
Bupati Spei Yan Bidana saat menyampaikan sambutannya pada acara pelantikan 143 kepala sekolah, Jumat, 17 Juli 2025.
OKSIBIL (PB.COM)—Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST,M.Si didampingi Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP, dan Sekertaris Daerah Jeni Linthin, SH,M.Si secara resmi melantik 143 kepala sekolah di Gedung Serba Guna Soskat Oksibil, Jumat, 18 Juli 2025.
Bupati Pegubin Spei Yan Bidana dalam sambutannya menyampaikan pesan tegas dan penuh haru tentang pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan agen perubahan di sekolah masing-masing. Baginya, kepala sekolah bukan hanya seorang manajer administratif, tetapi harus tampil sebagai inspirator, motivator, dan teladan.
“Kita Perlu belajar dari salah satu guru bersejarah Hengki Apeng Kasipdana mendidik kami dari zaman buta aksara hingga dilantik menjadi Kepala Sekolah SD Inpres Okyip. Saya yang jadi bupati ini termasuk anak didik dari beliau. Saya mau komitmen dan tekat kepribadian kepedulian seorang kepala sekolah harus seperti Bapak Hengki,” ujar bupati Spei Bidana.

Pada kesempatan itu, Bupati Spei juga dengan tegas meminta para kepala sekolah untuk menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan dan bertanggung jawab.
“Dana BOS harus dikelola secara transparan dan akuntabel dan dilaporkan secara berkala kepada pihak terkait, termasuk komite sekolah dan masyarakat. Perencanaan penggunaan dana BOS harus melibatkan berbagai pihak di sekolah, termasuk guru dan komite sekolah sesuai Juknis yang berlaku,” kata Spei.
Oleh karena itu, Spei Bidana meminta Dinas Pendidikan Pegubin sebagai instansti teknis harus harus melaksanakan monitoring di sekolah-sekolah paling kurang dalam setahun dua kali. Hal ini bertujuan untuk memastikan terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan baik dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk penggunaan dana BOS.

“Dinas Pendidikan memiliki tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan di daerah. Monitoring ini akan membantu mengidentifikasi masalah dan mencari solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di setiap sekolah yang ada,” tuturnya.
Menurut Bupati Spei, beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh dinas pendidikan dalam monitoring antara lain mendata setiap guru ber-NIP maupun honor yang tinggal di sekolah-sekolah yang rawan konflik supaya di diberikan penghargaan khusus.
“Juga memastikan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan standar dan kebutuhan siswa, dinas terkait perlu mengamati proses pembelajaran di kelas, termasuk metode pengajaran dan interaksi guru dengan siswa serta memastikan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang memadai di setiap sekolah-sekolah dari pusat ibukota hingga ke distrik,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini.

Hadir dalam acara pelantikan ini, sejumlah kepala OPD Pegubin di antarnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah Selviana Uropka, S.Sos.,M.Si, Kepala Dinas Sosial Yakobus Ningmabin,S.IP, Kepala PTSP Oto Yawalka, S.IP, Sekertaris Dinas Pendidikan Athanasius Seran Tae,S.S.,M.Pd, Kepala Bidang PGTK Dinas Pendidikan Hengki Bidana, S.Sos.,M.Si, Tim Audit Keuangan Markus Ningmabin,SH.MH, Wakapolres Pegubin, dan para kepala sekolah. (Aquino Ningdana/GMR)






























