Abock Busup Sesalkan Informasi Hasil Test Kesehatan Yang Bocor di Medsos

Calon Bupati Yahukimo, Abock Busup, MA saat memberikan keterangan pers kepada wartawan

 

JAYAPURA (PB.COM)—Calon Bupati Yahukimo, Papua Abock Busup, MA menyesalkan bocornya informasi hasil test swab yang beredar luas di media sosial, dimana dirinya dinyatakan sebagai salah satu dari 9 bakal calon kepala daerah di Papua yang terpapar Covid-19 yang maju pada Pilkada Serentak Papua 2020.

“Sampai hari ini, saya belum dapat hasil pemeriksaan kesehatan secara resmi dari dokter maupun pihak KPU. Tapi kok malah beredar luas di medsos. Kalau ada surat resmi, mana suratnya dan lalu langkah apa yang diambil pihak Satgas Covid untuk saya dan keluarga serta seluruh anak buah saya, baik sopir, ajudan, dan lain-lain yang biasa ikut saya,” kata Abock kepada wartawan, Senin (14/09/2020).

Menurut Abock, ada pihak tertentu yang bermain untuk membunuh karakternya di Pilkada kali ini. Sebab ada kejanggalan dalam informasi yang beredar dimana tak ada surat hasil pemeriksaan  kesehatan secara resmi dari kedua lembaga itu baik rumah sakit tempat pemeriksaan maupun KPU. Dan jika benar ia terkena Covid, kata Abock, pasti penanganannya akan dilakukan seperti di Supiori.

“Saya dapat informasi di Supiori para calon yang positif Covid langsung diberitahukan resmi, dikarantina di hotel dan semua orang yang kontak langsung diperiksa. Sementara saya sampai hari ini belum terima surat resmi dari dokter atau KPU, tapi beritanya sudah heboh di medsos. Ada apa ini? Lalu kenapa hanya saya yang disoroti media?,” kesal Abock.

Abock menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum atas pencemaran nama baik yang dilakukan sejumlah pihak, di antaranya oknum anggota KPU Yahukimo dan pemilik salah satu akun kanal youtube yang menyebarkan informasi ini secara tidak bertanggung jawab dengan pernyataan yang menyudutkan dirinya.

“Saya berani datang ketemu teman-teman wartawan karena sejak periksa tanggal 10 September sampai hari ini, tidak terima surat hasil pemeriksaan dari pihak manapun, baik KPU maupun dokter yang memeriksa. Dan saya pun dalam keadaan sehat-sehat. Saya nilai ada kelompok tertentu yang bermain untuk jatuhkan saya. Saya tidak segan-segan akan laporkan ke Cyber Polda Papua,” katanya.

Ia meminta pihak KPU, baik KPU Provinsi Papua maupun KPU Yahukimo untuk bisa menjaga kerahasiaan data kesehatan dan bijaksana dalam melihat kondisi di Papua. Sebab keteledoran seperti ini bisa memicu konflik antarpendukung di tengah masyarakat di Yahukimo.

Data Pasien Covid Tak Dibuka Ke Publik

Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, SpOG(K) dikonfirmasi papuabangkit.com Senin (14/09/2020) malam menegaskan bahwa secara Undang-Undang Kesehatan, data pasien yang menderita penyakit apapun, termasuk Covid tidak boleh dibuka ke publik, apalagi dengan penyebutan nama.

“Satgas tidak mengurus (pemeriksaan para calon) itu. Ini betul-betul ranah dari teknis medis, tempat dimana dilakukan pemeriksaan para calon kepala daerah. Tetapi sekali lagi, secara aturan main, ini rahasia medis yang tidak bisa dibuka ke publik. Bisa lakukan konfirmasi ke tempat pemeriksaan,” kata Silwanus via telepon selulernya.

Direktur RSUD Jayapura drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengakui pihaknya selaku penanggung jawab fasilitas kesehatan rujukan tertinggi memang menjadi tempat pemeriksaan kesehatan bagi para bakal calon kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada Serentak di Papua.

“Tetapi kami tidak punya wewenang untuk mengumumkan hasil pemeriksaan. Tugas kami hanya periksa. Yang berwenang mengumumkan itu adalah KPU Papua. Dan kami sudah serahkan hasilnya ke KPU. Namun sekali lagi menyangkut data kesehatan seorang pasien, memang tidak boleh diumumkan ke publik. Secara aturan medis tidak boleh,” kata Aloysius.

Sebagaimana diketahui sepekan belakangan beredar informasi melalui whatssapp tentang hasil pemeriksaan kesehatan para bakal calon kepala daerah dalam bentuk pdf, dimana tertera ada 9 nama bakal calon kepala daerah di Papua yang dinyatakan positif. Anehnya, kop dari surat tersebut tanpa ada identitas, baik nama lembaga maupun penanggungjawabnya. (Gusty Masan Raya)

Pekan Depan KPU Yahukimo Umumkan Seleksi Calon Kepala Daerah

Ketua KPU Yahukimo Yesaya Magayang

JAYAPURA (PB.COM)—Setelah proses pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Yahukimo pada 4-6 September 2020 lalu, maka KPU Yahukimo sesuai tahapan akan mengumumkan hasil seleksi berkas pasangan balon kepala daerah Yahukimo pekan depan yaitu 16-17 September 2020.

Ketua KPU Yahukimo Yesaya Magayang, Rabu (09/09/2020) mengatakan   pengumuman hasil seleksi pemberkasan bakal calon bupati dan wakil bupati Yahukimo akan diumumkan pada tanggal 16-17 September 2020, melalui media cetak, media online, media elektronik, serta di tempat-tempat umum lainnya.

“Setelah mengumumkan hasil seleksi pemberkasan bakal calon, selanjutnya akan dilakukan pleno bakal calon, pencabutan nomor urut, dan kampanye damai. Setelah itu barulah mengeluarkan jadwal-jadwal kampanye bagi  bakal calon  di 51 distrik,” ujar Yesaya kepada papuabangkit.com di Dekai.

Menurut Yesaya, adapun dua pasangan balon yang mendaftar dalam konstetasi politik lima tahunan di Yahukimo kali ini yakni Abock Busup-Yulianus Heluka didukung 24 kursi dan Didimus Yahuli-Esau Miram dengan 11 kursi.

“Jadi pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati resmi ditutup pada hari minggu 06 september 2020  pukul 24.00 wit yang disaksikan oleh Bawaslu Yahukimo dan Polres Yahukimo. Hanya ada dua pasangan yang mendaftar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tenggang waktu antara tanggal 7-16 September adalah diberi kesempatan kepada para balon untuk memperbaiki berkas dan melengkapi dokumen yang masih kurang dan selanjutnya akan dilakukan verifikasi.

KPU dan Bawaslu Yahukimo, kata Yesaya, juga akan mendampingi kedua pasangan bakal calon untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, dan mendatangi kampus-kampus pendidikan terakhir dari bakal calon  sesuai dengan ijazahnya untuk memeriksa keaslian dokumen ijazah para balon.

“Waktu terus berjalan, jadi kami minta kedua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk secepatnya memperbaiki dan melengkapi persyaratan yang belum lengkap,” pintanya.

Yesaya berharap kepada semua komponen masyarakat Yahukimo untuk secara bersama-sama menjaga keamanan agar pesta demokrasi ini dapat berjalan dengan aman dan lancar. (Paul Karma/Diskominfo Yahukimo)

NPHD Yahukimo Sudah 100 Persen Cair

Bupati Abock Busup, MA

JAYAPURA (PB.COM) – Bupati Yahukimo Abock Busup mengklain pencairan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk KPU, Bawaslu dan kepolisian sudah 100 persen.

Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah menandatangani NPHD dengan penyelenggara Pemilu, dengan rincian KPU Rp75 miliar, Bawaslu Rp20 miliar dan TNI/Polri Rp6 miliar.

“Sudah tersalurkan dan tak ada masalah, karena sudah disalurkan ke rekening masing-masing, tinggal bagaimana mereka menggunakannya,” katanya kepada wartawan di Jayapura, Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, untuk penggunaan anggaran tersebut KPU, Bawaslu dan kepolisian dapat mengatur penyerapan anggarannya. “Tinggal bagaimana caranya penyerapan anggarannya, sebab untuk penambahan anggaran dilihat dari serapan anggaran,” terangnya.

Sementara penambahan dana, Abock mengaku dapat dilakukan asalkan dana yang sudah ada terserap, tapi kalau tidak digunakan dan dipertanggungjawabkan dengan baik, maka tidak bisa.

“Jadi selama anggaran di rekening masing-masing masih ada, maka penambahan belum bisa dilakukan. Hal ini sesuai dengan arahan Kementerian Keuangan,” tandasnya.

Sebab, jika penyerapan anggaran belum ada, maka tidak bisa ada penambahan anggaran. Mengingat anggaran Pilkada nilainya capai miliaran rupiah, dengan demikian anggaran diharapkan dapat digunakan dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Sembilan Desember itu sudah pelaksanaan Pilkada, berarti Januari – Februari 2021 bisa dilakukan penyusunan dan Maret bisa diserahkan,” katanya. (Toding)

Berhasil Kendalikan Penularan Covid-19, Yahukimo Zona Hijau

Calon Bupati Petahana Kabupaten Yahukimo Abock Busup

JAYAPURA (PB.COM) – Calon Bupati Petahana Kabupaten Yahukimo Abock Busup mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penularan Covid-19 terutama di wilayah Pemerintahan Kabupaten Yahukimo.

“Kami sangat mendukung upaya menekan laju penularan Covid, hal itu dibuktikan dengan keberhasilan mengendalikan laju penularan Covid di Yahukimo, dimana kami sudah masuk dalam daftar zona hijau,” katanya kepada wartawan di Jayapura, Rabu (9/9/2020).

Ia mengaku sebelum ke Kota Jayapura, terlebih dahulu melakukan rapid test di Yahukimo. Bahkan untuk orang yang akan masuk Yahukimo harus dapat ijin bupati. “Sehingga kita pastikan dan sangat berkomitmen menjalankan protokol kesehatan,” terangnya.

Oleh sebab itu, ia berkomitmen kuat menjalankan protokol kesehatan selama mengikuti proses Pilkada, termasuk saat melakukan kampanye di hadapan para pendukung. “Kita tetap komitmen jalankan protokol kesehatan selama Pilkada. Bahkan saya dengan wakil saya baru selesai tes swab di RSUD Dok II Jayapura,” jelasnya.

Bahkan besok (Kamis) akan kembali melakukan tes lanjutan, hal ini sebagai komitmen memperhatikan protokol kesehatan.

Untuk pelaksanaan Pilkada, dirinya memastikan bakal menciptakan Pilkada yang aman, tertib dan damai di Yahukimo. Dia mengajak semua pihak untuk bisa menjaga keamanan di Yahukimo selama proses Pilkada berlangsung.

Sebelumnya, enam pasangan calon bupati dan wakil bupati di dua kabupaten Provinsi Papua positif terpapar virus corona jenis baru atau Covid-19.

Anggota KPU Papua Divisi Teknis, Melkianus Kambu mengatakan tahapan pemeriksaan kesehatan bagi enam pasangan ini untuk sementara ditunda.

Sementara enam calon kepala daerah yang terpapar Covid-19 tersebut, terdiri dari Kabupaten Keerom satu calon dan Kabupaten Supiori lima calon.

Adapun sebanyak 35 pasangan yang berkas pencalonan yang diterima KPUD di 11 kabupaten peserta Pilkada tahun ini. Pemeriksaan kesehatan seluruh pasangan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura.

Anggota Badan Pengawas Pemilu Papua Ronald Manoach mengatakan,  pihaknya meminta seluruh penyelenggara pemilu yang ikut dalam pendaftaran enam calon tersebut turut mengikuti pemeriksaan sampel usap.

Ia pun menegaskan Bawaslu Papua akan mengawasi ketat pelaksanaan tahapan Pilkada dengan protokol kesehatan bersama tim gugus tugas penanganan Covid-19. Pihaknya bersama tim Satgas Covid bakal membubarkan prosse kampanye apabila tidak mematuhi protokol kesehatan. (Toding)

Mayat Pria 20 Tahun Ditemukan di Jalan Kurima Dekai

Kasat Reskrim Iptu Abdurrohman Hidayat, S.Tr.K dan anggotanya saat mengevakuasi korban dan sekaligus melakukan olah TKP, Minggu (02.08/2020).

 

DEKAI (PB.COM)Sesosok mayat pria berinisial RK yang baru berusia 20 tahun ditemukan di Jalan Kurima, Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo, Papua, Minggu (02/08/2020). Mendapat laporan itu, Satuan Reskrim Polres Yahukimo turun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Yahukimo AKBP I. Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim Iptu Abdurrohman Hidayat, S.Tr.K mengatakan bahwa dari hasil olah TKP diketahui korban RK ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka memar dan lecet di sebagian tubuh korban.

Menurut Kasat Reskrim Abdurrohman, kronologis kejadian bermula pada tanggal 31 Juli 2020, dimana korban bersama 2 saksi sekaligus temannya yakni RP dan SK bersama-sama mengkonsumi minuman keras (miras) di Gedung Serba Guna pada Pkl. 19.00 WIT.

Kemudian pada Pkl. 23.00 WIT, lanjut Abdurrohman, korban meninggalkan kedua temannya. Namun hingga Pkl. 04.15 WIT, korban tidak kunjung datang kembali. Akhirnya kedua temannya memutuskan untuk mencari korban ke rumahnya. Karena mereka berasumsi bahwa korban pulang ke rumah.

“Namun dalam perjalanan menuju rumah korban, kedua teman tersebut mendapati sepeda motor milik korban, tepatnya di pinggir jalan kurima. Lalu pada tanggal 2 Agustus korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa,” katanya.

Satuan Reskrim Polres Yahukimo juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor serta pakaian korban.

“Kasus ini telah kami tangani dan penyebab pastinya kematian korban masih dalam penyelidikan,” tegas Kasat Reskrim. (Paul Karma/Diskominfo Yahukimo)

Dukung Pencegahan Covid, Polisi Bagi Masker di Yahukimo dan Sosialisasi New Normal di Lanny Jaya

 

Kasat Lantas Polres Yahukimo Iptu Lexi M., SH ketika memasang masker kepada seorang warga di Dekai, Rabu (29/07/2020)

 

JAYAPURA (PB.COM)—Di hari keenam Operasi Patuh Matoa-2020, Rabu (29/07/2020), Satlantas Polres Yahukimo, Provinsi Papua membagikan masker dan memberikan imbauan kepada para pengguna jalan untuk taat pada peraturan lalu lintas serta patuh pada protokol kesehatan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Iptu Lexi M., SH,

Kasat Lantas Iptu Lexi mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat patuh para peraturan lalu lintas dan protokol kesehatan guna memutuas rantai penyebaran Covid-19.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pencegahan penyebaran virus corona, dengan selalu disiplin akan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, dan jaga jarak,” kata Lexi sebagaimana rilis yang diterima papuabangkit.com, Rabu malam

Sebelum membagikan masker, SatLantas juga mensosialiasikan adaptasi kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sosialisasi New Normal

Sementara itu dalam rangka menyiapkan masyarakat Lanny Jaya menuju masa Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal), Kasat Binmas Polres Lanny Jaya Ipda H. Amir, S.H., M.H bersama personilnya, Rabu (29/07/2020 menyambangi para pedagang di Pasar Tiom.

Menurut Amir, kegiatan sambang tersebut guna mensosialisasikan adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi Covid-19 dengan mengedepankan atau membiasakan diri dengan yang namanya protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.

Kasat Binmas Polres Lanny Jaya Ipda H. Amir, S.H., M.H bersama personilnya, Rabu (29/07/2020 menyambangi para pedagang di Pasar Tiom.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakay Lanny Jaya, terutama Mama-Mama Papua yang berjualan di pasar dan para tukang ojek untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak dalam melakukan beraktifitas di luar rumah. Selain itu rutin mencuci tangan bila selesai menyentuh benda-benda umum di luar rumah,” katanya.

Ia meminta agar kepada para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dan tetap menjaga kesehatan dimana bila merasa kurang sehat agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat.

Dari hasil pelaksanaan sosialisasi terlihat bahwa masyarakat paham dan mengerti dengan apa yang disampaikan oleh petugas. Selain itu mereka merasa aman dan nyaman dengan hadirnya Kepolisian di tengah-tengah mereka guna menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. (Gusty Masan Raya/PR)

Pemerintah Yahukimo Pulangkan Penumpang Yang Tak Kantongi Surat Izin Masuk

Penumpang berinisial IP (39) saat naik di pesawat Trigana untuk pulang kembali ke Sentani, Selasa (14/07/2020)

 

JAYAPURA (PB.COM)Pemerintah Kabupaten Yahukimo memulangkan salah seorang penumpang Trigana Air Service yang masuk ke Yahukimo, Selasa (14/07/2020) karena tidak mengantongi Surat Izin Masuk dari Pemda Yahukimo.

“Tadi siang, ada penumpang dari Kendari dengan tujuan akhir Yahukimo, ditemukan Tim Gugus Tugas Covid Yahukimo di Posko Bandara Nop Goliat Dekai, tidak memiliki dokumen surat izin masuk. Kalau surat Rapid Test-nya memang negatif dan masih berlaku. Akhirnya kita putuskan pulangkan dia ke Sentani dengan Trigana,” kata Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Yahukimo, Elai Giban, SE.MM kepada papuabangkit.com melalui telepon seluler, Jumat (14/07/2020).

Menurut Elai, penumpang laki-laki berinisial IP (39) ini adalah seorang pedagang yang  memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Yahukimo beralamat di Jalan Sosial, Dekai. Ia berangkat dari Kendari dan melewati tiga kota bandara yakni  Makassar, Cengkareng dan Sentani.

“Dia bisa masuk lagi asalkan mengurus Surat Izin Masuk dari Pemda Yahukimo, barulah bisa masuk. Jadi bukan hanya dia, semua yang ber-KTP Yahukimo selain syarat hasil Rapid Test, juga mengantongi Surat Izin Masuk. Bagi yang sudah punya Rapid Test Negatif, maka Pemda Yahukimo keluarkan izin masuk agar bisa terbang. Ini benar-benar kecolongan dari pihak Trigana Air. Semoga ke depan tidak terulang lagi,” ujar Elai.

Kebijakan tegas ini, kata Elai, bertujuan agar di masa relaksasi kontekstual menuju New Normal, status zona hijau Kabupaten Yahukimo terkait Covid-19 tetap dijaga dan dipertahankan. Sejauh ini, pemerintah setempat hanya mengizinkan warga ber-KTP Yahukimo yang bisa mendapatkan Surat Izin Masuk.

“Sementara yang tidak punya KTP Yahukimo, kami tidak perkenankan masuk, mau dia dari luar Papua, dari Jayapura, Wamena, Timika atau Asmat, tidak bisa masuk. Apalagi mereka yang datang untuk melakukan pendulangan emas di wilayah Seradala,” tegasnya.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Yahukimo, Elai Giban, SE.MM (foto: suarapapua.com)

 

Dalam upaya memperketat pergerakan orang masuk Yahukimo, Elai juga meminta agar KP3 Laut di Timika, Asmat dan Merauke memperketat lagi pengawasan terhadap crew kapal barang yang keluar menuju Yahukimo. Sebab beberapa kali pihak Gugus Tugas menemukan adanya penumpang yang masuk melalui kapal barang itu tanpa mengantongi surat izin.

“Kita hanya izinkan ABK yang masuk, tetapi harus dengan Surat Kesehatan dan Surat Izin Masuk. Kami tidak izinkan penumpang masuk dengan kapal. Kapal hanya untuk memuat barang,” kata Giban yang juga Asisten II Setda Bidang Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Yahukimo ini. (Gusty Masan Raya)

Polres Yahukimo Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas di Masa Covid-19

Polres Yahukimo selenggarakan kegiatan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) di Yahukimo, Selasa (14/7/2020).

JAYAPURA (PB.COM) – Satuan Binmas Polres Yahukimo mengajak masyarakat di daerah tersebut bekerjasama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dalam masa pandemi Covid-19.

Hal ini diungkapkan Kasat Binmas Pores Yahukimo, Ipda Henri Sinaga dalam kegiatan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) di Yahukimo, Selasa (14/7/2020).

“Kami mengajak kepada seluruh masyarkat terutama para pemuda untuk dapat bekerjasama dalam menjaga Kamtibmas terlebih dalam masa pandemi Covid-19,” ajaknya.

Selain itu, dirinya meminta masyarakat agar dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru, seperti menggunakan masker di tempat umum guna mencegah penyebaran Covid-19.

Ia menyebut kegiatan FKPM dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas aman di masa Pandemi Covid-19 serta mengajak masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru.

“Kami berharpa melalui kegiatan ini masyarkat dapat bekerjasama dalam menjaga kamtibmas di masa pandemi Covid-19 serta dapat menerapkan kebiasaan baru,” terangnya. (Toding)

Ini Alasan Trigana Batal Terbang Ke Dekai 1 Juli 2020 Esok

Pesawat Trigana Air yang melayani penerbangan di Papua.

 

JAYAPURA (PB.COM)Maskapai penerbangan Trigana Air Service batal melakukan penerbangan dari Jayapura ke Dekai, Yahukimo, Rabu (01/07/2020) esok. Hal ini disebabkan para calon penumpang yang siap berangkat belum mendapatkan surat izin masuk dari Pemda setempat melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Yahukimo sebagai salah satu syarat melengkapi dokumen administrasi sesuai protokol kesehatan masa Covid-19.

Marketing Trigana Air Service Jayapura, Lisny mengatakan pihaknya membatalkan penerbangan karena hingga hari ini, belum ada kejelasan terkait tindak lanjut Surat Edaran Bupati Yahukimo mengenai protokol dan mekanisme kepulangan para warga Yahukimo di Jayapura yang terjebak sejak penutupan bandara, 26 Maret 2020 lalu.

“Alasan utama ya karena sampai hari ini, kami belum terima surat izin dari Pemda Yahukimo untuk semua penumpang yang di Jayapura ini untuk berangkat ke Dekai esok. Ada nomor telp dicantumkan di Surat Edaran Bupati Yahukimo itu. Kami coba hubungi tapi tak pernah direspon. Telp tidak diangkat,” ujat Lisny kepada papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Selasa (30/06/2020) petang.

Menurut Lisny, berdasarkan pengalaman protokol penumpang ke Wamena Jayawijaya, lima hari sebelum terbang di tangal 26 Juni lalu, pihak Trigana sudah menerima dokumen izin masuk dari tiap penumpang.

“Jadi formulir yang diberikan penumpang tujuan Wamena ke kami, ini sama dengan yang diberikan Yahukimo ke kami juga. Jadi mekanismenya, setiap penumpang isi formulir izin masuk ke Pemda Jayawijaya melalui Tim Gugus Tugas Covid di sana. Kemudian Tim Gugus Tugas kirim kembali ke penumpang. Nah, para penumpang dengan dokumen surat izin ini ajukan ke Trigana minta seat kapan bisa berangkat. Nah ketika sudah ada kepastian mereka berangkat kapan, barulah dilakukan Rapid Test,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo, John F. Ronsumbre membenarkan batalnya penerbangan Trigana ke Dekai esok karena belum ada surat izin masuk dari tiap penumpang yang kembali ke Dekai.

“Kami tadi sudah koordinasi dengan pihak Trigana Air dan mereka memang tidak bisa berangkat esok, 1 Juli 2020. Alasan utamanya, surat izin masuk dalam format isian data tiap penumpang yang harus disetujui dan ditandatangani pihak Pemda Yahukimo, dalam hal ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan belum ada. Karena tanpa surat itu, pihak Trigana belum bisa mengeluarkan tiket bagi tiap penumpang. Itu syarat selain diokumen kesehatan hasil Rapid Test,” kata John.

Menurut John, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Yahukimo dan berinisitif untuk mengkoordinir para penumpang yang siap berangkat dari Yahukimo untuk mengisi formulir surat permohonan izin masuk ke Yahukimo dan mengirimkan ke Dekai melalui Whatsapp.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo, John F. Ronsumbre.

 

“Yang penting, Tim Gugus Tugas di Dekai harus respon segera untuk menandatangani dan mengirim balik lewat WA agar dibagikan ke setiap penumpang. Kalau sudah ada surat izin, maka penumpang akan datang ke bandara untuk memastikan tiketnya, kapan berangkat, dan di situ barulah kita atur kapan Rapid Test. Nanti kita arahkan ke Labkesda yang gratis,” tegasnya.

Untuk mempermudah, pihaknya akan menggunakan media sosial seperti whatsapp, IKKJ dan facebook untuk menyampaikan himbauan kepada calon penumpang Trigana yang adalah warga Yahukimo yang terjebak di Jayapura dan sekitarnya untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi dalam rangka penyiapan dokumen administrasi keberangkatan mereka ke Dekai. (Gusty Masan Raya)

Trigana Layani Full Seat Penumpang Ke Dekai Dengan Harga Tiket Normal

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo, John F. Ronsumbre.

 

JAYAPURA (PB.COM)Maskapai Trigana Air Service dalam rencana akan membuka kembali penerbangan dari Bandara Sentani Jayapura ke Dekai, Ibukota Kabupaten Yahukimo. Namun akibat Covid-19, penerbangan hanya dilakukan seminggu dua kali yaitu pada Rabu dan Sabtu.

“Kami baru saja berkoordinasi dengan pihak Trigana Air bahwa mereka sudah memastikan hanya dua kali seminggu. Tapi mereka tetap layani penumpang full seat dengan harga tiket normal alias tidak dinaikkan. Slot time yang dikeluarkan otoritas Bandara Sentani untuk kita di Dekai nanti mulai tanggal 1 Juli,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo, John F. Ronsumbre kepada papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Sabtu (27/06/2020).

Menurut John, kebijakan maskapai Trigana untuk tetap memuat penumpang full seat sebanyak 70 penumpang tentu disebabkan oleh beberapa faktor. Selain karena biaya operasional yang besar, juga jadwal terbang baru yang berkurang. Sebelum pandemi Covid-19, Trigana Air Service setiap hari melayani rute penerbangan Jayapura-Dekai maupun sebaliknya.

“Nah sekarang tinggal dua kali seminggu, sementara banyak calon penumpang sedang menunggu. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Wings Air untuk terbang kembali di rute yang sama ke Dekai, tapi hingga hari ini belum ada jawaban dari maskapai,” tuturnya.

John berharap, masyarakat bisa bersabar dengan kondisi pelayanan transportasi yang belum normal ini. Secara khusus, masyarakat harus memberi kesempatan kepada 470-an calon siswa dan mahasiswa Yahukimo yang sedang menunggu keluar dari Yahukimo ke Jayapura

“Kami minta agar semua calon penumpang, baik yang keluar dari Yahukimo maupun yang datang ke Yahukimo, tetap mematuhi persyaratan administrasi berupa surat Rapid Test dan surat izin keluar masuk daerah. Protokol kesehatan seperti jaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan harus diperhatikan sesuai SOP di bandara,” tegasnya.

Ia mengatakan dirinya juga salah seorang ASN yang terkena kebijakan lock down tetapi tetap melaksanakan tugas di Jayapura. Baik itu melalui aplikasi zoom, maupun giat koordinasi dengan pihak penerbangan di Jayapura.

“Tapi kami belum punya data, berapa warga ber-KTP Yahukimo yang saat ini terjebak di Jayapura dan sekitarnya karena kebijakan penutupan penerbangan sejak Maret 2020 ini,” katanya. (Gusty Masan Raya)