
Bupati Spei Yan Bidana, ST,M,Si dan Rektor Universitas Okmin Papua (Pastor Dr. Yohanes Kore, S.Ag,MA, OFM foto bersama Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unipa Manokwari Dr. George Mentansan, S.Sos, M.Hum beserta sejumlah dosen di Gedung Rektorat, Senin siang, 28 Juli 2025.
MANOKWARI (PB.COM)—Ohne Reise Hat Man Keine Enfahrung. Tanpa perjalanan, orang tidak punya pengalaman. Ungkapan klasik Jerman di Abad Pertengahan ini, menjadi spirit langkah Bupati Spei Yan Bidana, ST,M,Si dan Rektor Universitas Okmin Papua Pastor Dr. Yohanes Kore, S.Ag,MA, OFM bersama rombongan menapaki jalan menanjak menuju Kampus Universitas Papua (Unipa).
Siang itu, Senin, 28 Juli 2025. Orang nomor satu di Kabupaten Pegunungan Bintang itu datang bertemu pimpinan Kampus Unipa yang terletak di Kelurahan Amban, Manokwari. Tepat di ketinggian ± 110 meter di atas permukaan air laut dengan view yang menakjubkan serta nikmatnya hembusan angin sepoi nan sejuk.
Bupati Spei Bidana dan rombongan disambut oleh Wakil Rektor Unipa Bidang Umum dan Keuangan Dr. George Mentansan, S.Sos, M.Hum dan sejumlah dosen di Gedung Rektorat Unipa. Tabik tangan erat dan senyum tulus mengawali pertemuan penuh persaudaraan ini.
Dalam sambutannya, Bupati Spei Bidana mengatakan, kunjungannya ini bertujuan membangun kerjasama kemitraan antara Pemda Pegunungan Bintang maupun Universitas Okmin Papua dengan Universitas Papua (Unipa) Manokwari.

“Saya sangat berharap, Unipa Manokwari bisa mengadopsi Universitas Okmin Papua sebagai anak angkat. Tenaga-tenaga dosen dari sini bisa mengajar di sana. Dan juga kami kirim mahasiswa untuk studi di sini untuk siap menjadi dosen di sana. Kami bisa kirim setiap tahun dua-dua dosen tiap prodi, terutama Matematika, Biologi, Agroteknologi, dan Bahasa Inggris,” kata Spei.
Sebagai kerjasama awal, lanjut Spei, ia meminta Unipa memberi ruang kepada salah seorang anak Pegubin yang baru saja menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Kehutanan untuk melanjutkan pendidikan S2 di Unipa tahun ini.
“Kita siapkan untuk dia pulang jadi dosen Universitas Okmin Papua,” bilang Bupati Spei.
Politisi PDI Perjuangan ini mengisahkan, keinginannya untuk mendirikan Universitas Okmin Papua dilaterbelakangi oleh kesenjangan di sektor pendidikan. Banyak anak Papua di pedalaman Pegubin tak bisa menikmati kuliah karena tak ada biaya.

“Ditambah lagi daya tampung Uncen, Unipa atau Musamus untuk terima mahasiswa dari tahun ke tahun terbatas. Dan kalau kita kirim terus ke Jawa, kita akan tergantung terus secara ekonomi. Papua ini luas, kita mampu dan kita haru mulai,” tuturnya.
Spei mengakui, paradigma pendidikan bermutu hanya berada di kampus di kota besar, masih menjadi tantangan utama dalam mengembangkan Okmin Papua. Namun, ia menyadari, hal yang sama pernah dialami Unipa dan Uncen.
“Pada 25 tahun lalu, semua tak mau kuliah di Unipa karena dianggap bukan di kota besar. Sekarang, Unipa sudah berkembang maju dan semua datang kuliah di sini. Kalau kita semua kirim ke Jawa, kapan kita di Papua bisa mandiri,” tegasnya.
Selain itu, sebagai lembaga perguruan tinggi di Tanah Papua yang terkenal dengan Fakultas Kehutanan, Bupati Spei Bidana ingin membangun kerjasama dengan Unipa Manokwari dan lembaga NGO World Wide Fund (WWF) untuk pemetaan wilayah hutan konservasi di Pegunungan Bintang yang sangat luas.
“Salah satu alumni Alumni Unipa Fakultas Kehutanan adalah Pak Viktor Banne Tondok, dia Kepala Badan Keuangan kami. Selain urus keuangan, saya juga minta dia bantu pemetaan lingkungan dan hutan,” urai Spei.
Fakultas Antropologi
Bupati Spei Bidana menjelaskan, saat ini Universitas Okmin Papua memiliki 895 mahasiswa yang tersebar di dua fakultas yaitu Fakultas Antropologi dan Sosial Sains yang meliputi Program Studi S1 Antropologi (348 orang) dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris (92 orang). Kemudian Fakultas Sains, Matematika dan Agroteknologi meliputi Prodi S1 Bilogi (177 orang), S1 Matematika (61 orang), dan S1 Agroteknologi (217 orang).

Bupati Spei Bidana bersalaman dengan dua penari Oksang di Kampung Oktem, Distrik Oklip, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Dari dua fakultas ini, Spei ingin ke depan Universitas Okmin Papua menjadi perguruan tinggi yang unggul pada Fakultas Antropologi, dimana semua orang dari seluruh Tanah Papua dan PNG datang belajar kebudayaan Papua di sana.
“Unipa sudah dikenal dengan Fakultas Kehutanan dan Pertanian, Uncen dengan Fakultas Ekonomi, maka kita ingin ke depan Universitas Okmin Papua tahun 2048-2050 terkenal dengan keunggulannya di Fakultas Antropologi, terutama Antropologi Melanesia,” tegas Spei.
Wakil Rektor Unipa Bidang Umum dan Keuangan Dr. George Mentansan mengapresiasi kunjungan dan tawaran kerjasama Bupati Pegubin dan rombongan untuk membangun daerah dan berkolaborasi membesarkan Universitas Okmin Papua.

Dr. George Mentansan, S.Sos, M.Hum, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unipa Manokwari.
Menurut Dr. George, sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Unipa siap membantu Pemda Pegubin dalam menyiapkan sumber daya manusia dan kerjasama kemitraan dalam penelitian maupun penyiapan rumusan akademik.
“Bupati Pegunungan Bintang datang dan mengetahui profil, visi, misi, model pendidikan, pembelajaran bahwa kontribusi akademisi yang telah dilakukan berdampak penting bagi pembangunan masyayrakat dan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten. Maka Unipa siap mendukung dan menopang Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang demi mewujudkan visi bupati,” katanya.
Pada kesempatan itu, George juga mengapresiasi kehadiran Universitas Okmin Papua di Oksibil yang didirikan Bupati Spei Bidana. Baginya, ini merupakan sebuah lompatan berpikir yang sangat visioner. Sebab dampak kehadiran sebuah universitas akan menggerakan sumber daya manusia dan ekonomi secara pelan tapi pasti.

Bupati Spei Bidana saat menyerahkan 130 buku diterima Rektor UOP Pastor Dr. Yohanes Kore, S.Ag,MA,OFM disaksikan sejumlah dosen para mahasiswa dan juga Perwira Penghubung 1715 Pegunungan Bintang Mayor Infanteri Supriyadi, Senin, 23 Juni 2025.
“Kami siap membangun kerjasama dengan Universitas Okmin Papua untuk melakukan pendampingan. Semua yang besar dimulai dari kecil. Kami percaya, Universita Okmin juga akan menjadi besar ke depan,” ujar George.
Pesan ini membawa vibes positif yang luar biasa. Ya, segala hal yang besar dimulai dari yang kecil. Setiap perjalanan seribu langkah, dimulai dari satu langkah.
Sama seperti Universitas Papua, yang dulu bermula dari FPPK Universitas Cenderawasih (Uncen) pada 1964-1982, berubah menjadi Fakultas Pertanian (Faperta) Uncen (1982-2000), Universitas Negeri Papua (2000-2014), dan pada akhirnya menjadi Universitas Papua sejak 2014 hingga sekarang.
Pada 2048 kelak, siapa sangka, Universitas Okmin Papua akan berkembang maju menjadi salah satu perguruan tinggi ternama di Provinsi Papua Pegunungan dengan keunggulan di bidang antropologinya. Dan itu harus dimulai dari sebuah langkah kecil hari ini, demi mengukir perjalanan sejarah panjang ke masa depan. (Gusty Masan Raya)







































