Dana Otsus Papua Tahap Pertama Cair 30 Persen Bulan Ini

Kepala Bappeda Provinsi Papua Yohanis Walilo.

JAYAPURA (PB.COM) – Kementerian keuangan diperkirkan akan mencairkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua tahap pertama bulan ini sebesar 30 persen dari total dana Otsus 2020 sebesar Rp 5,86 triliun.

Kepala Badan Perencanaan Keuangan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Yohanis Walilo kepada wartawan, di Jayapura mengaku setelah melakukan pertemuan dengan Departemen Dalam Negeri dan rapat terbatas dengan Presiden pencairan dana Otsus di intsruksikan dicairkan tiga tahap.

“Dalam rapat terbatas Presiden dengan Kementerian terkait, pencairan dana Otsus dipercepat terutama dalam penanganan PON XX 2020 Papua, mudah-mudahan instruksi Presiden ini bisa lebih cepat,” kata Walilo.

Sementara untuk tahap kedua, kata mantan Sekda Jayawijaya, akan dicairkan pada Juni dan tahap ketiga bulan Agustus atau September. “Dengan harapan dana yang dialokasikan dari Otsus untuk mendukung pelaksanaan PON dapat terealisasi,” terangnya.

Ia menjelaskan, alokasi dana untuk PON yang bersumber dari dana Otsus sebesar Rp 2 miliar, selain itu ada tambahan dana bersumber dari dana insfrastruktur untuk pembangunan venue termasuk pengadaan peralatan cabang Olahraga (Cabor).

Sebelumnya Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, SIP.MH menyebut Pemerintah Provinsi Papua berencana menambah dana PON sebesar Rp 2 miliar yang akan dianggarkan dari APBD perubahan 2020.

Menurut Gubernur, dana tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi kegiatan PON XX. Untuk itu ia meminta agar dana tersebut nantinya dapat dipergunakan secara rasional.

“Kan kegiatan di PB PON ini harus dirasionalkan dan jangan semaunya diajukan oleh bidang-bidang karena kebutuhan dana dari awal kita sudah tahu Rp 4 triliun tapi kita mau mengcover dana Rp 2 miliar dari APBD perubahan 2020, dan kita berharap dana yang ada ini bisa dirasionalkan,” tuturnya.

Gubernur berharap dana perubahan tersebut bisa terealisasi hingga Agustus 2020, mengingat anggaran yang tersedia tidak mencukupi.

“Kita mau ke depan perubahan dana di bulan Agustus dipercepat untuk menambah dana, karena dana kita tidak cukup. Jadi perubahan anggaran di tahun 2020 itu harus dilakukan di Maret ataupun April. Sehingga anggaran perubahan bisa menambah untuk kegiatan PON,” tutupnya. (Toding)

Pemprov Siap Turun ke 10 Kabupaten/Kota Tinjau Kesiapan Venue PON

Kepala Bappeda Papua, Yohanis Walilo, S.Sos,M.Si. (Foto: kawattimur.com)

JAYAPURA (PB.COM)—Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam waktu dekat akan meninjau progres pembangunan venue PON 2020 di 10 kabupaten kota

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Yohanis Walilo, S.Sos,M.Si kepada pers di sela-sela Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Venue dan Inftrastruktur PON di Jayapura, Kamis (22/08/2019) menuturkan, dalam peninjauan ini akan melibatkan semua pihak terkait seperti PB PON, KONI, DPR Papua dan SKPD terkai

“Melalui rapat teknis ini kami ingin mendengar semua progres pembangunan yang dikerjakan baik yang bersumber dari dana APBD Provinsi, Kabupaten/Kota maupun APBN,” ujar Walilo.

Dalam rapat teknis ini, kata Walilo, semua perwakilan dari masing-masing klaster hadir. Demikian pun  kabupaten penyangga sehingga dari laporan progres pembangunan venue, akan dibentuk tim untuk turun ke lapangan.

“Dalam waktu dekat kita akan turun ke lapangan, tentu semua pihak akan kita libatkan, seperti KONI Papua, PB PON, dinas terkait maupun DPR Papua,” katanya.

Menurut mantan Sekretaris Daerah Jayawijaya ini, dari hasil pantauan di lapangan itu nantinya akan dibuat laporan kepada Gubernur Papua.

“Sehingga, dalam pertemuan dengan Presiden nanti terkait pelaksanaan PON di Papua, bapak Gubernur dapat melaporkan progres sesuai data yang kami lihat di lapangan. Kalau dari laporan Dinas Olahraga, Dinas PUPR Papua maupun Kementerian PUPR, proses pembangunan terus dilakukan, dan semua venue ditargetkan rampung bulan Juni dan Juli 2020,” sambungnya

Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) PB PON Papua, Elia Loupatty, mengapresiasi Kementerian PUPR maupun Dinas PU Papua dan Disorda yang terus berusaha membangunan venue PON di Papua.

Menurutnya, PB PON melalui bidang-bidang lainnya pun sedang bekerja keras untuk mensukseskan iven nasional empat tahunan tersebut.

Loupatty mencontohkan bidang transportasi yang dikoordinasikan langsung oleh Dinas Perhubungan. Dimana, dari hasil rapat koordinasi, Kementerian Perhubungan akan membantu Papua 800 unit bus lengkap dengan sopirnya.

“Bus yang akan didatangkan nantinya adalah bus besar, yang nantinya akan didroping ke sejumlah Kabupaten yang menjadi tempat Venue PON, kecuali Wamena. Nanti kita pikirkan bagaimana, karena pesawat tidak bisa angkut bus ke sana,” ujar mantan Asisten II Setda Papua ini. (Andy/Gusty)