GIDI Jemaat Eden Entrop Rayakan HUT ke-5 dengan Ibadah Syukur

Gembala GIDI Jemaat Eden Pdt. Reinhard Ohee bersama ibu dan Penanggungjawab Jemaat Eden Yarius Balingga bersama ibu merayakan HUT Jemaat Eden ke-5 dengan meniup dan memotong kue ulangtahun.

JAYAPURA (PB.COM) – Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden Entrop merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-5 dengan ibadah syukur, Senin (18/4/2022). Sebelumnya, rangkaian kegiatan menyambut HUT digelar oleh panitia dengan berbagai perlombaan seperti perlombaan voli putra putri, lomba vokal grup, solo lagu-lagu gerejawi maupun band musik gereja.

Ibadah syukur dihadiri jemaat Eden, jemaat dari gereja lainnya dan denominasi gereja yang ada di Papua. lagu-lagu rohani dinyanyikan dengan penuh sukacita, sebelum Gembala GIDI Jemaat Eden, Pdt. Reinhard Ohee, S.Th menyampaikan Firman Tuhan.

Di usia 5 tahun, Pdt. Reinhard meminta kepada jemaat Eden agar memperhatikan rencana Tuhan yang besar. Bukan hanya menceritakan bagus dan indahnya gereja yang dibangun tetapi menjelaskan rencana Tuhan dalam hidup masing-masing. Karena Tuhan mati ada rencana-Nya. Mau menolong kita, mau menyelamatkan kita.

Firman Tuhan terambil dari Matius 1:1. Menurut Pdt. Reinhard, Injil Matius dimulai dengan kata, “Inilah silsilah”. Artinya, Matius ingin menjelaskan Yesus sebagai raja, dengan memulai ‘inilah silsilah’. Makna dari silsilah sangat penting bagi Matius. Dia ingin menjelaskan kepada semua orang, inilah kebenaran. Inilah kasih yang sesungguhnya.

“Untuk mengerti rencana Tuhan, silsilah mengingatkan kita pada pribadi yang terlibat dalam proses Tuhan secara terus menerus. Proses Tuhan membentuk anak-anak Tuhan sampai ada di sini. Orangtua waktu menerima Yesus lalu mereka pergi, misionaris datang di Indonesia lalu pulang tetapi kata-kata yang ditinggalkan adalah kami berdiri sendiri,” jelas Pdt. Reinhard.

Pdt. Reinhard Ohee, S.Th

Karena kebenaran, proses yang orang-orangtua ikuti membuat generasi sekarang ada dalam jemaat. “Semangat yang Tuhan buat di generasi ini, di Tanah Papua dimulai dari Mansinam, rencana Tuhan besar sekali. Kasihnya tidak pernah berubah. Karena itu generasi sekarang, dari yang dulunya primitive, Allah angkat ke standar yang sama dengan semua manusia di dunia ini,” lanjutnya.

Inilah silsilah, terang Pdt. Reinhard mengingatkan kita tentang keturunan perjanjian. Janji Allah terus berjalan dari Abraham sampai sekarang dan selamanya. “Orang yang memberkati engkau akan diberkati dan orang yang mengutuk engkau akan dikutuk. Abraham pegang janji itu dan setia sampai Yesus pun disebut anak Abraham. Semua orang yang mengaku Yesus adalah Tuhan maka dia adalah bagian dari silsilah Abraham,” tambah Reinhard.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Jemaat Eden, Korfan Pahabol, dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada semua jemaat maupun donatur atas sumbangsihnya menyukseskan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut HUT.

Jemaat Eden mengadakan beberapa kegiatan di antaranya pertandingan voli, dan perlombaan vokal grup lagu-lagu gerejawi, solo dan band musik gereja. Perlombaan ini tidak hanya dikhususkan kalangan GIDI saja, tetapi gereja lainnya juga bisa berpartisipasi. Terbukti untuk perlombaan voli, yang juara 1 dari gereja GKI.  Hadiah berupa trophy diserahkan kepada pemenang lomba, usai ibadah syukur.

 

Motivasi Pertumbuhan Jemaat

Sebagai panitia yang memperjuangkan Jemaat Eden hadir dan sebagai penanggungjawab HUT ke-5, Yarius Balingga, SE, mengaku sangat bersyukur. Menceritakan sejarah singkat berdirinya Jemaat Eden di hadapan jemaat dan tamu undangan, Yarius punya harapan. Ke depan, semua pimpinan gereja dan juga pimpinan Klasis, ketika gereja hadir dan berulang tahun maupun peresmian, harus berhati besar untuk memberi motivasi kepada jemaat supaya jemaatnya maju berkembang.

Yarius Balingga, SE

Yarius melihat perkembangan gereja sangat positif. Semua denominasi gereja sangat mendukung berjalannya Jemaat Eden. Hal itu terlihat saat pembangunan gereja yang meskipun harus berhadapan dengan berbagai persoalan hukum, namun dukungan terus mengalir hingga diresmikan pada tanggal 20 November 2021 lalu.

“Kami sangat apresiasi Pemerintah Provinsi Papua maupun Wali Kota Jayapura untuk kerjasamanya dengan berbagai denominasi gereja, baik GKI di Tanah Papua, Kingmi, Baptis dan lainnya, karena ketika peresmian maupun HUT, yang kami undang maupun tidak undang pun bisa hadir. Ini merupakan kekompakan dan kebersamaan yang sudah terwujud,” bebernya.

Sebagai penanggungjawab di gereja Eden, Yarius berterima kasih untuk semua tim dan panitia karena telah bekerja keras sehingga semua berjalan baik sampai pada hari-H perayaan HUT.

Kepada wartawan usai ibadah syukur, Yarius juga mengungkapkan sedikit kekesalannya kepada pimpinan GIDI Klasis Port Numbay, Wilayah Pantura. Jemaat Eden diberi sanksi disiplin selama 3 bulan, terhitung sejak Maret hingga Mei 2022. “Kami sudah meminta klarifikasi secara tertulis, (mempertanyakan) di mana letak kesalahan kami. Tetapi sampai saat ini, surat yang kami berikan ke Klasis hingga wilayah maupun sinode pusat, belum ditanggapi,” ungkap Yarius.

Penyerahan tropi kepada pemenang lomba dalam rangka HUT GIDI Jemaat Eden ke-5.

Karena itu, pelayanan di gereja tetap berjalan. Harapannya, jika salah satu jemaat dilihat ada kesalahan, jangan dibiarkan. Kalau ada sanksi disiplin, mestinya diberi penjelasan letak kesalahan di mana sehingga pantas didisiplinkan. Dengan demikian, jemaat tidak mundur tetapi semakin maju. Imannya pun semakin dikuatkan.

“Kalau disiplin lalu ditinggalkan, itu bukan jiwa seorang pemimpin yang berkarakter Kristus. Pimpinan klasis harus serius tangani masalah jemaat Eden,” tegas Yarius. Kalau dibilang jemaat Eden sombong, ia tidak tahu dilihat dari sisi mana.

Yang membuatnya heran, setelah keluar keputusan Jemaat Eden dikenakan disiplin, sampai saat ini tidak pernah ada utusan yang datang dari Klasis untuk klarifikasi. Sebagai bagian dari GIDI, sambung Yarius, Jemaat Eden juga punya hak untuk menyampaikan Firman Tuhan. Ia kembali berharap pimpinan Klasis Port Numbay bisa duduk bersama, merangkul dan memotivasi jemaat Eden yang usianya masih sangat muda untuk semakin bertumbuh dalam iman. (Frida Adriana)