Dimulai Esok, Tinju PON Papua Pakai Lonceng Peraih MURI

Lonceng tinju berbahan baku besi berat 50 kg dan tinggi 50 cm dan diameter 1.5 inci. (Foto: Makawaru da Cunha)

 

JAYAPURA (PB.COM)Cabor tinju PON XX/2021 Papua dimulai 5-15 Oktober 2021 dipusatkan di GOR Cenderawasih, Jayapura. Tinju mempertandingkan 17 kelas (7 kelas putri dan 10 kelas putra) dan diikuti 28 provinsi dari 34 provinsi di Tanah Air.

Salah-satu perlengkapan yang biasa ditemui dalam setiap pertandingan tinju adalah lonceng, yang dijaga seorang petugas, untuk pergantian ronde.

Untuk cabor tinju PON XX/2021 Papua memakai lonceng yang meraih penghargaan rekor Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai lonceng terbesar.

Lonceng ini merupakan karya Waluyo, PNS Ajendam IV/Diponegoro. Ia juga wasit/hakim nasional dari Jawa Tengah.

Sorak sorai penonton yang menyaksikan pertandingan tinju acapkali membuat lonceng tak terdengar oleh petinju dan wasit/hakim. Kondisi inilah yang membuat mantan petinju dan sekarang aktif di Pertina Kota Semarang ini prihatin dan mendorong untuk menciptakan lonceng tinju.

Waluyo membuat lonceng tinju pertama pada tahun 2006, dan disusul yang kedua tahun 2015 yang akhirnya membawanya meraih penghargaan dari MURI.

Lonceng tinju kedua berbahan baku besi mempunyai berat 50 kg dan tinggi 50 cm dan diameter 1.5 inci ini merupakan penyempurnaan pembuatan pertama dengan berat 20 kg, beserta pemukulnya.

Lonceng tersebut merupakan  perpaduan warna merah dan biru, disesuaikan sudut dalam tinju yakni sudut merah dan sudut biru.

Lonceng tinju kedua ini dipakai pada saat kejuaraan tinju provinsi yang berlangsung pada Pebruari 2015 di Pekalongan.

Pada moment tersebut diserahkanlah penghargaan dari MURI. Kehebatan lonceng tersebut dari kenyaringan suara untuk bunyinya in door maupun out door walaupun suara riuh gemuruh lonceng ini pasti kedengaran.

Wasit/Hakim Nasional Mohammad Mulyadi dari Jawa Tengah menyerahkan lonceng tinju kepada Koordinator Pertandingan, Perwasitan dan Penanggungjawab Disiplin Cabor Tinju PON XX/2021 Papua, Alfred Kayoi  di GOR Cenderawasih, Jayapura, Senin (4/10/2021).

Turut hadir Technical Delegate Tinju PON XX/2021 Papua, Hermanto Ginting dan Pengawas/Inspektur Tinju PON XX/2021 Papua, Danang Adi Kusuma.

Alfred Kayoi mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih kepada rekan Waluyo, yang telah menyerahkan lonceng, untuk dipakai pada cabor tinju PON XX/2021 Papua.

“Lonceng ini merupakan oleh-oleh langsung dari pembuatnya, untuk Sub PB PON Kota Jayapura, untuk dipakai pada PON XX/2021 Papua,” tutur Alfred Kayoi. (Gusty Masan Raya)

Aneh, Sepekan Jelang Pertandingan Tinju Peralatan Belum Tersedia

Koordinator Pertandingan, Perwasitan dan Penanggungjawab Disiplin Cabor Tinju PON XX/2021 Papua, Alfred Kayoi.

 

JAYAPURA (PB.COM)Cabor tinju di PON XX tahun 2021 di Provinsi Papua dijadwalkan digelar tanggal 5 Oktober mendatang. Tapi sepekan menjelang Hari H, ternyata perlengkaan pendukung belum tersedia di venue cabor tinju di GOR Cenderawasih, Jayapura.

Demikian disampaikan Koordinator Pertandingan, Perwasitan dan Penanggungjawab Disiplin Cabor Tinju PON XX/2021 Papua, Alfred Kayoi, ketika dikonfirmasi, Rabu (29/9/2021).

Ia mengatakan vendor atau perusahaan pemenang tender hingga kini belum menyedikan perlengkapan pendukung, seperti kursi, meja, tenda emergency, tenda penimbangan, papan kontingen, Air Conditioning (AC), Equipment Control dan broadcasting dan lain-lain.

“Ini yang sekarang masih jadi persoalan dengan saya dari tim vendor. Jadi hal-hal yang tak dicover APBN ini kan nanti lewat dari vendor,” ujarnya.

Vendor ini dibawah Bidang Arena PB PON XX Papua. Namun ia tak menyampaikan pihak vendor tersebut.

Menurutnya pihak vendor menjanjikan tanggal 21 September 2021 semua perlengkapan pendukung sudah tersedia. Tapi semuanya belum ada menjelang Hari H.

“Saya cuma kwatir jangan sampai pada saat pertandingan ternyata perlengkapan pendukung yang kita harapkan tak ada di tempat,” tegasnya. (Makawaru da Cunha)

Ring Tinju GOR Cenderawasih Jayapura Mengadopsi Dubai

Koordinator Pertandingan, Perwasitan dan Penanggungjawab Disiplin Cabor Tinju PON XX/2021 Papua, Alfred Kayoi, saat mengawasi tim pemasang Rigging ring tinju GOR Cenderawasih Jayapura. (Foto: Istimewa)

 

JAYAPURA (PB.COM)—Ring Tinju GOR Cenderawasih, Jayapura, untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua ternyata mengadopsi ring tinju pada Kejuaraan Tinju Asia Elite Boxing Championships 2021 di Le Meredien Dubai Hotel & Conference Centre, Uni Emirat Arab (UEA).

“Pemasangan rigging yang mengelilingi ring tinju di GOR Cenderawasih, Jayapura, mengadopsi ring tinju pada Kejuaraan Tinju Asia Elite Boxing Championships 2021 di Le Meredien Dubai Hotel & Conference Centre, UEA,” kata Koordinator Pertandingan, Perwasitan dan Penanggungjawab Disiplin Cabor Tinju PON XX/2021 Papua, Alfred Kayoi, Sabtu (25/09/2021).

Hal ini, kata Alfred, sebagaimana saran Ketua Umum PB Pertina Mayjen TNI (Purn) Komarudin Simanjuntak saat menyaksikan langsung Kejuaraan Tinju Asia Elite Boxing Championships 2021 di Le Meredien Dubai Hotel & Conference Centre, UEA. Ketika itu, Komarudin meninjau GOR Cenderawasih, Jayapura pada 19 September 2021, untuk memastikan kesiapan Panpel cabor tinju PON XX/2021.

“Ini saran dari Pak Ketua Umum PB Pertina, yang terinspirasi dari ring tinju pada Kejuaraan Tinju Asia Elite Boxing Championships 2021 di Le Meredien Dubai Hotel & Conference Centre, UEA,” tutur Alfred.

Menurut Alfred, GOR Cenderawasih Jayapura memiliki fasilitas pendukung yakni sistem broadcasting, yang dilengkapi 6 in the home dan pencahayaan atau lighting serba modern tanpa mengganggu pandangan petinju dan wasit/hakim. Semua peserta yang masuk kedalam arena langsung terkoneksi.

“Seluruh hasil pertandingan akan terekam. Usai pertandingan para wasit/hakim yang bertugas akan dievaluasi. Jadi hasil penilaian itu betul betul sesuai dengan apa yang mereka lihat  sudah tak ada rekayasa ata mau baku atur model mana. Kalau memang menang ya memang. Jangan dia menang akhirnya dikasih kalah,” terangnya.

Alfred Kayoi yang juga Pengurus Pusat Pertina, Bidang Wasit/Hakim, (AIBA 1-Star Referee/Judge) menjelaskan suatu ketika ada kontingen yang merasa dirugikan dan tak menerima keputusan wasit/hakim, maka dipersilakan mengajukan protes.

“Ok kita masuk ada ruang yang kita sudah siapkan, untuk kita diskusi nanti akan diputar kembali dan disitu kita lihat betul-betul mutlak apa yang dia protes ini memenuhi syarat atau tidak. Tapi sebelum dia protes dia harus taruh dulu Rp 5 juta. Kalau memang dia kalah ya sudah. Tapi mudah-mudahan tak sampai begitu, karena wasit/ hakim yang bertugas di PON XX/2021 berpengalaman dan berkwalitas,” tegasnya.

“Ini suatu kelebihannya ring tinju PON Papua. Kita akan desain betul betul sistem internasional. Kami upayakan dia yang paling baik dan jadi contoh untuk nanti di daerah-daerah lain,” tandas.

Ia menilai, PON Papua mempunyai tensi tak sama dengan kejuaraan yang lain. Sebab di even olahraga nasional empat tahunan ini, masing masing daerah ingin merebut medali emas sebanyak-banyaknya untuk ranking dari pada daerah daerah itu.

“Apalagi Gubernur Papua menjanjikan hadiah atau bonus Rp 1 miliar, jika atlit Papua mampu menyabet medali emas,” tukasnya.

Pertandingan tinju PON XX/2021 Papua merujuk pada peraturan Association Internationale de Boxe Amateur (AIBA) atau Badan Tinju Amatir Sedunia. (Makawaru da Cunha/GMR)