BPSDM Pegubin: Ini Alasan Dana Bantuan Studi Mahasiswa Belum Cair

Plt. Kepala BPSDM Pegubin, Ap Octoviaen Geraldus Bidana, S.Pd,MPA foto bersama mahasiswa IMPPETANG usai sosialisasi di Hotel Grand Abepura, Kota Jayapura, Rabu, 11 Mei 2022.

JAYAPURA  (PB.COM)—Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pegubin menggelar sosialisasi tentang mekanisme bantuan dana studi bagi mahasiswa di Hotel Grand Abepura, Kota Jayapura, Rabu, 11 Mei 2022.

Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa-mahasiswi Pegubin kota studi Jayapura yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG). Giat ini menghadirkan Plt. Kepala BPSDM Pegubin, Ap Octoviaen Geraldus Bidana, S.Pd,MPA, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pegubin, Jenni Lithin, SH,M.Si dan Inspektorat Daerah Pegubin.

Plt. Kepala BPSDM Pegubin, Ap Octoviaen Geraldus Bidana saat memberikan sambutan.

Kepala  BPSDM Pegubin Geraldus Bidana dalam sambutannya mengatakan, tujuan dibuatnya sosialisasi ini agar mahasiswa-mahasiswi Pegubib bisa diberi pemahaman tentang mekanisme penyaluran dana bantuan studi dan alasan keterlambatan penyaluran dana tersebut hingga kini.

“Ini juga menjadi kesempatan bagus bagi adik-adik mahasiswa bisa berdialog dengan kami. Kami mewakili Pemda Pegubin siap memberikan informasi lengkap terkait keterlambatan penyaluran bantuan studi,” kata Gerald.

Plt. Kepala BPSDM Pegubin, Ap Octoviaen Geraldus Bidana, S.Pd,MPA

Pria yang juga menjadi salah satu sosok di balik berdirinya Universitas Okmin Papua (UOP) ini menegaskan, terkait mekanisme dan persyaratan mahasiswa penerima bantuan, sama seperti yang pernah disampaikannya di media massa pada 22 Februari 2022 lalu. Yakni dokumen Kartu Mahasiswa, Surat Aktif Kuliah, Kartu Hasil Studi (KHS), Kartu Rencana Studi (KRS) dan transkrip nilai bagi mahasiswa Tugas Akhir. Ini adalah syarat mutlak yang wajib dipersiapkan sejak dini.

“Sementara soal keterlambatan penyaluran dana bantuan mahasiswa, saya perlu menggarisbawahi bahwa ini disebabkan oleh perubahan regulasi pengalihan kewenangan pengelolaan dana Otonomi Khusus Papua oleh Pemerintah Pusat sehingga berdampak pada keterlambatan  penyaluran dana itu ke setiap mahasiswa. Tidak hanya di Papua dan Papua Barat, tapi juga di luar Papua. Besok kami akan kembali ke daerah untuk mengurus dan menyalurkan dana bantuan sosial  kepada adik-adik Mahasiswa,” tegas Gerald.

Menurut Gerald, sejatinya Pemda Pegubin boleh saja menyalurkan dana bantuan studi tersebut lebih awal. Namun pihaknya harus mengikuti aturan keuangan Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, mulai tahun ini dan seterusnya ke depan, penyaluran dana ini harus mengacu pada aturan keuangan yang ketat, terutama dengan melihat jenjang prestasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) per semester dan keaktifan mahasiswa di kampus masing-masing.

“Saya mewakili pimpinan daerah dan seluruh staf BPSDM Pegubin menyampaikan  permohonan maaf dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh Mahasiswa IMPPETANG  yang sampai saat ini masih sabar menunggu pencairan dana itu,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, BPSDM Pegubin juga menyerahkan bantuan berupa fasilitas penunjang studi bagi para mahasiswa di Sekteraris IMPPETANG Kota Jayapura, berupa komputer, kursi dan alat-alat lainnya. (Aquino Ningdana/Gusty MR)

Kondusifkan Kembalikan Okbibab, Ini Langkah Yang Diambil Aparat Keamanan

Suasana pertemuan aparat keamanan dengan tokoh masyarakat di Distrik Okbibab, Sabtu, 7 Mei 2022 membahas langkah untuk mengembalikan Okbibab kembali aman dan kondusif.

OKSIBIL (PB.COM)—Sepekan sudah aksi teror penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di  di Kampung Abmisibil, Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Kejadian  sekitar pukul 10.45 WIT itu menyebabkan dua personil TNI-Polri terluka saat keduanya sedang berjaga mengamankan ibadah di gereja.

Demi mengembalikan kondisi Kamtibmas di Distrik Okbibab, Polres Pegunungan Bintang melalui Polsek Okbibab mengambil langkah untuk membatasi kegiatan masyarakat sipil agar tidak mengganggu patroli dari TNI-Polri di wilayah itu.

Hal itu dikatakan Kapolsek Okbibab IPDA Robert Makanuay, SE saat menggelar silaturahmi sekaligus pertemuan antara pihak keamanan bersama tokoh masyarakat Okbibab, Sabtu, 7 Mei 2022.

Hadir dalam kesempatan itu, Danpos BKO Brimob Satgas Preventif Ops Damai Cartenz 2022, Danpos Pamtas Yonif 431/SSP Pos Okbibab, Kepala Distrik Okbibab, anggota Badan Musyawarah Kampung Distrik Okbibab, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para guru SMP Negeri Okbibab dan sejumlah masyarakat.

Kapolsek Robert menuturkan, usai penyerangan di hari Minggu itu, aparat TNI/Polri memang sempat melakukan patroli di Dusun Uldop, Kampung Abmisibil. Dan terlihat salah satu oknum dengan menggunakan kaos merah sedang membawa senjata.

Menurut Robert, pasca kejadian, pihaknya sama sekali tidak melakukan penutupan akses jalur masuk orang melalui Bandara di Distrik Okbibab. Penutupan akses masuk pesawat di Bandara Okbibab adalah keputusan yang dilakukan oleh pihak maskapai AMA yang biasa beroperasi di situ.

“Kami hanya mengambil langkah dengan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di Distrik Okbibab guna mengamankan masyarakat dan menormalisasikan kegiatan masyarakat yakni hanya dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 15.00 WIT. Dan aktivitas yang dilakukan hanya di tempat-tempat pelayanan publik, terkecuali di areal belakang Pos TNI-Polri,” tegas Ipda Robert.

Sementara itu, Danpos BKO Brimob Satgas Preventif  Ops Damai Cartenz 2022, Ipda Tanto Aripin memastikan bahwa pihak maskapai AMA akan kembali beroperasi apabila situasi Kamtibmas  di wilayah itu kembali normal.

Pihak pemerintahan Distrik Okbibab dan masyarakat adat juga memberlakukan larangan masuk bagi orang luar ke Okbibab. Kecuali, anak pelajar dan mahahasiswa. Itu pun akan ditempatkan dalam satu tempat dan termonitor kegiatannya.

“Kami juga akan bersama sama aparat kampung, baik tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan untuk melakukan Trauma Healing terhadap masyarakat atas kejadian Penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Distrik Okbibab,” ujar Ipda Tanto.

Dua Aparat Terluka

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, pada Minggu, 1 Mei 2022, dua personel TNI-Polri dilaporkan mengalami luka tembak diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Keduanya luka-luka saat sedang berjaga mengamankan ibadah di gereja di Kampung Abmisibil, Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua sekitar pukul 10.45 WIT.

Dua aparat keamanan yang tertembak oleh KKB saat dievakuasi menuju Jayapura, Minggu, 1 Mei 2022.

Aksi ini diduga dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau biasa disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mereka melakukan aksi serangan
Baku tembak antara KKB dengan Satgas Kodim Yonif 431/SSP Pos Okbibab dan Satgas Preventif Damai Cartenz Polri Pos Okbibab pun terjadi. Akibat serangan itu dua personel TNI-Polri mengalami luka tembak.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito, mengatakan dua personel TNI-Polri itu diserang saat sedang mengamankan ibadah di Gereja Kristen Protestan Okbibab.

“Akibat penyerangan (itu) terjadi baku tembak yang mengakibatkan dua personel dari Polri bernama Bripda Vanny Putra Perdana mengalami luka tembak pada bagian pinggang sebelah kiri. Sementara, satu personel TNI bernama Pratu Willy John mengalami luka tembak pada bagian kaki,” kata Kapolres Cahyo mengutip VOA, Minggu, 1 Mei 2022.

Kedua personel TNI-Polri itu, kata Cahyi, langsung dievakuasi ke Jayapura menggunakan helikopter. Lalu, Pratu Willy John dirawat di Rumah Sakit Marthen Indey. Sedangkan, Bripda Vanny Putra dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.

Menurut Kapolres, atas serangan itu, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan berkoordinasi dengan stake holder lainnya. Apalagi mengamankan kegiatan salat Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah di wilayah Pegunungan Bintang. (Aquino Ningada/Gusty MR/dbs)

Jemaat GIDI di Oksibil Gelar Aksi Sosial Bersihkan Jalan dan Kantor Bupati

Jemaat GIDI di Oksibil saat melakukan aksi sosial pembersihan jalan raya di wilayah Oksibi, 2-7 Mei 2022.

OKSIBIL (PB.COM)—Ratusan jemaat Gereja Injili Di Indonesia  (GIDI) di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), menggelar aksi sosial pembersihaan jalan dan halaman Kantor Bupati Pegubin selama sepekan.

Ketua Panitia Hut GIDI ke-60 2023 dan Konferensi Wilayah V Pegunungan  Bintang Tahun 2023, Nelson Taplo Nawipa S.E.M.Ak kepada media mengatakan, pembersihan  rumput di bahu jalan yang dilakukan pemuda-pemudi GIDI ini sudah  berlangsung sejak Senin-Sabtu, 2-7 Mei 2022 dengan memanfaatkan libur panjang Idul Fitri6.

Ketua Panitia Hut GIDI ke-60 2023 dan Konferensi Wilayah V Pegunungan Bintang Tahun 2023, Nelson Taplo Nawipa S.E.M.Ak

“Kami bersihkan jalan sejauh 14 kilometer, mulai dari Serambakon, Yapimakot  hingga Kota Oksibil. Dan hari ini, kami bersihkan lumut di halaman Kantor Bupati Pegunungan Bintang sesuai arahan Kabag Umum Nelson Wenda,” kata Nelson Taplo di sela-sela kegiatan, Sabtu (07/05/2022).

Menurut Nelson, kegiatan sosial ini juga digelar dalam rangka mencari dana  untuk mendukung dua momen pada tahun 2023 yakni perayaan HUT GIDI ke-60 tanggal 12 Februari 2023 dan Konferensi Wilayah V Pegunungan Bintang.

Jemaat GIDI di Oksibil saat melakukan aksi sosial pembersihan lumut di halaman Kantor Bupati Pegubin, Sabtu, 7 Mei 2022.

“Saya sebagai Ketua Panitia menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh Jemaat GIDI yang ada di Oksibil, Pegunungan Bintang yang sudah bekerja dari ujung Aspal Serambakon sampai Kota Oksibil. Harapan kami ke depan, jemaat GIDI tetap optimis, jangan pesimis untuk mensukseskan HUT GIDI ke-60 dan Konferensi Wilayah V Pegunungan Bintang tahun 2023. Kalau ada pekerjaan ke depan, saya sangat berharap kita tetap kompak seperti hari ini,” tegas Nelson.

Pantauan media ini, ratusan jemaat GIDI di Oksibil sangat antusias dan kompak melakukan pemotongan rumput di bahu jalan raya dengan sejumlah peralatan di tangan. Mereka juga ramai-ramai duduk membersihkan lumut di halaman Kantor Bupati Pegubin dengan penuh ceria dan semangat.

“Pemuda GIDI, Bangkit, Bersatu dan Menjadi Berkat,” demikian yel-yel para pemuda GIDI di sela-sela aksi sosial yang mereka lakukan. (Tony Almung/Gusty MR)

Kabupaten Pegunungan Bintang Rayakan Usia Ke-19 Tahun

 

Bupati Pegubin, Spei Yan Bidana, ST.M.Si didampingi Plt. Sekretaris Daerah drg. Aloysius Giyai, M.Kes, Forkiopimda dan para kepala OPD hadir  di acara HUT je-19 Kabupaten Pegubin.

 

JAYAPURA (PB.COM)—Tanggal 12 April 2022, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) di Provinsi Papua merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19. Sebuah perayaan sederhana digelar di lapangan Kabiding, depan Kantor Dukcapil Pegubin, Selasa (12/04/2022).

Acara ini dihadiri oleh ribuan warga setempat dengan penuh sukacita diisi dengan ibadah bersama dan atraksi tari-tarian dari perwakilan suku. Tradisi bakar batu (barapen) ala Pegunungan Papua pun mengisi momen ini.

Bupati Pegubin, Spei Yan Bidana, ST.M.Si didampingi Plt. Sekretaris Daerah drg. Aloysius Giyai, M.Kes, Forkiopimda dan para kepala OPD hadir mengambil kegembiraan dan sukacita bersama rakyatnya.

Pada kesempatan istimewah ini, Bupati Spei mengukuhkan tujuh (7) kepala suku besar yang mendiami wilayah Pegubin yaitu Suku Jip Ngaul, Muruop, Arip Tap, Kambom, Una, Lepki, dan Suku Dap.

Untuk diketahui, Kabupaten Pegunungan Bintang adalah sebuah kabupaten yang terletak di kawasan Pegunungan Tengah Provinsi Papua. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini di sebelah Timur, Jayapura di bagian Utara, Boven Digoel di sebelah Selatan, dan Kabupaten Yahukimo di sebelah Barat.

Nama kabupaten ini diambil dari kata Steren Geberte yang dalam Bahasa Belanda berarti Gunung Bintang. Kata ini merujuk kepada kumpulan salju abadi di Puncak Mandala yang jika diamati berbentuk seperti bintang.

Secara geografis Kabupaten Pegunungan Bintang terletak di antara 140°05’00’’–141°00’00’’ Bujur Timur dan 3°04’00’’–5°20’00’’ Lintang Selatan dengan luas wilayah 15.683 9km². Kabupaten ini terbagi ke dalam 34 (tiga puluh empat) distrik dan 277 desa/kampung.

Berdasarkan data, jumlah penduduk Kabupaten Pegunungan Bintang pada tahun 2020 sebesar 11.800 jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1,00% dan tingkat kepadatan sebanyak 7,13 jiwa per km².

Selama 19 tahun berdiri, Pegubin telah dipimpin oleh tiga bupati yakni Drs. Welliongton Lord Wenda, M.Si (2005-2015), Constan Oktemka (2015-2020), dan kini Spei Yan Bidana yang memimpin sejak Maret 2021. (Gusty Masan Raya/Tony Almung/Dari Berbagai Sumber)

 

Ini Pesan Bupati Spei Untuk Forkopimda dan Kominda Pegubin

Bupati Pegubin Spei Yan Birdana ST.M.Si didampingi Ketua II DPRD Pegubin Junius Tengket dan Dandim Yahukimo.

 

OKSIBIL (PB.COM) Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST.M.Si meminta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk  memaksimalkan fungsi koordinasi guna mendukung pelaksanaan pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah aktual di beberapa kampung yang sudah terjadi demi kesejahteraan masyarakat kecil di Bumi Okmin.

Hal itu dikatakan Bupati Spei saat rapat Forkopimda dan Kominda Pegubin di ruang rapat Kediaman Bupati di Osibil, Kamis (24/03/2022).

Menurut Spei, Forkopimda bertugas melakukan koordinasi antarpelaku pembangunan untuk membahas prioritas program pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan dengan OPD terkait, serta  menyempurnakan Kinerja Pemerintah Daerah  Pegubin pada tahun berjalan.

“Saya juga berharap, dalam beberapa bulan efektif ini, seluruh Kepala OPD mampu menerjemahkan program dan visi misi kami. Kita harus gelar rapat Forkopimda secara rutin di distrik masing-masing. Paling tidak, rapat digelar setiap sebulan sekali  untuk mensinergikan program prioritas sesuai visi misi yang sudah dicanangkan,” ujar Spei.

Anggota Forkopimda dan Dewan adat Pegubin.

Sementara itu, kepada Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Pegubin, Bupati Spei berpesan agar dalam melaksanakan perannya sebagai penyampai informasi situasi daerah, para anggotanya baik di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun TNI/Polri, harus akrab, kompak, sehingga benar-benar dapat memberikan laporan berdasarkan fakta dan data yang akurat. Tujuannya agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu-isu sesat dan tetap fokus beraktivitas.

Adapun unsur Forkopimda Pegubin terdiri dari Kepala Daerah (Bupati), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Ketua  DPRD), Kepolisian Resort (Kapolres), Komando Distrik Militer (Dandim), Komando Resort Militer (Danrem), Tokoh Agama, dan Dewan Adat. (Aquino Ningdana/Gusty)

Bupati Spei Bidana, HUT ke-45 dan Capaian Kinerjanya Untuk Pegunungan Bintang

Oleh Gusty Masan Raya/Pemimpin Redaksi papuabangkit.com/Majalah Bintang

SELASA, 22 Maret 2022, Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST.M.Si merayakan ulang tahunnya yang ke-45. Usia yang sangat matang, energik dan produktif sebagai seorang putra daerah Papua yang memimpin kabupaten di wilayah nan sulit dan terisolir itu.

Bupati Spei Yan Bidana, ST,M.Si

Sudah setahun lebih, Spei memimpin Pegunungan Bintang setelah menang pada Pilkada 2020 dan dilantik pada 3 Maret 2021 di Gedung Negara Jayapura. Spei didampingi wakil bupati alm. Piter Kalakmabin, Amd.TEK, yang meninggal tiba-tiba pada 28 Oktober 2021.

Pesan dan meme ucapan di berbagai grup WA menyebar sejak pagi tadi. Semua mendoakan Bupati Spei agar di hari istimewahnya ini, Tuhan dan leluhur Tanah Papua, selalu menjaga dan melindunginya untuk terus bekerja membangun masyarakatnya di Bumi Okmin.

“Atas nama seluruh jajaran birokrasi dan masyarakat Pegunungan Bintang, kami mengucapkan selamat ulang tahun buat Bupati Spei Yan Bidana. Panjang umur dan sehat selalu,” kata Plt. Sekretaris Daerah Pegunungan Bintang, drg. Aloysius Giyai, M.Kes dihubungi papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Selasa pagi.

Menurut Aloysius, masyarakat Pegunungan Bintang harus bangga dan bersyukur memiliki sosok pemimpin seperti Spei Yan Bidana. Selain penuh wibawa, lembut dan berjiwa kebapakan, Spei juga menonjol sebagai pemimpin cerdas yang selalu melakukan inovasi dan kebijakan terobosan untuk membangun Pegubin.

Bupati Spei Bidana bersama Plt. Sekda Alo Giyai berbincang serius.

“Saya menyebutnya sebagai misionaris modern. Apa yang tidak pernah dipikirkan oleh pemimpin lain, dilakukan oleh Spei. Dia ingin menyusun ulang kerangka dasar pembangunan Pegunungan Bintang, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di sini,” tutur Alo.

Tujuh Fakta Terobosan Spei

Penyataan Sekda Alo Giyai tentang Bupati Spei, tentu beralasan. Sejumlah catatan capaian kerja Spei selama setahun lebih, jadi buktinya. Sedikitnya, ada tujuh (7) fakta menarik yang dapat ditampilkan di sini tentang capaian kinerja ketua DPC PDIP Pegubin itu.

Pertama, Mendirikan Universitas Okmin Papua (UOP) di Kota Oksibil. Perjuangan mendirikan UOP hanya butuh waktu tiga bulan, dibantu tim dari UKSW dan Prof. Ir. Yohanes Sardjono, APU. Pada hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2021, kabar gembira datang. UOP resmi berdiri sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 344/E/O/2021 tertanggal 17 Agustus 2021 tentang Izin Pendirian Universitas Okmin Papua.

Bupati Spei Bidana bersama alm. Wakil Bupati Piter Kalakmabin.

Sejak September 2021, universitas pertama di Pegunungan Tengah Papua itu pun mulai berjalan, walau terbatas sarana dan prasarananya. Manajamen Kampus UOP menerima 615 mahasiswa yang mendafatar untuk 5 program studi perdana. Dengan rincian, Jurusan Antopologi S1 (265 orang), Pendidikan Bahasa Inggris (50 orang), Pendidikan Matematika (35 orang), Pendidikan Biologi (135 orang), dan Agroteknologi (130 orang). Sebanyak 35 tenaga dosen siap membantu.

“Saya dan Asisten II Pegubin dr Silwanus Sumule akan siapkan agar tahun depan sudah dibuka S1 dan D3 Keperawatan supaya menyiapakan tenaga kesehatan,” ujar Sekda Alo.

Alo sependapat dengan pemikiran Bupati Spei. Bahwa UOP berdiri tak hanya semata untuk mendongkrak sumber daya manusia (SDM), tetapi juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Suasana kuliah perdana mahasiswa Universitas Okmin Papua di Oksibil.

Bayangkan saja, selama 20 tahun berjalannya Otonomi Khusus di Papua, kebijakan pendidikan yang dilakukan dengan mengirim anak-anak Papua untuk studi atau kuliah di luar Papua, telah menguras kantong APBD. Dari sisi ekonomi, Papua tentu rugi.

“Saya hitung, mahasiswa kita dari Pegunungan Bintang yang kuliah di Jawa saja makan anggaran sampai Rp 15 miliar setiap tahun. Nah saatnya kita ubah, mahasiswa kita ke depan kuliah di Oksibil dan uang berputar di sana. Saya akan bersurat ke para bupati, terutama tetangga seperti Boven Digoel, Yalimo, Yahukimo, Keerom, Jayawijaya, bisa tiap tahun kirim 10 anak kuliah di Universitas Okmin Papua,” ujar Bupati Spei beberapa waktu lalu.

Kedua, Bangun Model Pendidikan Berbasis Budaya. Dalam rangka mendukung Universitas Okmin Papua, Bupati Spei Bidana pun membenahi pendidikan dasar. Pemda Pegubin bekerjasama dengan Yayasan Alirena, menghadirkan model pendidikan berbasis budaya yang diberi nama Pengkajian Budaya Papua dan Modernisasi (PBPM).

Menurut Pembina Yayasan Alirena, Mr. Eng Go, MBA, dalam pendidikan berbasis budaya dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK, orang tua dan komunitas harus terlibat. Dengan demikian, ekonomi dan kesehatan juga menjadi bagian dari program ini. Semuanya terintegrasi.

Bupati Spey Yan Bidana memberikan arahan kepada para Guru Andalan saat pelatihan di Bogor.

“Kita ingin memerdekakan anak-anak Pegubin untuk berkompetisi di level global. Kendati demikian, modernisasi dan globalisasi tidak boleh menggerus bahkan menghilangkan budaya dalam pendidikan,” ujar Mr. Eng saat tampil pada acara talkshow live Papua 60 Menit di TVRI Papua, Sabtu 4 Desember 2021.

Pada tahun 2021, terdapat 7 distrik di Pegubin yang menjadi sasaran pelaksanaan model pendidikan ini. Eng menilai, anak-anak Papua, termasuk di Pegubin sangat kenal dan paham dengan alamnya. Tetapi saat mereka test pelajaran IPA, umumnya mereka gagal. Nilai mereka hanya 30 atau 40. Kendalanya adalah pada pola pengajaran baca, tulis dan berhitung (calistung) dari para guru yang sangat lemah.

“Makanya kami ubah modelnya dengan pendekatan budaya, dimana tekankan  bercerita (storytelling). Mereka diuji tentang apa yang mereka kenal itu dengan bercerita. Ternyata luar biasa bagus. Artinya, nalar anak-anak Asli Papua tidak jauh tertinggal. Mereka mampu,” tutur Eng.

Ketiga, Tempatkan 90 Persen Pejabat Birokrasi Orang Asli Pegubin. Dari sisi birokrasi, Spei pun tak tinggal diam untuk merangsang rasa percaya putra daerah Bumi Okmin. Sejak April 2021, ia telah menempatkan putra-putri terbaik asli Pegubin untuk menduduki 36 Organisasi Perangkat Daerah untuk belajar menjadi pemimpin. Bersama-sama dia membangun daerah sesuai semangat dan roh Otsus yakni keberpihakan  (affirmative action).

Keempat, Tingkatkan PAD Lewat Carbon Trading. Gagasan brilian ini dilakukan Bupati Spei dengan memanfaatkan sekitar 1,6 juta hektar hutan Pegubin. Carbon trading adalah perdagangan emisi karbon yang dilakukan antar-negara untuk mengurangi emisi karbon dunia, khusunya dari karbon dioksida. Perdagangan karbon ini merupakan bentuk perdagangan yang menargetkan karbon dioksida atau CO2 dengan satuan ton.

Transaksi inilah yang membantu menetapkan batas kuantitatif yang dihasilkan oleh para penghasil emisi karbon. Dengan adanya perdagangan, negara yang memproduksi emisi dalam jumlah banyak bisa mengeluarkan emisi karbon tersebut  dari negaranya. Dan negara yang menghasilkan emisi dalam jumlah sedikit bisa menjual hak menghasilkan emisi yang dimilikinya kepada negara lain.

“Saya sudah lakukan MoU dengan salah satu perusahaan untuk carbon trading di Swiss. Ini ujicoba yang pertama dilakukan di Indonesia dan Papua. Kalau sukses maka kita akan menghasilkan uang dari penjagaan hutan kita yang masih lestari dengan kontribusi oksigen sekian ton kubik ke dunia. Perhitungan kasar saja, ambil seperempatnya saja dari total hutan kita di Pegunungan Bintang seluas 1,6 juta hektar, itu bisa menghasilkan sekitar Rp 45o miliar,” kata Bupati Spei Bidana, Sabtu, 18 Desember 2021.

Kelima, Menciptakan Renewable Energy atau Energi Terbarukan. Energi ini diciptakan dari power plant untuk mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sungai-sungai untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Hutan Pegunungan Bintang yang masih asri.

“Kita dorong energi terbarukan dan target kita 2030, Pegunungan Bintang itu bisa mandiri energi dengan zero fosil dan hasilkan energy minimal 10-15 MW yang bisa kita jual ke PLN dan dialirkan ke kabupaten lain seperti Boven Digoel dan Papua Nugini. Ini akan jadi PAD kita,” ujar Bupati Spei yang juga kandidat doktor bidang Konservasi.

Oleh karena itu, Spei mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga hutan dan lingkungan agar tetap lestari dengan terus melakukan penghijauan. Rencananya, pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemda akan me-launching Pegunungan Bintang sebagai kabupaten konservasi, baik konservasi terhadap biodiversity, sungai, hutan, kebudayaan, maupun nilai-nilai kearifan lokal. Apalagi dari sisi lokasi, Pegunungan Bintang memang sentral hidrologis di Papua.

Keenam, Membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Usul ini sudah disetujui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dimana sedianya akan dibangun di Distrik Batom. Bupati Spei Bidana didampingi Plt. Sekda Aloysius Giyai dan Staf Khusus Bupati, Yohanes Sardjono, APU, telah bertemu Kepala BRIN, Dr. L.T. Handoko di kantornya yang terletak Gedung B.J. Habibiet Lt. 24 Jalan M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Jumat, 7 Januari 2022.

Bupati Spei bertemu Kepala BRIN, Dr. L.T. Handoko di kantornya, Jumat, 7 Januari 2022.

Dipilihnya Batom sebagai pusat riset dan inovasi daerah karena distrik ini memiliki letak sangat strategis yang mendukung konsep pengembangan terintegrasi dari kawasan strategis perbatasan. Batom berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan  PNG dan juga dekat dengan Jayapura di bagian utara.

Tata ruang Distrik Batom memang sedang dirancang dan dikembangkan menjadi salah satu kota satelit di Pegunungan Bintang dan menjadi landasan untuk mendorong penetapan wilayah itu oleh Presiden Jokowi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perbatasan dengan mengandalkan potensi sumber daya alam energi terbarukan, konservasi alam, dan keanekaragaman hayati (biodiversity).

Ketujuh, Target 2022 Perbaiki Listrik, Internet dan Air Minum di Kota Oksibil. Tiga kebutuhan mendasar di Pegunungan Bintang menjadi perhatian serius pemerintahan Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si. Listrik, internet dan air bersih. Jangankan di wilayah pelosok, di Kota Oksibil saja, masyarakat belum menikmati dengan puas.

Bupati Spei dan rombongan saat meninjua PLTM Oksibil di Distrik Oksibil, Desember 2021.

Pada Senin, 13 Desember 2021, Anggota Komis I DPR RI, Yan Mandenas, S.Sos,M,Si memimpin rombongan ke Oksibil. Ikut bersama dia, General Manager PT. Telkom Papua, Sugeng Widodo, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura, Salmon Kareth, Divisi Backbone Direktorat Infrastruktur BAKTI Kominfo, John Tirayoh, Kabinda Papua, Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon, dan Danrem 172/PWY Brigjen Isak Pangemanan.

“Semua pihak sepakat untuk mendukung rencana kerja kami. Kita targetkan 2022 ketiga hal ini bisa rampung,” tutur Bupati Spei, Desember 2021 lalu.

Selamat Ulang Tahun Pak Bupati Spei. Teruslah Bekerja Membangun Masyarakat Bumi Okmin. (*)

 

Supaya Mahasiswa Dapat Bantuan Studi, Ini Syarat Yang Ditetapkan BPPSDM Pegubin

Plt. Kepala BPPSDM Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA

 

OKSIBIL(PB.COM)—Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang di masa kepemimpinan Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si dan alm. Wakil Bupati Piter Kalakmabin, A.Md memberi perhatian serius bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat pendidikan.

Selain mendirikan Universitas Okmin Papua (UOP), Pemda Pegubin melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) juga memberi perhatian bagi ribuan mahasiswa yang sedang studi di dalam dan luar negeri. Persoalannya, setiap tahun jumlah mahasiswa terus bertambah, sementara dana yang dianggarkan tak cukup memenuhi permintaan. Lalu apa langkah yang diambil instansi terkait di tahun 2022 ini?

 

“Kami sudah mulai mempersiapkan dokumen penting yang berhubungan dengan Bantuan Studi. Contoh seperti pengecekan dan pengelompokan data mahasiswa yang sudah ada di BPSDM dan akan dilengkapi persayaratan yang kurang sebelum bantuan disalurkan. Berkaitan dengan ini kami minta agar setiap mahasiswa wajib mempersiapkan antara lain Kartu Mahasiswa, Surat Aktif Kuliah, Kartu Hasil Studi (KHS), Kartu Rencana Studi (KRS) dan transkrip nilai bagi mahasiswa Tugas Akhir. Ini adalah syarat mutlak yang wajib dipersiapkan sejak dini. Dan mulai tahun ini dan seterusnya, bantuan studi akan diberikan kepada mahasiswa yang sedang aktif kuliah dan berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif minimum 2,0 ke atas,” kata  Plt. Kepala BPPSDM Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA saat rapat koordinasi di kantornya di Oksibil, Selasa (22/02/2022 yang dihadiri seluruh Kasubag  dan stafnya.

Untuk itu, lanjut Gerald, dalam waktu dekat pihak BPPSDM Pegubin akan mendatangi asrama-asrama setiap kota studi dan juga mengecek langsung semua mahasiswa di kampus masing-masing. Tujuanya ialah mengecek keaktifannya di dalam organisasi mahasiswa dan kegiatan edukasi lainnya selama ini.

Mahasiswa baru dari Pegubin yang tergabung dalam wadah IMPPETANG di kota studi Jayapura saat giat pengenalan mahasiswa, 2019 lalu (Foto: suarapapua.com)

Menurut Gerald, saat ini Pemda Pegubin terbantu karena sebagian mahasiswa asal Pegubin yang sedang studi mendapat bantuan beasiswa dari program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta dari beasiswa dari Biro SDM Provinsi Papua.

“Karena itu kami minta, tolong manfaatkan beasiswa itu dengan benar. Harus berusaha mempertahankan prestasi akademik supaya begitu selesai bisa melanjutkannya pada jenjang pendidikan S2 dan S3 dengan syarat IPK minimum 2.75. Kami juga akan mengecek keaktifannya di dalam organisasi mahasiswa dan kegiatan edukasi lainnya selama ini,” urai Gerald.

Gerald juga me-warning kepada mahasiswa Pegubin yang saat ini berada di masa tugas akhir dan sudah pernah menerima bantuan studi tahun 2021 bahwa mereka tidak akan mendapat bantuan yang sama di tahun 2022 ini, apabila yang bersangkutan masih belum selesai dari kampusnya. Sebab jika demikian, ia menerima hak adik-adik tingkatnya yang seharusnya menerima.

“Oleh karena itu, kami minta kepada pengurus organisasi IMPPETANG dan KOMAPO untuk tertibkan seluruh mahasiswa yang tergabung di dalam kedua wadah tersebut. Langkah-langkah ini akan membantu BPSDM me-manage sumber daya yang sudah disediakan oleh Pemda Pegubin,” tegas Gerald.  (Aquino Nindana/Gusty)

BPPSDM Fokus Siapkan Tenaga Dosen dan Peneliti Asli Pegubin

Plt. Kepala BPPSDM Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA

 

JAYAPURA (PB.COM)—Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kabupaten Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA mengatakan di tahun 2022 ini, pihaknya tetap fokus memberi perhatian serius terhadap para mahasiswa-mahasiswi program  studi strata dua (S2) doktoral atau strata tiga (S3).

“Program ini wajib karena mempersiapkan tenaga dosen dan peneliti orang asli Pegunungan Bintang untuk Papua. Mereka bisa kerja di perguruan tinggi, baik Universitas Okmin Papua maupun universitas lainnya di Papua. Program ini harus melalui diseleksi yang ketat sebab akan memasuki kampus-kampus ternama di Indonesia,” kata Gerald Bidana kepada wartawan di Oksibil, Selasa (22/02/2022).

Menurut Gerald, untuk program ini, Pemkab Pegubin dan Universitas Okmin Papua, sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia dan luar negeri. Antara lain, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Katolik Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Atma Jaya Yogayakrta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Asia International University di Thaiwan, The Institute Tehnology Teheran Iran, The Cueendsland University Australia, dan ICEE America.

“Persyaratan utama bagi calon program magister dan program doktor adalah penguasaan metodologi penelitian dan penguasaan Bahasa Inggris dengan skor terendah adalah 500 untuk IELTS dan 600 untuk TOEFLE. Untuk mencapai skor itu tidaklah mudah. Harus berjuang keras dengan membutuhkan waktu yang cukup banyak. Kalau tidak serius dalam persiapannya, maka sangat tipis kemungkinan memasuki S2 dan S3,” tuturnya.

Gerald bilang, Pemkab Pegubin akan mengarahkan para calon mahasiswa S2 dan S3  langsung bekerja sebagai dosen dan peneliti di Universitas Okmin Papua (UOP). Kampus ini berdiri sejak 17 Agustus 2021 dengan 5 program studi. Di tahun akademik 2021-2022, UOP telah menerima 615 mahasiswa perdana, termasuk sejumlah mahasiswa dari Papua Nugini.

“Jadi Pemda benar-benar telah menyediakan tempat kerja bagi mereka. Ini juga merupakan salah satu upaya memberdayakan para tamatan perguruan tinggi. Karena itu, bagi semua mahasiswa memiliki orientasi jelas sejak dini, kemana nanti dia akan mengabdi,” ujanya. (Aquino Nindana/Gusty)

Pejabat Harus Kerja Cerdas Dukung Bupati Spei Wujudkan Pegubin Jadi Daerah 3T Plus

Bupati Spei Yan Bidana dan Plt. Sekda Aloysius Giyai berfoto bersama para pimpinan 9 OPD Pegubin yang baru dilantik di Aula Kantor Bupati Pegubin, Senin (14/02/2022)

 

JAYAPURA (PB.COM)—Staf Khusus Bupati Pegunungan Bintang Bidang Promosi Investasi Nasional dan Internasional, Gabriel Goa meminta para pejabat di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kabinet kerja Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si harus bekerja keras, kerja cerdas, dan kerja cepat untuk berkolaborasi mewujudkan sejumlah program prioritas bagi kemajuan Pegubin menjadi daerah 3T Plus.

“Kami sudah menjajaki peluang kerjasama promosi dan investasi dengan pihak media nasional dan internasional, kementerian dan lembaga negara di Jakarta, perwakilan RI di luar negeri maupun perwakilan negara-negara sahabat di Jakarta untuk menjadikan Pegubin sebagai Kabupaten Contoh di Papua. Tujuannya agar Pegubin bisa keluar dari kategori 3 T Minus menjadi 3T Plus. Dreams can come true if we have the Courage to pursue the Dream,” kata Gabriel dalam rilis yang diterima papuabangkit.com, Kamis (17/02/2022).

Staf Khusus Bupati Pegubin, Gabriel Goa

Menurut Gabriel,  hingga kini Kabupaten Pegubin masih masuk kategori 3T Minus yaitu Terisolir, Terkebelakang dan Termiskin. Di bawah kepemimpinan Bupati Spei Bidana dan alm. Wakil Bupati Piter Kalakmabin, daerah ini tengah dikembangkan menjadi wilayah kategori 3T Plus yakni Terdepan, Termaju dan Terkaya di NKRI seperti New Zealand atau Swiss.

“Karena itu, para jajaran pejabat yang sudah dilantik untuk segera mempercepat lobi di tingkat Nasional dan Internasional untuk mendukung semua program-program yag sesuai visi misi bupati,” urainya.

Gabriel menjelaskan, Kabupaten Pegubin yang terletak di wilayah perbatasan NKRI-Papua Nugini. Namun hingga kini, daerah ini belum ada pengembangan Kawasan Strategis Nasional Perbatasan. Untuk itu, sejak awal memimpin, Bupati Spei Bidana bersama alm Wakil Bupati Piter Kalakmabin sudah melakukan terobosan lewat program strategis mereka.

Pertama, menyiapkan SDM Pegunungan Bintang yang unggul dengan mempersiapkan SDM sejak usia Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Salah satunya adalah pendirian Universitas Okmin Papua, dimana dalam rencana bangunan fisiknya berada di wilayah perbatasan dengan Papua Nugini yakni Distrik Batom.

Bupati Spei Bidana saat menyerahkan DPA 2022 bagi para pimpiman OPD Pegubin, Senin (14/02/2022)

Kedua, mempromosikan keunggulan-keunggulan produksi Pegubin seperti kopi arabika dan destinasi wisata alam, wisata budaya, wisata religi dan wisata kuliner melalui media OkminTV Papua, media online, dan media cetak dan elektronik.

“Untuk mendukung ini, Pemkab Pegubin dan Kementerian Kominfo sedang membangun jaringan telekomunikasi guna mempercepat akses internet di Bumi Okmin,” kata Gabriel.

Ketiga, membuka isolasi dan memudahkan akses jalur transportasi darat, sungai dan udara di wilayah Perbatasan Tengah Papua berbatasan dengan Papua Nugini yakni pembangunan jalan trans nasional di wilayah perbatasan, pembangunan Bandara di Batom, dan pembangunan sarana prasarana untuk membuka keterisolasian Pegubin.

“Semua program ini berjalan baik tentu harusnya didukunga oleh kesiapan eksekutif Pemkab Pegubin, terutama para pejabat di dinas terkait,” tutupnya. (Gusty Masan Raya)

Polres Pegubin Berdayakan Ekonomi Masyarakat Lewat Budidaya Perikanan Air Tawar

Sat Binmas Polres Pegubin ketika melepas bibit ikan mujair saat menyambangi spot ikan di Kampung Pulbingin Disrtik Serambakon, Kamis (17/02/2022)

 

OKSIBIL (PB.COM)—Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Pegunungan Bintang lewat Program Kasuari berupaya melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat dengan memberikan bantuan dan pendampingan bagi para petani budidaya ikan air tawar di sekitar Kota Oksibil.

Seperti yang terjadi pada Kamis (17/02/2022) di Kampung Pulbingin Distrik Serambakon. Kasat Binmas Iptu Sabtuwadji bersama sejumlah personel Sat Binmas dan Satgas Preventif mengecek langsung spot perikanan dan spot pertanian milik masyarakat.

Pada kesempatan itu, Sat Binmas Polres Pegubin juga memberikan bantuan bibit ikan mujair sebanyak 500 ekor kepada Yustinus Uropmabin, salah seorang petani yang juga tokoh masyarakat di Kampung Pulbingin.

“Kami dari personel Sat Binmas dengan dibantu personel Satgas Preventif Ops Damai Cartenz melakukan kegiatan sambang dan mengecek langsung spot-spot ikan dan pertanian. Kami berikan pemahaman tentang pengelolahan spot tersebut. Tak lupa kami memberikan bantuan bibit ikan mujari sebanyak 500 ekor,” kata Kasat Binmas Iptu Sabtuwadji Polres Pegubin.

Masyarakat Kampung Pulbingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas bantuan Sat Binmas Polres Pegubin. Sebab dengan ini bisa meningkatkan kehidupan ekonomi mereka. (Aquino Ningdana/Humas Polres Pegubin)