
Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano saat orasi di Kampung Mawes Dai
SARMI (PB.COM) – Mengawali rangkaian kampanye di Kabupaten Sarmi, Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) yang selalu didampingi sang istri Kristina Luluporo Mano, menginjakkan kaki berkunjung di kampung Mawes Dai, Distrik Bonggo Timur, Selasa (01/07/2025).
Kehadiran sosok BTM yang memang telah dinantikan sejak pagi hari oleh masyarakat langsung disambut tarian oleh puluhan mama-mama dengan busana tradisional serta para pria yang membawa suling tambur.
Selanjutnya prosesi sakral Silas Finti yang merupakan prosesi permohonan pada Tuhan, leluhur, alam dan sesama untuk merestui kepemimpinan BTM-CK. Prosesi dipimpin langsung Ondo Afi Kampung Mawes Dai, Bitsael Dabeduku.
“Bapa adalah sebagai Gubernur. Bapa Datang ini kami terima sebagai Gubernur Papua bukan calon. Bapak silahkan masuk karena Bapak adalah Anak Adat Tabi dan Gubernur Papua,” tutur Bitsael usai menggelar Silas Finti.
Calon Gubernur Papua nomor urut, Benhur Tomi Mano (BTM) mengawali orasinya dengan apresiasi pada kepala suku dan seluruh masyarakat atas mbutan tarian sukacita mama-mama dan penerimaan Ondo Afi menyambutnya.
“Saya selaku Anak Tabi. Negeri yang penuh susu dan madu adalah rumah kita bersama yang harus kita jaga bersama.
Atas pertolongan dan Kasih Tuhan saya menginjak kaki di Mawes Dai ini, saya meraih kemenangan. Sebagai anak Tabi dari Kampung Tobati di Port Numbay,
Saya sukacita karena datang rayakan kemenangan disini,” tutur BTM.

Prosesi Silas Finti menyambut kehadiran BTM di Kampung Mawes Dai
BTM dalam kesempatan itu juga menjawab sejumlah permintaan masyarakat antara lain ketersediaan bus sekolah, air bersih, peningkatan ekonomi kerakyatan, kesehatan dan sejumlah kebutuhan mendasar lainnya.
“Dan saya juga telah menerima aspirasi pemekaran Distrik dan Kabupaten Bonggo Raya. Itu tugas saya pemekaran kabupaten Bonggo Raya.
Saya sudah teruji Wali Kota Jayapura Dua Periode. Bukan mau coba-coba,” tegasnya.
BTM juga menyebut sejumlah program pro masyarakat yang berkaitan dengan kabupaten Sarmi.
“Kampung kami ada di pantai. Sekarang bangun rumah dusun.
Semua ekonomi ada di pantai. Kami pikul panen darisana sangat lelah. Keringat dan air mata. Kami sudah menangis lama. Tolong bangun jalan akses kami kesana.
Kedua setelah program pemerintah kami mau air bersih. Ada sumber mata air.
Kami juga orang melaut tolong Speed dan perahu motor,” ujar Melkisedek Sroyer mewakili warga dalam sesi tanya jawab.
“Apa yang menjadi permintaan dan aspirasi warga akan saya lakukan dalam pemerintahan nanti. Bahkan di seratus hari kerja. Bersama saya juga hadir Ketua Komisi 4 DPR Papja bidang Infrastruktur yakni John Betaubun. Ini bukti keseriusan kami,” ujar BTM.
“Saya datang bukan tipu atau memberi uang pada masyarakat. Tapi akan melayani dengan kasih. Karena ini rumah saya.Kalau orang asing hanya sapu diteras. Tapi kalau pemilik rumah sapu seluruhnya,” pangkas BTM. (ADM)

































