Warnai Harganas 2021, BKKBN Papua Layani KB Implan Bagi 126 Akseptor

JAYAPURA (PB.COM)—Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2021 tak jauh berbeda dengan perayaan di tahun 2020. Pasalnya, angka penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia makin tinggi tiga pekan terakhir dan membuat sejumlah agenda ditunda. Di Provinsi Papua, Harganas bertema Keluarga Keren, Cegah Stunting ini pun dirayakan secara sederhana.

“Harusnya digebyarkan lebih semarak tahun ini, tapi karena daerah Jawa kini jadi zona merah Covid jadi kita rayakan secara sederhana seperti tahun lalu. Di Papua, kita isi dengan pelayanan bagi akseptor tanggal 24 Juni, senam bersama di lingkup internal BKKBN dan pensiunan tadi pagi, dan apel bersama pada puncak Harganas tanggal 29 Juni nanti,” ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Sarles Brabar, SE.M.Si kepada papuabangkit.com, Jumat (25/06/2021).

Menurut Sarles Brabar, pihaknya sangat mengapresiasi antusiasme ibu-ibu akseptor yang pada Kamis (24/06/2021) telah hadir menerima pelayananan KB dari BKKBN Papua. Terdata, sebanyak 126 akseptor antri mendapat pelayanan dari pagi hingga malam di Klinik Waripoi, Kantor BKKBN Papua. Pelayanan ini dilakukan untuk mendukung program BKKBN yaitu Pelayanan Sejuta Akseptor.

“Pelayanan Sejuta Akseptor itu merupakan target Kepala BKKBN agar gerakkan masyarakat ikut KB. Pada kesempatan itu, kami juga launching Klinik Kesehatan ibu Anak dan Suami (KIAS) di Klinik Waripoi Kantor BKKBN. Sebanya 126 peserta atau akseptor yang kita layani itu adalah ibu-ibu dengan jenis KB implan atau susuk yang paling mereka suka. Kita layani dari pagi sampai jam 7 malam karena harus mematuhi prokes ketat,” tutur Sarles.

Sementara itu, pada  giat senam pagi bersama, Jumat (25/05/2021), kata Sarles, juga dipamerkan sejumlah hasil olahan makanan dan hasil usaha kreatif lainnya dari keluarga akseptor yang tergabung dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Kelompok ini hadir diprakarsai oleh BKKBN untuk mendorong pemberdayaan  dan kemandiriaan ekonomi keluarga, terlebih selama pandemi Covid-19. 

Sarles menambahkan, sesuai tradisi, pada acara Harganas biasanya diumumkan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) yang diberikan oleh BKKBN kepada para kepala daerah atau lembaga mitra BKKBN yang sukses mendukung program KB di daerahnya. Selain itu, juga penghargaan Satya Lencana yang diserahkan oleh Presiden atau menteri terkait. Hanya saja, pengumuman untuk penghargaan Satya Lencana ditunda sejak 2020 akibat pandemi Covid.

“Untuk Manggala Karya Kencana, tahun ini kita usulkan satu kabupaten. Semoga bisa lolos dan diumumlan pada puncak acara Harganas tanggal 29 Juni. Nanti acara puncaki dibuka secara daring oleh Presiden Jokowi. Kita berharap kehadiran gubernur dan para bupati/walikota secara daring,” tutup Sarles. (Gusty Masan Raya)

Pelayanan KB Sejuta Akseptor Bakal Mengisi Momen Puncak Harganas Ke-27

Suasana apel bendera di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Papua pada Harganas ke-25 tahun 2018 lalu.

 

JAYAPURA (PB.COM)Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si mengatakan dalam rangka merayakan momen Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 yang jatuh tepat pada Senin (29/06/2020), pihaknya akan menggelar apel bersama di halaman kantor BKKBN Papua, Jalan Raya Abepura, Kali Acai, Kota Jayapura.

“Kebetulan di masa pandemi, masih sosial distancing sesuai protokol kesehatan, ini hanya sebatas para pegawai BKKBN di kantor. Di apel nanti ada satu kegiatan besar secara serentak di seluruh Indonesia di puncak Harganas ini yaitu pelayanan KB sejuta akseptor di seluruh Indonesia. Namun karena Covid, sudah semingggu ini kita lakukan pelayanan secara cicil. Nanti Live di TVRI di 7 provinsi di Indonesia, salah satunya kita di Papua. Rencana Ibu Wakil Ibu Gubernur akan hadir,” kata Sarles kepada papuabangkit.com per telepon seluler, Kamis (25/06/2020) petang.

Menurut Sarles, akibat wabah virus corona atau dikenal Covid-19, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) batal menggelar acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXVII di Kota Padang, Sumatera Barat, yang sedianya berlangsung pada 11-14 Juni 2020 mendatang.

“Kendati demikian, tidak mengurangi kemeriahan perayaan ini, karena intinya adalah kita mengambil makna dan semangat baru bagi kerja kita membangun keluarga berkualitas di Papua,” katanya.

Ia menjelaskan, BKKBN berkomitmen untuk membangun cara dan semangat baru dalam mewujudkan keluarga berkualitas di Papua. Dimana tema Harganas ke-27 secara nasional yakni Melalui Keluarga Kita Wujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si 

 

“Secara khusus dengan perubahan-perubahan BKKBN ke depan maka tema khusus yaitu BKKBN Baru Dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir di Dalam Keluargamu. Ada dua hashtag BKKBN yakni #keluargahebatterencana dan #jadikeluargakeren,” katanya.

Selain itu, BKKBN juga sedang melakukan rebranding program baru dengan nama Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan dan Keluarga Berencana) yang dulu dikenal dengan KKBPK.

“Program ini harus mampu menjangkau seluruh keluarga di Indonesia, termasuk di wilayah yang mengalami kesulitan di wilayah terpencil dan terisilor di Povinsi Papua dengan cara baru, kerja baru dan semangat baru,” ujar Sarles. (Gusty Masan Raya)

Peringatan Harganas di Padang Juni Mendatang Batal

Kepala BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si bersama sekretaris dan para kepala bidang dan para staf mengikuti pertemuan secara virtual di Aula BKKBN Papua.

JAYAPURA (PB.COM)—Akibat wabah virus corona atau dikenal Covid-19, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) batal menggelar acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXVII di Kota Padang, Sumatera Barat, yang sedianya berlangsung pada 11-14 Juni 2020 mendatang.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si mengatakan penundaan itu dilakukan selain karena larangan menggelar acara yang mengumpulkan banyak orang guna memutus mata rantai penularan virus, juga karena terkait anggaran yang difokuskan untuk penanganan dan pencegahan wabah ini.

“Kita alami recofusing anggaran besar-besaran sehingga kegiatan Harganas di Padang dibatalkan. Semua angggaran dikembalikan ke kas negara untuk penanganan Covid-19. Kita berharap agar tahun 2021 situasi sudah normal dan Harganas bisa kembali digelar seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Sarles Brabar kepada papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Senin (11/05/2020).

Menurut Sarles, pengurangan anggaran yang besar tentu berpengaruh terhadap program BKKBN di Papua tahun ini. Yang saat ini berjalan, katanya, hanyalah Program Prioritas Nasional seperti pencegahan dan penanggulangan stunting, program keluarga berencana seperti pengadaan alat kontrasepsi, dan kegiatan edukasi rutin untuk kesehatan masyarakat.

“Tetapi kita tidak tahu perkembangan, apakah Juli keadaan ini sudah normal. Jika ya, kita tunggu Pusat yang akan ambil kebijakan terkait program dan anggaran. Intinya kita berharap, semoga wabah ini cepat selesai,” katanya.

Sarles mengakui, sejak keluarnya himbauan dari Pemerintah Pusat untuk mewajibkan orang tinggal di rumah saja (stay at home) dan bekerja dari rumah (work from home) dalam rangka mencegah penularan Covid, para pegawai di lingkup Perwakilan BKKBN Provinsi Papua juga telah mengikutinya sejak Maret 2020 lalu.

“Setiap hari hanya saya selaku kepala perwakilan, lalu setiap bidang 2 orang secara bergilir ke kantor. Lalu kita virtual meeting dengan BKKBN Pusat. Yang lain kerja dari rumah,” tutupnya. (Gusty Masan Raya)

Komitmen Pendewasaan Usia Perkawinan Ditandatangani di Flashmop Genre Edu Camp 2019

Para peserta Harganas Indonesia menandatangani komitmen pendewasaan usia perkawinan di seluruh Indonesia pada cara flashmop GenRe Edu Camp 2019.

BANJARBARU (PB.COM) – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo beserta tamu undangan dari seluruh Indonesia yang hadir pada Flashmop dalam rangka GenRe Edu Camp 2019, menandatangani komitmen pendewasaan usia perkawinan seluruh Indonesia, Jumat (5/7/2019) di Kiram Park, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Acara flashmop dibuka dengan tarian Radap Rahayu, sebuah tarian khas Kalimantan Selatan untuk menyambut tamu. Untuk membakar semangat tamu undangan dan GenRe Indonesia di acara itu, pemancu acara mengajak semua meneriakkan salam GenRe, “Sehat, Cerdas, Ceria” dan “Saatnya yang Muda yang Berencana”.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si beserta peserta Harganas daerah lainnya, saat menghadiri Flashmop GenRe Edu Camp 2019.

Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Ina Agustina, sebagai ketua panitia pelaksana Harganas ke-26, memberikan sambutannya pada kesempatan itu. Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan program-program BKKBN, pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Provinsi Kalimantan Selatan.

Ina Agustina mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya usia pernikahan dini, pemakaian dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkotika) di Kalimantan Selatan. Karena itu, dengan program lintas sector melalui program ketahanan remaja yang dikemas dalam Genre Edu Camp, dalam rangkaian Harganas Indonesia, ia berharap pernikahan dini, pemakaian narkoba bisa berkurang.

Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, S.POG.

Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, S.POG, yang juga seorang dokter kandungan mengingatkan kaum remaja agar tidak melakukan perkawinan usia dini. Ia menjelaskan alasan mengapa tidak dibolehkan menikah dini karena secara usia, organ reproduksi belum siap untuk memiliki anak. Dampaknya akan terasa di masa mendatang. Pendewasaan usia perkawinan bagi seorang wanita adalah 21 tahun dan seorang pria 25 tahun.

“GenRe Indonesia adalah anak-anak muda yang akan menjadi generasi emas pada tahun 2045. Untuk itu kami minta dukungan dan siap kerjasama lintas sector,” kata Hasto.

Pemberian penghargaan kepada motivator KB Pria di Kalimantan Selatan.

Usai sambutan dari Kepala BKKBN Pusat, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada motivator KB pria dari Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, saat memberikan sambutan menyatakan optimis program KB sukses di Kalimantan Selatan. Ia mengatakan, Dilanjutkan penghargaan kepada motivator KB pria dari Kalimantan Selatan.

Gubernur Sahbirin juga memberikan apresiasi karena banyak suami yang mau melakukan vasektomi dan menerima penghargaan pada saat itu.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

“Manusia berkembang biak dan selalu bertambah banyak, tetapi bumi tidak bertambah. Semoga program ini sukses dan jadi kebanggaan,” ujar Sahbirin.

Setelah sambutan-sambutan, para peserta Genre kemudian mengucapkan ikrar GenRe Indonesia, yang dibacakan peserta dari GenRe Provinsi Papua, Elieser Wahey.

Pembacaan ikrar GenRe Indonesia yang diwakili salah satu peserta dari GenRe Papua, Elieser Wahey.

Ikrar Genre Indonesia, antara lain Generasi Berencana siap menjadi agen perubahan bangsa, Generasi Berencana menjunjung tinggi integritas dalam menanamkan nilai-nilai pancasila, Generasi Berencana siap melaksanakan etos kerja dalam menyosialisasikan program GenRe, Generasi Berencana bersikap dan bertekad gotong royong untuk memajukan bangsa Indonesia. (Frida Adriana)

BKKBN dan PKK Akan Gelar HKG dan Harganas di Wamena

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si dan rombongan saat berdialog dengan Ketua TP PKK Provinsi Papua Ibu Yulce Enembe di Gedung Negara, akhir April lalu.

JAYAPURA (PB.COM)—Dalam upaya meningkatkan sinergitas dalam membangun ketahanan keluarga di Provinsi Papua, Perwakilan BKKBN Provinsi Papua dan Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Papua berencana akan berkolaborasi menggelar acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) secara bersama-sama di Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua.

“Kami sudah bertemu dengan Ketua TP PKK Provinsi Papua Ibu Yulce Enembe dan kami melakukan kolaborasi kegiatan ini di Wamena tanggal 28 Mei. HKG kita gabungkan dengan acara Harganas yang jatuh pada 29 Juni. Dua-duanya kita gabung karena giat ini memiliki satu tujuan untuk membangun sinergi menguatkan fungsi keluarga di Papua sebagai modal membangun bangsa,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si kepada papuabangkit.com, Jumat (03/05/2019) di sela-sela malam puncak pemilihan Duta GenRe 2019 tingkat Provinsi Papua di Hotel @Hom Jayapura.

Menurut Sarles, dengan kegiatan ini, ia berharap ke depan akan terbangun sinergitas antara BKKBN dan Tim Penggerak PKK Provinsi Papua maupun TP PKK di seluruh kabupaten/kota. Sebab, kedua lembaga memiliki program yang sama, dimana 10 Program Pokok PKK juga memiliki kesamaan dengan program BKKBN.

“Sebab BKKBN itu adala di dalam Pokja IV yaitu menyangkut program Keluarga Berencana dan kesejahteraan keluarga,” kata Sarles.

Dia menjelaskan, salah satu hal yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Ketua TP PKK Provinsi Papua adalah masalah stunting  dan bagaimana membangun strategi penguatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pihak BKKBN juga melaporkan bahwa apa yang menjadi visi misi Gubernur Papua saat ini tentang generasi emas sedang diterjemahkan oleh BKKBN Papua di dalam program-program kearifan lokal.

“Saat ini kita mulai menghilangkan image BKKBN, yang dulu hanya membatasi jumlah anak. Yang terpenting adalah kita menguatkan keluarga Papua agar ke depan lebih baik dari saat ini,” tegasnya.

Ikut hadir mendampingi Sarles dalam pertemuan itu, Sekretaris BKKBN Papua Agus Nur Santosa, SE dan Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga pada Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Drs. Djonny Suwuh. (Gusty Masan Raya)

Stand Pameran Papua Diserbu Ratusan Pengunjung

Tim Stand Pameran Perwakilan BKKBN Provinsi Papua ber-photo booth dengan sepasang pengunjung.

LAMPUNG (PB): Stand Pameran Papua yang ditampilkan Perwakilan BKKBN Provinsi Papua diserbu oleh ratusan pengunjung yang datang di acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV Lampung. Keunikan budayanya membuat Papua menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi peserta Harganas yang datang dari 34 provinsi di Indonesia maupun masyarakat lokal Lampung.

Stand pameran ini diisi dengan sejumlah souvenir unik Papua hasil produk UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Kabupaten Jayapura binaan Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, di antaranya, tas noken, koteka, gantungan kunci dari Wamena, sisir bambu, sarang semut, sari buah merah, keripik pisang raja dan batik motif Papua.

Ratusan peserta saat berada di stand pameran Perwakilan BKKBN Provinsi Papua.

Selain souvenir, ratusan pengunjung antri berbaris menunggu giliran untuk ber-photo booth dengan menggunakan pakaian adat asli Papua yaitu sali, pakaian rumbai-rumbai dari daun rumbia, dan topi kebesaran hiasan imitasi burung cenderawasih.

“Dari kemarin hingga hari ini, khusus untuk foto sudah ada 500-an pengunjung yang kami layani untuk berfoto menggunakan pakaian adat Papua. Mereka sangat antusias,” ujar Penanggungjawab Stand Pameran Papua, Sentot Mursito, SH kepada Papua Bangkit, Jumat (14/07/2017).

M. Jafar, salah satu pengunjung dari Bengkulu tengah melihat souvenir Papua di Stand Pameran Perwakilan BKKBN Provinsi Papua.

Sentot yang juga Kepala Sub Bidang Advokasi dan KIE pada Perwakilan BKKBN Provinsi Papua ini menjelaskan, pameran yang berlangsung di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim ini berlangsung sejak Kamis (13/07/2017) dan akan ditutup Sabtu (15/07/2017). Menurutnya, tingginya angka kunjungan di stand Papua menjadi motivasi tersendiri bagi Perwakilan BKKBN Provinsi Papua untuk terus meningkatkan produk UPPKS dengan kabupaten binaan.

Selain stand pameran Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Kabupaten Keerom juga menjadi satu-satunya daerah di Papua yang ikut dalam pameran acara Harganas XXIV Lampung. Sejumlah produk hasil kerajinan ibu-ibu PKK Kabupaten Keerom ditampilkan, di antaranya buah merah mentah, buah naga, coklat, tempe, keripik keladi dan keripik mete.

Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae, MH saat berkunjung ke Stand Pameran Perwakilan BKKBN Provinsi Papua.

“Banyak sekali yang beli buah merah karena buah ini hanya ada di Papua. Mereka senang dan tanya-tanya khasiat buah merah yang unik,” kata penjaga Stand Pameran PKK Kabupaten Keerom, Maria Dahay.

Salah satu pengunjung dari Sumatera Utara, Frida Sianturi mengaku dirinya tertarik dengan stand pameran Papua karena menampilkan kerajinan tangan dan budaya yang unik.

Sejumlah peserta Harganas dari Perwakilan BKKBN Provinsi Papua saat berfoto di Stand Pameran Papua.

“Saya suka lihat tarian pakai pakaian adat Papua di televisi. Senang hari ini bisa pakai dan foto di sini,” kata Frida.

Pengakuan yang sama disampaikan M. Jafar dari Bengkulu. Menurutnya, Papua dengan budayanya yang unik menjadi warna kekayaan Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Sangat ingin suatu saat bisa ke Papua yang indah dan unik budayanya. Salam buat seluruh saudara di Papua,” tegas Jafar.

 

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Philmona M. Yarollo, S.Sos.M.Si saat bersama rombongan mengikuti jalan sehat.

Jalan Sehat dan Senam Germas

Sebelumnya, pada Jumat pagi (14/07/2017), rombongan Provinsi Papua dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar, SE.M.Si dan Sekretaris Philmona M. Yarollo, S.Sos.M.Si mengikuti acara jalan santai dan Senam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Lapangan Saburai, Jalan Sriwijaya, Enggal, Bandar Lampung.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.000 peserta dari 34 provinsi itu berhasil memecahkan rekor MURI. Pada momen ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkenalkan Senam Germas pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV. Senam Germas merupakan ciptaan Pemprov Lampung, berisi gerakan aerobik memakai lagu daerah Lampung yang dikombinasikan dengan gerakan tari bedana dengan iringan musik gamolan dan cetik.

Kepala BKKBN Papua Sarles Brabar, SE.M.Si saat mengikuti Senam Germas di Lapangan Saburai.

“Lewat senam germas ini, Pemprov Lampung ingin mengingatkan kembali bahwa pencanangan Harganas pertama itu di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, pada 29 Juni 1993 oleh Presiden Soeharto. Sekarang Harganas kembali di Lampung setelah 24 tahun. Jadi, harus ada sesuatu yang menarik dipersembahkan bagi peserta dari 34 provinsi yang akan di Lampung,” kata Gubernur Lampung Ridho Ficardo.

Ibu Dra. Karolina Wenggi, MH saat mengikuti Senam Germas di Lapangan Saburai.

Menurut Gubernur, Pemprov Lampung ingin menjadikan Senam Germas menjadi alternatif senam sehat selain poco-poco dan senam gemu famire dari NTT. “Mudah-mudahan lewat Harganas ini, masyarakat dari seluruh Indonesia mengenal Senam Germas yang berisi lagu-lagu Lampung yang diselipkan cetik dan gamolan,” kata Gubernur Ridho.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana menjelaskan, Senam Germas merupakan gerakan latihan fisik terprogram sesuai kaidah kesehatan. “Di dalamnya terdapat gerakan aerobik ringan dan sedang, sehingga cocok untuk berbagai jenjang usia,” kata Reihana.

Peserta dari Perwakilan BKKBN Provinsi Papua usai mengikuti Senam Germas.

Senam ini dirancang antara lain meningkatkan keseimbangan, mengoptimalkan tumbuh kembang, menurunkan risiko kematian dini, dan meningkatkan kerja otot jantung. Menurut Reihana, senam ini terdiri dari gerakan pemanasan 6 menit, gerakan inti 15 menit, pendinginan 5 menit, dan peregangan selama 5 menit.

“Belum ada provinsi di Indonesia yang menciptakan Senam Germas. Kami sudah laporkan dan daftarkan senam ini ke Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Gerakannya diadopsi dari beberapa gerakan tari bedana, sebagai tari pergaulan anak-anak muda Lampung,” kata Reihana.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Philmona M. Yarollo, S.Sos.M.Si berpose bersama rombongan usai Jalan Sehat dan Senam Germas.

Sesuai rencana, Jumat (14/07/2017) malam, Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH akan menerima penghargaan Mangggala Karya Kencana (MKK) dari Menteri Dalam Negeri di Pendopo Maha Agung, Lampung.

Acara Harganas Lampung mengambil tema “Dengan Hari Keluarga Nasional Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga Yang Berketahanan.” Puncak acara Harganas akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriani Widodo pada Sabtu (15/07/2017) esok. (Gusty Masan Raya)