GIDI Jemaat Eden Entrop Rayakan HUT ke-5 dengan Ibadah Syukur

Gembala GIDI Jemaat Eden Pdt. Reinhard Ohee bersama ibu dan Penanggungjawab Jemaat Eden Yarius Balingga bersama ibu merayakan HUT Jemaat Eden ke-5 dengan meniup dan memotong kue ulangtahun.

JAYAPURA (PB.COM) – Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden Entrop merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-5 dengan ibadah syukur, Senin (18/4/2022). Sebelumnya, rangkaian kegiatan menyambut HUT digelar oleh panitia dengan berbagai perlombaan seperti perlombaan voli putra putri, lomba vokal grup, solo lagu-lagu gerejawi maupun band musik gereja.

Ibadah syukur dihadiri jemaat Eden, jemaat dari gereja lainnya dan denominasi gereja yang ada di Papua. lagu-lagu rohani dinyanyikan dengan penuh sukacita, sebelum Gembala GIDI Jemaat Eden, Pdt. Reinhard Ohee, S.Th menyampaikan Firman Tuhan.

Di usia 5 tahun, Pdt. Reinhard meminta kepada jemaat Eden agar memperhatikan rencana Tuhan yang besar. Bukan hanya menceritakan bagus dan indahnya gereja yang dibangun tetapi menjelaskan rencana Tuhan dalam hidup masing-masing. Karena Tuhan mati ada rencana-Nya. Mau menolong kita, mau menyelamatkan kita.

Firman Tuhan terambil dari Matius 1:1. Menurut Pdt. Reinhard, Injil Matius dimulai dengan kata, “Inilah silsilah”. Artinya, Matius ingin menjelaskan Yesus sebagai raja, dengan memulai ‘inilah silsilah’. Makna dari silsilah sangat penting bagi Matius. Dia ingin menjelaskan kepada semua orang, inilah kebenaran. Inilah kasih yang sesungguhnya.

“Untuk mengerti rencana Tuhan, silsilah mengingatkan kita pada pribadi yang terlibat dalam proses Tuhan secara terus menerus. Proses Tuhan membentuk anak-anak Tuhan sampai ada di sini. Orangtua waktu menerima Yesus lalu mereka pergi, misionaris datang di Indonesia lalu pulang tetapi kata-kata yang ditinggalkan adalah kami berdiri sendiri,” jelas Pdt. Reinhard.

Pdt. Reinhard Ohee, S.Th

Karena kebenaran, proses yang orang-orangtua ikuti membuat generasi sekarang ada dalam jemaat. “Semangat yang Tuhan buat di generasi ini, di Tanah Papua dimulai dari Mansinam, rencana Tuhan besar sekali. Kasihnya tidak pernah berubah. Karena itu generasi sekarang, dari yang dulunya primitive, Allah angkat ke standar yang sama dengan semua manusia di dunia ini,” lanjutnya.

Inilah silsilah, terang Pdt. Reinhard mengingatkan kita tentang keturunan perjanjian. Janji Allah terus berjalan dari Abraham sampai sekarang dan selamanya. “Orang yang memberkati engkau akan diberkati dan orang yang mengutuk engkau akan dikutuk. Abraham pegang janji itu dan setia sampai Yesus pun disebut anak Abraham. Semua orang yang mengaku Yesus adalah Tuhan maka dia adalah bagian dari silsilah Abraham,” tambah Reinhard.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Jemaat Eden, Korfan Pahabol, dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada semua jemaat maupun donatur atas sumbangsihnya menyukseskan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut HUT.

Jemaat Eden mengadakan beberapa kegiatan di antaranya pertandingan voli, dan perlombaan vokal grup lagu-lagu gerejawi, solo dan band musik gereja. Perlombaan ini tidak hanya dikhususkan kalangan GIDI saja, tetapi gereja lainnya juga bisa berpartisipasi. Terbukti untuk perlombaan voli, yang juara 1 dari gereja GKI.  Hadiah berupa trophy diserahkan kepada pemenang lomba, usai ibadah syukur.

 

Motivasi Pertumbuhan Jemaat

Sebagai panitia yang memperjuangkan Jemaat Eden hadir dan sebagai penanggungjawab HUT ke-5, Yarius Balingga, SE, mengaku sangat bersyukur. Menceritakan sejarah singkat berdirinya Jemaat Eden di hadapan jemaat dan tamu undangan, Yarius punya harapan. Ke depan, semua pimpinan gereja dan juga pimpinan Klasis, ketika gereja hadir dan berulang tahun maupun peresmian, harus berhati besar untuk memberi motivasi kepada jemaat supaya jemaatnya maju berkembang.

Yarius Balingga, SE

Yarius melihat perkembangan gereja sangat positif. Semua denominasi gereja sangat mendukung berjalannya Jemaat Eden. Hal itu terlihat saat pembangunan gereja yang meskipun harus berhadapan dengan berbagai persoalan hukum, namun dukungan terus mengalir hingga diresmikan pada tanggal 20 November 2021 lalu.

“Kami sangat apresiasi Pemerintah Provinsi Papua maupun Wali Kota Jayapura untuk kerjasamanya dengan berbagai denominasi gereja, baik GKI di Tanah Papua, Kingmi, Baptis dan lainnya, karena ketika peresmian maupun HUT, yang kami undang maupun tidak undang pun bisa hadir. Ini merupakan kekompakan dan kebersamaan yang sudah terwujud,” bebernya.

Sebagai penanggungjawab di gereja Eden, Yarius berterima kasih untuk semua tim dan panitia karena telah bekerja keras sehingga semua berjalan baik sampai pada hari-H perayaan HUT.

Kepada wartawan usai ibadah syukur, Yarius juga mengungkapkan sedikit kekesalannya kepada pimpinan GIDI Klasis Port Numbay, Wilayah Pantura. Jemaat Eden diberi sanksi disiplin selama 3 bulan, terhitung sejak Maret hingga Mei 2022. “Kami sudah meminta klarifikasi secara tertulis, (mempertanyakan) di mana letak kesalahan kami. Tetapi sampai saat ini, surat yang kami berikan ke Klasis hingga wilayah maupun sinode pusat, belum ditanggapi,” ungkap Yarius.

Penyerahan tropi kepada pemenang lomba dalam rangka HUT GIDI Jemaat Eden ke-5.

Karena itu, pelayanan di gereja tetap berjalan. Harapannya, jika salah satu jemaat dilihat ada kesalahan, jangan dibiarkan. Kalau ada sanksi disiplin, mestinya diberi penjelasan letak kesalahan di mana sehingga pantas didisiplinkan. Dengan demikian, jemaat tidak mundur tetapi semakin maju. Imannya pun semakin dikuatkan.

“Kalau disiplin lalu ditinggalkan, itu bukan jiwa seorang pemimpin yang berkarakter Kristus. Pimpinan klasis harus serius tangani masalah jemaat Eden,” tegas Yarius. Kalau dibilang jemaat Eden sombong, ia tidak tahu dilihat dari sisi mana.

Yang membuatnya heran, setelah keluar keputusan Jemaat Eden dikenakan disiplin, sampai saat ini tidak pernah ada utusan yang datang dari Klasis untuk klarifikasi. Sebagai bagian dari GIDI, sambung Yarius, Jemaat Eden juga punya hak untuk menyampaikan Firman Tuhan. Ia kembali berharap pimpinan Klasis Port Numbay bisa duduk bersama, merangkul dan memotivasi jemaat Eden yang usianya masih sangat muda untuk semakin bertumbuh dalam iman. (Frida Adriana)

PD Irian Bhakti Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir di Abepura dan Sentani

Direktur Utama PD Irian Bhakti Yarius Balingga, SE menyerahkan bantuan kepada korban banjir dan diterima oleh Bendahara I Klasis Port Numbay, Pdt. Philemon Magna, S.Th.

JAYAPURA (PB.COM) – Perusahan Daerah (PD) Irian Bhakti menyalurkan bantuan kepada warga Kota dan Kabupaten Jayapura yang terdampak banjir pada Jumat (7/1/2021) lalu. Bantuan disalurkan melalui Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Pantura Klasis Port Numbay, Kotaraja Distrik Abepura dan Gereja GIDI Jemaat Tabor Sentani, Kabupaten Jayapura.

Penyaluran bantuan dimulai dari Kantor Klasis Port Numbay, Kotaraja, Jumat (14/1/2021). Bantuan berupa beras, kasur dan bahan makanan lainnya, diserahkan oleh Direktur Utama PD Irian Bhakti Yarius Balingga, SE dan diterima oleh Bendahara I Klasis Port Numbay, Pdt. Philemon Magna, S.Th.

Kepada Pdt Philemon dan beberapa pemuda yang menerima bantuan, Yarius mengatakan, bantuan kemanusiaan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian PD Irian Bhakti terhadap warga jemaat GIDI yang terdampak banjir.

Pdt Philemon pun berterima kasih karena PD Irian Bhakti sudah peduli terhadap warga GIDI Klasis Port Numbay yang di dalamnya ada 28 jemaat dan 3 Pos Pekabaran Injil (PI). Dengan bantuan ini, bisa meringankan beban jemaat yang terkena bencana banjir.

Selanjutnya rombongan PD Irian Bhakti menuju Sentani, Gereja GIDI Jemaat Tabor. Bantuan yang sama beserta uang senilai Rp 50 jutajuga diserahkan oleh Yarius, dan diterima oleh Pdt. Yaben Balingga. “Kami sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan karena telah mendapat bantuan dari PD Irian Bhakti. Semoga PD Irian Bhakti juga bisa membantu orang lain seperti kami hari ini,” ucap Yaben.

Kepada wartawan usai menyerahkan bantuan, Yarius mengemukakan, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PD Irian Bhakti turut peduli terhadap warga di Kota dan Kabupaten Jayapura yang terdampak banjir.

“Kami bantu beras, kasur, uang. Nilainya tidak seberapa. Tetapi kami bantu karena rasa tanggungjawab,” ucapnya. Ia menambahkan, sudah seharusnya PD Irian Bhakti sebagai perusahan milik daerah ikut bertanggungjawab membantu.

Dirut PD Irian Bhakti Yarius Balingga menyerahkan bantuan kepada korban banjir Sentani, diterima oleh Pdt. Yaben Balingga, Gembala GIDI Jemaat Tabor Sentani.

Perjuangkan PD Irian Bhakti menjadi Perseroan Terbatas

Pada bagian lain, Yarius juga mengemukakan kekecewaannya karena perjuangannya untuk menaikkan PD Irian Bhakti menjadi Perseroan Terbatas (PT) tidak diakomodir oleh DPR Papua pada sidang paripurna akhir tahun 2021 lalu.

“Padahal kami mempertanggungjawabkan Papua dan Papua Barat, penyaluran beras PNS Papua dan Papua Barat, sehingga kami mengharapkan sekali untuk berubah status menjadi PT agar pertanggungjawaban menjadi jelas,” keluhnya.

Karena itu, kata Yarius, ia kemudian mengajukan surat kepada Ketua DPR Papua untuk audiens, sehingga ketika ada sidang DPR Papua lagi, bisa diakomodir dan dibahas untuk ditetapkan menjadi PT. Dengan menjadi PT, pada tahun 2023 nanti, menurutnya, pertanggungjawaban menjadi gampang dari sisi administrasi, aset, dan juga sumberdaya alam yang ada di Papua dan Papua Barat, mengingat aset perusahan yang cukup besar.

“Perusahan ini telah berdiri sejak tahun 1960-an, tetapi statusnya masih perusahan daerah. Harapan saya,kami solid dan program kami pemerintah provinsi bisa mendorong menjadi PT,” harap Yarius.

Terkait penyaluran beras untuk pegawai negeri, lanjutnya, berjalan lancar hingga ke pelosok daerah. Akses untuk distribusi beras di tahun 2021 pun tidak ada yang tertunda. Baik lewat akses jalan darat, laut dan udara. “Semua (daerah) kami sudah suplay sehingga pegawai tidak ada lagi yang demo ke pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, di masa kepemimpinannya dalam satu tahun berjalan, ia membenahi akses-akses yang tersendat di tahun sebelumnya. “Salah satunya di Kabupaten Yahukimo tahun 2019 dan 2020, beras belum tersalurkan. Semuanya kami salurkan di tahun 2021.Sekarang tahun 2022, kami siap distribusikan beras untuk Papua dan Papua Barat,” tandasnya. (Frida Adriana)

Gereja Telah Ditahbiskan, Panitia Pembangunan Gereja GIDI Jemaat Eden Dibubarkan

Jemaat dan Gembala Jemaat Eden, Pdt. Reinhard Ohee memberikan piagam penghargaan dan Mahkota Cenderawasih kepada Yarius Balingga dan ibu Merry W. Balingga atas kontribusinya sebagai ketua panitia pembangunan gereja dan teladan Jemaat Eden tahun 2022.

JAYAPURA (PB.COM) – Panitia Pembangunan Gedung Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden Entrop, Klasis Port Numbay, dibubarkan pada Kamis (6/1/2022), di dalam ibadah syukur. Panitia dibubarkan setelah gedung gereja ini resmi ditahbiskan pada 20 November 2020 lalu oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP. MH dan Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja GIDI Jemaat Eden, Yarius Balingga, SE, kepada wartawan usai ibadah syukur, mengemukakan, delapan tahun panitia berjuang untuk status tanah ini dan sudah diresmikan sehingga panitia sudah saatnya dibubarkan, selanjutnya gereja ini dikelola oleh pemimpin gereja.

Yarius berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu panitia, selama proses pembangunan gereja hingga pentahbisan pada November 2021 lalu.

Yarius Balingga, SE

Pada kesempatan itu, ia kembali menjelaskan mengenai status tanah gereja. Dalam gugatan di Jayapura, pihaknya menang di Pengadilan Tinggi Jayapura. Tetapi perusahan Bintang Mas yang mengklaim kepemilikan tanah gereja, mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) di Jakarta. Di Dalam Peninjauan Kembali, hakim MA kemudian mengkaji kembali kondisi yang ada di Papua.

Karena itu, kata Yarius, status  tanah ini, anak adat almarhum Sonny Hamadi sebagai pemilik hak ulayat sah memberikan kepada Gereja GIDI untuk didirikan gereja. “Hakim menghargai keputusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Tinggi Jayapura yang memenangkan hak adat Sonny Hamadi. Dalam perjalanan panjang (sengketa tanah) ini, hakim memutuskan bahwa tanah ini tidak bisa digugat oleh siapa pun dan lokasi gereja itu sudah sah milik gereja GIDI Eden,” ungkap Yarius.

Puji-pujian dalam ibadah syukur pembubaran panitia pembangunan gereja GIDI jemaat Eden.

Keputusan dari MA ini turun menjelang peresmian gereja pada November 2021 lalu. Jadi menurutnya, peresmian dilakukan karena status tanah sudah tidak ada masalah lagi. Sudah selesai. Kata Yarius, ia memegang hasil putusan dari MA yang salah satu poinnya adalah, status tanah ini sah milik Gereja GIDI Jemaat Eden dan tidak bisa dieksekusi. Dan semua jemaat dan masyarakat luas telah mengetahui status tanah ini adalah milik sah gereja, setelah diresmikan pada 20 November 2021 lalu.

Yarius kembali menegaskan bahwa pihak mana pun, tidak ada yang berani mengeksekusi tanah gereja. Siapa pun yang mencoba-coba mengganggu status tanah gereja ini, semua denominasi gereja yang ada di Papua akan melawan dan membela, termasuk dari agama lain di Tanah Papua. Karena persatuan dan toleransi beragama yang begitu kuat di Papua.

Suasana ibadah syukur

Dengan demikian, pihaknya menggelar ibadah syukuran di halaman gereja, sebagai akhir perjalanan kepanitiaan pembangunan gereja. “Kami memulai (bentuk panitia) dengan baik dan mengakhirinya (pembubaran panitia) juga dengan baik,” kata Yarius.

Ibadah syukur ini mengambil tema, “Mengucap Syukur Dalam Keadaan Apapun (1 Tesalonika 5: 16-18)”, dengan pengkotbah Pastor John Bonay. Kotbah yang diambil dari Kitab Matius 11: 20-30, Pastor John meminta kepada jemaat agar percaya sungguh-sungguh kepada Yesus. Hanya Tuhan yang membuat kualitas manusia oke di hadapan-Nya.

Pastor John Bonay

Pada ibadah syukuran, sebelum panitia dibubarkan, Ketua Panitia Pembangunan Gereja GIDI Jemaat Eden, Yarius Balingga memberikan penghargaan berupa kado kepada tiga orang yang menurutnya mendampingi panitia dari awal pembangunan gereja hingga pentahbisan gereja.

Pada kesempatan itu pula, jemaat dan Gembala Jemaat Eden, Pdt. Reinhard Ohee memberikan piagam penghargaan dan Mahkota Cenderawasih kepada Yarius Balingga dan ibu Merry W. Balingga atas kontribusinya sebagai ketua panitia pembangunan gereja dan teladan Jemaat Eden tahun 2022. (Frida Adriana)

Pesan Natal Jemaat GBGP Viktory Agung: Bawa Papua Kepada Tuhan Melalui Pekabaran Injil!

Ibadah Natal Gereja Betel Gereja Pantekosta di Tanah Papua Jemaat Victory Agung Jayapura, Kamis (9/12/2021) malam.

JAYAPURA (PB.COM) – Papua sebagai pintu gerbang emas di dalam menara doa Yerusalem, Israel, sampai hari ini belum semua orang mengenal Tuhan. Di pelosok-pelosok negeri yang kaya ini, banyak penduduk asli yang belum mendapat kabar kesukaan mengenai Yesus Kristus. Papua harus dibawa kepada Tuhan melalui Pekabaran Injil.

Pesan dan renungan Natal ini disampaikan Pdt Irwan Wijaya, Ketua Departemen Misi Gereja Betel Indonesia, di dalam ibadah Natal Gereja Betel Gereja Pantekosta (GBGP) di Tanah Papua Jemaat Victory Agung Jayapura, Kamis (9/12/2021) malam.

Ibadah Natal yang diawali dengan puji-pujian ini begitu semarak dan membakar semangat jemaat dan tamu undangan yang hadir di dalam dan luar gereja. Frans Sisir, salah satu musisi Papua yang terkenal dengan talentanya dalam bernyanyi dan memainkan alat music sisir dan plastic yang terdengar seperti saksofon turut mempersembahkan pujian yang memukau jemaat dan tamu undangan.

Pdt Irwan, dalam kotbahnya mengemukakan, Natal ini bicara khusus Dia (Yesus) yang sudah menjadi manusia. Berita kesukaan di dalam Kitab Lukas 2:10, di mana situasi saat itu gembala-gembala sedang mengembalakan domba-domba, tiba-tiba kaget karena mereka melihat malaikat dan mereka gemetar ketakutan. Tetapi malaikat mengatakan, “Jangan takut sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamua kesukaan besar untuk seluruh bangsa”.

Ketua Departemen Misi Gereja Betel Indonesia, Pdt Indra Wijaya saat berkotbah.

“Berita Natal adalah berita kesukaan. Karena itu, berita kesukaan tidak bisa ditahan, berita itu harus sampai di ujung bumi, sampai di tempat ini,” ucapnya.

Di dalam dunia misi, jelas Pdt Irwan yang juga Ketua Sekolah Tinggi Teologi (STT) di Batam, semua orang akan belajar mulai dari Yerusalem sampai ke ujung bumi, sampai di Papua. Itu artinya ada suatu rencana Tuhan yang harus dimengerti sebagai anak negeri Tanah Papua. “Kita harus mengerti rancangan Tuhan atas hidup kita, atas negeri yang disebut negeri Melanesia yang ada di ujung Timur Indonesia,” katanya.

Karena Papua dalam rencana Tuhan, tidak heran kalau berita kesukaan ini melalui hambanya, Ottow dan Geisler sampai di Papua, di Pulau Mansinam Manokwari, Papua Barat. Dari tujuh wilayah adat yang ada, Papua dibentuk dari berbagai ragam dan suku. Makanya Papua disebut ujung bumi.

“Papua dari tujuh wilayah adat ini masih ada anak-anak suku depan yang sampai hari ini injil belum diberitakan. Papua harus menemukan jati dirinya sampai kepada satu titik yang disebut destiny. Setiap orang, setiap gereja Tuhan ada panggilannya,” jelas Pdt Irwan.

Puji-pujian dalam ibadah Natal.

Namun fakta hari ini bahwa negeri yang mau dirusak dalam cengkeraman kuasa gelap, adalah satu negeri yang istimewa. Menurut Pdt Irwan, di 12 pintu gerbang Israel, di menara doa Yerusalem, ketika mereka membagi dunia ini menurut anak bangsa Israel, Papua ini masuk dalam pintu gerbang emas. Karena pintu gerbang emas itulah, rakyat di negeri ini membayar dengan mahal. Seluruh dunia tertarik dengan wilayah ini.

“Pesan Natal, ada satu negeri yang ada dalam pintu gerbang emas, yang selama ini diobok-obok. Tidak heran orang menyebut Papua negeri kaya, tanah kaya yang dimiskinkan.  Tahun 2016, Papua masuk daerah termiskin dan hingga saat ini status itu tidak berubah. Apa yang salah di tanah ini? Injil masuk ke Papua 160 tahun lalu dan tanah ini belum berubah, ada apa?” tanya Pdt Irwan.

Data BPS tahun 2020-2021, Papua dan Papua Barat urutan pertama dan kedua termiskin di Indonesia. Padahal gereja terpadat di Indonesia ada di Papua. Ada apa? Mencermati fakta-fakta ini, Papua perlu dibawa dalam doa, dan misi pekabaran injil hingga pelosok dan pedalaman.

Pdt. Indra Karubaba

Sementara itu, Pdt. Indra Karubaba, Gembala Sidang Gereja Betel Gereja Pantekosta di Tanah Papua Jemaat Victory Agung Jayapura, kepada  wartawan usai ibadah Natal, mengemukakan satu hal penting menyangkut perayaan Natal di tahun 2021 yaitu tentang misi di Papua.

“Kami mengambil tema Injil Yohanis 1:14, Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Ini fakta penting bahwa Yesus, Allah yang kita sembah, Dia sudah ada di tengah-tengah kita sehingga tidak ada alasan untuk kita tidak melakukan sesuatu. Secara khusus untuk Papua, kita lihat situasi Papua saat ini. Saya tidak tahu entah karena situasi politik, membuat perhatian kita teralih sehingga kondisi misi di Papua sedang merosot,” ungkapnya.

Lewat kesempatan Natal ini, kata Pdt Indra, refleksi Natal penting yang sudah disampaikan Pdt Irwan, mari kembali membawa Papua kepada Tuhan melalui pekabaran injil. “Saya mau sampaikan kepada hamba-hamba Tuhan, mari perhatian kita arahkan kepada Papua secara khusus dalam penginjilan. Gereja jangan hanya memikirkan pembangunannya, tetapi kita juga harus dalam proses penginjilan ke pedalaman-pedalaman sebab di sana ada banyak orang yang membutuhkan kita,” pintanya.

Khusus untuk Papua, pesan Pdt Indra, jangan mengharap sesuatu yang besar tetapi tidak mengandalkan Tuhan. “Mari sama-sama bergandengan tangan memberitakan injil ke seluruh Papua sampai di pelosok-pelosok sehingga mereka mengenal satu nama yaitu Yesus Kristus. Dan saya percaya Papua akan dibawa menuju satu musim baru, di mana kita bisa menikmati kasih Tuhan yang luar biasa, lebih dari apa yang kita nikmati pada hari ini,” harap dia.

Kirim Guru-guru ke Pelosok Papua

Usai ibadah Natal, Pdt Irwan Wijaya yang juga Ketua Indonesia Cerdas, kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah mengirim guru-guru hampir ke semua pelosok Papua yang memerlukan tenaga guru. Ia merekrut tenaga-tenaga guru dari berbagai daerah  khususnya Universitas Kristen di Indonesia yang kemudian di-training dan tempatkan di kabupaten-kabupaten.

“Kami lakukan ini karena pertama, tingkat buta huruf di Papua tinggi sekali, hampir 28%, 10 kali lipat dari rata-rata Indonesia,” ucapnya. Hal ini dipicu oleh Indeks Pembangunan Manusia, (IPM) Papua nomor satu terendah padahal negeri ini sangat diberkati. “Ini menjadi beban moral tersendiri,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga mengirim tenaga misi untuk membantu gereja-gereja yang ada di Papua juga menanam gereja bagi yang belum ada gereja. “Dan saya juga banyak mengambil anak-anak Papua dari berbagai denominasi yang kami sekolahkan di Batam dan kami asramakan,” jelasnya.

“Saya punya hati untuk Papua ini sebenarnya sudah lama. Dari tahun 1985, setiap kali kami terbang dulu. Saya sekolah di Amerika, dan setiap kali saya transit di Biak, Bandara Frans Kaisiepo, hati ini selalu menyala. Ketika saya pulang ke Indonesia, hati ini mulai bergerak mengutus misionari itu dari tahun 2009 sampai sekarang,” bebernya.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengirim guru sebanyak 1.026 dan ini akan ada angkatan ke-27, yaitu 20 orang dikirim ke Jayawijaya dan 3 orang ke Jayapura. “Total untuk Papua guru-guru Indonesia Cerdas 1.049, tetapi mereka rata-rata ada yang sudah menjadi PNS sehingga kami suplay lagi,” tukasnya. (Frida Adriana)

Yarius Balingga: Gereja GIDI Eden Telah Sah Diresmikan, Status Tanah Tidak Ada Persoalan Lagi!

Ketua Panitia Pembangunan dan Pentahbisan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden, Yarius Balingga

JAYAPURA (PB.COM) – Ketua Panitia Pembangunan dan Pentahbisan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden, Yarius Balingga menegaskan, status kepemilikan tanah berdirinya gereja Eden yang baru ditahbiskan adalah sah milik gereja.

Keabsahan ini dibuktikan dengan penyerahan dokumen dari Mahkamah Agung yang diberikan Kuasa Hukum kepada pihak gereja disaksikan jemaat, Gubernur Papua Lukas Enembe, Ketua DPR Papua Jhony Banua, pejabat-pejabat daerah dan tamu undangan lainnya, Sabtu (20/11/2021) dalam syukuran Pentahbisan Gereja Eden.

“Hari ini kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena sepanjang tujuh tahun perjalanan membangun gereja ini, tetapi hari ini adalah waktu yang Tuhan siapkan di mana tanggal 20 November 2021 merupakan peresmian Gereja GIDI Jemaat Eden. Sebagai ketua panitia mengucap syukur pada Tuhan karena semua hadir,” kata Yarius kepada wartawan usai pentahbisan Gereja Eden.

Yarius mengatakan, Gubernur Provinsi Papua dan Presiden GIDI telah menandatangani prasasti dan itu artinya sudah sah untuk jemaat pakai beribadah karena sudah diresmikan. “Kami sangat bersyukur Tuhan menuntun dari pagi hingga selesai acara peresmian,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, proses yang dilalui selama tujuh tahun dengan lika liku yang sangat melelahkan, terbayarkan dimana secara resmikan Kuasa Hukum telah serahkan dokumen bukti kepemilikan sah tanah berdirinya Gereja GIDI Eden. Gereja yang dapat menampung 1.500 jemaat ini harapannya dapat menjadi berkat untuk Papua.

“Itu sudah tanda sah tanah ini milik Gereja Injili di Indonesia dan juga jemaat Eden dan tidak ada persoalan lagi untuk status tanah ini. Ini sama seperti Alkitab yang tidak bisa berubah. Keputusan sah yang diturunkan untuk status tanah ini,” tegasnya.

Pihaknya juga sangat bersyukur untuk semua masyarakat yang telah hadiri pesta rakyat. Karena ini bukan sumbangan uang dan lain-lain. Ini murni sumbangan masyarakat. “Babi hari ini 1006 ekor dan itu sumbangan dari semua denominasi gereja yang ada, termasuk Islam pun ikut menyumbang untuk syukuran rakyat ini. Jadi bukan hanya jemaat GIDI. Itu yang membuat kami merasa bersyukur sekali,” ungkapnya.

“Kami bersyukur karena khusus Papua, semua denominasi gereja mendukung. GIDI, Kingmi, Baptis, GKI di Tanah Papua, termasuk muslim, Hindu dan Budha. Jadi sesuatu yang orang lain mau eksekusi lokasi ini, tidak bisa karena denominasi gereja di Papua itu sangat erat. Kami sangat bersyukur karena kesatuan persatuan di Tanah Papua itu berbeda dengan daerah-daerah lain,” sambungnya.

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli

Sementara itu, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli yang juga kader Gereja GIDI, pada kesempatan terpisah, turut merasa bangga ada satu gereja megah yang ada di jantung Kota Jayapura. “Selama ini GIDI memiliki jumlah jemaat yang cukup banyak dan hampir satu juta jemaat GIDI di seluruh Tanah Papua dan gerejanya lebih banyak berada di dalam, sedikit sekali gereja yang letaknya berada di depan jalan utama,” ucapnya.

Gereja Eden adalah yang pertama di jalan utama dan tempatnya sangat strategis. “Secara fisik kita sudah bisa melihat bahwa perkembangan sedang terjadi. Juga Gereja GIDI Jemaat Elroy yang sedang dibangun di Kampung Harapan, itu strategis di pinggir jalan,” lanjutnya.

Hamba-Hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja di Tanah papua yang turut mendoakan Gereja GIDI Eden.

Menurut Didimus, panitia telah bekerja dengan baik dan mereka telah memberikan kesaksian yang meneguhkan iman Kristen bahwa mereka jalan dengan pertolongan Tuhan dan bisa menyukseskan acara ini, terutama pembangunan gereja ini. “Kami sebagai kader, sebagai jemaat mengucap syukur dan selamat sukses kepada panitia yang sudah bekerja dengan maksimal,” kata Didimus.

“Seperti kesaksian ibu Yulce W. Enembe, bahwa selama ini orang berpikir Gubernur dan ibu beribadah di sini, jadi semua clear. Kalau seandainya seperti itu, pasti satu dua tahun semua beres, tetapi ini butuh waktu tujuh tahun untuk membangun gereja ini. Ini keteguhan dan bukti iman bahwa mereka mengasihi Tuhan dan Tuhan sudah menolong jemaat di sini,” katanya kemudian.

Pesan Presiden GIDI

Sebelumnya, saat memberikan sambutan pada pentahbisan Gereja GIDI Jemaat Eden, Presiden GIDI Doman Wandikbo berpesan kepada jemaat GIDI untuk memperhatikan pemuda dan sekolah minggu. “Gereja bisa bertahan, masa depan keluarga, semua ada di gereja. Karena itu sekali lagi, saya titip perhatikan guru-guru sekolah minggu dan anak-anak sekolah minggu dan pemuda pemudi,” pesan Dorman.

Ia juga berterima kasih pemuda-pemudi di Eden yang menjadi agen pembawa perubahan, selalu mendukung setiap kegiatan yang terhormat ini. “Pelayanan kepada pemuda, pelayanan kepada anak-anak sekolah minggu adalah hal yang paling penting,” katanya mengingatkan.

Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo bersama Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP. MH memasuki Gereja GIDI Jemaat Entrop.

“Kedua, pelayanan pastoral. Tingkatkan pelayanan pastoral karena itu penting. Hamba Tuhan berkotbah di mimbar siapa saja bisa, tapi satu hal yang paling sulit yang kita lakukan adalah mengunjungi jemaat dari rumah ke rumah.Kenapa mereka tinggal, kenapa mereka tidak datang ke gereja beribadah, kunjungi mereka, lakukan pelayanan pastoral. Kalau ini dilakukan saya percaya bahwa jemaat yang ada di sini adalah jemaat yang memberi, jemaat di sini adalah jemaat yang mengutus,” jelas Dorman. (Frida Adriana)

Tahbiskan Gereja GIDI Jemaat Eden, Presiden GIDI Minta Jemaat Bangun Komunitas

Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Presiden GIDI Pdt Dorman Wandikbo, Gembala Jemaat Eden Pdt. Reinhard Ohee dan Ketua Diaken Jemaat Eden Yarius Balingga, menandatangani prasasti peresmian Gereja GIDI Jemaat Eden, Sabtu (20/11/2021).

JAYAPURA (PB.COM) – Gereja Injili di Indonesia Jemaat Eden Entrop, Jayapura, ditahbiskan Jumat (29/11/2021) ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MH dan Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo.

Ibadah syukuran pentahbisan Gereja GIDI Jemaat Eden ini, dihadiri ribuan jemaat GIDI dan jemaat dari berbagai denominasi gereja di Tanah Papua. Puji-pujian sebagai ungkapan sukacita jemaat dinyanyikan dengan penuh semangat, sebelum ibadah syukur dimulai.

Pdt. Dorman Wandikbo berkotbah tentang membangun di atas batu karang yang terambil dari Kitab Matius 16: 16-18. Sesuai dengan tema syukuran dan pentahbisan gereja, Dorman menekankan tiga poin penting dalam jemaat yang harus menjadi perhatian.

Pertama adalah membangun komunitas keluarga. Ia menjelaskan, keluarga merupakan batu karang yang kuat, keluarga adalah gereja yang kuat, keluarga merupakan pemerintah setempat, keluarga adalah fondasi yang kuat, keluarga merupakan gereja yang sebenarnya.

Suasana ibadah pentahbisan Gereja GIDI Jemaat Eden.

“Satu hal penting dalam membangun jemaat di atas batu karang yaitu keluarga. Terdiri dari suami, istri dan anak-anak. Cara membangun komunitas adalah komunikasi antara suami, istri dan anak-anak. Anak sangat penting. Karena itu, didik mereka untuk menjadi mandiri. Gereja bukan gedung, gereja adalah keluarga. Didiklah anak jadi batu karang yang teguh,” pesan Dorman.

Hal kedua adalah membangun komunitas gereja. Di dalammnya ada komunitas orangtua untuk pemulihan iman, anak-anak dididik untuk takut akan Tuhan. Kata Dorman, jika Orang Papua meninggalkan gereja, otomatis akan mati. Karena sejarah gereja di Papua berbeda dengan daerah lain. “Ottow dan Geisler saat datang di Papua, mereka bernubuat bahwa alam, tanah dan orang Papua dipersembahkan untuk Tuhan sehingga orang Papua akan maju terus,” ungkapnya.

Menurut Dorman, komunitas di dalam gereja adalah mencetak pemimpin-pemimpin yang takut akan Tuhan. Gereja membangun karakter orang-orang yang siap pakai. Gereja adalah tempat mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan.

Hamba-Hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja di Tanah Papua turut mendoakan Gereja GIDI Eden dan mendoakan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Ketiga adalah membangun komunitas Papua. “Komunitas Papua sangat penting untuk membangun tanah kita sendiri. Jemaat  GIDI Eden dibangun di atas karang. Siapa pun akan datang,” lanjutnya.

Setelah berkotbah, Hamba-hamba Tuhan dari semua denominasi maju ke depan mimbar, dan bersama-sama dengan Presiden GIDI, mendoakan Gereja GIDI Jemaat Eden dan mendoakan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Selanjutnya Ketua Panitia Pembangunan dan Pentahbisan Gereja GIDI Jemaat Eden, Yarius Balingga, SE, melaporkan perjalanan tujuh tahun membangun Gereja Eden, termasuk perjalanan panjang memperjuangkan status tanah gereja status tanah yang diklaim kepemilikannya oleh pihak CV. Bintang Mas.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja GIDI Jemaat Eden, Yarius Balingga, SE.

“Perjalanan waktu berliku-liku, suka duka tantangan persoalan, baik status tanah di sini maupun pembangunan, tetapi waktu Tuhan itu indah. Hari ini semua datang, hamba Tuhan datang berdoa, mensyukuri pentahbisan gereja ini. kami panitia dan jemaat hanya mengucap syukur dan berterima kasih, atas waktu yang luar biasa ini,” ungkap Yarius.

Pembangunan gereja sejak skhir tahun 2015 sampai akhir tahun 2021,  sumber dana untuk pembangunan fisik dari tahun 2016 hingga peresmian tahun 2021 adalah sebesar Rp 11,230 miliar. Semua dana ini terkumpul dari donator yang merupakan kader-kader GIDI, jemaat, pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah daerah.

Sejarah Berdirinya Gereja Eden

Selanjutnya ibu Yulce W. Enembe menceritakan sejarah berdirinya Gereja Eden. Dulu, saat Lukas Enembe masih menjabat Wakil Bupati Puncak Jaya, pada tahun 2000-an, Ibu Yulce dan Lukas sering turun ke Jayapura dan tinggal di rumah Santarosa. Pada hari Minggu, pergi ibadah seperti jemaat lain. Dan di saat pergi ibadah, mereka selalu mendapat proposal (permohonan bantuan) baik dari masyarakat maupun dari gereja. Hal ini berlangsung terus tiap kali turun Jayapura.

Ibu Yulce W. Enembe

“Jadi di mana kita masuk gereja, selalu dapat proposal. Sedangkan pak Lukas kegiatan bukan di kota tetapi di daerah,” cerita ibu Yulce. Minggu berikutnya, saat ibadah Minggu, mereka menanyakan proposal itu. Proposal pun semakin menumpuk banyak. Hal ini menjadi beban tersendiri. Akhirnya, mereka tidak lagi beribadah, saat ada kesempatan turun Jayapura.

Pada suatu ketika, Pdt. Lipiyus Biniluk bertanya, “Kamu sembayang di mana?”, “Kami katakan bahwa kami mengalami kesulitan seperti ini (menceritakan soal proposal) sehingga kita akhirnya sembayang di rumah,” kenang ibu Yulce.

Mendengar curhatan hati Ibu Yulce, Pdt. Lipiyus memberi saran. Dari pada di rumah saja, lebih baik ibadah di rumah dan Pdt. Lipiyus datang memimpin ibadah di rumah. Setelah ibadah di rumah pelayanan semakin berjalan. pejabat lain juga mulai ikut ibadah, termasuk Ketua MRP, Matius Murib.

Dalam perjalanan, makin banyak yang datang beribadah. Akhirnya mereka  inisiatif bikin tenda di luar rumah. Dari ibadah di tenda ini, makin banyak lagi jemaat yang datang beribadah. Akhirnya pindah tempat ibadah di Hotel Sahid selama 3 tahun dan kemudian mendapatkan lokasi tanah di Bukit Sian Soor, tempat berdirinya Gereja Eden saat ini.

Kuasa Hukum menyerahkan dokumen kepemilikan sah tanah berdirinya Gereja GIDI Jemaat Eden.

Setelah menceritakan sejarah Gereja Eden, Kuasa Hukum Junaedy, SH menyerahkan dokumen dari Mahkamah Agung, yang isinya menyatakan bahwa tanah yang di atasnya berdiri Gereja Eden adalah sah milik Gereja Injili di Indonesia. Dokumen ini diterima Gembala Jemaat Eden Pdt. Reinhard Ohee dan Ketua Diaken Jemaat Eden, Yarius Balingga.

Gubernur Lukas Enembe, pada kesempatan itu turut mengungkapkan rasa syukurnya karena hanya kemurahan Tuhan, Gereja Eden dapat berdiri, setelah melalui perjalanan panjang. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Papua karena mendoakan kesehatannya sehingga ia bisa pulih.“Saya bersyukur Tuhan baik. Berkat doa-doa orang Papua saya bisa hidup. Allah bela orang Papua,” kata Lukas.

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH

Ibadah syukur dan pentahbisan gereja ini turut dihadiri Ketua DPR Papua Jhony Banua, Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Papua Doren Wakerkwa, SH, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, mantan Bupati Yahukimo Ones Pahabol, dan kader-kader GIDI yang menjadi pejabat-pejabat daerah di Papua. Ibadah diakhiri dengan makan bersama, di mana 1.006 ekor babi bakar batu beserta sayuran dan ubi-ubian dihidangkan jemaat Eden. (Frida Adriana)

Mahfud MD Ingatkan TNI-Polri Tidak Langgar HAM di Papua

Menko Polhukam Mahfud MD bersama Mendagri Tito Karnavian dan rombongan disambut Tony Wenas, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Didi Adrianto, EVP HR PTFI di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (22/7/2020). (Foto:Istimewa/TimeX)

TIMIKA (FP.COM) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta semua pihak yang bertugas di Papua tidak mudah terprovokasi hingga menyebabkan TNI dan Polri mengambil langkah penyelesaian yang berlebihan yang dianggap melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Hal itu disampaikan Mahfud dalam rapat koordinasi secara tertutup dengan Satuan Tugas (Satgas) TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) di Papua, Rabu (22/7) di Hotel Rimba Papua.

Ia menegaskan semua persoalan harus diselesaikan menurut asas hukum yang tepat. “Jangan terpancing apalagi sampai melakukan tindakan dinilai melanggar HAM. Kita jaga negeri ini dengan sepenuh hati,” kata Mahfud.

Ia mengaku menyadari tugas TNI dan Polri di Papua saat ini semakin berat. Tugas TNI dan Polri, kata dia, tak hanya mengamankan NKRI, khususnya di wilayah rawan konflik.  Namun, Mahfud meminta agar tugas pokok berkaitan dengan keamanan negara harus tetap dilakukan dengan baik.

“Jangan sampai kita fokus tangani Covid lalu tugas lain terabaikan. Khususnya di Papua harus tetap siaga pengamanan sehingga tidak muncul aksi gangguan keamanan yang mengancam integrasi kita,” ujarnya.

Terkait hal ini, ada tiga tantangan yang kita hadapi. Di wilayah barat ada persoalan intervensi asing di laut Natuna Utara. Di belahan timur seperti di Papua sini, ada persoalan gangguan keamanan berupa kriminal bersenjata,” ujar Mahfud.

Selebihnya lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, di wilayah tengah yang tersebar di berbagai daerah yaitu ancaman terhadap keutuhan ideologi, yang antara lain berbentuk gerakan-gerakan radikal.

Terkait pembangunan di Papua, Menko Polhukam mengatakan bahwa saat ini tengah disiapkan Instruksi Presiden (Inpres) yang lebih komprehensif. Dalam Inpres ini, kendali akan berada di tangan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) agar pembangunan Papua lebih terpadu dan komprefensif dalam satu komando, serta menekankan pendekatan kesejahteraan.

Ia menambahkan, situasi di Papua sampai saat ini belum sepenuhnya kondusif. Di sejumlah daerah konflik masih terjadi antara aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata atau Organisasi Papua Merdeka.

Terbaru, konflik senjata kedua pihak menewaskan dua orang yakni ayah dan anak, Sabtu (18/7/2020). Keduanya tewas setelah tertembak Tim Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif Para Raider 330/Tri Dharma TNI di Distrik Kenyam, Papua.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi Gusti Nyoman memastikan kedua orang tersebut bukan warga sipil, melainkan anggota Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) pimpinan Egianus Kogoya.

Di lain pihak, Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Nduga membantah pernyataan yang disampaikan TNI tersebut.

“Kami Pimpinan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama di bawah Pimpinan Panglima Brigjen Egianus Kogeya dan Komadan Operasi Kodap III Ndugama Pemne Kogeya 100 persen menolak dengan tegas tuduhan aparat militer Indonesia dua korban adalah anggota pasukan TPNPB-OPM Pimpinan Egianus Kogeya. Itu sama sekali tidak benar,” ujarnya melalui rilis yang dikirim oleh juru bicara TPMPB-OPM Sebby Sambom di facebook, Rabu (22/7/2020).

Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD setibanya di Timika, pada Rabu siang langsung menggelar rapat tertutup dengan jajaran pimpinan TNI dan Polri di wilayah Papua.

Dalam kunjungan kerja selama dua hari di Timika itu, Menko Polhukam didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono bersama para petinggi TNI dan Polri lainnya.

Pesawat Boeing TNI AU yang membawa rombongan Menko Polhukam mendarat di Bandara Mozes Kilangin Timika sekitar pukul 12.50 WIT dan selanjutnya langsung menuju Hotel Rimba Papua Timika untuk menggelar pertemuan dengan jajaran TNI dan Polri di wilayah Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Timika, Rabu, mengatakan sebelum ke Timika Menkopolhukam bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Untuk kegiatan Bapak Menkopolhukam selama berada di Timika yaitu memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri yang ada di wilayah Papua. Selanjutnya melakukan pertemuan dengan Tim Satgas COVID-19 Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika serta melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat yang ada di wilayah Mimika.

Saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika pada Rabu siang, Menkopolhukam Mahfud MD disambut Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dan para petinggi TNI dan Polri lainnya di wilayah Papua.

Pada Kamis (23/7/2020) pukul 08.00 WIT, rombongan Bapak Menkopolhukam akan berangkat menuju Provinsi Maluku untuk melakukan kegiatan serupa,” jelas Kombes Kamal. (Gusty Masan Raya)

Kapolda dan Pangdam Hadiri Acara Adat Bakar Batu Masyarakat Kabupaten Puncak

– Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menghadiri acara adat bakar batu yang dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Puncak, Senin (20/72020).

JAYAPURA (PB.COM) – Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menghadiri acara adat bakar batu yang dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Puncak, Senin (20/72020) pukul 16.00 WIT.

Kapolda Papua dalam kesempatannya mengatakan, Kabupaten Puncak bisa diumpamakan sebagai rumah dan di dalam rumah ada kamar-kamar. “Kamar itu adalah kami TNI-Polri yang selalu melengkapi setiap kabupaten. Jadi harapan saya semua masyarakat menerima kehadiran kami TNI-Polri di Kabupaten Puncak Ilaga, sehingga kita sama-sama menjaga rumah ini dalam artian Kabupaten Puncak agar tetap selalu bersih, terjaga, terawat dan terus membangun di Kabupaten Puncak,” terangnya.

Waterpauw melanjutkan, kemarin memang pemuda dari Kabupaten Puncak belum ada yang jadi anggota, tetapi saat ini pemuda dari Kabupaten Puncak Jaya sudah ada 3 orang yang bergabung di Kepolisan. “Nanti mereka pada Agustus memasuki pendidikan, yang berikutnya kami akan bantu jika ada pemuda dari Kabupaten Puncak,” katanya.

“Pesan saya kepada orang tua agar sekolahkan anak-anak yang ada di Kabupaten Puncak agar menjadi generasi emas asal Kabupaten Puncak,” tambahnya.

Sementara itu, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dalam kesempatannya menyampaikan, ia telah mendengar masukan dari tokoh masyarakat yang mengijinkan pembangunan Mako Kodim. “Keinginan masyarakat kami akan ikuti, yang dibangun hanya Mako Kodim dan Rumah Dinas,” ujarnya.

Ia berterimakasih atas ijin dan kerelaan masyarakat untuk pembangunan Mako Kodim. Ia juga berjanji akan membangun ekonomi dan pembangunan di Distrik Gome.  Ia melihat banyak anak muda di Ilaga yang mempunyai postur tubuh ideal dan setelah masa SMA akan direkrut menjadi anggota TNI maupun Polri jika ada yang berminat.

“Dengan adanya Kodim tujuannya untuk membantu keluh kesah masyarakat Kampung Gome baik itu bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Ke depan jika ada keluhan agar berkoordinasi dan komunikasikan dengan Bapak Dandim atau Kapolres karena beliau-beliau yang mengetahui kondisi wilayahnya,” jelas Pangdam Asaribab.

Ia menegaskan, tujuan adanya Kodim ini bukan untuk membuat operasi, tapi adanya Kodim ini untuk membantu masyarakat di Kampung Gome. Sama halnya dengan Polres yang selalu membantu masyarakat.

Tokoh masyarakat Gome, Elvis Tabuni dalam kesempatannya berharap agar Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih lebih memudahkan seleksi TNI-Polri untuk putra-putri asli Kabupaten Puncak. Supaya ke depan generasi muda Kabupaten Puncak diberi kesempatan untuk mengabdi kepada Negara, agar bisa membantu mengamankan keamanan di Kabupaten Puncak.

Bupati Kabupaten Puncak, Wellem Wandik pada kesempatan itu berharap, aparat TNI-Polri tidak mengejar atau menghukum masyarakat jika tidak ada pelanggaran yang dibuat. “Jadi mari kita bersama-sama menjaga Kamtibmas di Kabupaten Puncak ini agar tetap aman dan kondusif,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan yakni  Ketua DPRD Kabupaten Puncak, Pejabat Utama Polda Papua, Pejabat Utama Kodam XVII/Cenderawasih, Kapolres Puncak, Dandim Kabupaten Puncak, Danrem 173/Praja Vira Baja, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Puncak, Tim Penggerak PKK Kabupaten Puncak dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Puncak. (Gusty Masan Raya)

PWI Papua Bagi Masker untuk Wartawan, Mama Papua dan Sopir Angkot

Pengurus PWI Papua membagikan masker ke sejumlah kantor redaksi media di Kota Jayapura.

JAYAPURA (PB.COM) – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua, Jumat (17/7/2020) membagikan masker kepada wartawan, karyawan media, pedagang mama Papua dan sopir angkot di Kota Jayapura.

Plt Sekretaris PWI Papua, Hans Bisay didampingi pengurus PWI Papua, Lamberth Palaklely dan Edwin R Senduk, Jumat pagi mengantar langsung masker bantuan PWI dan PT. Gajah Tunggal ke sejumlah kantor media.

Di antaranya Kantor Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI stasiun Papua di Bhayangkara, Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Provinsi Papua di Dok V, LPP RRI Jayapura di Tasangkapura, Kantor Redaksi Cenderawasih Pos di Entrop Jayapura.

Sedangkan pembagian masker untuk pedagang mama Papua dan sopir angkot dipusatkan di Pasar Mama Papua dan Mal Jayapura, Kota Jayapura. Para mama Papua yang menerima masker tersebut menyampaikan apresiasi kepada PWI dan PT Gajah Tunggal atas bantuan ini.

Plt Sekretaris PWI Papua, Hans Bisay mengatakan pembagian masker kepada wartawan, karyawan media, sopir angkot dan pedagang mama Papua merupakan salah satu bentuk kepedulian PWI untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 wilayah Kota Jayapura.

“Kegiatan ini salah satu dari program PWI Pusat bekerjasama dengan PT.Gajah Tunggal Group yang menyalurkan 50 ribu masker untuk insan pers dan masyarakat umum. Kami PWI Papua mendapat jatah 1000 masker dan sudah dibagikan kepada teman-teman media dan pedagang mama-mama Papua dan sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Jayapura,” ujarnya.

Hans menambahkan PWI juga mensosialisasikan pemakaian masker secara baik  untuk mengurasi resiko terjadinya infeksi Covid-19. “Terimakasih kepada PWI Pusat dan PT.Gajah Tunggal Group, yang sudah membantu masker untuk dibagikan kepada rekan-rekan pers dan masyarakat di Kota Jayapura,” ucapnya.

Menurutnya, penggunaan masker adalah suatu keharusan, sehingga pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu patuhi protokol kesehatan. “Kita semua berharap wabah Covid-19 ini segera berakhir, dan yang paling penting kita semua tetap disiplin agar bisa berperan aktif memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini,” tandasnya.

Selain Kota Jayapura, bantuan masker ini juga disalurkan untuk kepada teman-teman pers yang berada di Kabupaten Jayawijaya, Mimika, Biak dan Nabire.

“Dari 1000 masker ini, kita sisihkan sebagian untuk dikirim ke teman-teman wartawan di Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Nabire,”tandas Hans menambahkan bahwa penanganan penyebaran virus Corona tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan semata, namun harus menjadi konsen dan perhatian seluruh elemen masyarakat, termasuk teman-teman wartawan. (Toding)

Partai Demokrat Papua Bantu Pembangunan Tiga Gereja di Jayawijaya

Plh Ketua Partai Demokrat Papua Ricky Ham Pagawak, SH,M.Si serahkan bantuan senilai Rp100 juta dan semen 50 sak bagi masing-masing gereja.

TAGIME (PB.COM) – Setelah membantu pembangunan Gereja GIDI Jemaat Getsemani Klasis Bogoga Distrik Bewani Kabupaten Tolikara awal Juli lalu, DPD Partai Demokrat Provinsi Papua kembali membantu tiga gereja di Kabupaten Jayawijaya.

Tiga gereja itu masing-masing Gereja Kingmi Jemaat Bethel Distrik Bolakme, Gereja Kingmi Jemaat Eklesia Lakwane Distrik Tagime dan Gereja GKII Jemaat Gume Satu.

Bantuan senilai Rp100 juta dan semen 50 sak bagi masing-masing gereja diserahkan langsung Plh Ketua Partai Demokrat Papua Ricky Ham Pagawak, SH,M.Si, Rabu (15/7/2020)

Penyerahan bantuan yang diserahkan Ketua PLH Partai Demokrat Papua Ricky Ham Pagawak (RHP) bersama pengurus DPC Demokrat Mamberamo Tengah dan Jayawijaya dimulai dari Gereja Kingmi Jemaat Bethel, Jemaat Eklesia dan berakhir di Jemaat GKII Gume Satu.

Ketua PLH Partai Demokrat Papua Ricky Ham Pagawak mengatakan, apa yang dibuat DPD Partai Demokrat Papua ini, sesuai dengan instruksi Ketua DPP Partai Demoktrat yang mewajibkan pengurus Partai Demokrat, mulai dari DPD, DPC hingga DPAC untuk peduli, tidak hanya bagi mayarakat yang terdampak Covid-19.

Namun juga pada bidang lainnya termasuk bidang keagamaan seperti membantu pembangunan gereja. Ini sesuai dengan slogan partai yakni Partai Demokrat Gerakan Nasional Peduli dan Berbagi. Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat.

Menurutnya, Partai Demokrat Papua memberikan bantuan bagi tiga gereja di dua distrik ini, sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Mulai dari Manda sampai ke Tagineri merupakan basis dari Partai Demokrat, dimana saat Pileg dan Pilgub berlangsung, masyarakat memberikan dukungan penuh. Rakyat disini sudah mempercayakan Partai Demokrat, maka kami juga berkewajiban untuk membantu mereka,” ujarnya.

“Kami menyadari bahwa partai ini bisa besar karena doa dan dukungan dari gereja-gereja yang ada. Dan juga masyarakat disini,” tambahnya.

Ricky Ham Pagawak yang juga Bupati Mamberamo Tengah menjelaskan, bantuan yang diberikan ini memang nilainya tidak seberapa. Namun dapat membantu mempercepat pembangunan gereja.

Ia pun memberikan apresiasi kepada tiga jemaat walaupun berada di pelosok. Justru mampu membangun gereja secara permanen. ”Kami memberikan apresiasi atas yang sudah dibuat tiga jemaat ini, kiranya ini bisa menjadi contoh bagi jemaat-jemaat lain,” imbuhnya.

Ketua Klasis Gereja Klasis Tagime, Pdt. Yakob Yikwa menyampaikan, terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan Partai Demokrat Papua untuk menunjang pembangunan gereja.

Dia mengaku, akan terus mendukung dan mendoakan pelayanan yang sudah dilakukan ini.”Kami akan terus mendukung karena bantuan yang diberikan ini tanpa membedakan dedominasi gereja,” ujarnya. (Gusty Masan Raya)