
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley bersama Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, Wagub Papua Pegunungan Ones Pahabol dan tokoh gereja saat perayaan HUT Pemuda GIDI 2025.
ILU (PB.COM) – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si, mengajak pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI) tidak ikut-ikutan perkembangan jaman, tetapi menjadi terang dan garam di Tanah Papua.
Wakil Gubernur (Wagub) Deinas Geley saat menghadiri Rapat Kerja (Raker), Seminar, dan Hari Ulang Tahun Pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI) ke-30 di Ilu, Wilayah Yamo, Kabupaten Puncak, Senin (21/7/2025), menyampaikan pesan-pesan spiritual yang bisa diteladani, sebagaimana cara hidup orang Kristen yang mengambil teladan hidup Yesus Kristus; hidup dalam kekudusan.
Seruan Deinas Geley ini datang dari keprihatinan atas kondisi kaum muda saat ini yang hidup di luar Tuhan, terlibat dalam perilaku-perilaku negative dan mulai meninggalkan nilai-nilai kekristenan. Ia berharap Pemuda GIDI mengalami perubahan hidup, menjadi pelaku Firman Tuhan, hidup dalam kekudusan, dan menjadi agen perubahan di Tanah Papua.

Wagub Deinas juga menyerukan pertobatan massal agar Papua terlepas dari dosa-dosa masa lalu yang menyebabkan terjadinya konflik di wilayah itu. Ia tak menampik bahwa ia juga pernah menjadi bagian dari kesalahan masa lalu yang menyebabkan perang suku.
“Tetapi hari ini saya hadir untuk memohon pengampunan dan meminta kita semua bersama-sama memulihkan wilayah ini,” serunya. Mengaku dosa dan memohon ampun kepada Tuhan adalah satu-satunya jalan agar wilayah itu aman dan damai.
Tema “Pemuda yang Tampil Beda”, menurut Wagub Deinas sangat relevan dengan konteks pemuda GIDI saat ini. Mengingatkan pemuda untuk tidak terpengaruh perkembangan arus zaman yang tidak sesuai nilai-nilai kekristenan.
“Pemuda yang tampil beda adalah pemuda yang memiliki identitas yang jelas dalam Kristus. Jangan mudah ikut-ikutan tren dunia. Kembalilah kepada firman Tuhan, berdoa, dan berpuasa. Itu adalah kunci untuk mengalami terobosan-terobosan,” tegasnya.

Ia mengutip ayat Alkitab dalam Roma 12:2 sebagai syarat mutlak untuk membedakan yang baik, berkenan, dan sempurna di mata Allah. Tema ini mengajak pemuda untuk tidak menjadi serupa dengan dunia, melainkan berubah oleh pembaharuan budi.
Wagub Deinas juga mengatakan bahwa Pemerintah Papua Tengah mempunyai program membangun Bukit Doa di delapan kabupaten dengan tujuan memperkuat kehidupan rohani masyarakat sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Kami percaya pemuda yang berdoa dan berpuasa akan mengalami tanda-tanda ajaib dari Tuhan, sebagaimana misionaris Ottow dan Geissler alami saat pertama kali memberitakan Injil di Tanah Papua,” lanjutnya.
Wagub Deinas pada kesempatan itu juga menyerukan kepada hamba-hamba Tuhan agar menjadi teladan dalam pelayanan, selaras dengan perilaku.

Kepada para pemuda, harapan Wagub Deinas ada yang terpanggil untuk menjadi pelayan Tuhan, tidak hanya terfokus untuk terjun ke pemerintahan. “Kalau semua masuk ke pemerintahan, siapa yang akan menyampaikan firman kepada jemaat? Pemimpin jemaat ada dua. Pemimpin gereja dan pemimpin pemerintahan. Keduanya harus saling melengkapi,” ucapnya.
Hadir membawa mandat Gubernur Meki Nawipa, ia berharap konferensi ini melahirkan pemuda-pemudi Kristen yang menjadi terang dan garam bagi bangsa. Kiranya pemuda GIDI menjadi generasi yang tampil beda, penuh kuasa, dan berdampak bagi bangsa dan dunia.
HUT Pemuda GIDI ke-30 yang digelar sejak 19-23 Juli ini dihadiri oleh Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, S.Th, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, Wakil Bupati Puncak Jaya, serta ribuan jemaat dari 8 Wilayah GIDI di Tanah Papua. (Abeth You/Gusty Masan Raya)








































