Ini Persiapan yang telah dilakukan Pemkot Jayapura Jelang PON 2020

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano

JAYAPURA (PB.COM) – Pemerintah Kota Jayapura terus melakukan persiapan jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, yang bakal digelar Oktober 2020 mendatang di bumi cenderawasih

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano di Jayapura, Selasa (21/1/2020) kemarin menuturkan, selain menyiapkan sejumlah venue baru, pihaknya juga telah melakukan pendataan sarana prasarana pendukung PON semisal akomodasi (hotel, penginapan), transportasi, termasuk menyiapkan kebutuhan pangan,air bersih, dan listrik

“Untuk venue venue baru di wilayah kota Jayapura yang sudah hampir rampung kurang lebih 80 persen, seperti renovasi Gor Waringin, pembangunan Gor di Koya Barat, dan beberapa venue lainnya ” ungkap BTM.

Pihaknya juga telah melakukan persiapan atlet dari Kota Jayapura yang akan berlaga di ajang pesta olahraga empat tahunan ini. “Dalam rangka mendukung PON kita bekerjasama dengan pengurus cabang KONI untuk menyiapkan atlet berprestasi,” katanya.

Selain itu, lanjut pria yang kerap disapa BTM ini, pihaknya juga telah melakukan penataan kota seperti melakukan pembersihan jalan dan menata tempat tempat wisata yang bakal dikunjungi oleh setiap orang yang datang saat PON.

“Kita lakukan penataan kota untuk memberikan keindahan kota Jayapura dari batas kota sampai angkasa, termasuk tempat-tempat pelaksanaan pertandingan,” jelasnya.

Adapun pendataan yang dilakukan seperti  mendata hotel-hotel yang ada di kota Jayapura dengan jumlah kamarnya. Lalu bekerjasama dengan PDAM Kota Jayapura untuk mensuplai air, dalam hal ini telah dibangun beberapa titik air yang bisa langsung diminum.

Sedangkan untuk kesiapan kebutuhan pangan para atlet, lanjut BTM, pihaknya juga telah melakukan pendataan jumlah kebutuhan bahan pangan yang dibutuhkan semisal kebutuhan daging, sayuran dan yang lainnya.

“Juga kita siapkan transportasi seperti bus. Dimana kita telah mendata jarak tempat tinggal atlet dan tempat pelaksanaan pertandingan. Termasuk kita libatkan ojek ojek untuk membantu kebutuhan transportasi,” jelasnya lagi.

Persiapan lainnya seperti menyiapkan souvenir, dimana melibatkan para pengrajin lokal. Semua data persiapan, ungkap BTM, telah dikonsultasikan dengan PB PON dan KONI Pusat. “Dari dokumen yang kita kasih, ternyata kitalah yang paling lengkap datanya,” tutupnya. (Andi/Frida)

Tim Wushu Papua Targetkan 2 Medali Emas di PON 2020

Tim wushu Papua sedang latihan/Istimewa

JAYAPURA (PB.COM) – Tim Wushu Papua menargetkan 2 medali emas di ajang PON XX tahun 2020, yang akan diselenggarakan di Bumi Cenderawasih Papua, Oktober mendatang.

Pelatih Kepala Wushu Papua, Nicky Ilolu kepada pers di Jayapura, Rabu (15/1/2020) menuturkan, untuk target 2 medali emas ini dari nomor Wushu Sanda baik pertandingan komite maupun perorangan.

Selain target 2 medali emas, ungkap Nicky, timnya juga menargetkan raih 1 medali perak dan 3 medali perunggu.

“Untuk materi kami 70 persen putra putri asli Papua, ditambah 2 orang atlet dari luar Papua yang telah memiliki KTP Papua karena sudah berdomisili di Papua 3 sampai 4 tahun,” ungkap Nicky. Ia mengakui, saat ini timnya tengah menggiatkan latihan untuk persiapan PON mendatang.

“Selama ini kami selalu dibawa asuhan dan pantauan dari Wakil Ketua pengurus Wushu Papua, yang selalu setia mendampingi kami, juga terima kasih untuk Koni Papua yang selalu membantu memfasilitasi kami sehingga kami bisa masuk dalam penampungan (TC),” ucap Nicky

Dia menjelaskan, atletnya sudah masuk penampungan sejak Juni 2019 lalu. “Terima kasih buat Pak sekertaris umum di jajaran Koni Provinsi Papua atas kepercayaan kepada kami dan kami siap untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di tanah Papua dengan menyumbangkan dua medali emas nantinya,” katanya optimis.

Nicky juga mengharapkan dukungan semangat dan doa dari seluruh masyarakat Papua sehingga bisa sukses memenuhi target di ajang pesta olahraga empat tahunan tersebut. (Andi/Frida)

Mendagri Ingatkan Pemerintah Papua Soal Penyelesaian Venue PON 2020

Mendagri, Tito Karnavian didampingi Sekda Provinsi Papua, Herry Dosinaen dan Bupati Jayapura saat meninja Stadion Papua Bangkit (SPABA) di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Minggu (1/12) siang.

JAYAPURA (PB.COM) – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian didampingi Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen dan Bupati Jayapura, Mathius Awaitouw  meninjau venue utama PON 2020 yakni Stadion Papua Bangkit (SPABA) di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Minggu (1/12) siang.

Mendagri saat diwawancarai pers, mengaku telah mengunjungi venue PON di Kabupaten Mimika dan Merauke. Dari kunjungan tersebut diketahui bahwa pembangunan venue dalam proses pekerjaan dan optimis selesai sebelum pelaksanaan PON.

“Kita sudah ke sana dan pembangunan venue dalam proses, kita optimis selesai sekitar Juni 2020. Sementara fasilitas penunjang seperti transportasi dan bandara saya kira tidak masalah di dua kabupaten ini,” katanya.

Menurut mantan Kapolri ini, yang harus menjadi perhatian dari pemerintah saat ini yakni venue dan fasilitas penunjang di Jayapura, karena Jayapura akan menjadi pusat pelaksanaan PON 2020.

“Saya kira yang penting saat ini adalah kesiapan di Jayapura, karena menjadi lokasi pembukaan dan penutupan PON, bahkan ada 21 Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingan disini, sehingga venue dan fasilitas penunjang harus benar-benar siap,” tuturnya.

Oleh karena itu, Mendagri mengingatkan pemerintah Provinsi Papua, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura untuk fokus menyelesaikan pekerjaan venue dan fasilitas penunjang seperti penginapan atlet, hotel, transportasi, dan fasilitas penunjangnya.

“Ini harus dipikirkan oleh pemerintah mulai saat ini. Mungkin sudah ada hotel tapi perlu ditambah lagi karena pengunjung untuk menonton pertandingan di PON nanti akan mencapai ribuan orang. Selain itu, harus juga menyiapkan rumah penduduk agar bisa digunakan oleh pengunjung sebagai tempat tinggal selama ivent berlangsung,” ungkapnya.

Lalu soal transportasi bagi atlet dan juga pengunjung, mengingat jarak dari Sentani ke Jayapura yang cukup jauh sehingga transportasi juga harus disiapkan sebanyak mungkin.

Selanjutnya kata Mendagri adalah faktor keamanan. Pemerintah daerah diminta bekerjasama dengan aparat keamanan TNI-Polri untuk menjaga kambtibmas sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta maupun pengunjung selama PON berlangsung.

“Ini akan kita lihat, apakah personil yang ada di Papua ini cukup untuk menjaga keamanan selama PON berlangsung. Kalau tidak, maka kita akan menambah dari Mabes maupun dari polda-polda se-Indonesia (Andi/Frida)

Dishub Papua Mantapkan Persiapan Angkutan untuk Popnas 2019 dan PON 2020

Kepala Dinas Perhubungan Papua, Ricky Ambrauw.

JAYAPURA (PB.COM) – Dinas Perhubungan (Dishub) Papua memantapkan persiapan bidang angkutan jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Papua, 10 hingga 18 Oktober 2019.

Usai memimpin rapat bersama instansi terkait di kantornya, Senin (15/7/2019), Kepala Dinas Perhubungan Papua, Ricky Ambrauw menegaskan, sebagai tuan rumah harus mempersiapkan segala fasilitas termasuk di bidang angkutan/transportasi dengan baik.

Khusus angkutan harus disiapkan secara baik untuk penjemputan kontingen yang datang maupun saat pulang. “Jadi, kita juga akan rapat dengan bidang transportasi darat untuk memastikan, tempat parkir dan fasilitas lainnya di Bandara Udara Sentani,” ungkap Ricky.

Ia mengakui, dalam juga dibahas terkait harga tiket jelang Popnas 2019 maupun PON 2020 di Papua. “Terkait harga tiket kita akan surati operator penerbangan agar masalah tiket ini jadi perhatian, karena iven nasional di Papua harus berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan Popnas akan hanya dilaksakan di Kota dan Kabupaten Jayapura, sementara PON di lima Kabupaten/kota ditambah denga klaster penyangga, makanya masalah transportasi akan dibahas secara detail terkait dengan jadwal penerbangan domestik maupun lokal.

“Kami dari transportasi akan melakukan koordinasi yang lebih intens untuk memastikan ini semua, kami juga sudah lakukan koordinasi dengan kementerian terkait,” pungkasnya. (Andi/Frida)

Pemerintah Menjamin Ketersediaan Listrik Aman Untuk PON 2020 di Papua

Ketua Pokja dan Industri Pedesaan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Muftie menerima cindera mata dari Asisten II Setda Papua, Noak Kapisa usai pertemuan.

JAYAPURA (PB.COM) – Ketersediaan listrik dan air menjadi salah satu sarana penunjang yang menentukan sukses tidaknya perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang di Papua.

Untuk ketersediaan listrik, pemerintah memastikan sudah tidak ada masalah. Pemerintah menjamin, mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan PON XX mendatang termasuk untuk kebutuhan masyarakat setempat.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Kelompok Kerja ESDM Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) RI bersama Asisten II Setda Papua Noak Kapisa dan PT. PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Kamis (13/6) lalu.

Ketua Pokja dan Industri Pedesaan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Muftie mengatakan, kesiapan listrik pada PON XX menjadi salah satu poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Pasalnya, kebutuhan listrik sangat penting saat pelaksanaan PON.

“Dalam rapat, PLN menyatakan kebutuhan listrik untuk PON sudah tidak ada masalah dan tersedia. Begitupun untuk kebutuhan masyarakat sebagai konsumen,” terang Aries.

Tak hanya menunjang PON, kata Aries, ketersediaan listrik juga penting untuk menunjang daerah yang memiliki potensi wisata.

“Saat PON pasti akan ada banyak orang yang datang. Jadi kebutuhan listrik di daerah juga harus dipersiapkan untuk menunjang tempat wisata di wilayah masing-masing,” terangnya.

Aries juga memadang perlu adanya infrastruktur energi yang memadai bagi para investor yang ingin membuka industry di Papua.

“Hal ini akan kami bahas kembali, termasuk kaitannya dengan bagaimana PT. Freeport menggunakan listriknya dan barangkali investasi lain baik di Merauke, Sorong maupun daerah lainnya di Papua,” katanya. (Andi/Frida)