Plt. Kepala Dinas Perhubungan Pegubin Marshall Suebu dan jajarannya saat bertemu Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Oksibil Agus Hadi Sudarmanto, Kamis, 30 Juli 2026.

OKSIBIL (PB.COM)—Dinas Perhubungan Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, mendorong kenaikan status Bandara Oksibil dari Kelas III menjadi Kelas II demi meningkatkan pelayanan bagi masyarakat di wilayah itu.

“Kami tadi bertemu dengan Kepala UPBU Kelas III Oksibil dan dalam pertemuan itu, kami sama-sama berkomitmen mendorong Bandara Oksibil naik Kelas II. Dengan itu, tentu saja kami jajaki kemungkinan ada maskapai baru selain Trigana yang siap melayani penumpang ke depan,” ujar Plt. Kepala Dinas Perhubungan Pegubin, Marshall Suebu, S.Sos,M.Si kepada papuabangkit.com melalui pesan whatsapp, Kamis, 30 Juli 2026.

Maskapai Trigana Air saat aktivitas bongkar muat penumpang dan barang di Bandara Oksibil.

Menurut Marshall, kenaikan Kelas Bandara Oksibil tentu harus didukung dengan sejumlah peningkatan fasilitas utama, terutama terminal kedatangan dan keberangkatan maupun panjang landasan bandara.

“Tapi ini harus dilakukan ke depan karena Pegunungan Bintang ini satu-satunya kabupaten yang hanya bisa ditempuh lewat transportasi udara. Sebagai bandara utama di Pegunungan Bintang, Bandara Oksibil sudah saatnya harus ditingkatkan. Kami tentu sangat butuh perhatian dari Pemerintah Pusat,” tegas Marshal.

Kepala UPBU Kelas III Oksibil Agus Hadi Sudarmanto dan jajarannya.

Dalam pertemuannya dengan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Oksibil Agus Hadi Sudarmanto, SH itu, mantan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini juga menjelaskan, kedua belah pihak berkomitmen meningkatkan pelayanan penerbangan perintis berupa subsidi kargo dan penumpang yang sudah dirintis Bupati Spei Yan Bidana ST.M.Si beberapa tahun ini.

“Ini salah satu program unggulan dan dipantau langsung dari Kantor Staf Kepresidenan yang masuk dalam program subsidi pelayanan publik angkutan udara bersubsidi dari Kementerian Perhubungan untuk daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan atau 3TP,” katanya.

Selain itu, kata Marshall, kedua belah pihak juga siap bersinergi untuk memberi perhatian terhadap pelayanan pesawat perintis reguler ke distrik-distrik dan akan bertemu dengan beberapa operator atau maskapai yang telah terjadwal melayani ke wilayah Pegubin.

“Dalam kepemimpinan Bupati Spei Yan Bidana, sejak awal beliau memang sangat konsen dengan pelayanan transportasi udara demi mempermudah akses orang dan barang dan menumbuhkan ekonomi daerah. Karena itu, sebagai instansi teknis kami tentu siap mendukung visi misi Pak Bupati,” tegasnya.

Pertemuan itu dihadiri sejumlah pejabat struktural di Dinas Perhubungan Pegubin, di antaranya Sekretaris Dinas Perhubungan, Kepala Bidang Udara, beberapa kepala seksi  dan sejumlah staf. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box