Takhlukan Jawa Barat 1-0, Sepak Bola Putri Papua Juara Grup

Pesepakbola putri Jawa Barat, Galuh Candra Kirana PP (kanan) berebut bola dengan pesepakbola putri Papua Barat, Yuliana Ongge (kiri) dalam babak penyisihan grub A PON XX PAPUA 2021 di Stadion Katalpal, Merauke, Selasa (5/10/2021) (Foto : PB PON XX PAPUA/Feri Setiawan)

 

MERAUKE (PB.COM)Tim sepak bola putri Papua memastikan diri juara grup, setelah dalam laga penyisihan, Kembali menang atas tim Jawa Barat dengan skor 1-0 dalam laga keduanya yang digelar di Stadion Katalpal, Kamis (07/10).

Didukung suporter tuan rumah, tim Papua langsung menekan Jawa Barat begitu peluit babak pertama dibunyikan dan langsung membuka peluang pada menit kelima setelah penyerang Marsella Yuliana Awi melakukan aksi individu yang mengancam pertahanan Jawa Barat.

Jawa Barat yang juga tampil terbuka melancarkan sejumlah serangan ke jantung pertahanan Papua. Peluang pertama diperoleh tim Tanah Pasundan itu melalui sepakan Hanipa Halimatusyaidah yang masih melambung tipis di atas mistar gawang Agustina Kwano.

Peluang emas bagi Papua kembali tercipta pada menit ke-29 setelah sepakan Feni Binsbarek membentur tiang gawang. Bola liar dari sepakan ini juga gagal dimanfaatkan untuk mencetak gol.

Pada menit ke-37 Papua kembali mengancam lewat sepakan keras dari luar kotak pinalti yang dilepaskan Liza Armanita Madjar namun penjaga gawang Jabar Diyana Herliana bermain gemilang dengan menangkap bola ini.

Papua yang terus menekan membuat anak-anak Jawa Barat harus bermain di daerah pertahanan sendiri.

Gol yang ditunggu-tunggu Papua baru tercipta pada menit ke-42 setelah Liza Armanita Madjar menjebol gawang Jawa Barat dan bertahan hingga usai babak pertama.

Masuk babak kedua, tim Jawa Barat tampil menyerang guna menyamakan kedudukan. Menit ke-54, melalui sepakan dari luar kotak pinalti yang dilepaskan Mila Nur Kamila namun masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Papua.

Jawa Barat kembali mengancam pada menit ke-71, sebaliknya Papua membalas pada menit  ke-74 melalui sepakan jarak jauh Feni Binsbarek namun masih jauh dari sasaran. Sayangnya, tak ada gol tercipta hingga usai laga.

Kemenangan ini membuat tim sepak bola putri Papua menjuarai Grup A, setelah sebelumnya di laga perdana menang 7-0 atas Papua Barat.

Papua bakal  bertemu lawan kuat lainnya Bangka Belitung, sedangkan Jawa Barat menghadapi DKI Jakarta dalam semifinal Sabtu (09/10/2021).

Pelatih Kepala Sepak Bola Putri Papua , Priagung Dani Atmojo mengakui tidak mudah menghadapi tim Jawa Barat. Tetapi, keberuntungan berpihak ke Tim Sepak Bola Putri Papua hingga memenangkan pertandingan unggul 1-0.

“Itu semua karena Tuhan dan kerja keras anak-anak semua. Ada tekanan yang kami dapat tadi, itu pelajaran untuk kami, karena tantangan masih ada ke depan di partai semi final dan final,” tutur Priagung usai pertandingan.

Dia menyebut, semua lawan dipandang berat untuk dihadapi. Untuk itu, persiapan dan pelatihan akan lebih digenjot sehingga mampu mengalahkan semua lawan main.

“Siapa yang siap, pasti dia akan berhasil. Setiap lawan yang sudah dihadapi menjadi bagian pengumpulan pengalaman untuk memperkuat kesiapan kesebelasan Papua ke depan,” tuturnya.

Sementara Kapten Sepak Bola Putri Papua , Selly Wunungga mengaku bersyukur dan mengapresiasi kepada suporter yang ikut memberikan semangat kepada Tim Papua.

“Terimakasih kepada Tuhan karena kami unggul kali ini. Terimakasih untuk dukungan penonton Merauke dan doa dari keluarga. Perjuangan belum berakhir, saya bersama rekan-rekan lainnya harus lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi para pemain di babak selanjutnya,” pungkas Selly.

Sementara Pelatih Kepala Tim Jawa Barat, Roni Remon mengaku kedua tim dinilai bermain sangat bagus. Penampilannya sama-sama bagus dengan penerapan strategi masing-masing.

“Kita sama-sama tahu kekuatan Papua. Bagaimana mereka bermain, kita sudah punya gambaran,” ujarnya.

Senada kapten tim Sepak bola Jawa Barat, Diah Tri Lestari yang mengaku siap melawan tim DKI Jakarta  pada babak berikut, dan berupaya memberikan hasil yang terbaik.

“Untuk hari ini, kita jadikan motivasi untuk kita ke depan lebih baik lagi,” imbuh Diah yang mengenakan nomor punggung 79. (Getty/Humas PON XX Papua/Gusty Masn Raya)

Klaster Merauke Dapat Pujian Dari Kalteng Soal Pelayanan

Pelatih tim sepak bola Kalteng bersama perwakilan tim sepak bola Kalteng dalam konferensi pers di Stadion Katalpal Merauke (Foto: Getty)

 

MERAUKE (PB.COM)-Mengikuti PON Papua Cabor Sepak Bola putri, Pelatih kesebelasan Kalimantan Tengah (Kalteng), Marali mengaku puas dengan pelayanan tuan rumah PON XX Klaster Merauke.

Pasalnya, semenjak menginjakkan kaki di ujung ufuk timur Indonesia tersebut, tim Kalteng mendapatkan sambutan dan pelayanan yang sangat baik, dengan senyum, ramah dan warganya bersahaja.  Setelah mengunjungi tanah Papua secara langsung, ia menepis anggapan seputar kengerian yang diceritakan mengenai kondisi Papua yang selama ini didengarnya.

“Papua, terutama Merauke benar-benar indah. Masyarakatnya ramah dan bersahaja. Sebelumnya, saya mendengar cerita tentang kengerian Papua, tetapi setelah datang sendiri ternyata Papua sama dengan daerah lainnya. Saya kemana -mana aman, pelayanannya sangat memuaskan, bayangkan kami di wisma sampai capek makan,” ujar Marali usai timnya melawan tim DKI Jakarta, di Stadion Katalpal Merauke, Kamis (07/10/2021).

Hal senada juga disampaikan pemain dari kontingen Kalteng, Adelina Veronika. Ia mengaku suka dengan situasi Merauke yang sangat adem, udaranya segar dan nyaman. Ditambah lagi, sebagai orang baru, ia tidak merasa asing.

Ia mengaku senang bisa datang ke Papua secara gratis karena mengikuti PON. Maka kesempatan ini bukan sekadar mengejar target, tetapi menjalin silaturahmi dengan masyarakat Papua, khususnya di Klaster Merauke.Baginya, kegagalan untuk maju ke babak selanjutnya bukanlah kekalahan karena masih punya kesempatan di PON mendatang dengan lebih berbenah dan mempersiapkan diri.

“Kekalahan kali ini memacu tim Kalteng untuk berbenah di PON selanjutnya,” ujar Veronika.

Seperti diketahui, Tim Kalteng gagal mengalahkan DKI Jakarta karena terjadi gol bunuh diri yang dilakukan pemain Kalteng. Sehingga skor menjadi 1-0 dan sumbangan nilai tersebut mengantarkan Tim DKI Jakarta masuk ke babak semi final PON Papua.

Meski demikian, secara umum, kedua tim ini punya kekuatan yang cukup baik, walaupun Kalteng harus mengakui tidak sengaja melakukan kesalahan tersebut. Akibat kesalahan yang tak disengaja itu, Tim Kalteng harus lebih awal mengemasi barang-barang mereka untuk pulang.

“Luar biasa Merauke, lapangan stadionnya OK dan warganya taat protokol kesehatan. Kalau bisa ke depan lebih lagi,” tutup Coach Marali.

Di sisi lain, perjuangan belum selesai untuk Tim DKI Jakarta. Selanjutnya, DKI akan berhadapan dengan tim lainnya termasuk Galanita Papua hingga babak final. (Getty/Humas PON XX Papua/Gusty Masan Raya)

Jabar Kubur Impian Tim Sepak Bola Putri Papua Barat Ke Semifinal

Pani Tri Oktaviani, penyerang Jabar menciptakan hattrick gol gawang Papua Barat (foto: Jhon)

MERAUKE  (PB.COM)–Tim Putri Jawa Barat (Jabar) membungkam impian lawannya melangkah ke semifinal Sepak Bola Putri PON XX Papua, setelah di laga penyisihan grup A berhasil menumbangkan Tim Papua Barat dengan skor telak 5-0.

Duel sengit yang berlangsung di Stadion Katalpal Merauke, Selasa (5/10/2021) itu, disaksikan 2.770 penonton.

Pasukan biru Tanah Pasundan yang dimotori Kapten Dian Tri Lestari tampil mendominasi permainan sejak menit awal babak pertama.

Dengan pola permainan taktis, anak-anak besutan pelatih, Rony Remon ini menggebrak ke area pertahanan Papua Barat dan berhasil membuahkan gol di menit ke-11 melalui umpan cantik dari kaki Reva Oktaviani (8) dari pojok kiri pertahanan lawan.

Penyerang Jabar, Mila Nur Karmila (4) menyarangkan bola ke gawang Papua Barat dan merubah kedudukan 1-0 untuk Jabar.

Tak puas dengan hasil satu gol, anak-anak Jabar yang bermaterikan tiga pemain nasional, yakni Ririn Junian Nella (11), Tia Darti Septiawati (21) dan Helsya Maeisyaroh (15) terus menekan ke jantung pertahanan Papua Barat.

Tak berselang lama, pasukan biru Pasundan ini kembali memorak-porandakan barisan pertahanan Papua Barat yang dikapteni oleh Serlin Erumkuy (4).

Gol kedua kembali tercipta di menit ke-13 hasil tembakan jarak jauh Pani Tri Oktaviani (10) dari luar kotak penalti.

Serangan demi serangan terus dilancarkan anak-anak Jabar, meski Tim Papua Barat berusaha mengimbanginya.

Gol ketiga kembali merobek jala gawang Papua Bara yang dijaga Merin Nanggewa (1) di menit ke-16 juga dari sisi kiri pertahanan Papua Barat oleh Pani Tri Oktaviani.

Lagi-lagi, Pani Tri Oktaviani menciptakan hattrick dengan 3 gol ke gawang Papua Barat di menit ke-19 dengan menerobos ke sayap kiri jantung pertahanan Papua Barat dengan skill individunya.

Pasukan merah Papua Barat berusaha mengejar ketinggalan 4-0 dengan memanfaatkan serangan balik, namun tidak membuahkan hasil.

Serangan balik anak-anak Papua Barat nyaris membuahkan gol di menit ke-25 ke jala gawang Jabar, untung saja diselamatkan penjaga gawang, Nurhalimah (1).

Di menit ke-25, pemain-pemain depan Papua Barat mencoba menekan ke barisan pertahanan anak-anak Pasundan hingga terjadi kemelut di depan mulut gawang dan menyebabkan kiper Jabar, Nurhalima cedera berat dan harus digotong keluar lapangan. Nurhalima terpaksa digantikan kiper cadangan, Diyana Herliana (25).

Berkali-kali gawang Papua barat dihujani tembakan oleh pemain depan Jabar.

Bahkan, di menit ke-43 nyaris pemain Jabar, Siti Latipah Nurul Inayah kembali menjebol gawang Papua Barat jika saja bola tidak meleset keluar lapangan. Skor tidak berubah 4-0 hingga babak turun minum.

Memasuki babak kedua, Tim Papua Barat berupaya mengejar ketinggalan dan terus menekan ke area pertahanan Jabar.

Nyaris gol tercipta di menit ke-12 babak kedua, oleh pemain depan Papua Barat, Kristina Usa (13).

Keadaan justru berbalik, Jabar kembali menekan ke jantung pertahanan Papua Barat. Gol kembali tercipta di menit ke-65 hasil tendangan bebas dari luar kotak penalti Helsya Maeisyaroh (15).

Tekanan Papua Barat terus dilakukan Papua Barat, namun tak berhasil membuahkan gol. Menit ke-70, tembakan keras dari luar kotak penalti pemain Papua Barat, Natalia Awom (10) hampir saja menjebol gawang Diyana Herliana, namun berhasil diselamatkan.

Serangan demi serangan Papua Barat tak berhasil membuat gol. Tendangan pemain-pemain depan selalu melebar.

Berkali-kali serangan, namun gol tidak tercipta untuk Tim Papua Barat. Kedudukan tidak berubah 5-0 hingga wasit meniupkan peluit.

Dengan hasil laga memastikan langkah Papua Barat ke semifinal kandas.

Tim biru Jabar memastikan diri lolos ke semifinal bersama tim tuan rumah, Galanita Papua yang sebelumnya juga menaklukkan Papua Barat dengan skor telak 7-0.

Meski di laga terakhir Jabar berhadapan dengan Galanita Papua, hasil imbang atau kalah tak mempengaruhi tim Jabar atau tuan rumah Papua. (Humas PON XX Papua/Gusty Masan Raya)