
Bupati Pegubin Spei Yan Bidana, ST,M.Si saat me-launching proyek pengerjaan ruas jalan Pepera menuju Okyip sepanjang sepuluh kilometer, Kamis, 15 Juli 2026.
OKSIBIL (PB.COM)—Mobil Hilux nopol PA 01 PB itu tampak tenang melewati Sungai Digoel. Di balik kemudi, sang sopir dengan hati-hati dan tampak fokus menjaga laju kecepatan agar tetap stabil melawan terjangan arus sungai nan kencang. Tak butuh setengah menit, roda mobil plat merah itu sudah menggilas jalan bebatuan di seberang dan langsung tancap gas melewati pendakian nan terjal.
Di dalam kendaraan dinasnya, Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana, ST,M.Si pagi itu tampak tenang. Sebab bukan baru pertama kali, orang nomor satu di Bumi Okmin itu melewati jalur jalan menantang seperti ini. Sekalipun, ancaman nyawa jadi taruhan. Sungai Digoel memang terkenal memiliki arus air yang sangat kencang.
Pada Kamis, 15 Juli 2026 itu, Bupati Spei Bidana dan rombongan, menyeberang menuju Distrik Pepera, menembus kabut pagi untuk me-launching proyek pengerjaan ruas jalan Pepera menuju Okyip sepanjang sepuluh kilometer.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat dan tantangan akses transportasi di Pegubin yang mendesak dikerjakan, jalur jalan sejauh sepuluh kilometer itu sangat berarti untuk menghubungkan puluhan kampung di wilayah itu agar terkoneksi menuju Iwur maupun Oksibil. Dengan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus, jalur Pepera-Okyip pun resmi dikerjakan.
“Setiap jalan raya yang dibangun itu membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan akses yang baik, perekonomian akan tumbuh, pendidikan akan lebih mudah dijangkau, dan pelayanan kesehatan menjadi lancar. Dengan membangun jalan, kita sedang membangun peradaban generasi kita kita ke depan menjadi lebih baik,” kata Bupati Spei Yan Bidana dalam sambutannya.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, sejak awal kepemimpinannya dari 2021, ia telah berkomitmen untuk membuka akses transportasi darat dengan membangun jalan dan jembatan. Di wilayah utara Pegubin, jalur jalan raya dari Towe Hitam (Kabupaten Keerom) menuju Aboy yang sepanjang 23 kilometer, sebagiannya telah diaspal pada periode pertama kepemimpinannya.
“Rencana pembangunan jalan tahun 2024-2025 sempat terganggu karena efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat untuk infrastruktur nasional. Namun, kita berhasil mengalihkan dana efisiensi dari proyek lain sebesar Rp 13 miliar rupiah untuk membangun jembatan tahun ini, serta mengalokasikan anggaran untuk pembenahan jalan 10 kilometer dari Kalomdol menuju Iwur,” ujarnya.

Bupati menegaskan, target akhirnya ialah menghubungkan jalur ini dengan jalan nasional yang menghubungkan dari arah Selatan hingga ke Utara di wilayah Provinsi Papua.
“Kita telah berjuang keras untuk menyelesaikan ruas jalan yang pernah mengalami kerusakan akibat tindakan tidak bertanggung jawab seperti pembunuhan dan pembakaran. Saat ini sebagian ruas sudah menggunakan material bata merah dan siap untuk proses selanjutnya,” urainya.

Demi mendukung akses ke wilayah Selatan Pegubin, kata Spei, rencana pembangunan jembatan dan jalan nasional telah mendapatkan dukungan dari Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI. Termasuk, membangun jembatan yang menghubungkan Distrik Pepera menyeberang Sungai Digoel yang baru saja dilewatinya.
“Jembatan Digul II sudah capai 50 persen. Sementara jembatan yang akan dibangun di Kali Kau sudah direncanakan dibangun tahun 2027 menggunakan material besi yang lebih kokoh. Kita akan merencanakan pembangunan jembatan dengan struktur baja yang kokoh sehingga masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada ojek untuk menyeberangi sungai. Semua ini dilakukan untuk kenyamanan dan keamanan bersama,” tegas Spei.
Diapresiasi Masyarakat
Ketua Komunitas AP Iwol Bontapa Aip, Ismail Sipyan, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bupati atas komitmennya dalam pembangunan infrastruktur, khususnya ke wilayah Distrik Pepera.

“Kita sangat berterima kasih karena dalam beberapa tahun terakhir, kondisi jalan dan keamanan di daerah ini telah jauh lebih baik. Dahulu, akses ke daerah ini sangat sulit dan berbahaya, namun kini kita bisa melihat kemajuan yang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Ismail, jalan yang dibangun bukan hanya untuk kepentingan ekonomi semata, melainkan juga untuk mempererat hubungan antar masyarakat dan memastikan kelangsungan hidup generasi mendatang yang lebih baik.

“Jalan ini hadir untuk menghubungkan kita dengan dunia luar, bukan untuk melakukan tindakan yang merusak diri sendiri maupun orang lain. Kita harus menjaga keamanan dan ketertiban agar pembangunan bisa berjalan lancar,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan infrastruktur jalan yang baik telah memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. “Sekarang kita bisa dengan mudah bepergian menggunakan mobil atau motor, bahkan ada yang mendapatkan kendaraan bantuan secara gratis. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah peduli dengan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ismail.

Sementara itu, salah seorang perwakilan masyarakat Distrik Pepera yang enggan menyebut namanya, juga menyampaikan apresiasi atas upaya Pemda Pegubin di bawah pemerintahan Spei Yan Bidana dalam melanjutkan pembangunan jalan.
“Kita mewakili seluruh masyarakat Distrik Pepera untuk mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang telah berusaha keras sejak periode pertama hingga periode kedua untuk memperbaiki akses jalan di daerah ini. Ruas jalan yang dulunya menjadi ujung perjalanan kini akan dilanjutkan hingga ke wilayah yang lebih luas,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun dan menjaga kebersihan serta ketertiban di sepanjang jalur jalan. “Saya juga minta, barang haram seperti miras tidak boleh dibawa dan diperdagangkan di sepanjang jalur ini. Kita tidak ingin pembangunan yang kita raih bersama hancur karena hal-hal yang tidak bermanfaat,” tegasnya.
Acara launching pengerjaan jalan Pepera-Okyip dihadiri oleh sejumlah kepala OPD di Pegubin, anggota DPRK Pegubin, tokoh adat, serta ratusan masyarakat dari seluruh wilayah yang dilalui jalur jalan tersebut. (Aquino Ningdana/Gusty Masan Raya)






























