Demokrat Papua Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih Jelang HUT RI Ke-76

Wakil Ketua DPD Demokrat Papua, Dr. Yunus Wonda, SH.MH didampingi Plt. Sekretaris Demokrat Papua, Boy Markus Dawir, S.IP saat membagikan bendera Merah Putih kepada warga Kota Jayapura yang melintas di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (14/08/2021).

 

JAYAPURA (PB.COM)—Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 pada 17 Agustus 2021, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua membagikan 1.000 bendera Merah Putih kepada warga di Kota Jayapura.

Pembagian bendera ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPD Demokrat Papua, Dr. Yunus Wonda, SH.MH didampingi Plt. Sekretaris Demokrat Papua, Boy Markus Dawir, S.IP serta sejumlah pengurus harian di Lingkaran Abepura, Sabtu (14/08/2021).

“Ini sebagai upaya kami untuk menggelorakan semangat nasionalisme jelang HUT kemerdekaan RI ke-76, sekaligus membangkitkan semangat masyarakat untuk bersama berjuang melawan wabah Covid-19 yang masih menerpa kita,” kata Yunus Wonda kepada wartawan.

Menurut Yunus Wonda,  kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program Bulan Bakti Partai Demokrat Menuju Dua Dekade yang jatuh pada 9 September mendatang.

“Nantinya juga berbagai kegiatan lainnya, seperti perlombaan termasuk bantuan sosial yang akan dimulai pekan depan,” kata Yunus yang kini menjabat Wakil Ketua I DPR Papua ini.

Ia menjelaskan, tentang bantuan sosial, Partai Demokrat Papua akan  menyalurkannya kepada masyarakat terpencil di pinggiran kota, seperti wilayah Genyem, Taja, Lereh, Depapre, Danau Sentani, hingga ke wilayah Koya, dan Kabupaten Keerom seperti Moso dan Senggi.

“Di tengah pandemi seperti ini, masayarakat kecil di pinggiran memang sangat membutuhkan bantuan sosial tentunya,” katanya.

Yunus Wonda berharap seluruh Kader Demokrat yang ada di Provinsi Papua untuk selalu kompak dan terus meningkatkan kepedulian kepada masyarakat Papua, sekaligus  mendukung program Bulan Bakti Demokrat.

“Saya mengajak seluruh Kader Demokrat, para wakil rakyat dari Demokrat, Kepala Daerah dari Demokrat, mari kita bersama-sama melaksanakan kegiatan ini sesuai arahan Ketum AHY yaitu Demokrat Peduli dan Berbagi kepada rakyat,” ujar Yunus Wonda yang juga dipercayakan menjadi Ketua Panitia Pelaksana Bulan Bakti DPD Demokrat Provinsi Papua ini.

Sementara kegiatan lainnya, lanjut Yunus, DPD Demokrat akan menggelar sejumlah perlombaan seperti lomba menulis, menyanyi, membuat video pendek, melukis karikatur, fotografi, serta lomba merchandise.

“Untuk semua perlombaan ini terbuka bagi masyarakat umum, baik individu maupun kelompok,” tegas Yunus.

Pantauan di lapangan, giat pembagian bendera Merah Putih ini mendapat respon positif dan antusiasme tinggi bagi para pengguna jalan. Alhasil, dalam 30 menit, sebanyak 1.000 bendera habis terbagi. (Gusty Masan Raya/PR)

PB PON Tingkat Kabupaten Kota Diminta Matangkan Persiapan

Ketua Harian PB PON XX 2020 Papua Yunus Wonda

JAYAPURA (PB.COM) – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX 2020 Papua baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah kompetisi akbar olahraga paling bergengsi di tanah air diminta mematangkan persiapan sesuai target.

Hal ini diungkapkan Ketua Harian PB PON XX 2020 Papua Yunus Wonda kepada wartawan usai penutupan Chef De Mission (CdM) meeting di Sentani, Jumat (14/2/2020) malam.

“Semua bidang PB PON baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota harus benar-benar menyiapkan dengan baik, sehingga semua progres berjalan sesuai target terutama kesiapan lelang dan seterusnya,” kata Wonda.

Sebab  dalam CdM meeting, masih ada beberapa hal yang harus dioptimalkan seperti buku panduan masih harus disempurnakan. “Dengan harapan pada CdM meeting kedua nanti tidak ada lagi masalah, semua sudah harus fix sehingga dapat meyakinkan provinsi se-Indonesia yang akan hadir,” jelasnya.

Ia menjelaskan, progress persiapan sampai saat ini telah mengalami peningkatan. Dengan artian, seluruh persiapan tidak mandek.

“Hari ini progress kita sudah mulai naik, jadi tidak diam tetapi progresnya harus mengalami peningkatan lagi dengan harapan dengan sisa waktu yang ada semua bisa selesai tepat waktu seperti pembangunan infrastruktur akan selesai Juni dan Juli.

“PB PON baik kabupaten/kota dapat menyesuaikan terutama soal peralatan, sebab peralatan masih ada di luar Papua sehingga sisa waktu yang ada semua sudah harus ada di Papua,” ucapnya. (Toding)

PON Papua Digelar 20 Oktober 2020 dan Pertandingkan 47 Cabor

Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Sekda Hery Dosinaen dan Asisten I Setda Papua Doren Wakerkwa saat meninjau Stadion Utama Papua Bangkit di Kampung Harapan, Selasa (26/03/2019)

JAKARTA (PB.COM)—Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB-PON) Papua mewarning Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar tidak membuka ruang lagi untuk bagi penambahan Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan pada PON XX. PON di Papua hanya akan mempertandingkan 47 Cabor.

Hal itu ditegaskan Ketua Harian PB PON Papua, DR. Yunus Wonda, SH.MH saat presentasi kesiapan PON Papua  pada Rapat Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat tahun 2019 yang berlangsung Rabu (24/04/2019)  di The Sultan Residence Jakarta Pusat. Rapat ini membahas program Kerja KONI, Sukses PON XX Papua dan  Sea Games 2019.

“Saya berharap bahwa dengan putusan 47 Cabor, maka jangan ada lagi usulan penambahan Cabor. Karena setiap usulan penambahan tentu punya konsekuensi,“ tegasnya.

Ketua Harian PB PON Papua, DR. Yunus Wonda, SH.MH memberi keterangan kepada wartawan usai Rapat Anggota KONI Pusat, Rabu (24/04/2019) di The Sultan Residence Jakarta Pusat.

Yunus mengatakan dengan mempertandingkan 47 Cabor maka kuota peserta yang akan mengikuti PON Papua mencapai 7.328 atlet.

“PON Papua mempertandingkan 47 Cabang Olahraga (Cabor) dengan kuota peserta 7.328 orang. Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan PON 2016 Jawa Barat yang menembus angka 9.000 orang,” urainya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno kepada pers mengatakan sesuai Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Papua diputuskan 45 Cabor yang dipertandingkan. Namun dalam pembahasan antara KONI Pusat, KONI Papua telah disepakati bersama penambahan dua cabang olahraga, yaitu Panjat Tebing dan Handball (Bola Tangan).

“Dengan demikian Cabor yang dipertandingkan sudah final ada 47 cabor dan 768 nomor pertandingan di PON XX tahun 2020 di Papua,” katanya.

Cabor-cabor yang akan dipertandingkan di PON XX tahun 2020 Papua antara lain Cabor Aero Sport, Renang, Anggar, PABBSI (Angkat Besi, ANgkat Berat dan Binaraga), Balap Sepeda, Baseball/Softball, Billiar, Bermotor (IMI), Bola Basket, Bola Volly, Bulu Tangkis, Bola Tangan, Catur, Cricket, Dansa, Dayung, Gateball, Golf, Gulat, Hoki, HandBall (Bola Tangan) Judo, Karate, Kempo, Layar, Menembak, Muaythai, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat, Pentaque, Rugby, Selam, Senam, Sepakbola Futsal, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Ski Air, Soft Tenis, Taekwondo, Tarung Drajat, Tenis, Tenis Meja, Tarung Drajat, Tinju, Woodball dan Wushu.

Sekertaris Umum (Sekum) KONI Papua, Kenius Kogoya,SP.M.Si kepada pers mengaku KONI Papua awalnya berpatokan pada hasil RAT yang menyepakati 45 Cabor. Namun dalam perkembangnya, KONI Pusat menambah 2 Cabor sehingga dalam rapat koordinasi diputuskan 47 Cabor.

“Kita sebenarnya pertahankan 45 cabor, tetapi KONI Pusat berkoodinasi dengan Kementerian terkait, maka ada penambahan cabor Panjat Tebing dan Bola Tangan,” bilang Kenius.

Sekum KONI dengan penambahan ini maka koordinasi antara KONI, Kementerian terkait dan Pemerintah Provinsi Papua perlu dilakukan segera untuk menyiapkan venue tempat pertandingan kedua Cabor tersebut.

 

PON Papua Dimulai 20 Oktober

Rapat Anggota KONIPusat tahun 2019 yang berlangsung Rabu (24/4/2019)  di The Sultan Residence Jakarta Pusat juga memastikan penyelenggaran PON XX di Provinsi Papua berlangsung mulai 20 Oktober 2020.

Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora-RI0, Candra Wijaya disela-sela Rapat Anggota KONI 2019, menegaskan bahwa dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) tentang percepatan pembangunan sarana dan prasarana PON Papua maka dapat dipastikan PON di provinsi tertimur Indonesia itu dapat berlangsung sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

“Dengan Inpres tentang percepatan pembangunan sarana dan prasarana PON Papua, maka pemerintah berkeyakinan bahwa PON Papua akan berjalan sesuai dengan jadwal yang ada,” ujar Chandra.

Di tempat yang sama Ketua Harian PB PON Papua 2020, DR Yunus Wonda,SH dalam presentasi tentang kesiapan PON Papua mengatakan dengan dukungan masyarakat dan aparat TNI/Polri,  PON Papua dipastikan aman dan lancar. Oleh karenanya, dia meminta semua pihak untuk tidak khwatir  kondisi keamanan dan ketertiban saat PON nanti.

“Masyarakat Papua dan aparat keamanan menjamin bahwa PON akan berlangsung nyaman dan tenang. Tidak perlu kuatir dengan keamanan selama berjalannya PON nanti”, katanya.

Menurut Yunus, segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab Papua sebagai tuan rumah mulai dari persiapan lokasi pertandingan hingga persiapan akomodasi dan transportasi semua sedang berjalan. Karena itu, jika ada masyarakat di luar Papua mendapatkan info masih sering terjadi penembakan, Ketua DPR Papua itu meminta semuanya tidak resah.

Terkait lokasi pertandingan, Yunus mengakui jika banyak kalangan yang pesimis pengerjaannya tidak sesuai sesuai dengan jadwal. Namun, PB PON memastikan semuanya tetap berjalan sesuai dengan tahapan yang ada.

“Yang menjadi tanggung jawab Papua, pembangunan venue akan tuntas akhir tahun ini. Untuk stadion utama pembangunannya sudah 99 persen. Sedangkan yang tanggung jawab pusat akan tuntas Juni 2020,” jelasnya di hadapan 34 utusan Cabor dan 66 Koni Provinsi yang mengikuti rapat tersebut.

PON XX Papua digelar di 5 kluster yakni kluster Jayapura meliputi Kabupaten dan Kota Jayapura dengan daerah peyangga Kabupaten Keerom, Kluster Biak Numfor dengan daerah peyangga Kabupaten Supiori dan Kabupaten Kepulauan Yapen, Kluste Merauke di Kabupaten Merauke, Kluster Mimika di Kabupaten Mimika dan Kluster Jayawijaya di Kabupaten Jayawijaya dengan daerah peyangga Kabupaten Tolikara.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Pur) Tono Suratman  menyatakan optimis penyelenggaraan PON XX di Papua berlangsung sesua jadwal. Saat ini, berbagai persiapan untuk mendukung pelaksanaan event empat tahunan itu terus dilakukan termasuk pembangunan venue dan penyiapan peralatan dan perangkat pertandingan. (Gusty Masan Raya/Hans Bisay)

 

Gubernur Minta Pimpinan Cluster Mulai Bahas Dana Infrastruktur PON XX

Gubernur Papua Lukas Enembe (kanan) didampingi Ketua DPR Papua Yunus Wonda dan rombongan dalam sebuah kesempatan

JAYAPURA (PB) : Pasca  penyerahan master plan  PON XX Papua 2020 kepada   Pimpinan Cluster dan Bupati/Walikota, masing-masing Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Mimika, Jayawijaya dan Biak  Numfor, agar mulai membahas  pendanaan infrastruktur PON, khususnya  di masing-masing Claster,  untuk optimalisasi persiapan penyelenggaraan PON.

“Tujuannya supaya kita  bisa tahu  berapa dana  pembangunan venue yang harus disharring Kabupaten/Kota ke  Provinsi,” tegas Gubernur Papua  Lukas Enembe, SIP, MH melalui  Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua Yusuf Yambe Yabdi usai Penyerahan  Materi PON XX Papua 2020 di Sasana Karya, Kantor Gubernur Papua, Jayapura, pekan lalu.

Gubernur menuturkan, pihaknya tak  mau  intervensi  pembahasan pendanaan venue, pesta olahraga terbesar di Tanah Air, tapi memberikan kewenangan kepada masing-masing pimpinan  Claster, untuk  membahas dengan claster.

“Kesimpulan seperti apa tentu saja keputusan pimpinan claster,   kita akan laporkan kepada Ketua Umum PB PON XX  Papua 2020 dan KONI Pusat,” katanya.

Terkait  Cabor  PON XX diganti atau dikurangi, Gubernur mengatakan,  Cabor  yang dipertandingkan didalam PON   XX  sesuai Surat Gubernur, merupakan hasil keputusan   rapat anggota KONI Papua.

“Jika ingin mengganti atau mengurangi  Cabor PON,  maka harus ada Surat  Gubernur,” lanjutnya.

Sementara itu, Yusuf Yambe Yabdi menjelaskan, pendanaan infrastruktur PON XX di tingkat Provinsi  Papua memanfaatkan APBDP 2017 dan APBDP 2018. Dimana total anggaran mencapai Rp 4.26 Triliun dan untuk Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) senilai  Rp 1 Triliun atau  25  persen  dari Rp 4.26 Triliun.  Peparnas  adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai PON, khusus  bagi atlet  penyandang disabilitas Indonesia. Sedangkan  progres  infrastruktur PON  XX kini mencapai  13,7 persen.

“Dengan begitu maka kita akan punya waktu untuk mempersiapkan PON sebanyak 3 tahun dari September 2017 hingga September 2020,” jelasnya. (Marcel/PB)