000

Paslon 2 : 10.700

18. Distrik Mugi

Paslon 1 : 2.761

Paslon 2 : 5.653

19. Distrik Uka

Paslon 1 : 00

Paslon 2 : 5.911

20. Distrik Tanggma

Paslon 1 : 2000

Paslon 2 : 4.328

21. Distrik Yogosem

Paslon 1 : 4.783

Paslon 2 : 00

22. Distrik Werima

Paslon 1 : 4.000

Paslon 2 : 1.862

23. Distrik Pasema

Paslon 1 : 3.550

Paslon 2 : 1.455

Total  suara Sementara

Paslon  1 :  52.843

Paslon 2 : 101.506

#Suara masuk : 154.349

#Suara belum masuk : 156.256

# DPT Yahukimo : 310.605

Menyambut Pilkada, Masyarakat Yahukimo Diminta Tidak Terprovokasi dan Menjaga Nilai Demokrasi

 

Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo, Abock Busup, MA dan Yulianus Heluka, SH (ABYU) Jilid II saat deklarasi pada Sabtu (05/09/2020) di Lapangan Yahukimo Bangkit (Foto: Tim ABYU)

 

JAYAPURA (PB.COM)Bakal Calon Bupati Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, Abock Busup, MA meminta kepada seluruh masyarakat di Yahukimo, secara khusus para pendukungnya untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan menghormati proses demokrasi yang sedang berjalan.

Penegasan ini disampaikan Abock terkait adanya tindakan pembunuhan karakter yang secara sengaja dilakukan oleh sejumlah oknum dengan membocorkan hasil pemeriksaan kesehatan dirinya terkait Covid-19 di media sosial beberapa hari lalu.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga keamanan dan perdamaian di Yahukimo. Dalam waktu dekat kami akan balik ke Yahukimo untuk melakukan pelantikan tim sukses kami di sana. Dua kandidat ini kan sama-sama asli anak Yahukimo. Jadi saya harap tidak boleh saling menjatuhkan. Nilai demokrasi harus tetap dijunjung tinggi,” tegas Abock, Selasa (15/09/2020).

Menurut Abock, sesuai aturan, ia dan Yulianus Heluka, SH masih aktif menjabat sebagai bupati dan wakil bupati Yahukimo hingga 21 April 2020. Oleh karena itu, sebagai kepala daerah ia ingin agar pelaksanaan pesta demokrasi sebagai pesta miliknya rakyat berlangsung dengan damai dan penuh kegembiraan tanpa konflik apapun.

“Kami telah melewati tahapan-tahapan mulai pendaftaran, lalu deklarasi hingga pemeriksaan kesehatan. Saat deklarasi, kita buat acara dengan sumbangan sukarela babi 688 ekor dari masyarakat sebagai penghargaan masyarakat. Jangan sampai selama ini masyarakat sudah tinggal sama-sama dan jaga hubungan baik, tetapi karena berita-berita di media sosial, di youtube yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab menimbulkan perpecahan dan perselisihan. Sebab Yahukimo itu rumah kita bersama. Kita makan, tinggal, di situ dan sampai mati juga di situ,” kata Ketua DPW Partai Amanat Nasional Papua ini.

Masyarakat yang hadir saat acara deklarasi ABYU Jilid II

 

Ia menambahkan bahwa kepentingan politik Pilkada hanya berlangsung lima tahun. Tetapi hubungan kekerabatan dan persaudaran tetap terjalin selamanya. Oleh karena, ia ingin agar pelaksanaan Pilkada di Yahukimo yang bakal digelar 9 Desember 2020 mendatang berlangsung secara damai dan demokratis tanpa konflik.

“Mereka yang mengeluarkan berita-berita di media sosial itu rata-rata tidak ada di Yahukimo. Jangan terpancing. Saya minta tidak boleh ada lagi propaganda, provokasi dengan isu yang tidak benar seperti kemarin yang memicu konflik,” katanya.

Pasangan ABYU saat deklarasi (Foto: Suarapapua.com)

 

Kendati demikian, Abock menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait pencemaran nama baik yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terkait penyebaran berita hasil swab test itu.

“Dalam waktu dekat tim hukum kami akan laporkan ke Polda Papua. Ini sebagai pelajaran kepada oknum-oknum yang secara sengaja membunuh karir politik saya. Karena informasi ini bisa memicu konflik. Beri pelajaran agar ke depan tidak boleh lakukan seperti itu lagi,” katanya. (Gusty Masan Raya)

Abock Busup Sesalkan Informasi Hasil Test Kesehatan Yang Bocor di Medsos

Calon Bupati Yahukimo, Abock Busup, MA saat memberikan keterangan pers kepada wartawan

 

JAYAPURA (PB.COM)—Calon Bupati Yahukimo, Papua Abock Busup, MA menyesalkan bocornya informasi hasil test swab yang beredar luas di media sosial, dimana dirinya dinyatakan sebagai salah satu dari 9 bakal calon kepala daerah di Papua yang terpapar Covid-19 yang maju pada Pilkada Serentak Papua 2020.

“Sampai hari ini, saya belum dapat hasil pemeriksaan kesehatan secara resmi dari dokter maupun pihak KPU. Tapi kok malah beredar luas di medsos. Kalau ada surat resmi, mana suratnya dan lalu langkah apa yang diambil pihak Satgas Covid untuk saya dan keluarga serta seluruh anak buah saya, baik sopir, ajudan, dan lain-lain yang biasa ikut saya,” kata Abock kepada wartawan, Senin (14/09/2020).

Menurut Abock, ada pihak tertentu yang bermain untuk membunuh karakternya di Pilkada kali ini. Sebab ada kejanggalan dalam informasi yang beredar dimana tak ada surat hasil pemeriksaan  kesehatan secara resmi dari kedua lembaga itu baik rumah sakit tempat pemeriksaan maupun KPU. Dan jika benar ia terkena Covid, kata Abock, pasti penanganannya akan dilakukan seperti di Supiori.

“Saya dapat informasi di Supiori para calon yang positif Covid langsung diberitahukan resmi, dikarantina di hotel dan semua orang yang kontak langsung diperiksa. Sementara saya sampai hari ini belum terima surat resmi dari dokter atau KPU, tapi beritanya sudah heboh di medsos. Ada apa ini? Lalu kenapa hanya saya yang disoroti media?,” kesal Abock.

Abock menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum atas pencemaran nama baik yang dilakukan sejumlah pihak, di antaranya oknum anggota KPU Yahukimo dan pemilik salah satu akun kanal youtube yang menyebarkan informasi ini secara tidak bertanggung jawab dengan pernyataan yang menyudutkan dirinya.

“Saya berani datang ketemu teman-teman wartawan karena sejak periksa tanggal 10 September sampai hari ini, tidak terima surat hasil pemeriksaan dari pihak manapun, baik KPU maupun dokter yang memeriksa. Dan saya pun dalam keadaan sehat-sehat. Saya nilai ada kelompok tertentu yang bermain untuk jatuhkan saya. Saya tidak segan-segan akan laporkan ke Cyber Polda Papua,” katanya.

Ia meminta pihak KPU, baik KPU Provinsi Papua maupun KPU Yahukimo untuk bisa menjaga kerahasiaan data kesehatan dan bijaksana dalam melihat kondisi di Papua. Sebab keteledoran seperti ini bisa memicu konflik antarpendukung di tengah masyarakat di Yahukimo.

Data Pasien Covid Tak Dibuka Ke Publik

Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, SpOG(K) dikonfirmasi papuabangkit.com Senin (14/09/2020) malam menegaskan bahwa secara Undang-Undang Kesehatan, data pasien yang menderita penyakit apapun, termasuk Covid tidak boleh dibuka ke publik, apalagi dengan penyebutan nama.

“Satgas tidak mengurus (pemeriksaan para calon) itu. Ini betul-betul ranah dari teknis medis, tempat dimana dilakukan pemeriksaan para calon kepala daerah. Tetapi sekali lagi, secara aturan main, ini rahasia medis yang tidak bisa dibuka ke publik. Bisa lakukan konfirmasi ke tempat pemeriksaan,” kata Silwanus via telepon selulernya.

Direktur RSUD Jayapura drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengakui pihaknya selaku penanggung jawab fasilitas kesehatan rujukan tertinggi memang menjadi tempat pemeriksaan kesehatan bagi para bakal calon kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada Serentak di Papua.

“Tetapi kami tidak punya wewenang untuk mengumumkan hasil pemeriksaan. Tugas kami hanya periksa. Yang berwenang mengumumkan itu adalah KPU Papua. Dan kami sudah serahkan hasilnya ke KPU. Namun sekali lagi menyangkut data kesehatan seorang pasien, memang tidak boleh diumumkan ke publik. Secara aturan medis tidak boleh,” kata Aloysius.

Sebagaimana diketahui sepekan belakangan beredar informasi melalui whatssapp tentang hasil pemeriksaan kesehatan para bakal calon kepala daerah dalam bentuk pdf, dimana tertera ada 9 nama bakal calon kepala daerah di Papua yang dinyatakan positif. Anehnya, kop dari surat tersebut tanpa ada identitas, baik nama lembaga maupun penanggungjawabnya. (Gusty Masan Raya)

Sekjen PAN: Abock Busup Bawa Kemajuan PAN di Papua

Ketua DPW PAN Provinsi Papua, Abock Busup, MA

 

JAYAPURA (PB.COM)—Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengapresiasi kepemimpinan Abock Busup, MA sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Papua yang membawa kemajuan besar bagi PAN. Hal ini terbukti dengan diraihnya 2 kursi  PAN DPR RI dari Dapil Papua dan 6 kursi di DPR Papua.

“Pencapaian DPW PAN Papua di bawah kepemimpinan Abock Busup mengalami peningkatan yang signifikan, baik tingkat kabupaten, kota, provinsi juga DPR RI. Ini modal yang kuat bagi PAN ke depan,” kata Eddy baru-baru ini.

Menurut Eddy, Abock Busup,  menorehkan sejarah bagi PAN Papua karena di bawah kepemimpinannya telah berhasil membawa PAN masuk dalam unsur pimpinan di DPR Papua.

“Sebelumnya di DPR Papua hanya dua kursi, sekarang menjadi enam kursi atau satu fraksi. Ini bukan hal yang mudah dan inilah hasil kerja keras Abock Busup dengan kader lainnya. Demikian juga di DPR RI, dari Papua menyumbang dua kursi, yang awalnya hanya satu kursi,” ujarnya.

Diakuinya, sejarah ini tercipta hasil dari kerja keras, persiapan yang matang dan eksekusi yang tepat. Dari awal DPP PAN sudah memberi kebebasan dan keleluasaan kepada Abock Busup untuk mengelola DPW PAN termasuk proses pencalegan.

“Melihat keberhasilan DPW PAN Papua, kami akan memberlakukan hal yang sama,  menyesuaikan dengan karakter daerah masing-masing,” katanya.

Abock Busup saat ini adalah Bupati Kabupaten Yahukimo. Dalam Pilkada Yahukimo akhir tahun ini, Abock dikabarkan bakal maju lagi berpasangan dengan wakil bupati yaitu Yulianus Heluka, SH alias koalisi tanpa cerai. (Gusty Masan Raya)

APBD Yahukimo 2020 Rp 1,5 Triliun, Berkurang Rp 100 Miliar

Bupati Kabupaten Yahukimo, Abock Busup

JAYAPURA (PB.COM) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten  Yahukimo 2020 mengalami penurunan sebesar Rp100 Miliar dari tahun sebelumnya yakni Rp1,6 Triliun pada 2019 menjadi Rp1,5 Triliun di 2020.

Bupati  Kabupaten Yahukimo, Abock Busup kepada pers di Jayapura, Rabu (8/1/2020).  Abock mengatakan, APBD Kabupaten Yahukimo tahun anggaran 2020 agak berkurang, dibandingkan  tahun 2019.

Penyebabnya menurut Abock, karena berbagai faktor seperti makin berkurangnya dana tsus dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Karena berkurangnya dana DAK dan juga Otsus sehingga banyak kegiatan yang harus dipangkas salah satunya kegiatan pembangunan infrastruktur jalan.

“Inilah yang mengakibatkan APBD  Kabupaten Yahukimo tahun anggaran 2020 turun menjadi Rp 1,5 triliun,” ungkap Abock kepada pers usai penutupan Sidang APBD 2020 di Jayapura, Rabu sore.

Sedangkan dana Desa untuk Kabupaten Yahukimo, lanjut Abock mengalami pertambahan sebesar Rp17 Miliar dari yang sebelumnya  Rp 512 miliar. Pertambahan ini, kata Abock, sebagai intensif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para Kepala Kampung di seluruh Indonesia.

Abock menambahkan untuk penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2020 akan dilaksanakan 20  Januari 2020 mendatang di Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo.

DPA tersebut akan diserahkan kepada 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di Pemkab Yahukimo dan 51 Distrik  yang ada di Kabupaten  Yahukimo.

Sementara itu, untuk APBD tahun anggaran 2020 diarahkan ke pelaksanaan Pilkada Serentak. Dimana pemerintah daerah telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah ( NPHD) dengan penyelenggara pemilu yakni KPU, Bawaslu dan TNI Polri Masing-masing KPU Yahukimo Rp 75 miliar, Bawaslu Yahukimo Rp 20 miliar dan  TNI/Polri   di Yahukimo Rp 6 miliar. (Andi/Frida)

Bupati Yahukimo dan Wakilnya Resmikan Gereja GIDI di Dekai

Bupati Yahukimo Abock Busup, MA menyerahkan bantuan kepada Ketua Panitia Pembangunan Gereja GIDI Jemaat Injil Yerusalem Dekai, Rabu (30/10/2019)

DEKAI (PB.COM)-Bupati Yahukimo Abock Busup, MA bersama Wakil Bupati Yulianus Heluka, SH dan sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Yahukimo meresmikan gedung Gereja GIDI Jemaat Injil Yerusalem Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Rabu (30/10/2019).

Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita papan nama gedung gereja oleh Bupati Abock dan penguntingan pita pintu gereja oleh wakil bupati Yulianus. Sementara Ketua Klasis Dekai Kota  Pdt. Andi Magayang, S. Th secara seremonial membuka pintu gedung gereja didampingi sejumlah para Hamba Tuhan dan tamu undangan.

Bupati Yahukimo Abock Busup, MA saat sambutannya mengatakan bahwa gedung Gereja GIDI Jemaat Injil Yerusalem dibangun di atas tanah kawasan milik Bandar Udara Nop Goliat Dekai sesuai master plannya.

“Oleh karena itu, jemaat boleh beribadah mulai saat ini di gereja ini. Tetapi, sewaktu-waktu jika diminta untuk dipindahkan maka akan dilakukan pemindahan nantinya,” kata Bupati Abock.

Menurut Abock, terkait status lahan itu, Pemkab Yahukimo memberi kesempatan kepada pemilik tanah adat di kawasan Bandara Nop Goliat untuk dilakukan negosiasi bersama beberapa marga yang ada. Sebab hingga saat ini,  pihaknya belum mengetahui batas antara tanah milik bandara dan milik adat marga Momuna.

“Ini akibat dari pemerintahan  sebelumnya mencaplok tanah adat 250 hektare tanpa batas yang jelas kepada masyarakat adat Momuna di kawasan bandara ini,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Abock juga menyerahkan bantuan kepada panitia peresmian Gedung Gereja GIDI Jemaat Injil Yerusalem Dekai Sebesar Rp. 600.000.000 (Enam Ratus Juta Rupiah) yang terima oleh Ketua Panitia Dimus Wakla, S. Pd.

Gembala Jemaat Injil Yerusalem Pdt. Demas Walle, S.Th mengatakan gedung gereja ini dibangun selama tiga (3) tahun dan baru tahun 2019 ini dilakukan peresmian.

“Oleh karena atas dukungan doa daya dan dana oleh jemaat dan anak-anak Tuhan sehingga bisa dapat terselesaikan dengan baik.  Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo yang memberikan bantuan berupa dana sehingga sebagian digunakan untuk hal yang belum terselesaikan dalam bangunan ini,” ujarnya.

Sementara itu mewakili kepala yang lama sekaligus mantan koordinator pemenangan ABYU (Abokc-Yulianus), Belius Dabla, S. Pd menyampaikan terimakasih kepada Bupati Abock dan Wakil Bupati Yulianus yang telah membantu pembangunan gereja tersebut.

“Kami akan tetap teguh mendukung ABYU untuk melanjutkan kepemimpinan Jilid 2 di Yahukimo,” katanya.

Acara ini ditutup dengan makan bersama barapen, dimana panitia setempat menyediakan 100 ekor babi dalam prosesi bakar batu khas Pegunungan Tengah Papua itu. (Paul Karma/Diskominfo Yahukimo)

Bupati Abock: Peran TNI di Yahukimo Sangat Sentral Bagi Rakyat

Bupati Yahukimo Abock Busup, MA.

DEKAI (PB.COM)—Bupati Yahukimo Abock Busup, MA menegaskan peran TNI sangat sentral bagi rakyat Yahukimo. Selain menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari sisi keamanan, para prajurit TNI juga terlibat aktif sebagai guru, tenaga medis, dan membantu masyarakat Yahukimo di bidang pertanian.

Kita harus mendukung TNI karena situasi di Papua saat-saat ini kan sedikit kurang kondusif. Dalam situasi begini kita akan tetap laksanakan sama-sama kita mendukung. Sehingga baru saja kita sudah melaksanakan pesta bersama untuk TNI ke-74 di Yahukimo sehingga masyarakat Yahukimo juga semakin akrab, dekat dan mencintai TNI. Dari masyarakat ini yang akan menjadi anggota TNI untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Bupati Abock di Lapangan Dekai usai perayaan HUT TNI ke-74, Sabtu (05/10/2019).

Menurut Abock Pemkab Yahukimo sangat mendukung kehadiran TNI di wilayah itu. Dimana saat ini terjadi perkembangan yang cukup bagus dimana aka nada Kodim 1715, dan Koramil yang sudah dibangun di beberapa titik seperti Seredala.

Bupati Abock Busup didampingi Perwira Penghubung Kodim Wamena di Dekai, Mayor Infantri Ivan Pambudi.

“Kami bangga dengan kehadiran TNI yang sangat merakyat. Mereka jadi guru, mantra, petani dan ikut mencerdaskan rakyat. Untuk itu atas nama pemerintah dan masyarakat Yahukimo kami menyampaikan Dirgahayu TNI yang ke-74. Tetaplah jadi kesatria pelindung dan kebanggaan rakyat Indonesia dan Yahukimo,” urainya.

Abock juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan meresmikan Kodim 1715 Yahukimo. Sebab sarana gedung dan SDM-nya telah siap.

“Ini sudah dipersiapkan dan mudah-mudahan bulan Oktober ini, tapi kita tahu kondisi di Papua akhir-akhir ini kurang kondusif jadi konsentrasi terbagi, baik kami Pemda maupun TNI. Mudah-mudahan kita bisa menunggu dalam waktu dekat. Gedung sudah jadi, semua personil sudah ada tinggal kita jadwalkan waktu yang tepat saja supaya bisa peresmian lebih cepat,” tutup Abock. (Paul Karma/Diskominfo Yahukimo)

 

SPBU Pepera Siap Kembalikan Program BBM Satu Harga di Yahukimo

Ilustrasi salah satu SPBU di Pulau Jawa (Foto: Google)

DEKAI (PB.COM)—Pemerintah Kabupaten Yahukimo berencana untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kampung Pepera, Distrik Suator di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Asmat. Hal ini untuk mengembalikan program BBM Satu Harga yang pernah dicanangkan Presiden Jokowi, 2016 lalu di Yahukimo, Papua.

Untuk itu, Selasa (20/08/2019), tim Pertamina Pusat dipimpin Heru Gunadi melakukan penataan lokasi pembangunan SPBU di Pepera.

“Kunjungan ini dilakukan tim Pertamina untuk merealisasikan pembangunan jober pertamina,” kata Heru.

Menurut Heru, Pertamina memilih di Kampung Pepera karena lokasi ini sangat strategis dimana Yahukimo bisa mensuplay BBM ke daerah yang ada di pegunungan tengah lainnya. Selain itu, dengan ini pihak Pertamina juga bisa mendekatkan diri  kepada masyarakat yang ada di Pepera.

“Setelah lakukan penataan, tim Pertamina akan lakukan kolaborasi antara pemkab yahukimo dan pemkab Asmat setelah adanya kajian fisibility study,” katanya.

Heru juga menjelaskan, pihaknya tidak bergantung pada Pemkab Yahukimo untuk pembangunan pelabuhan guna mendatangkan BBM. Sebab Pertamina akan mendatangkan langsung BBM menggunakan kapal.

“Yang penting satuan harga bisa memenuhi kuota minyak pada masyarakat,” tegasnya.

Pllt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo John F. Ronsumbre mengatakan, melihat dari persoalan dasar di wilayah Pegununagn Tengah Papua atau Lapago, peluang yang dibuka Kabupaten Yahukimo ini sangat bagus bagi pemenuhan kebutuhan BBM di kabupaten-kabupaten lain si sekitarnya.

“Bupati Yahukimo melihat suatu harapan baru lewat gerbang kawasan Selatan Papua  yang memungkinkan. Dengan dibangunnya SPBU ini, kami yakin dapat menjawab semua masalah kemahalan harga BBM di yahukimo. Kami siap bersinergi dengan Pertamina untuk tujuan ini,” kata Ronsumbre.

Sebelumnya, Bupati Yahukimo Abock Busup, MA mengatakan, selain membangun SPBU di Pepera, pihaknya juga akan membangun Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Nop Goliat, Dekai.

Menurut Abock, persoalan hilangnya program BBM Satu Harga yang pernah dicanangkan oleh Presiden Jokowi terjadi karena suplay BBM ke Yahukimo sangat bergantung pada pasang-surutnya air disungai Brasa.

“Kalau sungai Brasa surut atau kering kapal yang angkut BBM tidak bisa masuk, BBM jadi langka, harga jadi tinggi, Ada yang Rp 50 ribu bahkan sampai Rp 100 ribu,” kata Abock. (Paul Karma/Diskominfo Yahukimo)

Bupati Abock: Gereja Adalah Mitra Pemerintah

Bupati Yahukimo Abock Busup, MA menyerahkan bantuan Rp 100 juta kepada Ketua Panitia Konferensi Klasis Woso Soba, Kamus Hibage, Rabu (19/06/2019).

DEKAI (PB.COM)-Bupati Yahukimo Abock Busup, MA menegaskan bahwa Gereja adalah mitra Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Sebab dari Gerejalah, peradaban itu bermula dan menjadi dasar kemajuan masyarakat Yahukimo. Oleh karena itu, Pemkab Yahukimo senantiasa memberi perhatian terhadap semua denominasi gereja demi kemajuan bersama.

Hal ini disampaikan Bupati Abock saat ia melakukan kunjungan kerja di Distrik Soba guna menyerahkan bantuan sekaligus membuka kegiatan Rapat Konferensi Klasis Woso Soba pada Badan Pekerja GIDI Wilayah Yabukimo, Rabu (19/06/2019).

Bupati Abock bersama rombongan terbang dari Dekai ke Distrik Soba menggunakan pesawat Caravan milik AMA.

“Pemerintah adalah mitra Gereja. Oleh karena itu, pemerintah selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap dedominasi gereja yang ada di Kabupaten Yahukimo. Tujuannya adalah dalam rangka membina mental spritual warga jemaat agar dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan. Saat ini kami hadir di sini sekaligus menyerahkan bantuan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Rapat Konferensi Klasis Woso,” kata Bupati Abock dalam sambutannya di hadapan umat Klasis Woso Soba.

Seusai sambutan, Bupati Abock menyerahkan bantuan Rp 100 juta (Seratus Juta Rupiah) kepada Panitia Konferensi Klasis Woso Soba, yang diterima oleh Ketua Panitia Kamus Hibage.

Usai penyerahaan, Bupati Abock yang juga Ketua DPW PAN Provinsi Papua ini didoakan oleh para Hamba Tuhan dari Klasis Woso Soba dan Perwakilan dari Badan Pekerja GIDI Wilayah Yabukimo serta dari Badan Pengurus Pusat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang hadir pada acara tersebut.

Mereka mendoakan agar Tuhan selalu menyertai kepemimpinan Bupati Yahukimo Abock Busup, MA dan Wakil Bupati Yulianus Heluka, SH sehingga semua program kerja dapat sukses dengan baik.

Kegiatan Konferensi Klasis Woso Soba tersebut berlangsung selama  19-23 Juni 2019 di Klasis Woso Soba Distrik Soba.

Selain Bupati Abock, kegiatan ini dihadiri juga oleh sejumlah tamu undangan lainnya, di antaranya Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Yahukimo ( PGGY) Pdt. Atias Matuan. S. Th. (Diskominfo Yahukimo/Paul Karma/Gusty)

Lima Kabupaten Perlu Duduk Bersama Bangun SDM Korowai


Suasana pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan dari Satgas Kijang Dinas Kesehatan Papua di Puskesmas Angguruk, Yahukimo.

JAYAPURA (PB.COM)—Untuk membangun dan memberdayakan masyarakat Suku Korowai, salah satu suku yang masih terisolir di wilayah Selatan Papua, lima kabupaten yang masuk dalam wilayah administrasi pemerintahan suku itu harus duduk bersama untuk membuat perencanaan membangun Korowai bersama-sama. Kelima kabupaten itu yakni Yahukimo, Pegunungan Bintang, Bovendigoel, Mappi dan Asmat.

Hal ini ditegaskan Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Kabupaten Yahukimo, Elai Giban, SE.MM menjawab papuabangkit.com, Jumat (26/04/2019) terkait persoalan sosial yang sering menimpa Korowai.

“Pemerintah Yahukimo sudah bangun akses infrastruktur jalan sampai ke wilayah Korowai. Jadi masyarakat bisa akses melalui jalan darat dan sungai. Karena ini ada 5 pemerintahan, maka tidak bisa komplain sepihak bahwa ini tanggung jawab Yahukimo saja, atau Bovendigoel saja atau Asmat saja. Kami dari Yahukimo, ada dana kampung yang kami bagikan di sana di Distrik Seradala sehingga pelayanan itu jalan. Kemudian tak hanya pemerintah, sisi Gereja dan sosial juga harus jalan sama-sama bangun Korowai,” kata Elai.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Elai Giban, SE.MM ketika menerima Papua Bangkit Award di sela-sela Musrenbang Inspirasi tingkat Provinsi Papua di Aston Hotel Jayapura, Rabu (24/04/2019).

Menurut Elai, akibat kondisi geografis yang sulit, Pemerintah Kabupaten Yahukimo memang kesulitan dalam pelayanan  publik, terutama pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Yahukimo yang tersebar di 51 distrik dan 517 kampung, termasuk masyarakat Suku Korowai.

“Hanya 5 distrik yang di daerah dataran yang bisa dijangkau dengan mobil seperti Dekai dan Kurima, selebihnya itu menggunakan pesawat  dengan ongkos yang mahal. Namun saat ini Pak Bupati sudah buat gebrakan bangun 5 ruas jalan yang sedang dikerjakan jadi kami yakin ke depan pelayanan kesehatan dan pendidikan akan menjangkau masyarakat terpencil, termasuk Korowai” kata Elai.

Berkat akses jalan yang mulai dibuka itu, kata Elai, banyak anak-anak dari Suku Korowai saat ini bisa keluar dari lingkungannya untuk mengenyam pendidikan dasar di Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo dan sejumlah perguruan tinggi di Jayapura.

Sebelumnya, Bupati Yahukimo Abock Busup, MA kepada sejumlah media awal 2019 menjelaskan bahwa selain membangun infrastruktur perhubungan darat, udara dan sungai, pihaknya tahun ini juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan.

“Sepanjang tahun 2018, kami telah membangun 8 puskesmas dengan fasilitas lengkap dan tahun 2019 akan di bangun 3 puskesmas lagi,” katanya.

Tim Save Korowai dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua saat melakukan pelayanan kesehatan dan pemberian imunisasi bagi masyarakat Suku Korowai di Danowage, Desember 2017.

Riset pustaka papuabangkit.com menyebutkan, suku Korowai adalah suku yang  ditemukan keberadaannya sekitar 30 tahun lalu di wilayah Selatan Papua dengan populasi sekitar 3000 orang. Suku terasing ini hidup di rumah yang dibangun di atas pohon yang disebut Rumah Tinggi. Beberapa rumah mereka bahkan bisa mencapai ketinggian sampai 50 meter dari permukaan tanah. Suku Korowai adalah salah satu suku di daratan Papua yang tidak menggunakan koteka.

Suku ini pertama kali ditemukan oleh misionaris Belanda pada tahun 1974. Mereka yang ditemukan mendiami wilayah Kaibar, Kabupaten Mappi, Papua. Sebelumnya, mereka benar-benar tidak mengenal orang diluar kelompoknya. Sedikit saja informasi yang diketahui tentang Korowai sebelum 1978. Namun, dari berbagai sumber, diketahui, suku ini mengalami masa mengayau yang pelik.

Kontak orang Korowai dengan dunia luar tercatat ketika mereka bertemu penginjil Johannes Veldhuizen, pada 4 Oktober 1978. Setelah kontak itu, sekitar 1980, Gereja kemudian membangun sekolah dasar dan klinik rawat jalan. Selama tahun-tahun pertama itu, Johannes Veldhuizen dan Henk Venema mengatur berbagai pertemuan dengan Korowai. (Gusty Masan Raya)