Anak Cucu Guru Perintis Asal Maluku Beri Bantuan Korban Banjir Jayapura

Ketua ACP Kota Jayapura, Aloysius Renwarin, SH.MH bersama sejumlah keluarga menyerahkan bantuan bahan makanan ke Asrama Nabire,  Minggu (23/01/2022)

JAYAPURA (PB.COM)—Organisasi Anak Cucu Perintis (ACP) yang merupakan kumpulan dari keluarga guru-guru Katolik perintis asal Maluku, menyerahkan bantuan berupa bahan makanan bagi sejumlah warga di pinggiran kali Kampwolker, Distrik Heram, Kota Jayapura.

“Hari Minggu kemarin, kami serahkan bantuan bahan makanan untuk Asrama Nabire. Ada beras, kompor, telur, dan mie instan. Bantuan yang sama juga kami berikan ke beberapa keluarga Paniai di pinggir kali Kampwolker. Musbiah kemarin, puluhan ekor babi mereka hanyut, jadi kita juga ada bantu mereka beberapa lembar seng,” ujar Ketua ACP Kota Jayapura, Aloysius Renwarin, SH.MH, Senin (24/01/2022).

Bantuan yang sama, kata Alo, diberikan juga kepada empat keluarga dan beberapa mahasiswa dari masayarakat Kamoro di pinggiran Kali Kampwolker pada Senin (24/01/2022). Bantuan diserahkan dan diterima oleh perwakilan keluarga di Kantor Law Firm Aloysius Renwarin & Partners, Perumnas 2, Waena.

Penyerahan bantuan kepada keluarga Kamoro diterima oleh perwakilandi Kantor Advokat Law Firm Aloysius Renwarin & Partners, Perumnas 2, Waena. , Senin (24/01/2022)

“Hanya sedikit yang kami berikan, tetapi sekiranya bisa membantu mereka yang tertimpa bencana sebagai bentuk kepedulian dan kasih kami kepada mereka,” tutur advokat kelahiran Kokonao, Mimika ini.

Menurut Aloysius, Anak Cucu Perintis (ACP) adalah organisasi resmi yang berpusat di Mimika, dimana di Kota Jayapura hanya sekitar 8 kepala keluarga. Organisasi ini menjadi wadah menjalin komunikasi sesama anak cucu dari para guru perintis asal Maluku yang masuk ke Papua tahun 1922-1962 dan mulai mengajar di Mimika dan sekitarnya.

“Kami akan terus membantu semampu kami bagi saudara-saudara yang berkekurangan. Kami juga berharap, dengan bencana banjir kemarin membuat semua kita saling peduli, baik antarsesama maupun alam lingkungan yang harus kita jaga,” tutupnya.

Sekedar diketahui, banjir yang melanda Kota Jayapura pada Kamis dini hari (07/01/2022), menyebabkan 8 korban jiwa melayang, dan ribuan rumah terendam. (Gusty Masan Raya)

BRAVO 5 Papua Bagi Makanan Siap Saji Kepada Korban Banjir di Kota Jayapura

Sekretaris DPD BRAVO 5 Provinsi Papua, Rocky Bebena didampingi sejumlah pengurus saat menyerahkan makanan siap saji kepada salah seorang warga korban banjir di Perumahan Organda, Distrik Heram, Jumat (14/01/2022)

 

JAYAPURA (PB.COM)-Sebagai bentuk kepeduliaan atas musibah banjir di Kota Jayapura pekan lalu, Dewan Pengurus Daerah (DPD) BRAVO 5 Provinsi Papua turun ke sejumlah pemukiman warga korban banjir, Jumat (14/01/2022). Dari rumah ke rumah, mereka menggelar aksi nyata kemanusiaan dengan membagikan makanan siap saja berupa 850 nasi bungkus dan air mineral dalam kemasan.

“Kami dari BRAVO 5 Papua atas arahan Ketua DPD Pak Benhur Tomi Mano hari ini berbagi kasih sedikit dari apa yang kami punya0,” kata Sekretaris DPD Bravo Lima Papua, Rocky Bebena kepada papuabangkit.com via whatsapp.

Menurut Rocky, aksi ini digelar atas prakarsa Ketua DPD BRAVO 5 Papua yang juga menjabat Walikota Jayapura itu. Untuk mendukung giat ini, jajaran pengurus dan anggota pun bersama-sama berurungan mengumpulkan sumbangan uang untuk menyiapkan makanan.

“Sebanyak 350 nasi bungkus kami bagikan di area Pasar Youtefa dan 500 bungkus di Perumahan Organda. Kami tidak menyalurkan lewat posko bantuan, tapi kami langsung ke rumah warga yang terdampak,” urai Rocky.

Rocky mengaku kendati bantuan yang diberikan sangat sederhana dan tidak seberapa, namun ini adalah bentuk kepedulian BRAVO 5 terhadap kemanusiaan. Sekaligus, komitmen terus berjuang bersama rakyat dan Pemerintah Kota Jayapura untuk bangkit pascabencana.

“Saat bertemu warga, memang masih banyak yang warga keluhkan tentang bantuan. Terutama peralatan rumah tangga, alat kerja dan juga kasur bantal mereka yang terdampak banjir,” tutup Rocky.

Sebagaimana diketahui, bencana banjir melanda Kota Jayapura pada 7 Januari 2022. Sejumlah wilayah tergenang air akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sejak Pkl. 21.00 WIT pada 6 Januari 2022. Selain merendam ratusan rumah warga, bencana ini juga menelan 8 korban nyawa akibat longsor dan terseret banjir. (Gusty Masan Raya)

Buka Lomba Yospan, Aloysius Giyai Apresiasi Komunitas Nitmeke Ajak Milenial Cinta Budayanya

Pembina Nitmeke Adventure Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes bersama Ketua Harian Bartho Taniauw dan Ketua Pantia Nitmeke Yospan Competition saat membuka kegiatan lomba, Jumat (17/12/2021) di Aulia Beach, Holtekamp, Kota Jayapura

 

JAYAPURA (PB.COM)Komunitas Motor Nitmeke Adventure Jayapura, Papua menggelar lomba tarian Yosim Pancar (Yospan) dalam rangka menyongsong hari ulang tahunnya dalam tajuk Nitmeke Yosim Pancar Competition. Komunitas motor yang dipimpin oleh Ketua Umum Drs. Muhammad  Rusdianto Abu, M.Si dan Ketua Harian Bartho Taniauw, ST ini berulang tahun ke-2 pada 4 Januari 2022.

Sebanyak 22 peserta dari aneka grup tari yang berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom, ikut dalam kompetisi ini yang digelar di Aulia Beach, Pantai Holtekamp, Kota Jayapura, Jumat (17/12/2021).

Pembina sekaligus Penasihat Nitmeke Adventure Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes hadir membuka kompetisi ini. Dalam sambutannya, ia sangat mengapresiasi giat budaya yang digelar Nitmeke karena bisa meningkatkan rasa cinta kaum milenial di wilayah Tabi akan budayanya sendiri.

Pembina Nitmeke Adventure Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes saat memberikan sambutan.

“Yospan adalah bagian dari budaya, lambang identitas dan martabat kita orang Papua. Saya bangga dengan inisiatif luar biasa dari Komunitas Nitmeke menggelar kompetisi ini. Even-even seperti ini yang kita butuhkan agar generasi milenial di Papua diarahkan untuk melakukan aktivitas positif,” kata Aloysius.

Menurut Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang ini, tarian Yospan juga merupakan bagian dari Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) KORMI, dimana dirinya saat ini masih dipercayakan sebagai Ketua Harian KORMI Provinsi Papua.

“Jadi dalam rangka pengembangan olahraga rekreasi masyarakat dan budaya setempat, kami akan selalu dukung dan dorong terus even lomba Yospan seperti ini. Sekali lagi saya berterima kasih kepada pengurus Komunitas Motor Nitmeke, baik Ketua Umum Pak Rusdianto, Ketua Harian Bartho Taniauw dan Ketua Panitia Felix Dawir. Kalian luar biasa. Teruslah melakukan hal-hal positif bagi anak muda Papua,” tegasnya.

Salah satu kelompok peserta Nitmeke Yospan Competition saat tampil.

Pada kesempatan itu, Aloysius juga memberikan sumbangan dana kepada panitia dan uang pembinaan bagi 22 kelompok peserta Yospan sebesar Rp 50 juta.

Ketua Panitia Nitmeke Yosim Pancar Competition, Marthen Felix Dawir berterima kasih kepada Pembina Nitmeke Aloysius Giyai yang telah memberikan sumbangan dana dan kesediaan waktu membuka kegiatan ini.

Salah satu kelompok peserta Nitmeke Yospan Competition saat tampil.

“Sebagai komunitas motor, kami juga peduli terhadap budaya. Ini cara kami untuk meningkatkan semangat dan rasa cinta kaum muda terhadap Yospan. Dan kami bersyukur, hari ini Pak Alo sangat mendukung kami dalam acara ini,” kata Felix.

Menurutnya, sebanyak 22 peserta lomba Yospan memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan dengan total mencapai Rp 28,5 juta untuk 6 kategori.

Adapun Ketua Dewan Juri dalam kompetisi ini yakni Albert Yunaweri, didampingi Sekretaris Ibu Min Waimuri, dan anggota Ibu Ani Yawan.

Sekedar diketahui, Yospan merupakan tarian jenis pergaulan masyarakat di Tanah Papua yang sering dimainkan oleh muda mudi sebagai bentuk persahabatan. Yospan yang merupakan lepanjangan dari Yosim dan Pancar adalah tari tradisional yang berasal dari dua daerah di Papua, yakni Biak dan Yapen-Waropen. (Gusty Masan Raya)

Pemkot Minta Masyarakat yang Terpapar Covid-19 Isolasi Mandiri

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penangaan Covid-19 Wakil Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru

JAYAPURA (PB.COM) – Pemerintah Kota Jayapura minta masyarakat yang terpapar Covid-19 agar segera melakukan isolasi mandiri dan mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura Rustan Saru mengaku, sejak pemberlakuan adaptasi New Normal justru kasus Covid-19 meningkat di Jayapura. “Hal ini disebabkan masyarakat yang terpapar tidak disiplin dan tidak menaati protokol kesehatan,” katanya.

Ia mengakui kasus yang muncul saat ini merupakan cluster keluarga, dimana masyarakat tidak disiplin melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Banyak yang kita temukan saat ini adalah cluster keluarga, Oleh sebab itu kita minta masyarakat yang terpapar Covid-19 segera isolasi mandiri yang tertib, disiplin protokol dan jangan kemana-mana,” terangnya.

Sebab, kata Rustan, jika masyarakat tidak disiplin maka akan muncul cluster baru karena masyarakat yang melakukan karantina mandiri tidak disiplin tinggal di rumah.

“Ini terjadi karena sudah dibukanya aktifitas yang begitu luas sampai malam bahkan juga terjadi akibat isolasi mandiri yang tidak ditaati oleh warga karena masih bisa kemana-mana,” ujarnya.

Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, Pemkot Kota Jayapura berencana akan mencari tempat untuk melakukan isolasi mandiri terpusat.

“Dalam waktu dekat kita akan mencari tempat untuk isolasi mandiri, kita satukan agar tidak lagi isolasi di rumah,” katanya lagi.

Ia mengaku Gugus Tugas Penanganan Covid-10 Kota Jayapura bersama tim akan terus melakukan swiping dan pemantauan serta operasi pada kegiatan sosial seperti pernikahan setiap Sabtu dan Minggu. (Toding)

Usai Pandemi, Jenazah Covid-19 Yang Telah Dimakamkan Bisa Dipindahkan

Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Jayapura melakukan pertemuan dengan keluarga almarhum Ruben Pasanda untuk mendengarkan klarifikasi prosedur dan kronologi pengambilan Swab.

JAYAPURA (PB.COM) – Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura menegaskan bahwa semua jenazah perlakuan Covid-19 yang sudah dimakamkan di masa pandemi belum bisa dipindahkan. Nanti setelah pandemi selesai baru bisa dipindahkan atas permintaan keluarga.

Hal ini dikemukakan saat Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Jayapura melakukan pertemuan dengan keluarga almarhum Ruben Pasanda untuk mendengarkan klarifikasi prosedur dan kronologi pengambilan Swab.

Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura di ruang pertemuan Wakil Wali Kota, Jumat (18/9/2020) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan dihadiri Litbangkes Papua, Rumah Sakit Provita dan Rumah Sakit Bhayangkara dan dihadiri Ketua IKT Kota Jayapura Nobertus Banga.

“Keluarga almarhum ingin mendengarkan klarifikasi prosedur dan kronologis pengambilan Swab yang hasil sampai tiga kali, dua kali positif dan satu kali negative,” katanya.

Dalam pertemuan, kata Rustan Saru Provita dan Litbangkes Papua menyatakan bahwa Swab terakhir dari almarhum Adalah negative dan keluarga minta agar jenazah yang dimakamkan di Buper, Waena bisa dipindahkan ke tempat pemakaman umum.

“Kami tegas dari Gugus Tugas bahwa semua jenazah perlakuan Covid-19 yang sudah dimakamkan di masa pandemi belum bisa dipindahkan. Nanti setelah pandemi selesai baru kita bisa memindahkan jika keluarga minta, kita bisa beri toleransi setelah masa pandemi berakhir,” tandasnya.

Sementara itu, Daniel Panca Pasanda yang merupakan anak dari almarhum Ruben Pasanda menyampaikan terimakasih atas respon dan tanggapan dari Pemerintah Kota Jayapura.

“Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa, dari pertemuan tersebut kami sudah mendapat informasi yang jelas dan kesimpulan terakhir yang disampaikan oleh Litbangkes Papua ternyata orang tua kami negative Covid-19 sehingga kami sangat berterimakasih atas informasi tersebut,” katanya.

Namun demikian, penghormatan pada orang tua saat meninggal menjadi momentum yang sakral dan sangat penting bagi keluarga yang ditinggal. (Toding)

PKS Gelar Talkshow Pastikan Penerapan New Normal di Kota Jayapura Tidak Rugikan Rakyat

Para pembicara dalam talkshow dari Kiri ke kanan: Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar Kota Jayapura Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd.M.Pd, Wakil Walikota Jayapura Ir. Rustan Saru, MM, anggota DPR Papua H. Darwis Massi, SE.,MM, dan moderator.

 

JAYAPURA (PB.COM)—Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Jayapura, Papua menggelar talkshow bertajuk “Hitam Putih Penerapan Fase New Normal di Kota Jayapura”,  Rabu (02/09/2020). Tampil sebagai pembicara, Wakil Walikota Jayapura Ir. Rustan Saru, MM yang juga sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, anggota DPR Papua H. Darwis Massi, SE.,MM, dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar Kota Jayapura Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd.M.Pd.

Talkshow yang berlangsung di Hotel Grand Talent, Kotaraja, Distrik Abepura ini menghadirkan pengurus DPD PKS Kota Jayapura dan sejumlah undangan, di antaranya  para tokoh masyarakat, pemerhati dan praktisi pendidikan, dan pelaku UMKM. Turut hadir juga, dua anggota DPRD Kota Jayapura dari PKS, Hasanuddin dan Lina Marlina.

Ketua DPD PKS Kota Jayapura Heri Suprayitno saat memberikan sambutan.

 

Ketua DPD PKS Kota Jayapura Heri Suprayitno dalam sambutannya mengatakan, talkshow ini digelar dengan tujuan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari warga Kota Jayapura terkait mulai diterapkannya adaptasi New Normal di Port Numbay.

“Sebab di tengah masyarakat, terjadi pro dan kontra antara setuju dengan tidak setuju terkait dinormalkannya semua aktivitas masyarakat. Tetapi untuk aktivitas ekonomi masyarakat kebanyakan ingin kembali seperti biasa,” kata Heri.

Menurut Heri, pihaknya sengaja menghadirkan tiga pemateri, termasuk Ketua Tim Gugus Percepatan Pennanganan Covid-19 Kota Jayapura agar peserta bisa menerima penjelasan yang utuh tentang sejumlah langkah kebijakan yang diambil pemerintah Kota Jayapura, termasuk dimulainya fase adaptasi New Normal per 1 September 2020, dimana aktivitas perekonomian diperpanjang dari Pkl. 06.00 hingga Pkl 21.00 malam

“Tetapi kami sebagai partai politik akan mengkritisi semua kebijakan pemerintah Kota Jayapura terkait penanganan Covid jika tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, apalagi kebijakan itu merugikan masyarakat,” tegas Heri.

Wakil Walikota Jayapura Ir. Rustan Saru, MM yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura mengatakan angka penularan Covid-19 atau Basic Reproduction Number (R0) di Kota Jayapura saat ini sudah berada di bawah 1 yaitu 0,8. Artinya, berdasarkan Kepres No. 12 tentang penanganan Covid-19 dan standar WHO (Word Health Organization) dan Bappenas RI maka pemerintah Kota Jayapura telah memenuhi syarat untuk mulai menerapkan fase New Normal.

“Untuk proses belajar mengajar tatap muka, kita tidak memperbolehkan untuk anak SD, TK dan PAUD. Hanya untuk sekolah mulai tingkatan SMP, dengan catatan semua guru harus dilakukan tes Swab terlebih dahulu,” kata Rustan.

Ekonomi dan Pendidikan

Anggota DPR Papua H. Darwis Massi, SE.MM dalam pemaparan materinya  menekankan dampak wabah Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi di Papua, khususnya Kota Jayapura. Darwis mendukung langkah pemerintah Kota Jayapura yang mulai menerapkan adaptasi New Normal, termasuk memperpanjang aktivitas ekonomi warga.

“Sebab Kota Jayapura ini kota jasa dan hanya 20% adalah pertanian. Kita berharap pemerintah Kota Jayapura segera memberlakukan fase New Normal. Jika ini terus diketatkan maka ekonomi kita akan tetap turun, pengangguran semakin banyak, dan masyarakat susah untuk mencari nafkah,” tegas Darwis.

Para pembicara saat foto bersama Ketua DPD PKS Kota Jayapura dan pengurus usai talkshow.

 

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar Kota Jayapura Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd.M.Pd mengakui bahwa kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) di masa pandemi Covid-19 mendapat tantangan berat. Hal ini menjadi beban bagi para siswa, orang tua murid dan sekolah karena proses belajar berjalan tidak efektif.

“Karena ternyata BDR ini bukan sesuatu yang mudah bagi siswa, orang tua dan guru. Hal yang menjadi kendala utama adalah insfrastrutur teknologi dan penguasaan teknologi. Karena tidak semua para orang tua itu paham teknologi. Kita mendukung agar kita bisa masuk ke fase normal dan berharap seluruh sekolah bisa mentaati aturan protokol kesehatan dengan fasilitas pendukungnya,” tegas Ni Ketut.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Kota Jayapura mulai menerapkan adaptasi New Normal sehak 1 September 2020 menyusul semakin menurunnya jumlah kasus Covid-19 yang baru di wilayah ini dan tingginya angka kesembuhan. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Papua per 2 September 2o2o, jumlah angka kumulatif penderita virus asal Wuhan, China ini menembus angka 2.160 kasus, dimana 261 sedang dirawat, 1869 sembuh dan 30 orang meninggal dunia. (Gusty/Burhan/Humas PKS Kota Jayapura)

Perwal Pemakaian Masker Tak Dihiraukan, Wali Kota Akan Jadikan Perda

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE.MM bersama Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano.

JAYAPURA (PB.COM) – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano kesal dengan ulah masyarakat yang masih saja tidak menghiraukan peraturan wali kota (Perwal) pemakaian masker untuk mencegah penularan COvid-19. Ia menegaskan akan meningkatkan Perwal itu menjadi Perda agar masyarakat lebih disiplin.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano di Gedung Negara, Rabu (5/8/2020) mengatakan,  Pemerintah Kota Jayapura akan terus melakukan penanganan bersama semua pihak terhadap penyebaran Covid-19.

“Sekitar bulan September baru kita bisa menuju new normal, selama bulan Agustus ini kita bersama-sama mengendalikan covid-19 di wilayah Kota Jayapura,” kata Mano.

Selain itu, pihaknya akan telah turun langsung ke lapangan untuk mengendalikan mal, supermarket, rumah makan dan restoran dengan kebijakan pembatasan waktu di wilayah kota Jayapura.

“Kami punya Peraturan Wali Kota namun sanksinya hanya sanksi sosial seperti menyapu jalan dan memberi rompi OKB,” tandasnya.

Pemerintah Kota Jayapura bersama DPRD Kota Jayapura akan menetapkan Perwal tersebut menjadi Peraturan Daerah (Perda), agar sanksi sebesar Rp50 ribu bagi yang warga Kota Jayapura yang tidak menggunakan masker dapat diimplementasikan.

“Swiping warga Kota Jayapura yang tidak menggunakan masker kita akan lanjutkan terus selama bulan Agustus,” ucapnya.

Sementara itu, Pemkot Jayapura akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Pemprov dalam pencegahan Covid-19 di wilayah Port Numbay.

“Kami Kota Jayapura akan melakukan tindaklanjut dari hasil pertemuan ini,  untuk penanganan bersama,” terangnya.

Mengenai pendidikan, Wali Kota mengaku sekolah di wilayah Kota Jayapura belum dapat menerapkan tatap muka. “Untuk sekolah, kita umumkan masih tetap menggunakan sistem daring karena kita masih 2,7 persen paling tertinggi, jadi kita belum menuju new normal,” tambahnya. (Toding)

Samakan Persepsi, Wagub Klemen Duduk Bersama Pemkot Jayapura

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal foto bersama Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano dan Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru beserta kepala distrik, kepala lurah dan aparat kampung se-Kota Jayapura duduk bersama di Gedung Negara, Rabu (5/8/2020).

JAYAPURA (PB.COM) – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Jayapura, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE.MM bersama Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano dan Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru beserta kepala distrik, kepala lurah dan aparat kampung se-Kota Jayapura duduk bersama di Gedung Negara, Rabu (5/8/2020).

Klemen Tinal mengatakan pertemun ini untuk menyamakan persepsi dalam melakukan penanganan Covid-19 di wilayah Kota Jayapura yang merupakan wajah Provinsi Papua.

“Kita hanya butuh satu kali atau dua kali masa inkubasi, jika dalam 28 hari kita persepsi kita sama dan terus konsisten, kami yakin Covid-19 akan turun di Kota Jayapura,” tegas Klemen Tinal.

Menurutnya, kepala lurah maupun kepala distrik sampai tingkat kampung harus menujukkan masyarakat bahwa masyarakat dapat berubah atau disiplin sesuai protokol kesehatan.

“Mari kita rubah, bapak Lurah dan kepala kampung harus yakin rakyatnya bisa disiplin mematuhi protokol kesehatan. Tujuan kita bagaimana masyarakat sembuh, baik di kampung,” terangnya.

Sebab, kata Klemen Tinal sejak diterapkannya relaksasi konstektual hingga menuju adaptasi new normal, Kota Jayapura belum bisa menerapkan karena angka kasus positif Korona makin tinggi.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama dan kami sadar pemerintah, tenaga medis sampai dengan satgas bukan penentu menurunnya angka kasus, tetapi masyarakat Kota Jayapura,” terangnya.

Oleh karena itu, kata ia, agar proses sosialisasi bisa dimengerti dan dipahami masyarakat, perlu adanya persamaan persepsi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota dan kepala kampung, kepala distrik dan lurah.

“Kita harus bisa merekomendasikan anak-anak muda menjadi agen perubahan untuk bagaimana merubah pola pikir masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Dengan begitu, angka kasus diyakini bisa turun,” katanya.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah dalam rangka menurunkan kasus, yang mana 5 distrik, 25 kelurahan, dan 8 kampung ada pada zona merah.

“Untuk selesaikan ini memang butuh kerjasama guna mengendalikan bahkan menghentikan penyebaran virus di Ibukota provinsi,” tambahnya. (Toding)

Wali Kota Jayapura Canangkan Apel Kebersihan

Pencanangan apel Apel kebersihan ditandai dengan pemasangan PIN kebersihan, penyerahan alat kebersihan dan pelepasan balon ke udara oleh Wali Kota Jayapura Dr. Drs. Benhur Tomi Mano. MM di depan Kantor Badan Klasis GKI Port Numbay.

JAYAPURA (PB.COM) – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mencanangkan apel kebersihan dalam rangka Bulan Kemerdekaan RI tingkat Kota Jayapura Tahun 2020.

Pencanangan apel Apel kebersihan ditandai dengan pemasangan PIN kebersihan, penyerahan alat kebersihan dan pelepasan balon ke udara oleh Wali Kota Jayapura Dr. Drs. Benhur Tomi Mano. MM di depan Kantor Badan Klasis GKI Port Numbay, Distrik Jayapura Utara, Jumat (17/7/2020).

Tempat kerja bakti di wilayah Distrik Jayapura Utara yaitu Tugu Pepera depan Mal Jayapura, Tugu Marthen Indey, Tugu Yos Sudarso, Pasar Inpres Dok IX, Pasar Ikan Dok IX, Pasar Mama Papua, Pasar Paldam, Terminal Mesran dan depan GOR Cenderawasih.

“Kami akan melaksanakan kegiatan kebersihan di 5 Distrik yang ada di Kota Jayapura, minggu pertama kami akan melaksanakan kegiatan kebersihan di Distrik Jayapura Utara dan berakhir di Distrik Heram,” kata Wali Kota BTM.

Ia menjelaskan, tujuan pencanangan ini untuk menyambuat upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia walaupun situasi dalam keadaan masa pandemi Covid-19.

“Saat ini kita dalam situasi covid-19 salah satu protokol kesehatan adalah kebersihan, untuk itu kita melakukan kebersihan di 5 Distrik di Kota Jayapura,” terangnya.

Ia mengajak seluruh pihak memberikan sosialisasi kepada masyarakat di kota Jayapura mengenai protokol kesehatan, karena kasus Covid-19 terus bertambah.

“Saat ini ada dua rumah sakit yang tutup, karena para dokter dan perawat sudah pada tingkat kejenuhan dan Hotel Sahid Papua sudah penuh dengan orang yang menjalani isolasi, ini yang menjadi perhatian kita,” tambahnya. (Toding)

Kota Jayapura Karantina Mandiri 298 Pasien Positif Covid-19 di Rumah

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wakil Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru

JAYAPURA (PB.COM) – Pemerintah Kota Jayapura terpaksa melakukan isolasi mandiri di rumah terhadap 298 orang pasien positif Covid-19.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, kepada wartawan di Jayapura, Jumat (3/7/2020) mengungkapkan pasien positif Covid-19 terpaksa dirawat di rumah karena kamar Hotel Sahid Papua yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien setiap hari penuh.

“Tadi ada yang sembuh 12 orang, kita panggil lagi pasien yang positif untuk diisolasi di Hotel Sahid Papua,” kata Rustan Saru.

Jelasnya, perawatan karantina mandiri bagi pasien positif Covid-19 di rumah melibatkan RT/RW, petugas Puskemas petugas Babinsa dan Babinkatibmas untuk membantu mengontrol.

“Karena mereka by phone, by name, by adress kita semua ada datanya,” terangnya.

Selain itu, ujar Rustan Saru bahwa petugas selalu memantau dan mengawasi kondisi pasien di rumah. “Sehingga begitu ada kamar kosong di Hotel Sahid Papua, kita langsung jemput dimasukkan di hotel,” ucapnya.

Seperti diketahui hingga Kamis, 2 Juli 2020, jumlah kasus positif covid-19 di Papua mencapai 1.886 kasus, sembuh 888 orang, dirawat 980 orang, dan meninggal dunia 18 orang. Untuk ODP sebanyak 2913, PDP 259. Dengan sebaran kasus 17 Kabupaten Kota. (Toding)