Bupati  Edowai Minta Kepala OPD Harus Kreatif Lobi Anggaran Ke Pusat Bangun Deiyai

Bupati Deiyai Ateng Edowai, S.Pd. K.,M.Pd saat menandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deiyai Tahun Anggaran 2021, Senin (22/03/21).

 

JAYAPURA (PB.COM)—Bupati Ateng Edowai, S.Pd. K.,M.Pd meminta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai, Provinsi Papua untuk selalu berada di tempat guna bekerja melayani dan membangun masyarakat. Ia juga meminta agar para kepala dinas ini harus kreatif memperjuangkan anggaran di Kementerian terkait di Jakarta guna mendukung pembangunan Deiyai.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Edowai saat sambutan Sidang Paripurna dengan agenda penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deiyai Tahun Anggaran 2021, Senin (22/03/21).

“Saya minta dengan tegas sekali lagi, OPD harus lobi dana di kementerian, jangan baku rampas APBD saja. Saya bersiap keluarkan rekomendasi jika bapa ibu keluar dengan tujuan lobi dana di pusat,” tegas Bupati Edowai.

“Jangan meninggalkan kantor kalian, selama ini saya ikuti benar. Jika saya keluar, semua Kepala OPD ikut keluar. Saya berharap jabatan saya dan jabatan legislatif itu jabatan politik, tetapi kalian OPD itu jabatan karir. Untuk kita semua tahu, kepala OPD harus masuk kantor 60 persen sedangkan 40 persen. Kalian harus bekerja baik demi masyarakat kita, demi pembangunan kita, jangan pegang jabatan hanya dengan maksud tertentu. Jangan pegang jabatan karena kumpul-kumpul uang,” lanjut Edowai.

Edowai menjelaskan bahwa penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021 berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, dimana terdapat cukup banyak perubahan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga saya berharap semua eksekutif maupun legislatif harus bekerja sama guna membangun Daerah.

“Hal ini perlu disyukuri, berkat hasil kerja keras seluruh SKPD setelah menjalani beberapa tahapan pembahasan Ranperda APBD 2021 Kabupaten Deiyai dapat disepakati, tentunya hal ini tidak terlepas dari peran serta semua, khususnya Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Deiyai,” kata Bupati Edowai.

Pada kesempatan itu, Bupati Edowai juga menyatakan sikap setuju atas penyampaian dari ketua Komisi A DPRD Deiyai, Hendrikus Madai, ST bahwa semua Kepala OPD tidak menetap ke Kantor, harus betah berada dan bekerja di tempat tugasnya.

Ia juga  mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah memberikan dukungan dan kerjasama yang sangat baik dalam proses penyusunan dan pembahasan APBD Deiyai 2021 ini. Ia berharap kiranya kerjasama yang telah terjalin sangat baik selama ini, dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang.

“Dengan disepakatinya Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Deiyai Tahun Anggaran 2021, maka semua program dan kegiatan yang telah tertuang di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Deiyai Tahun Anggaran 2021 tersebut sudah dapat kita tetapkan menjadi Peraturan Daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Deiyai Petrus Badokapa dalam sambutaannya mengatakan, semua pihak, baik eksekutif maupun legislatif harus membangun koordinasi dengan baik dan transparan dalam penggunaan anggaran APBD 2021 ini.  Sebab APBD merupakan indikator kunci pencapaian program dan kegiatan pada akhir masa jabatan kita bersama. ujar

“Jangan terulang seperti sebelumnya itu masalah keuangan. Saya bercerita di luar itu lain ceritanya, kalau baku sikat di sini baru itulah moment yang pas bagi saya,” kata  Badokapa.

Sidang Paripuna DPRD Deiyai dalam rangka Penandatangan Nota Kesepakatan Raperda RAPBD 2021 ini dihadiri langsung oleh Bupati Ateng Edowai, Ketua DPRD Petrus Badokapa, Sekretaris Daerah Yan Giyai, ST bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat yang tergabung dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), Forkopimda, dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebelum memasuki Sidang Paripurna DPRD Deiyai, Sekertaris DPRD (Sekwan) Deiyai Yunus Edowai, S.IP mengecek kehadiran jumlah anggota DPRD Deiyai. Ternyata, dari antara 20 anggota DPRD Deiyai, hanya 15 anggota atau 75 persen yang hadir mengikuti rapat  paripurna bersama.

Adapun nominal RAPBD Kabupaten Deiyai yang ditetapkan yakni Pendapatan sebanyak Rp. 693.176.185.332 yang terdiri dari PAD Rp. 1.472.118.835, Pendapatan Transfer Rp. 682.002.866.497, dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah sebesar Rp. 9.701.200.000.

Dalam RAPBD Deiyai tersebut, jumlah Belanja sebesar Rp. 646.176.185.332 yang terdiri dari Belanja Operasional Rp. 484.502.617.285, Belanja Modal Rp. 111.968.649.447, Belanja Tak Terduga Rp. 500.000.000, dan Belanja Transfer Rp. 44.704.918.600. (Derik Pinibo/GMR)

Tak Lama Lagi, Masyarakat Paniai, Deiyai dan Dogiyai Nikmati Listrik 24 Jam

Suasana pertemuan Bupati Paniai, Bupati Deiyai dan General Manager (GM) PT PLN  (Persero) UP3 Nabire, Kamis (11/03/2021)

 

NABIRE (PB.COM)—Kabar gembira. Tidak lama lagi, masyarakat di tiga kabupetan di wilayah Meepago yakni Kabupaten Paniai, Deiyai dan Dogiyai akan menikmati layanan listrik siang dan malam alias selama 24 jam.

Kepastian ini setelah Bupati Paniai Meki Nawipa dan Bupati Deiyai Ateng Edowai, Kamis (11/03/2020) menemui General Manager (GM) PT PLN  (Persero) UP3 Nabire untuk  memperjuangkan akan kebutuhan listrik untuk masyarakat daerah tercinta.

Pertemuan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Bupati Paniai Meki Nawipa belum lama ini menemui Komisi VI DPR RI dan Direktur PT. PLN wilayah Indonesia Timur di Jakarta.

Bupati Deiyai Ateng Edowai mengatakan, pihaknya telah menyepakati Deiyai menjadi sentral listrik untuk dua kabupaten tetangganya, yakni Dogiyai dan Paniai.

“Dipusatkan di Deiyai untuk tiga kabupaten, kami atas nama pemerintah dan masyarakat menyampaikan aspirasi kepada PLN UP3 karena sedang mengerjakan untuk lampu nyala 24 jam,” ujar Bupati Deiyai Ateng Edowai kepada wartawan didampingi Bupati Paniai Meki Nawipa usai pertemuan.

Menurut Bupati Edowai, melihat perkembangan masyarakat dan pembangunan yang kian hari semakin berkembang, kebutuhan akan energi listrik semakin hari semakin meningkat. Sementara itu ketersediaan energi listrik saat ini di tiga kabupaten itu masih sangat terbatas.

“Kami berharap kepada pihak PT. PLN agar segera urus lokasi lebih besar di samping kantor PLN Waghete, Deiyai. Soal lokasi kami Pemda Deiyai siapkan tetapi kembalikan kepada pihak PT. PLN untuk mereka negosiasi dengan pemilik hak ulayat. Saya harap, masyarakat di tiga kabupaten tidak boleh tolak, karena lampu adalah kebutuhan utama manusia. Ini kami kerjakan untuk masyarakat dan daerah kita sekaligus menjawab janji kampanye dan misi Deiyai terang, Dogiyai terang dan Paniai terang,” ungkapnya.

General Manager (GM) PT. PLN UP3 Nabire, Robert Rumsaur mengatakan, sesuai dengan rencana PLN akan melayani kebutuhan listik selama 24 jam bagi masyarakat di Deiyai, Paniai, dan Dogiyai. Hal pertama yang akan dilakukan pihaknya adalah great system untuk peningkatan jam nyala.

“Untuk progres yang dikerjakan oleh PT PLN Nabire, mesin kami sudah datangkan dari Biak sebanyak dua unit, sekarang sudah ada di Nabire. Sambil menunggu pekerjaan sipil di Deiyai, karena kantor akan dipusatkan di Deiyai, setelah pekerjaan sipil selesai lalu kami mobilisasi dari Nabire ke Deiyai. Untuk siapkan dipasangkan mesinnya,” ujar Rumsaur.

Sesuai kesepakatan, ia mengatakan, pihaknya akan bekerja dalam dua bulan kedepan.

Jika berjalan lancar dan aman, maka sesuai dengan rencana PLN dengan bantuan dari Pemerintah Daerah di tiga kabupaten itu siap meresmikan program ini pada Juni 2021.

Ia mengharapkan kepada ketiga pemerintah agar wajib mensosialisasikan atau mengedukasi kepada masyarakat agar jangan sampai ada hambatan dalam proses pemasangan alat dan pelebaran lokasi.

“Sehingga semua kami kerjakan sesuaikan dengan ketentuan waktunya dan dinikmati oleh masyarakat setempat,” urainya. (Abeth You)

STK TP Deiyai Wisudakan Angkatan Pertama

SKetua STK Touye Paapa Deiyai, Oktovianus Marko Pekei saat membuka rapat senat terbuka.

 

DEIYAI (PB.COM)-Sekolah Tinggi Katolik (STK) Touye Paapaa Deiyai, Papua menggelar wisuda bagi 32 sarjana angkatan pertama tahun akademik 2019/2020, Jumat, (23/10/2020) di gedung Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Waghete, Dekenat Tigi, Keuskupan Timika, Papua.

Acara wisuda dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI Yohanes Bayu Samodro, Administrator Keuskupan Timika Pater Marthen Ekowaibii Kuayo, Pr, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yoweni, Sekretaris Daerah Deiyai Yan Giyai, Ketua  beserta beberapa anggota DPRD Deiyai dan Ketua DPRD Paniai Sem Nawipa serta sejumlah undangan.

Sebelum digelar wisuda pihaknya melaksanakan misa perutusan  dipimpin langsung oleh Administrator Diosesan Keuskupan Timika, Pastor Marten Kuayo, Pr didampingi belasan imam Katolik dan dua Diakon.

Dalam sidang senat terbuka saat wisuda, Ketua STK Touye Paapaa Deiyai, Oktovianus Marco Pekei mengatakan sebagai sebuah lembaga pendidikan yang baru, STK TP Deiyai menjalani aktivitas perkuliahan dalam segala keterbatasan, seperti sarana prasarana, tenaga pendidik hingga akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) hingga kini mendapat akreditasi C.

“Wisuda perdana ini menjadi tonggak penting STK Touye Paapaa dalam berkontribusi kepada masyarakat, maka penting bagi lulusan angkatan pertama ini untuk berperang aktif setelah lulus. Sebab STK ini didirikan atas inisiasi umat Katolik dari Dekenat Paniai dan Tigi. Sehingga kami harap, setiap paroki wajib mengutus lima orang mahasiswa baru. Kini status STK telah terakreditasi C dari badan akreditasi nasional,” ujar Pekei.

Ia berharap angkatan pertama sebagai angkatan uji coba agar dapat menjalankan peran dengan kontribusi dan kolaborasi dalam membangun negeri dan memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat.

Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro mengatakan, pentingnya menciptakan lulusan sarjana pendidikan Katolik yang handal di bidangnya. Kata dia, cabang ilmu pendidikan kateketik semakin berkembang seiring perkembangan zaman.

“Anda juga ada, Anda hidup di tengah masyarakat yang komplek agar kalian pendidikan tinggi belum merupakan jaminan akan diserap dalam lapangan kerja itu bisa diakibatkan karena banyak kompetensi. Maka sekali Anda masuk, janganlah berpaling ke belakang tetapi terus kembangkan potensi anda bahwa anda sudah selesai pada perguruan tinggi maka belajar sudah selesai hari ini,” ujarnya.

Menurut Yohanes, belajar merupakan pendidikan yang diproses seumur maka belajarlah seumur hidup. “Oleh karena itu, saya mengajak kepada anda senatiasa mengembangkan kemampuan dan ketrampilan. Mampu membuat hidup sejahtera dan melayani membahagiakan semakin membuat masyarakat sejahtera,” ujarnya.

Yosinta Giyai mewakili wisudawan/wati mengucapkan banyak terima kasih sedalam-dalamnya kepada pencetus STK serta para dosen yang telah diwisuda pada angkatan uji coba ini.

“Kami datang dari berbagai daerah untuk belajar menimba ilmu melayani, mewartakan dan menggembalakan untuk komunitas basis, sekolah maupun di gereja di wilayah Dekenat Paniai, Tigi, Kamuu Mapia dan Moni Puncak,” kata Giyai.

Yosinta mengakui bahwa kendala yang dihadapi pihaknya sejak awal masuk kuliah tahun 2014 ialah masih kurangnya fasilitas penunjang pendidikan seperti gedung, buku panduan, keterbatasan jaringan internet dan lainnya.

“Sehingga kami belajar dengan  modul yang ada. Jadi biasanya para dosen yang selalu membantu kami,” katanya. (Abeth You)

STK TP Deiyai Yudisium 32 Sarjana Angkatan Pertama

STK TP Deiyai yudisium 32 sarjana angkatan pertama tahun akademik 2019/2020 di Aula Soskat Kaboudabii Waghete, Rabu (16/9/2020).

DEIYAI (PB.COM) – Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapa (STK TP) Deiyai akhirnya menggelar yudisium bagi mahasiswa angkatan pertama tahun akademik 2019/2020 di Aula Soskat Kaboudabii Waghete, Rabu (16/9/2020).

Ketua panitia yudisium angkatan pertama, Yohakim Tekege mengatakan, kegiatan itu merupakan pengukuhan kelulusan seorang mahasiswa yang telah memenuhi syarat kelulusan pada suatu program studi dengan jurusan tertentu.

“Yudisium STK Touye Paapaa Deiyai kali ini agenda pertama dan selanjutnya akan menjadi agenda rutin sebagai tanda bahwa saudara-saudari para mahasiswa angkatan pertama pada program studi pendidikan Keagamaan Katolik, jurusan Kateketik Pastoral telah menyelesaikan pendidikan jejang strata 1 atau sarjana, dan berhak menyandang gelar S.Pd,” ujar Yohakim Tekege.

Menurut Tekege yang juga sebagai ketua program studi, mahasiswa yang sedang mengikuti acara yudisium berjumlah 32 orang yang terdiri dari laki-laki sembilan orang dan perempuan 23 orang.

“Jadi ini dua angkatan gabung. Angkatan tahun akademik 2014 diberikan cuti akademik satu tahun dua semester, sementara menunggu akreditasi kampus dan bersama-sama dengan angkatan tahun akademik berikutnya 2015 ujian skripsi, yudisium dan wisuda digabung yang disebut angkatan pertama sekarang,” jelasnya.

Ia mengatakan, menurut Plt Dirjen Bimas Katolik Republik Indonesia via video zoom pada momen acara penutupan ujian skripsi mengatakan angkatan pertama adalah  angkatan uji coba, angkatan warna warni di mana mahasiswa-mahasiswinya ada yang tua, ada yang muda, dan lain sebagainya.

“Namun demikian, di mata kampus, di mata dosen semua sama-sama mahasiswa. Artinya segala tugas dan kewajiban sebagai mahasiswa dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi diberlakukan untuk semua tanpa pertimbangan umur dan jabatan, golongan dan suku,” katanya.

Ketua STK Touye Paapa Deiyai, Oktovianus Marko Pekei mengatakan, dengan dilaksanakannya yudisium justru menepis sejumlah anggapan keraguan dari publik atas hadirnya perguruan tinggi di wilayah Meepago.

“Ini buktinya, kami laksanakan yudisium angkatan pertama. Dengan momen ini, kami menepis keraguan-keraguan atas sekolah tinggi ini,” ujar Pekei.

Ia mengungkapkan sejumlah mujizat Tuhan yang dialami pihaknya dalam perkembangan sekolah yang berkedudukan di Waghete ini. Di antaranya pihak gereja Dekenat Paniai maupun Tigi, khususnya Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata melepaskan lokasi kampus STK Touye Paa Deiyai yang sudah ada bangunan dan akan digunakan dalam tahun akademik berjalan.

Selain itu, kata dia, segala aktivitas akademik diinput atau dilaporkan di Forlap Dikti Republik Indonesia berkat kerja keras operator kampus Yulius Pekei. “Perguruan Tinggi yang baru berusia lima tahun dapat akreditasi B  oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Republik Indonesia, pada 10 Desember 2019, yang sebelumnya sudah diinput oleh Operator Kampus melalui online dengan aplikasi SAPTO,” ujarnya.

“Perguruan tinggi yang baru ini, ujian skripsi mandiri via video zoom, pada Senin 24 sampai Sabtu 29 Agustus 2020 di Deiyai,” kata dia.

Pihaknya juga telah mendapatkan blanko ijazah Dikti terbaru dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia (PMA), Nomor 17 Tahun 2020 tertanggal surat edaran 14 Agustus 2020 tentang Sistematika Penulisan Ijazah Sarjana terbaru, blanko ijazah terbaru.

Yudisium dihadiri Pastor Dekan Dekenat Tigi, P. Damianus Adii, Pr, sejumlah pastor dari Dekenat Paniai, Tigi juga Kamapi, civitas akademika STK TP, mahasiswa dan masyarakat umum. (Gusty Masan Raya)

KONI Deiyai Bantu Alat Kerja Ke 4 Paroki dan 6 Klasis Gereja Kingmi

Ketua KONI Deiyai, Lemander Edowai saat menjelaskan kepada masyarakat yang menerima bantuan tentang alat-alat kerja pertanian yang akan dibagikan di Kantor KONI Deiyai, Rabu (22/07/2020)

 

DEIYAI (PB.COM)—Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI] Kabupaten Deiyai, Papua melakukan aksi sosial dengan membagikan alat kerja kepada masyarakat setempa,  terutama  umat Katolik di empat Paroki dalam Dekenat Tigi dan tujuh Klasis Kordinator Deiyai agar mereka segera bekerja. Alat-alat kerja yang dibagikan itu berupa skop, parang, dan linggis serta dana untuk membeli bibit tanaman bagi para petani.

Kegiatan pembagian alat kerja tersebut dilakukan di kantor KONI Deiyai pada Rabu, (22/7/2020) oleh Asisten I Setda Deiyai Simon Mote didampingi Ketua KONI Lemander Edowai.

Ketua KONI Deiyai Lemander Edowai kepada wartawan mengatakan, pihaknya memberikan alat kerja kepada para petani ini agar ekonomi kerakyatan harus dimulai dari lingkungan Gereja di saat dunia sedang dilanda Covid-19, terutama di daerah Tigi sekaligus memotivasi masyarakat untuk tetap ada di tungku api keluarga.

“Ini upaya kami dari KONI Deiyai membantu pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19 di daerah ini. Supaya di masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini masyarakat atau jemaat bisa kembali kerja kebun. Apabila Covid-19 ini masih berkepanjangan maka kita sudah punya kebun sendiri untuk mengantisipasi kelaparan,” ujar Lemander Edowai.

Menurut Edowai, kegiatan sosial ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus kepedulian olahragawan, khususnya yang tergabung dalam KONI Deiyai untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Jadi ada instruksi dari KONI Pusat bahwa tahun ini kegiatan olahraga yang melibatkan banyak orang ditiadakan, maka untuk gantikan itu (olahraga) kami alihkan untuk beli alat kerja lalu hari ini kami bagikan,” kata dia.

Ia menjelaskan, pemberian itu langsung diterima oleh para Ketua Mudika dan wanita Katolik bagi gereja Katolik, serta masing-masing Ketua Biro Pemuda Klasis, Biro Anak dan Remaja, serta Biro Pemberdayaan Perempuan Gereja Kingmi.

“Jadi semuanya 27 kelompok yang kami bagikan. Jadi kami bagikan 300 buah parang, 320 skop dan 150 linggis,” ucapnya.

Ketua Mudika Paroki Waghete,  Agus Mote mengapresiasi pembagian bantuan tersebut. Sebab ini hal baru yang dilakukan KONI Deiyai. Apalagi barang-barang bantuan ini masih sulit didapat dan harganya mahal.

“Terima kasih atas pembagian alat kerja dan dana untuk beli bibit gratis ini. Linggisnya, parang dan skop bagus. Kalau membeli sendiri harganya cukup mahal. Ini benar-benar sangat membantu,” kata Agus.

Asisten I Setda Deiyai, Simon Mote mengatakan, pihaknya mendukung penuh semua program dari KONI Deiyai yang sasarannya langsung kepada masyarakat di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini.

“Kami ucapkan terimakasih banyak kepada KONI Deiyai atas bantuan ini kepada masyarakat kit. Apalagi kepada jemaat dan umat di gereja Katolik maupun Kingmi. Ini sangat membantu pemerintah, sudah meringankan beban kami,” ujar Mote.

Ia berharap, masyarakat bisa bekerja dan hasilnya bisa dirasakan bersama. Selain itu ia berpesan agar tetap menjalankan protokoler kesehatan agar wabah Covid-19 tak masuk ke tengah-tengah masyarakat Mee. ( Abeth A. You)

Ketua PN Nabire Lantik Unsur Pimpinan DRPD Deiyai Periode 2019-2024

 

Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Erenst Jannes Ulaen, SH, MH memimpin pengambilan sumpah/janji tiga pimpinan DPRD periode 2019-2024 dalam Sidang Paripurna DPRD Deiyai.

DEIYAI (PB.COM) –  Senin (22/6/2020), Ketua Pengadilan Negeri Deiyai resmi melantik unsur pjmpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai. Petrus Badokapa sebagai ketua DPRD Deiyai dari Partai Hanura, Markus Mote dari PKB sebagai wakil ketua I, dan Demianus Agapa sebagai wakil ketua II dari Perindo.

Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Erenst Jannes Ulaen, SH, MH memimpin pengambilan sumpah/janji tiga pimpinan DPRD periode 2019-2024 dalam Sidang Paripurna DPRD Deiyai.

Penetapan unsur Pimpinan DPRD Deiyai masa jabatan 2019-2024 itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri melalui Keputusan Gubernur Papua Nomor 155/136 Tahun 2019 tertanggal 19 Marer Oktober 2020.

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Deiyai Ateng Edowai, Wabup Hengky Pigai, Perwira Penghubung, Kapolres Persiapan, Sekda Deiyai, 19 anggota DPRD, pimpinan OPD, dan undangan lainnya.

Usai pelantikan, Ketua DPRD Deiyai definitif, Petrus Badokapa dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih mewakili unsur pimpinan yang telah diambil sumpah dan janjinya untuk memimpin lembaga legislatif di daerah Tigi selama lima tahun ke depan.

“Atas nama pimpinan, anggota serta keluarga, saya ucapkan terima kasih atas tugas yang diberikan mengemban amanat rakyat sebagai pimpinan. Dengan telah diresmikannya pimpinan defenitif, kami berharap kerja-kerja DPRD Deiyai kedepannya dapat berjalan lebih baik lagi,” katanya.

Dengan adanya pimpinan DPRD definitif, dalam perjalanan persidangan lima tahun ke depan, pihaknya mengharapkan adanya kemitraan dan kerja sama yang sinergis bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat dalam upaya membangun Deiyai, dan Meepago yang lebih sejahtera, maju dan berkembang.

Lebih jauh kata Badokapa, kemitraan antara DPRD dan pemerintah harus terus digiatkan karena hal tersebut adalah mutlak sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Seperti DPRD, dengan tiga fungsi yakni legislasi, anggaran dan pengawasan harus benar-benar dilaksanakan sesuai amanah yang diberikan rakyat kepada mereka.

“Mari kita bahu-membahu membangun daerah ini ke arah lebih baik sesuai dengan apa yang diamanatkan rakyat kepada kita. DPRD adalah representasi masyarakat. Saya berjanji akan memimpin DPRD lebih baik menuju masyarakat yang sejahtera,” ucapnya.

Bupati Deiyai, Ateng Edowai, atas nama pemerintah dan masyarakat kabupaten Deiyai menyampaikan profisiat atas pelantikan dan pengambilan sumpah pimpinan DPRD Deiyai yang defenitif.

Dia berharap, dengan dilantiknya pimpinan DPRD Deiyai bisa mengemban tugas untuk rakyat kabupaten pemekaran dari Paniai tahun 2009 itu.

Kata Edowai, masyarakat Deiyai kini tengah menunggu hasil kerja nyata dari Pemkab termasuk DPRD, dan menjadi harapan semua masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan mereka baik sandang maupun papan.

“Ketiga pimpinan ini sebuah berpengalaman di DPRD Deiyai ada yang dua periode, ada yang baru. Saya yakin ke depannya bisa bersama dalam kemitraan dengan pemerintah kabupaten Deiyai membangun daerah kita ke arah lebih baik,” kata Edowai sambil menambahkan dengan begitu tidak akan ada lagi tanggapan miring terhadap kerja DPRD maupun Pemkab Deiyai.

Bupati juga berharap agar kemitraan yang sudah ada antara legislatif dan eksekutif terus dipertahankan dan ditingkatkan karena keduanya memiliki visi yang sama yakni membangun kabupaten itu ke arah lebih baik menuju gerakan masyarakat adil, mandiri, dan sejahtera (Gamantra). (Gusty Masan Raya)

DPRD Minta Pemerintah Bantu Dana Covid-19 ke Semua Mahasiswa Deiyai

Ketua Fraksi PKB DPRD Deiyai Naftali Magai

DEIYAI (PB.COM) – DPRD Kabupaten Deiyai melalui fraksi PKB DPRD Deiyai meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai agar jangan pernah lupa bantuan untuk mahasiswa asal Deiyai di seluruh Indonesia.

“Jangan terlalu berlarut-larut dalam pemberian bantuan langsung tunai kepada mahasiswa asal Deiyai di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Harus segera Pemda alokasikan,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Deiyai Naftali Magai, Senin (22/6/2020) usai pelantikan Ketua DPRD Deiyai.

Menurut Magai, bantuan tersebut adalah perintah pemerintah pusat dalam penanganan dan pencegahan Covid-19, sehingga tidak boleh ada mahasiswa yang terlewati.

“Saya harap, Pemda mendatakan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada mahasiswa kita tidak dapat. Kasihan kan, mereka juga butuh makan, minum, biaya internet untuk kuliah online. Jadi tidak boleh lama-lama dan tidak boleh ada cerita mahasiswa lain tidak dapat bantuan itu,” pinta dia.

Magai tak mempersoalkan berapa besarnya dana yang akan diberikan Pemda, yang terpenting baginya adalah bisa memenuhi kebutuhan pangan selama ini.

“Tiap hari kami ditelpon terus oleh mahasiswa agar bisa sampaikan ke Bupati dan dinas terkait. Kami sudah berupaya, sekarang bukan saatnya bicara-bicara lagi. Ayo segera transfer ke masing-masing nomor rekening,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Deiyai Fredrik Pekei mengatakan, pihaknya telah mengantongi daftar nama dan nomor rekening dari mahasiswa sebanyak 152 orang, dari 1700-an mahasiswa Deiyai di seluruh Indonesia.

“Hari Senin, (22/6/2020) akan kami transfer uang sebanyak 152 orang. Dan per mahasiswa Rp 2 juta,” ujar Fredrik Pekei.

Ditransfer ke masing-masing rekening menurut Pekei, karena dana tersebut diperuntukkan bagi setiap individu sesuai petunjuk teknis dari pemerintah pusat. (Gusty Masan Raya)

DPRD Harap Sekda Deiyai yang Baru Kerja Keras Jalankan Roda Pemerintahan

Sekda Deiyai yang baru dilantik, Yan Giyai (tengah) foto bersama usai dilantik.

NABIRE (PB.COM) – DPRD Kabupaten Deiyai berharap agar Sekretaris Daerah (Sekda) Deiyai, Yan Giyai yang baru dilantik oleh Bupati Ateng Edowai menggantikan Sekda lama Yan Ukago, betah di tempat tugas dan melaksanakan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua DPRD Deiyai, Petrus Badokapa mengatakan, Sekda baru dan semua pimpinan OPD diharap mampu menerjemahkan visi, misi dan program kerja dari Bupati dan Wakil Bupati supaya terwujud dalam lima tahun.

“Sekda dan semua pejabat harus kerja keras, sebab kami wakil rakyat punya fungsi pengawasan selalu aktif mengawasi pelaksanaan pembangunan di Deiyai, ya kurang lebih lima bulan ini kami sudah laksanakan,” ujar Petrus.

Ketua Fraksi PKB DPRD Deiyai Naftali Magai pada kesempatan terpisah mengatakan, Sekda merupakan kepala kantor yang mengatur jalannya roda pemerintahan.

“Jadi Sekda yang baru harus tunjukkan kepamongprajaan di tengah-tengah pegawai ASN di Kabupaten Deiyai, bukan tinggal di kota atau datang saat kegiatan saja. Kami harap bisa menjadi contoh bagi kita semua,” ujar Naftali Magai, Selasa (2/6/2020).

Kehadiran Sekda baru menurut Magai, harus membawa angin segar dalam tubuh pegawai ASN dan seluruh masyarakat. “Karena tolak ukur pembangunan itu ada di Sekda juga,” ucapnya.

Salah satunya Sekda itu ketua tim anggaran, karena itu harus buat yang baik dan benar. Termasuk perhatikan hak-hak ASN, harus dibayar tepat waktu. Saya sering lihat ASN Deiyai bicara banyak soal hak-hak mereka yang kadang dibayar terlambat. Ini musti diperbaiki,” harapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekda lama, Marten Ukago atas kontribusi yang besar dalam proses pembangunan di negeri Tigi. (Gusty Masan Raya)

Yan Giyai Resmi Jabat Sekda Deiyai

Bupati Ateng Edowai saat mengambil sumpah Yan Giyai sebagai Sekretaris Daerah Deiyai pada acara pelantikan di Nabire, Selasa (02/06/2020)

 

NABIRE (PB.COM)Yan Giyai resmi menjabat Sekretaris Daerah  (Sekda)Deiyai setelah Bupati Ateng Edowai   melantiknya di Nabire  pada Selasa (02/06/2020) menggantikan Sekda lama, Marten Ukago. Yan sebelumnya adalah Pelaksana Tugas (Plt.) sekretaris daerah Deiyai.

Pelantikan Sekda baru ini dihadiri oleh Wakil Bupati Deiyai Hengki Pigai, Ketua DPRD Kabupaten Deiyai Petrus Badokapa,  Kapolres persiapan Deiyai AKBP Budiatno, mantan Sekda Marten Ukago, dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat.

Bupati Ateng meminta Sekda Yan Giyai yang baru dilantiknya mengaktifkan kembali apel bersama dan absen bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu.

“Setelah pelantikan ini diharapkan Sekda bisa melaksanakan tugas dengan baik untuk meningkatkan disiplin ASN,” ujar Bupati Edowai kepada wartawan usai pelantikan.

Menurut Bupati Edowai, pejabat baik OPD dan Sekda yang ada di lingkungan pemerintah setempat merupakan satu tim kerja. Untuk itu, mereka harus bersinergi agar semua pekerjaan bisa dilaksanakan dengan baik.

“Mudah-mudahan ke depan pejabat bisa bertanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Saya minta rekan-rekan bekerjasama, bersinergi karena kita ini satu tim kerja,” ujar Edowai.

Menurutnya, orang menilai kesuksesan pemerintahan daerah setempat ketika pemerintah bisa melayani masyarakat dengan baik.

“Untuk itu, siapapun, jabatan apapun dan apapun tanggungjawabnya serta dan ditugaskan di daerah manapun harus melaksanakan tugas dan melayani masyarakat dengan maksimal,” katanya.

Sekda Deiyai, Yan Giyai mengatakan, hal pertama yang dilakukan adalah mendisplinkan kembali semua pegawai ASN yang dibuktikan oleh absen.

“Maka kami akan lakukan apel pagi dan siang. Itu menandakan bahwa pegawai ASN itu aktif atau tidak. Nanti akan terbukti di sana. Itu semua kantor, badan dan dinas,” ujar Giyai. (Gusty/Abeth You)

481 Orang di Deiyai Ikut Rapid Test, 5 Reaktif dan Diisolasi Mandiri

Petugas medis mengambil sampel darah untuk diuji cepat di halaman RSU Pratama Deiyai.

DEIYAI (PB.COM) – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Satgas Covid-19 melakukan rapid test atau tes cepat terhadap 481 orang, dalam tiga tahapan.  Tahap pertama 120 orang jalani pemeriksaan pada pekan lalu dan hasilnya semua negatif.

Juru Bicara Covid-19 Deiyai, dr. Arista Wuriyan menjelaskan, pihaknya kembali melakukan rapid test massal untuk kedua kalinya pada 15 Mei 2020 di halaman RSU Pratama Deiyai dan dua orang reaktif.

“Untuk Rabu (20/5/2020) hari ini, kami lakukan pemeriksaan rapid test massal lagi dengan jumlah 238 orang. Akhirnya tiga orang yang reaktif, dan mereka ini sudah bersedia diisolasi mandiri di RSU Pratama Deiyai mulai besok, Kamis (21/5/2020),” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya melakukan hal ini untuk memastikan warga Deiyai tidak terpapar virus Corona. “Dan kami akan terus-menerus melakukan rapit test ini,” ucap dia.

Kepala Dinas Kesehatan Deiyai, Kornelis Pakage mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal datangkan alat periksa rapid test lebih dari jumlah penduduk yang ada di Deiyai. “Masih beberapa kali lagi kita akan rapid tes. Syukur bahwa masyarakat juga dengan sadar bisa datang ikut pemeriksaan rapid test,” ujar Pakage.

Ia menambahkan, ini pertama kali pihaknya akan mengirimkan swab tes ke Jayapura dan diminta kepada semua warga agar tetap ikut perintah Pemerintah Daerah. (Gusty Masan Raya)