Tambah 7 Kasus Covid, Mimika Kini Terbanyak di Papua

Data Covid-19 Kabupaten Mimika per Minggu (19/04/2020)

JAYAPURA (PB.COM)—Lonjakan jumlah warga Provinsi Papua yang positif terpapar Covid-19 kembali terjadi pada Minggu (19/4/2020). Sebanyak, 12 kasus baru ditemukan sehingga angka kumulatif positif Covid di Bumi Cenderawasih ini menjadi 107 orang. Dari tambahan ini, 7 kasus ditemukan di Mimika, membuat Negeri Tambang Emas itu menjadi wilayah dengan kasus terbanyak di Papua, melewati Kota Jayapura.

“Kabupaten Mimika ada 7 kasus baru, Kabupaten Jayapura 2 kasus baru, Kota Jayapura 2 kasus baru, dan Kabupaten Sarmi 1 kasus baru. Jadi totalnya 107 yang positif hari ini, dimana 81 orang sedang dalam perawatan, 19 orang sembuh, 7 meninggal dunia,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) melalui pesan whatsappgroup (WAG) Wartawan Covid Papua, Minggu sore.

Menurut Sumule, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3.507 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 101 orang. Sejauh ini, Litbangkes Papua sudah melakukan pemeriksaan 467  sampel, dimana 107 dinyatakan positif.

Ia merincikan, adapun 9 kabupaten/kota di Provinsi Papua yang memiliki kasus positif Covid yakni Kabupaten Mimika dengan 31 pasien positif, 24 dalam perawatan, 4 dinyatakan sembuh dan 3 meninggal dunia; Kota Jayapura 30 kasus positif, 20 dirawat, 7 orang sembuh, dan 3 meninggal; Kabupaten Jayapura 23 pasien positif,  18 dirawat, 4 dinyatakan sembuh, dan 1 orang meninggal dunia; Kabupaten Merauke, 9 kasus positif, 5 masih dalam perawatan dan 4 dinyatakan  sembuh.

“Kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi masing-masing terdapat 4 kasus positif dimana semuanya sedang dirawat, Kabupaten Jayawijaya 2 positif dan sedang dirawat, Mamberamo Tengah ada 1 positif dan masih menjalani perawatan di RSU Wamena, serta Kabupaten Nabire 3 kasus positif dan ketiganya dalam perawatan,” kata Sumule. (Gusty Masan Raya)

Polisi Amankan Pelaku Penyebar Hoax di Mimika

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal.
JAYAPURA – Seorang pemuda berinisial WHN (38) diamankan Tim Gabungan Polres Mimika karena diduga telah menyebarkan berita bohong atau Hoax di akun media sosial Facebook.

WHN diamankan petugas di rumahnya Jalan Yos Sudarso, Jayanti Sempan Timika, Sabtu (12/10) lalu pukul 18.30 WIT.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal dalam siaran persnya, Senin (14/10) membeberkan kronologis kejadian yang membawa WHN akhirnya harus mendekam dibalik jeruji besi.

Jelasnya, WHN ditangkap di rumahnya, Sabtu (12/10) dalam operasi yang dipimpin Wakapolsek Mimika, Iptu Rannu SH.

“Pelaku diamankan terkait postingannya pada tanggal 10 Oktober 2019 sekitar pukul 23.31 Wit di akun facebooknya atas nama PERE. Dimana dalam postingannya itu, pelaku menyebarkan berita soal kematian seorang ibu, Hadelina Hagabal dan anaknya, Gerentasia Hagabal di RS Mitra Masyarakat akibat keracunan makanan yang dibeli di warung,” ungkap Kamal.

Namun setelah diselidiki ternyata informasi yang disampaikan itu adalah bohong.

Adapun cara pelaku menyebarkan berita bohong, terang Kamal, dengan cara mengambil postingan seseorang di messenger lalu menaruhnya di dinding facebook miliknya.
Berikut kutipan berita yang diposting di FB.
“Saran …!!
Maka itu kepada saudara saudari yang merasa kulit hitam dan keriting rambut berhati-hatilah dalam mengkomsumsi bahan makanan jadi maupun instan yang di jual oleh pihak yang tak bertanggung jawab dan tak jelas .
Salam sadar…..!!!”

Selain menahan pelaku, Polisi juga menyita satu unit HP merk Samsung M10.

Atas perbuatannya pelaku kini harus mendekam di ruang tahanan Polres Mimika dan dikenakan Pasal 45A Ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Andi/Frida)