Ini Pesan Bupati Spei Untuk Forkopimda dan Kominda Pegubin

Bupati Pegubin Spei Yan Birdana ST.M.Si didampingi Ketua II DPRD Pegubin Junius Tengket dan Dandim Yahukimo.

 

OKSIBIL (PB.COM) Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST.M.Si meminta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk  memaksimalkan fungsi koordinasi guna mendukung pelaksanaan pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah aktual di beberapa kampung yang sudah terjadi demi kesejahteraan masyarakat kecil di Bumi Okmin.

Hal itu dikatakan Bupati Spei saat rapat Forkopimda dan Kominda Pegubin di ruang rapat Kediaman Bupati di Osibil, Kamis (24/03/2022).

Menurut Spei, Forkopimda bertugas melakukan koordinasi antarpelaku pembangunan untuk membahas prioritas program pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan dengan OPD terkait, serta  menyempurnakan Kinerja Pemerintah Daerah  Pegubin pada tahun berjalan.

“Saya juga berharap, dalam beberapa bulan efektif ini, seluruh Kepala OPD mampu menerjemahkan program dan visi misi kami. Kita harus gelar rapat Forkopimda secara rutin di distrik masing-masing. Paling tidak, rapat digelar setiap sebulan sekali  untuk mensinergikan program prioritas sesuai visi misi yang sudah dicanangkan,” ujar Spei.

Anggota Forkopimda dan Dewan adat Pegubin.

Sementara itu, kepada Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Pegubin, Bupati Spei berpesan agar dalam melaksanakan perannya sebagai penyampai informasi situasi daerah, para anggotanya baik di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun TNI/Polri, harus akrab, kompak, sehingga benar-benar dapat memberikan laporan berdasarkan fakta dan data yang akurat. Tujuannya agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu-isu sesat dan tetap fokus beraktivitas.

Adapun unsur Forkopimda Pegubin terdiri dari Kepala Daerah (Bupati), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Ketua  DPRD), Kepolisian Resort (Kapolres), Komando Distrik Militer (Dandim), Komando Resort Militer (Danrem), Tokoh Agama, dan Dewan Adat. (Aquino Ningdana/Gusty)

Bupati Spei Bidana, HUT ke-45 dan Capaian Kinerjanya Untuk Pegunungan Bintang

Oleh Gusty Masan Raya/Pemimpin Redaksi papuabangkit.com/Majalah Bintang

SELASA, 22 Maret 2022, Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST.M.Si merayakan ulang tahunnya yang ke-45. Usia yang sangat matang, energik dan produktif sebagai seorang putra daerah Papua yang memimpin kabupaten di wilayah nan sulit dan terisolir itu.

Bupati Spei Yan Bidana, ST,M.Si

Sudah setahun lebih, Spei memimpin Pegunungan Bintang setelah menang pada Pilkada 2020 dan dilantik pada 3 Maret 2021 di Gedung Negara Jayapura. Spei didampingi wakil bupati alm. Piter Kalakmabin, Amd.TEK, yang meninggal tiba-tiba pada 28 Oktober 2021.

Pesan dan meme ucapan di berbagai grup WA menyebar sejak pagi tadi. Semua mendoakan Bupati Spei agar di hari istimewahnya ini, Tuhan dan leluhur Tanah Papua, selalu menjaga dan melindunginya untuk terus bekerja membangun masyarakatnya di Bumi Okmin.

“Atas nama seluruh jajaran birokrasi dan masyarakat Pegunungan Bintang, kami mengucapkan selamat ulang tahun buat Bupati Spei Yan Bidana. Panjang umur dan sehat selalu,” kata Plt. Sekretaris Daerah Pegunungan Bintang, drg. Aloysius Giyai, M.Kes dihubungi papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Selasa pagi.

Menurut Aloysius, masyarakat Pegunungan Bintang harus bangga dan bersyukur memiliki sosok pemimpin seperti Spei Yan Bidana. Selain penuh wibawa, lembut dan berjiwa kebapakan, Spei juga menonjol sebagai pemimpin cerdas yang selalu melakukan inovasi dan kebijakan terobosan untuk membangun Pegubin.

Bupati Spei Bidana bersama Plt. Sekda Alo Giyai berbincang serius.

“Saya menyebutnya sebagai misionaris modern. Apa yang tidak pernah dipikirkan oleh pemimpin lain, dilakukan oleh Spei. Dia ingin menyusun ulang kerangka dasar pembangunan Pegunungan Bintang, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di sini,” tutur Alo.

Tujuh Fakta Terobosan Spei

Penyataan Sekda Alo Giyai tentang Bupati Spei, tentu beralasan. Sejumlah catatan capaian kerja Spei selama setahun lebih, jadi buktinya. Sedikitnya, ada tujuh (7) fakta menarik yang dapat ditampilkan di sini tentang capaian kinerja ketua DPC PDIP Pegubin itu.

Pertama, Mendirikan Universitas Okmin Papua (UOP) di Kota Oksibil. Perjuangan mendirikan UOP hanya butuh waktu tiga bulan, dibantu tim dari UKSW dan Prof. Ir. Yohanes Sardjono, APU. Pada hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2021, kabar gembira datang. UOP resmi berdiri sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 344/E/O/2021 tertanggal 17 Agustus 2021 tentang Izin Pendirian Universitas Okmin Papua.

Bupati Spei Bidana bersama alm. Wakil Bupati Piter Kalakmabin.

Sejak September 2021, universitas pertama di Pegunungan Tengah Papua itu pun mulai berjalan, walau terbatas sarana dan prasarananya. Manajamen Kampus UOP menerima 615 mahasiswa yang mendafatar untuk 5 program studi perdana. Dengan rincian, Jurusan Antopologi S1 (265 orang), Pendidikan Bahasa Inggris (50 orang), Pendidikan Matematika (35 orang), Pendidikan Biologi (135 orang), dan Agroteknologi (130 orang). Sebanyak 35 tenaga dosen siap membantu.

“Saya dan Asisten II Pegubin dr Silwanus Sumule akan siapkan agar tahun depan sudah dibuka S1 dan D3 Keperawatan supaya menyiapakan tenaga kesehatan,” ujar Sekda Alo.

Alo sependapat dengan pemikiran Bupati Spei. Bahwa UOP berdiri tak hanya semata untuk mendongkrak sumber daya manusia (SDM), tetapi juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Suasana kuliah perdana mahasiswa Universitas Okmin Papua di Oksibil.

Bayangkan saja, selama 20 tahun berjalannya Otonomi Khusus di Papua, kebijakan pendidikan yang dilakukan dengan mengirim anak-anak Papua untuk studi atau kuliah di luar Papua, telah menguras kantong APBD. Dari sisi ekonomi, Papua tentu rugi.

“Saya hitung, mahasiswa kita dari Pegunungan Bintang yang kuliah di Jawa saja makan anggaran sampai Rp 15 miliar setiap tahun. Nah saatnya kita ubah, mahasiswa kita ke depan kuliah di Oksibil dan uang berputar di sana. Saya akan bersurat ke para bupati, terutama tetangga seperti Boven Digoel, Yalimo, Yahukimo, Keerom, Jayawijaya, bisa tiap tahun kirim 10 anak kuliah di Universitas Okmin Papua,” ujar Bupati Spei beberapa waktu lalu.

Kedua, Bangun Model Pendidikan Berbasis Budaya. Dalam rangka mendukung Universitas Okmin Papua, Bupati Spei Bidana pun membenahi pendidikan dasar. Pemda Pegubin bekerjasama dengan Yayasan Alirena, menghadirkan model pendidikan berbasis budaya yang diberi nama Pengkajian Budaya Papua dan Modernisasi (PBPM).

Menurut Pembina Yayasan Alirena, Mr. Eng Go, MBA, dalam pendidikan berbasis budaya dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK, orang tua dan komunitas harus terlibat. Dengan demikian, ekonomi dan kesehatan juga menjadi bagian dari program ini. Semuanya terintegrasi.

Bupati Spey Yan Bidana memberikan arahan kepada para Guru Andalan saat pelatihan di Bogor.

“Kita ingin memerdekakan anak-anak Pegubin untuk berkompetisi di level global. Kendati demikian, modernisasi dan globalisasi tidak boleh menggerus bahkan menghilangkan budaya dalam pendidikan,” ujar Mr. Eng saat tampil pada acara talkshow live Papua 60 Menit di TVRI Papua, Sabtu 4 Desember 2021.

Pada tahun 2021, terdapat 7 distrik di Pegubin yang menjadi sasaran pelaksanaan model pendidikan ini. Eng menilai, anak-anak Papua, termasuk di Pegubin sangat kenal dan paham dengan alamnya. Tetapi saat mereka test pelajaran IPA, umumnya mereka gagal. Nilai mereka hanya 30 atau 40. Kendalanya adalah pada pola pengajaran baca, tulis dan berhitung (calistung) dari para guru yang sangat lemah.

“Makanya kami ubah modelnya dengan pendekatan budaya, dimana tekankan  bercerita (storytelling). Mereka diuji tentang apa yang mereka kenal itu dengan bercerita. Ternyata luar biasa bagus. Artinya, nalar anak-anak Asli Papua tidak jauh tertinggal. Mereka mampu,” tutur Eng.

Ketiga, Tempatkan 90 Persen Pejabat Birokrasi Orang Asli Pegubin. Dari sisi birokrasi, Spei pun tak tinggal diam untuk merangsang rasa percaya putra daerah Bumi Okmin. Sejak April 2021, ia telah menempatkan putra-putri terbaik asli Pegubin untuk menduduki 36 Organisasi Perangkat Daerah untuk belajar menjadi pemimpin. Bersama-sama dia membangun daerah sesuai semangat dan roh Otsus yakni keberpihakan  (affirmative action).

Keempat, Tingkatkan PAD Lewat Carbon Trading. Gagasan brilian ini dilakukan Bupati Spei dengan memanfaatkan sekitar 1,6 juta hektar hutan Pegubin. Carbon trading adalah perdagangan emisi karbon yang dilakukan antar-negara untuk mengurangi emisi karbon dunia, khusunya dari karbon dioksida. Perdagangan karbon ini merupakan bentuk perdagangan yang menargetkan karbon dioksida atau CO2 dengan satuan ton.

Transaksi inilah yang membantu menetapkan batas kuantitatif yang dihasilkan oleh para penghasil emisi karbon. Dengan adanya perdagangan, negara yang memproduksi emisi dalam jumlah banyak bisa mengeluarkan emisi karbon tersebut  dari negaranya. Dan negara yang menghasilkan emisi dalam jumlah sedikit bisa menjual hak menghasilkan emisi yang dimilikinya kepada negara lain.

“Saya sudah lakukan MoU dengan salah satu perusahaan untuk carbon trading di Swiss. Ini ujicoba yang pertama dilakukan di Indonesia dan Papua. Kalau sukses maka kita akan menghasilkan uang dari penjagaan hutan kita yang masih lestari dengan kontribusi oksigen sekian ton kubik ke dunia. Perhitungan kasar saja, ambil seperempatnya saja dari total hutan kita di Pegunungan Bintang seluas 1,6 juta hektar, itu bisa menghasilkan sekitar Rp 45o miliar,” kata Bupati Spei Bidana, Sabtu, 18 Desember 2021.

Kelima, Menciptakan Renewable Energy atau Energi Terbarukan. Energi ini diciptakan dari power plant untuk mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sungai-sungai untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Hutan Pegunungan Bintang yang masih asri.

“Kita dorong energi terbarukan dan target kita 2030, Pegunungan Bintang itu bisa mandiri energi dengan zero fosil dan hasilkan energy minimal 10-15 MW yang bisa kita jual ke PLN dan dialirkan ke kabupaten lain seperti Boven Digoel dan Papua Nugini. Ini akan jadi PAD kita,” ujar Bupati Spei yang juga kandidat doktor bidang Konservasi.

Oleh karena itu, Spei mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga hutan dan lingkungan agar tetap lestari dengan terus melakukan penghijauan. Rencananya, pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemda akan me-launching Pegunungan Bintang sebagai kabupaten konservasi, baik konservasi terhadap biodiversity, sungai, hutan, kebudayaan, maupun nilai-nilai kearifan lokal. Apalagi dari sisi lokasi, Pegunungan Bintang memang sentral hidrologis di Papua.

Keenam, Membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Usul ini sudah disetujui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dimana sedianya akan dibangun di Distrik Batom. Bupati Spei Bidana didampingi Plt. Sekda Aloysius Giyai dan Staf Khusus Bupati, Yohanes Sardjono, APU, telah bertemu Kepala BRIN, Dr. L.T. Handoko di kantornya yang terletak Gedung B.J. Habibiet Lt. 24 Jalan M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Jumat, 7 Januari 2022.

Bupati Spei bertemu Kepala BRIN, Dr. L.T. Handoko di kantornya, Jumat, 7 Januari 2022.

Dipilihnya Batom sebagai pusat riset dan inovasi daerah karena distrik ini memiliki letak sangat strategis yang mendukung konsep pengembangan terintegrasi dari kawasan strategis perbatasan. Batom berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan  PNG dan juga dekat dengan Jayapura di bagian utara.

Tata ruang Distrik Batom memang sedang dirancang dan dikembangkan menjadi salah satu kota satelit di Pegunungan Bintang dan menjadi landasan untuk mendorong penetapan wilayah itu oleh Presiden Jokowi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perbatasan dengan mengandalkan potensi sumber daya alam energi terbarukan, konservasi alam, dan keanekaragaman hayati (biodiversity).

Ketujuh, Target 2022 Perbaiki Listrik, Internet dan Air Minum di Kota Oksibil. Tiga kebutuhan mendasar di Pegunungan Bintang menjadi perhatian serius pemerintahan Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si. Listrik, internet dan air bersih. Jangankan di wilayah pelosok, di Kota Oksibil saja, masyarakat belum menikmati dengan puas.

Bupati Spei dan rombongan saat meninjua PLTM Oksibil di Distrik Oksibil, Desember 2021.

Pada Senin, 13 Desember 2021, Anggota Komis I DPR RI, Yan Mandenas, S.Sos,M,Si memimpin rombongan ke Oksibil. Ikut bersama dia, General Manager PT. Telkom Papua, Sugeng Widodo, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura, Salmon Kareth, Divisi Backbone Direktorat Infrastruktur BAKTI Kominfo, John Tirayoh, Kabinda Papua, Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon, dan Danrem 172/PWY Brigjen Isak Pangemanan.

“Semua pihak sepakat untuk mendukung rencana kerja kami. Kita targetkan 2022 ketiga hal ini bisa rampung,” tutur Bupati Spei, Desember 2021 lalu.

Selamat Ulang Tahun Pak Bupati Spei. Teruslah Bekerja Membangun Masyarakat Bumi Okmin. (*)

 

Bumi Okmin Berduka Kehilangan Sosok  Welington Wenda

Ucapan duka dari Pemkab Pegubin atas berpulangnya mantan bupati Drs. Wellington Wenda, M.Si

 

JAYAPURA (PB.COM)—Bumi Okmin berduka. Mantan Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua, Drs. Wellington Lod Wenda, M.Si, meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi, bilangan Jalan Suprapto, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/03/2022) pukul 06.00 WIB. Ia berpulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit itu akibat menderita sakit.

Wellington adalah peletak dasar pembangunan Pegubin. Ia menjabat sebagai bupati Pegubin selama dua periode yakni 2005-2010 berpasangan dengan Drs. Theo Sitokdana dan periode 2010-2015 bersama Yakobus Wayam.

“Telah berpulang ke pangkuan Allah Bapa di Surga, Bapak Drs Wellington Lod Wenda, M.Si di Rumah Sakit Yarsi Jakarta pukul 06.00 WIB,” demikian informasi yang menyebar di sejumlah whatsapp group di Papua.

Jenazah Welington Wenda saat disemayamkan di Jakarta sebelum diberangkatkan ke Jayapura.

Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST.M.Si menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya mantan bupati Pegubin, Wellington Wenda.

“Beliau sangat berjasa bagi kemajuan Pegunungan Bintang. Beliau yang meletakkan dasar pembangunan dan merintis kemajuan. Kami anak-anak Pegunungan Bintang yang menjadi pemimpin hari ini, juga adalah berkat jasanya menyiapkan SDM dan kader,” kata Bupati Spei.

Menurut Spei, seluruh masyarakat Pegunungan Bintang, terutama para pemimpin di level birokrasi pemerintahan, politik maupun kepemudaan, harus meneruskan roh dan semangat seorang Wellington dalam membangun Bumi Okmin.

“Selamat jalan orang tua kami, dan terima kasih atas jasa-jasamu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” tegas Spei.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengatakan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang bersama bersama seluruh jajaran serta masyarakat merasa kehilangan sosok Wellington Wenda, pemimpin yang rendah hati dan bertangan dingin memajukan masyarakat dan daerah dengan totalitas pengabdian .

“Beliau bukan hanya sekadar seorang pemimpin formal, tetapi juga sosok panutan masyarakat. Gaya kepemimpinan melayani masyarakat adalah legasi besar pemerintah dan masyarakat Pegunungan Bintang saat ini dan di masa akan datang. Pemerintah dan masyarakat sungguh merasa kehilangan sosok seperti beliau,” ujar Alo saat dihubungi dari Oksibil, ibukota Pegunungan Bintang, Jumat (11/03/2022).

Sosok Yang Rendah Hati

Theodorus Sitokdana, mantan Wakil Bupati Pegunugan Bintang yang mendampingi Wellington Wenda pada periode 2005-2010, merasa sedih dan kaget mendengar kabar kepergian sahabatnya Wellington.

Drs. Wellington Lod Wenda, M.Si

Menurut Theo, ketika ia mendampingi Almarhum sebagai Bupati Pegunungan Bintang, ia merasakan karakter kepemimpinannya yang sangat kebapakan dan bijaksana. Welington juga sangat dekat dan mengasihi rakyat Pegubin.

Theo mengisahkan, saat Wellington Wenda pertama kali tiba di Oksibil, ia diberikan sebuah kampak batu oleh Ketua Dewan Adat Pegunungan Bintang, Amoksarem Uropmabin. Theo ingat baik pesan tua adat ini kepada Wellington. Tua adat itu berpesan bahwa kampak batu ini dulu dipakai oleh nenek moyang masyarakat Pegunungan Bintang untuk memotong kayu, membuka hutan, membuat rumah, dan berkebun guna mempertahankan hidup.

“Kata tua adat itu kepada Pak Wellington. ‘Saya berikan kampak batu ini kepada anak Bupati. Pakailah dan jadikan sebagai simbol dalam proses membangun Kabupaten Pegunungan Bintang.’ Pesan ini dijadikan sebagai pedoman dan titik awal memulai pembangunan di Pegunungan Bintang selama periode kami berdua memimpin Pegunungan Bintang lalu beliau lanjutkan periode kedua bersama wakil bupati, Pak Yakobus Wayam,” kata Theo.

Theo mengisahkan, meski kerap menghadapi berbagai kendala dan tantangan, baik geografis maupun keterbatasan semua sumber daya, Welington terkenal keras kepala dan pemikir. Ia tetap berupaya meletakkan dasar dan arah pembangunan dengan sangat monumental, fenomenal, fundamental dan prestisius dalam semua aspek.

“Terbukti ia mengubah wajah Oksibil menjadi sebuah kota di daerah pegunungan Papua. Almarhum juga satu-satunya bupati di daerah pegunungan Papua kala itu yang mendapat penghargaan Presiden Republik Indonesia atas keberhasilannya memajukan Pegubin bersama jajaran pemerintah dan masyarakat,” tutur Theo yang saat ini menjadi Staf Khusus Bupati Pegubin Bidang Pendidikan dan Kesehatan ini.

Pada masa kepemimpinannya, banyak anak asli Pegunungan Bintang dikirim keluar daerah untuk melanjutkan studi lalu kembali mengabdikan diri di daerahnya. Sejumlah kampus diajaknhya bekerja sama seperti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Yayasan Binterbusih di Semarang.

“Hasilnya banyak sarjana asli Pegunungan Bintang lulusan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Unika Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dan beberapa perguruan tinggi lain di Jawa. Pak Wellington Wenda meningalkan cerita memorable inspiratif bagi pemerintah dan masyarakat Pegunungan Bintang,” urainya.

Untuk diketahui, Drs. Wellington Lod Wenda, M.Si lahir pada 18 November 1954. Sebelum menjabat sebagai Bupati Pegubin, ia pernah menjabat Kepala Bidang Sosial Budaya dan Kepala  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua. Ia pergi meninggalkan isteri terkasih Y. Kogoya dan sang putra, Kris Kogoya.

Saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua tahun 2013, Welington maju menjadi calon gubernur berpasangan dengan Wenan Watori. Keduanya meraih 153.453 suara atau 7 persen. Pilgub itu dimenangkan oleh Lukas Enembe-Klemen Tinal dengan memperoleh 1.199.657 suara atau 52 persen dari total suara sah 2.713.465 suara yang tersebar di 28 kabupaten/kota di Papua.

Pada 2016, Wellington juga terlibat dalam urusan politik sebagai Ketua DPW Partai Idaman Provinsi Papua. Sayangnya, partai besutan Rhoma Irama itu tidak lolos verifikasi oleh KPU dan Bawaslu RI menjadi peserta Pemilu 2019.

Selamat Jalan Putra Terbaik Papua. Terima Kasih Atas Jasa-Jasamu. Tuhan Menyambutmu di Surga Abadi! (Gusty Masan Raya)

BPPSDM Fokus Siapkan Tenaga Dosen dan Peneliti Asli Pegubin

Plt. Kepala BPPSDM Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA

 

JAYAPURA (PB.COM)—Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kabupaten Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA mengatakan di tahun 2022 ini, pihaknya tetap fokus memberi perhatian serius terhadap para mahasiswa-mahasiswi program  studi strata dua (S2) doktoral atau strata tiga (S3).

“Program ini wajib karena mempersiapkan tenaga dosen dan peneliti orang asli Pegunungan Bintang untuk Papua. Mereka bisa kerja di perguruan tinggi, baik Universitas Okmin Papua maupun universitas lainnya di Papua. Program ini harus melalui diseleksi yang ketat sebab akan memasuki kampus-kampus ternama di Indonesia,” kata Gerald Bidana kepada wartawan di Oksibil, Selasa (22/02/2022).

Menurut Gerald, untuk program ini, Pemkab Pegubin dan Universitas Okmin Papua, sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia dan luar negeri. Antara lain, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Katolik Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Atma Jaya Yogayakrta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Asia International University di Thaiwan, The Institute Tehnology Teheran Iran, The Cueendsland University Australia, dan ICEE America.

“Persyaratan utama bagi calon program magister dan program doktor adalah penguasaan metodologi penelitian dan penguasaan Bahasa Inggris dengan skor terendah adalah 500 untuk IELTS dan 600 untuk TOEFLE. Untuk mencapai skor itu tidaklah mudah. Harus berjuang keras dengan membutuhkan waktu yang cukup banyak. Kalau tidak serius dalam persiapannya, maka sangat tipis kemungkinan memasuki S2 dan S3,” tuturnya.

Gerald bilang, Pemkab Pegubin akan mengarahkan para calon mahasiswa S2 dan S3  langsung bekerja sebagai dosen dan peneliti di Universitas Okmin Papua (UOP). Kampus ini berdiri sejak 17 Agustus 2021 dengan 5 program studi. Di tahun akademik 2021-2022, UOP telah menerima 615 mahasiswa perdana, termasuk sejumlah mahasiswa dari Papua Nugini.

“Jadi Pemda benar-benar telah menyediakan tempat kerja bagi mereka. Ini juga merupakan salah satu upaya memberdayakan para tamatan perguruan tinggi. Karena itu, bagi semua mahasiswa memiliki orientasi jelas sejak dini, kemana nanti dia akan mengabdi,” ujanya. (Aquino Nindana/Gusty)

Bupati Spei Minta Polisi Cepat Tangkap Dalang Kekacauan di Pegubin

Wakapolres Pegubin Anton Ampang dan Bupati Spei Yan Bidana saat menjawab wartawan, Senin (14/02/2022)

 

OKSIBIL (PB.COM)Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si meminta Kepolisian Resort Pegunungan Bintang (Polres Pegubin) bekerja cepat dan professional untuk mengungkap dan menangkap aktor atau dalang terjadinya sejumlah peristiwa yang mengganggu keamanan di sejumlah wilayah setempat.

“Saya tegaskan bahwa semua kekacauan ini diciptakan oleh oknum-oknum Pegunungan Bintang. Saya mau ingatkan kepada pihak kepolisian, harus bekerja profesional bisa menemukan pelaku dan bisa ungkap di publik,” kata Bupati Spei Bidana di sela-sela sambutannya saat melantik 9 kepala Orginasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Kantor Bupati, Oksibil, Senin (14/02/2022).

Menurut Bupati Spei, sejak dulu daerah Pegubin adalah salah satu wilayah yang sangat aman dan kondusif di Papua. Tak pernah ada ganggguan keamaan di wilayah yang dipimpinnya.

Namun sejak kejadian di Distrik Kiwirok dan tiga distrik di sekitarnya pada September 2021, sebagian wilayah Pegubin menjadi daerah yang tidak aman. Kasus pembakaran dua sekolah di Distrik Serambakon pada Desember 2021 serta kontak tembak di Kiwirok Januari 2022 merupakan kejadian susulan yang amat mengherankan.

“Saya minta kepada Kapolda Papua dan Kapolres Pegunungan Bintang agar benar-benar membantu mengawal visi misi yang sudah saya canangkan dengan  almarhum Bpk. Piter  Kalakmabin. Saya nilai kejadian Kiwirok itu bukan perjuangan Papua Merdeka. Itu masalah politik lokal yang dilakukan oknum tertentu,” tegasnya.

Menanggapi pernyataan keras Bupati Spei, Wakapolres Pegubin Kompol Anton Ampang mengatakan pihaknya bersama TNI bertanggung jawab penuh untuk bekerja menjaga kemanan dan mengawal pembangunan di Pegubin sesuai tupoksi mereka.

“Kami berharap kepada masyarakat untuk dapat ikut serta membantu keamanan. Sebab ini menjadi kepentingan kita bersama. Dan saya benar-benar percaya bahwa seluruh masyarakat akan tetap mendukungdan menjaga situasi Kamtibmas dengan baik agar daerah kita ini tetap kondusif,” tegas Anton. (Aquino Ningdana/Gusty)

Bupati Spei: GIDI Bawa Kemajuan SDM Pegunungan Bintang

Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si saat menjawab wartawan di sela-sela perayaan HUT GIDI di Distrik Bime.

 

OKSIBIL (PB.COM)Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST.M.Si mengatakan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) memiliki peran besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Bumi Okmin. Sebab berkat pelayanan GIDI yang sudah berlangsug 50 tahun, turut mendidik dan menyiapkan kader-kader terbaik yang kini duduk di berbagai bidang.

“Kami mewakili Pemerintah Pegunungan Bintang hadir bersama Gereja dan masyarakat untuk merayakan sukacita HUT GIDI yang sudah masuk ke suku Ketengban 50 tahun lamanya. Wilayah Distrik Bime ini memang menjadi salah satu pusat historis perkembangan manusia Pegunungan Bintang,” kata Bupati Spei Bidana saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-50 Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) masuk ke Pegunungan Bintang dan HUTke-59 GIDI di Distrik Bime, Sabtu (12/02/2022).

Presiden GIDI Pdt. Dorman Wanimbo, S.Th dalam kothbahnya meminta jemaat GIDI di Distrik Bime untuk terus bertumbuh dalam iman. Sebab kendati mendapat banyak tantangan dan hambatan, selama 50 tahun GIDI membawa kemajuan pesat bagi masyarakat di Suku Ketengban.

“Esok saya ke Afrika, tepatnya di Uganda karena Penginjil GIDI Enis Kobak sudah bangun sekolah di sana dan sudah ada 15 orang sudah terima Yesus sebagai Tuhan Juru Selamat,” kata Pdt. Dorman.

Bupati Spei dan rombongan tiba dengan pesawat Ikaros sekitar Pkl. 7.15 di bandara perintis Distrik Bime. Ia disambut meriah oleh jemaat setempat denga tari-tarian.

Turut hadir dalam acara tersebut, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo, S.TH, Wakil Ketua DPR Papua, Dr. Yunus Wonda, SH.MH,  anggota Komisi V DPR Papua Tarius Mul.Sos, Ketua Klasis GIDI Wilayah V Kabupaten Pegunungan Pdt. Yos Hilka S.Th, dan Wakil Ketua DPRD Pegunungan Bintang, Yunius Tengket SE.M.Si.

Acara HUT GIDI ini diisi dengan ibadah syukur dan bakar batu (barapen) ala Pegunungan Tengah Papua bersama seluruh jemaat setempat. Menariknya, di sela-sela ibadah, jemaat yang hadir juga diberi kesempatan mempersembahkan hasil buminya sebagai ucapan syukur mereka kepada Tuhan.

Sekitar Pkl. 10.00 WIT, Bupati Spei meninggalkan lokasi dan menuju Kota Oksibil dengan pesawat. (Tonni Almung)

Gelar Pemilihan Kepala Kampung Serentak, Inilah Para Calon Terpilih di Distrik Tarup

Para kades terpilih usai pemilihan di Distrik Tarup (Foto Tonni Almung)

 

JAYAPURA (PB.COM)—Desa atau dalam wilayah administratif Papua dikenal dengan sebutan kampung sebagai tingkat pemerintahan terkecil, sejak beberapa tahun belakangan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara langsung. Demokrasi bertumbuh mirip dengan pemilihan kepala daerah, baik bupati, walikota maupun gubernur.

Di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, pemilihan kepala kampung ini pun digelar secara serentak pada 2 Februari 2022. Sebanyak 277 kampung yang tersebar di 34 distrik menggelar pesta demokrasi ini. Salah satunya, Distrik Tarup.

Kepala  Distrik Tarup, Martin Kalakmabin. S.I.Kom kepada media, Senin (07/02/2022) mengatakan, proses pemilihan kepala kampung di wilayahnya  berjalan lancar.

“Ada 7 kampung yang ikut pemilihan ini pada tanggal 2 Februari 2022 lalu,” kata Martin.

Menurut Martin, adapun nama-nama calon kepala kampung yang telah terpilih di Distrik Tarup yaitu Saperius Oropka dari Kampung Imsin, Elius Walam dari Kampung Bitipding, Demikan Menika dari Kampung Baten Dua, Meksi Almung untuk Kampung Omor.

Sementara tiga kampung lainnya diikuti oleh calon tunggal yakni Yosep Kulupka dari Kampung Marangtikin, Brian B. Oklaka dari Kampung Tarup, dan Alpen Urupkulin dari Kampung Onkor.

Aparat keamanan desa saat menjaga kotak suara (foto: Tonni Almung)

Sebelumnya, Kepala Bidang Pemerintahan Kampung (Pemkam) David Kalaka S.IP M.Si di ruang kerjanya di Kukding Oksibil, Kamis (27/01/2022) menjelaskan, pemilihan kepala kampung tersebut Sesuai Peraturan Bupati Pegunungan Bintang Nomor 43 Tahun 2021 tentang  pemilihan kepala kampung seberat di pegunungan Bintang.

”Kami telah menunjuk 34 kepala distrik sebagai kordinator menyelenggarakan pemilihan kepala kampung ini, mulai dari tahapan persiapan, pendaftaran, ferivikasi berkas, penetapan calon hingga pemilihan dan penetapan, semua itu akan di koordinir oleh kepala distrik di setiap wilayah,” kata David.

Sedangkan yang bertanggungjawab sebagai panitia pemilihan adalah Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) di  kampungnya masing-masing. (Tonni Almung/Aquino Ningdana)

Dukung Sekolah Penggerak di Pegubin, Ini Tiga Komitmen Bupati Spei Bidana

Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.SI

 

JAYAPURA (PB.COM)—Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana, ST.M.Si menyatakan kesediaan dan dukungannya terhadap kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud) RI dalam memajukan dunia pendidikan melalui program sekolah penggerak.

Mengutip pernyataannya berdurasi 1.27 meniy yang ditayangkan Okmin TV, Senin (07/02/2022), Bupati Spei Bidana pun menyampaikan tiga komitmennya untuk mendukung program sekolah penggerak di Kabupaten Pegunungan Bintang

“Pertama, berkomitmen untuk tidak memindahkan kepala sekolah di sekolah peggerak selama 4 tahun. Kedua, menyediakan anggaran melalui APBD untuk menyukseskan sekolah penggerak sesuai dengan kemampuan daerah. Ketiga, menyatakan program dan kebjiakan daerah untuk mendukung pelaksanaan program sekolah penggerak,” ujar Spei.

Selaku kepala daerah Pegubin, Bupati Spei juga berharap semoga melalui program sekolah penggerak dapatmempercepat terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Papua, khususnya di Pegubungan Bintang.

Untuk diketahui, sekolah penggerak diluncurkan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada 1 Februari 2021 silam. Sekolah  ini mewujudkan visi reformasi pendidikan Indonesia yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik melalui enam Profil Pelajar Pancasila.

“Program ini dirancang sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global,” kata Nadiem dalam peluncuran sekolah penggerak secara daring, pada Senin, 1 Februarii 2o21 mengutip akurat.co.

Kepala sekolah selaku pemimpin pembelajaran di setiap satuan pendidikan yang menggerakkan sekolah berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan untuk mewujudkan sekolah yang berpusat pada murid.

Terdapat juga pelatih ahli yang bertugas sebagai pendamping kepala sekolah, guru/pendidik dan pengawas sekolah/penilik untuk mewujudkan sekolah yang berpusat pada murid.

“Pada tahun ajaran 2021/2022, program ini akan melibatkan 2.500 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 110 kab/kota; untuk tahun ajaran 2022/2023, kita akan libatkan 10.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 250 kab/kota; untuk tahun ajaran 2023/2024 kita akan libatkan 20.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 514 kab/kota; selanjutnya sampai 100 persen satuan pendidikan menjadi Sekolah Penggerak,” jelas Mendikbud. (Gusty Masan Raya/dbs)

Tuntut Percepat Proses Pergantian Wabup Pegubin, Ini Jawaban Bupati Spei Bidana

Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST.M.Si ketika menerima aspirasi masyarakat terkait proses pergantian wakil bupati di halaman kantor bupati, Selasa (25/01/2022)

 

JAYAPURA (PB.COM)—Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana, ST.M.Si, Selasa (25/01/2022) menerima perwakilan masyarakat dari “Empat Ok” yaitu Okaom, Oksebang, Oksobtil, dan Kalomdol di Kantor Bupati Pegubin. Spei hadir didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Sejumlah perwakilan massa yang dipimpin Charles Kalakmabin itu, datang menyerahkan aspirasinya dengan permintaan utama agar Bupati Spei segera mempercepat proses pergantian wakil bupati Pegubin yang kosong, pasca meninggalnya alm. Piter Kalakmabin, A.Md.TEK pada Kamis, 28 Oktober 2021 silam.

Perwakilan masyarakat Empat Ok, Charles Kalakmabin saat menyerahkan aspirasi.

“Semua pikiran, kerinduan masyarakat kami sudah cantumkan dalam bentuk tulisan di dalam aspirasi ini. Oleh karena itu, kami memberi beberapa waktu untuk bapa  bupati menanggapi semua pikiran dan aspirasi masyarakat yang sudah kami berikan itu,” kata Charles Kalakmabin.

Usai menerima aspirasi itu, bupati muda kelahiran 20 Maret 1977 ini mengatakan, pada prinsipnya Pemda Pegubin mengapresiasi dan menghargai apresiasi masyarakat. Namun ia menegaskan bahwa proses pergantian wakil bupati seperti ini bukan hal yang mudah dan cepat semudah membalikan telapak tangan.

“Hari ini rakyat meminta dan langsung jadi? TentuTidak! Semua yang dipikirkan rakyat akan kami ikuti sesuai mekanisme yang  sudah ditetapkan. Dan saya sudah pernah sampaikan bahwa Spey-Piter (SEPTE–Red.) masih ada sampai hari ini,” tegas Bupati Spei.

Spei menegaskan, rakyat Pegubin harus memahami bahwa proses pergantian wakil bupati ini membutuhkan waktu dan tidak bisa terburu-buru atau cepat. Sementara ia juga menghendaki agar roda pemerintahan ini terus berjalan, kerjasama semua pihak dalam membangun kestabilan daerah sangat dibutuhkan, dan suasana duka masih dirasakan jajaran pemerintah dan masyarakat atas kepergian alm. Wabup Piter tiga bulan lalu.

Menurut Bupati Spei, Pegunungan Bintang adalah  daerah rawan konflik. Oleh karena itu, butuh waktu dan pertimbangan yang matang untuk mewujudkan aspirasi dan keinginan yang disampaikan masyarakat. Tujuannya agar proses pergantian itu menghadirkan sosok seorang pemimpin berwatak kebapakan seperti alm, Piter Kalakmabin dan sesuai dengan kerinduan seluruh masyarakat Pegubin.

“Akan ada dampak negatifnya kalau kami salah tempatkan pengganti wakil bupati yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Jadi mari kita atur secara baik-baik dan tenang sesuai mekanisme yang berlaku. Karena proses ini sangat panjang,” tutup Spei.

Sekedar diketahui, untuk mengganti kepala daerah seperti bupati/wakil bupati yang berhalangan tetap karena meninggal dunia, prosesnya didahului dengan Rapat Paripurna pemberhentian secara tetap kepala daerah atau wakil yang besrsangkutan oleh DPRD setempat. Kemudian, tahap berikutnya ialah pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pemilihan oleh DPRD setempat, menyusul proses rekrutmen nama calon oleh partai politik pengusung, penyerahan nama kepada bupati untuk selanjutnya diusulkan ke Mendagri, lalu berakhir dengan pemilihan oleh anggota DPRD.

Di Papua, sejumlah daerah pun mengalami hal serupa. Misalnya, sejak awal dilantik, Biak Numfor tidak memiliki wakil bupati sampai hari ini. Sebab wabup terpilih, Nehemia Wospakrik  meninggal pada 29 Desember 2018 sebelum dilantik. Kursi Wakil Bupati Nduga juga masih kosong sejak dilantiknya Entius Nimiangge menjadi Bupati Kabupaten Nduga pada 15 Maret 2021. Entius menggantikan Yairus Gwijangge yang meninggal pada 15 November 2020. Demikian pun kursi Wakil Gubernur Papua hingga kini pun belum terisi pasca meninggalnya Klemen Tinggal pada 21 Mei 2021. (Aquino N./Gusty Masan Raya)