Cawagub Papua nomor urut 1 saat meninjau lokasi abrasi di Waropen
WAROPEN (PB.COM) – Calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma (CK), melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan warga Kampung Ghoyui, Urei Faisei, Kabupaten Waropen, pada Rabu, 25 Juni 2025.
Salah satu warga yang berbincang dengan CK adalah Elisa Ramandey, yang turut menyampaikan keluhan terkait abrasi pantai yang telah lama menjadi ancaman bagi kampung mereka.
Dalam perbincangan tersebut, warga menjelaskan bahwa talut pemecah ombak yang dibangun di Kampung Ghoyui sudah hampir 20 tahun tidak mampu mengurangi dampak abrasi di Pantai Paradoi.
Talut yang ada saat ini terdiri dari struktur permanen berbentuk huruf T, tumpukan batu gajah, dan beberapa balok semen yang dipasang di bibir pantai. Namun, letaknya yang tidak ideal serta kualitas konstruksinya yang kurang memadai membuat abrasi terus terjadi.
“Talut dibangun sebagian jauh dari bibir pantai dan sebagian lagi tepat di bibir pantai. Tetapi ketika air laut pasang, ombak tetap melewati talut yang terlalu pendek dan tidak padat, sehingga bibir pantai terus terkikis sedikit demi sedikit. Bahkan, kini ada rumah warga yang sudah berada tepat di bibir pantai,” jelas Elisa.
Warga menilai seluruh talut yang dibangun selama ini tidak efektif memecah ombak dan gagal melindungi pemukiman mereka.
Menanggapi keluhan tersebut, Constant Karma menyampaikan pandangannya bahwa talut berbentuk balok semen sebenarnya lebih efektif dibandingkan dengan model talut permanen yang ada saat ini.
Menurutnya, balok semen memiliki daya tahan lebih lama dan dapat disusun sedemikian rupa agar menyediakan jalur bagi kapal nelayan.
“Namun, pembangunannya harus dirancang dengan matang, minimal talutnya harus cukup tinggi seperti yang ada di Pantai Hamadi, Kota Jayapura. Selain itu, penting juga dibuat celah untuk akses masuk perahu nelayan seperti perahu Johnson agar aktivitas warga tetap berjalan,” ujar CK.
Setelah meninjau Kampung Ghoyui, CK melanjutkan kunjungannya ke pantai di Kampung Painabo yang berada di distrik yang sama.
Ia menemukan permasalahan serupa di wilayah tersebut, di mana abrasi pantai juga terus mengancam pemukiman warga.
CK menegaskan bahwa persoalan abrasi ini membutuhkan solusi konkret dan desain talut yang benar-benar efektif untuk jangka panjang, agar kampung-kampung pesisir di Kabupaten Waropen dapat terlindungi dengan baik.
Ia akan mengusulkan pembangunan talut pemecah ombak yang baik dan maksimal jika nanti terpilih sebagai Wakil Gubernur Papua dan Benhur Tomi Mano Gubernur Papua.
Besar harapan bisa mengurangi dampak abrasi dan nelayan tetap bisa melaut dan memarkirkan perahunya dengan aman.
Gagasan ini disambut warga yang terdampak abrasi, juga mengapresiasi Constant Karma mau meninjau lokasi tersebut. (ADM)








































