Pahlawan Papua Dapat Tunjangan Rp 30 per Tahun

Asisten III Bidang Umum Setda Papua Elly Auri ketika memberikan potongan kue ulang tahun Hari Pahlawan ke-73 kepada Kadis Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Papua, Ribka Haluk usai apel perayaan HKN di halaman Kantor Dinas Kesehatan, Kotaraja, Senin (12/11/2018)

JAYAPURA (PB)—Empat Pahlawan Nasional asal Papua Frans Kaisiepo, Johannes Abraham Dimara, Marthen Indey, dan Silas Papare mendapat tunjangan dari Pemerintah sebesar Rp 30 juta per tahun.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan Catatan Sipil Provinsi Papua, Ribka Haluk, usai Apel Perayaan Hari Pahlawan ke-73 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di Kantor Dinas Kesehatan Papua, Senin, (12/11/2018).

Menurut Ribka, tunjangan tersebut diberikan kepada pihak keluarga masing-masing pahlawan. Ribka juga menjelaskan tunjangan bagi pahlawan Papua ini sebagai tanda penghargaan bagi mereka yang berjasa besar membawa Indonesia lepas dari penjajahan.

“Bantuan kepada pahlawan Nasional itu berasal dari APBN per tahun Rp 30 juta,” tegas Ribka.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua tahun ada mengusulkan calon Pahlawan Nasional asal Papua. Salah satunya dari Biak yang berasal dari marga Simbiak. Hanya saja, katanya, untuk menjadi Pahlawan Nasional, prosesnya cukup panjang karena berkaitan dengan dokumen-dokumen, kemudian siapa yang terlibat dan lain sebagaianya.

“Jadi setiap tahun kami usulkan, ada calon pahlawan dari Merauke dan Biak, namun belum mendapat persetujuan pemerintah pusat,” katanya.

Tiga dari empat Pahlawan Nasional asal Papua.

Sebelumnya, Asisten III Bidang Umum Setda Papua, Elly Auri saat membacakan sambutan Menteri Sosial RI mengatakan pada setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Auri, setiap zaman mempunyai pahlawan di kiprahnya masing-masing. Auri juga menyebut Indonesia memerlukan pahlawan baru. yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini.

“Pada akhirnya, melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa dengan menggali dan meneruskan semangat perjuangan para pahlawan kita,” kata Auri. (Gusty Masan Raya)

 

Semangat Pengabdian, Bekerja Keras Bangun Mappi

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH melantik dan menyematkan lambang burung garuda di dada Bupati dan Wakil Bupati Mappi periode 2017-2022, Kristosimus Yohanis Agawemu-Jaya Ibnu Suud ST.

Pesta demokrasi sudah usai, sekarang saatnya bersatu, bersaudara, bekerja keras sambil berlari, bukan berjalan di tempat. Saatnya tularkan semangat pengabdian yang tulus untuk kerja, kerja dan kerja, melayani masyarakat dari kota sampai di dusun.

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mappi 11 Juni 2017 lalu menggelar Rapat Paripurna Istimewa DPRD Mappi dalam rangka serahterima jabatan Penjabat Bupati Mappi kepada Bupati dan Wakil Bupati Mappi periode 2017-2022, Kristosimus Yohanis Agawemu – Jaya Ibnu Suud ST, yang telah dilantik pada 22 Mei 2017. Rapat paripurna yang dilaksanakan di gedung Serbaguna Kepi, dibuka Wakil Ketua II DPRD Mappi Robet Sumaghai, dihadiri Penjabat Bupati Mappi, Plt Sekda Mappi, Kapolres Mappi, Para Kepala OPD Kabupaten Mappi, dan perwakilan masyarakat dari 15 distrik.

Penjabat Bupati Mappi Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM mengatakan, selama satu bulan lebih di Mappi, ia  telah melaksanakan urusan pemerintahan juga urusan pelayanan masyarakat, pendataan Orang Asli Papua, khususnya orang asli Mappi, serta urusan pemerintahan lainnya. Selama 15 tahun kabupaten ini berjalan, menurut Ribka, dari sisi keuangan selalu mendapat disclaimer dari BPK, sehingga harapannya pemerintah yang baru dapat merubah itu ke arah yang lebih baik.

Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu bersama Wakil Bupati Jaya Ibnu Suud, ST, pada serahterima itu mengatakan, hal-hal yang diperhatikan secara serius dan bersungguh-sungguh, pertama, proses demokrasi sudah selesai. Ia meminta kepada oknum-oknum aparatur sipil negara yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam bentuk menyumbangkan pikiran dan tenaga maupun penggalangan dana, supaya segera hentikan, sebab bentuk sikap tindakan yang menjiwai proses politik dapat menurunkan semangat kerja, yang berdampak pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal.

Didampingi penjabat bupati mappi, Dr. Ribka Haluk, Bupati Mappi , Kristosimus Yohanis Agawemu menandatangani berita acara serah terima jabatan.

“Saat ini adalah waktu untuk kita bersatu, bersaudara, bekerja keras sambil berlari, bukan berjalan di tempat. Tanamkan pada diri kita masing-masing semangat pengabdian yang tulus untuk kerja, kerja, dan kerja melayani masyarakat Mappi dari kota sampai di dusun,” ajak Kristosimun.

Hal ketiga, proses penempatan jabatan harus dipandang sebagai ajang penambahan pengetahuan dan pengalaman untuk mendapatkan kualitas dari setiap pribadi yang berprestasi dan unggul dalam bidang kerjanya. Yang dipercayakan untuk itu, ia berharap jabatan tidak dipandang luar biasa tetapi tetap sadari bahwa jabatan adalah titipan Tuhan untuk bekerja.

Selesaikan Masalah Bersama-Sama

Sejumlah permasalahan di Mappi juga Kristosimus menjadi perhatian serius. Ia mengajak bersama-sama selesaikan, seperti penyelesaian semua temuan asset, pemanfaatan lahan gedung kantor yang sudah rusak di Wemiaman, belum lengkapnya gedung kantor milik pemerintah, masih kurangnya tenaga guru dan gedung sekolah di semua tingkatan pendidikan. Selain itu, lahan pemakaman umum yang sudah tidak layak, penempatan jabatan aparatur sipil negara yang tidak sesuai mekanisme, APBD yang selalu terlambat, menyelesaikan seluruh temuan BPK RI. Yang tak kalah penting adalah, penataan kota yang baik, pendataan orang asli Papua, masalah administrasi kepegawaian yang belum baik.

“Semua data akan membantu kita untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Mappi sehingga semua organisasi perangkat daerah diharapkan dapat melaksanakan perencanaan berbasiskan data yang akurat,” pinta Kristosimus. Ia juga berharap ada perbaikan kerja aparatur sipil Negara yang mengacu pada standar aturan kepegawaian.

Bupati dan Wakil Bupati Mappi periode 2017-2022, Kristosimus Yohanis Agawemu-Jaya Ibnu Suud ST melangkah keluar Gedung Negara usai dilantik Gubernur Papua Lukas Enembe.

Aparatur sipil negara, lanjutnya, mulai dari kepala OPD sampai dengan staf, ia minta tidak bekerja dengan pola asal bapak senang. Sebab hal ini akan memperlambat pencapaian kinerja pribadi maupun kelembagaan. “Dalam waktu dekat akan kita bentuk panitia hari jadi Mappi agar menjadi ajang evaluasi kerja bupati dan wakil bupati, sekaligus ajang pengembangan seni dan budaya Kabupaten Mappi,” ujarnya. Ia juga berterimakasih terhadap Ribka Haluk yang sudah membantu menjalankan tugas di Kabupaten Mappi.

Pada 22 Mei lalu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MH  melantik dan mengambil sumpah jabatan empat Bupati – Wakil Bupati dan satu Walikota – Wakil Walikota terpilih periode 2017 -2022, hasil pilkada serentak 2017 di Provinsi Papua, di Gedung Negara, Dok V Jayapura. Mereka yang dilantik antara lain pasangan Walikota dan Wakil Walikota Jayapura, DR. Drs Benhur Tomi Mano MM (Petahana-red) – Ir. H. Rustam Saru MM, Kabupaten Lanny Jaya, Befa. Yigibalom SE, Msi (Petahana-red) -Yemis Kogoya SIP, Kabupaten Sarmi, Pasangan Drs.Eduard Fonataba MM  – Yosina T. Insyaf SE, MM, Kabupaten Mappi, Kristosimus Yohanis Agawemu – Jaya Ibnu Suud ST, dan Kabupaten Nduga yakni Pasangan Yairus Gwijangge, S,Sos, Msi -Wentius Nimiangge.

Gubernur dalam sambutannya berpesan agar para Bupati dan Wakil Bupati dapat melaksanakan tugas yang diemban dengan baik sesuai amanah Undang Undang.  “Aturan tugas dan kewenangan masing-masing sudah jelas. Jadi jangan seperti yang sudah terjadi sebelumnya, antara bupati dan wakil bupati tidak akur menyebabkan pemerintahan hancur luarbiasa,” pesannya. (Humas Mappi)