
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH membukka Musyawarah dan Rakor ke-1 DKPT, Selasa (16/9/2025) di Nabire.
NABIRE (PB.COM) – Dewan Kesenian Papua Tengah (DKPT) menggelar Musyawarah dan Rapat Koordinasi (Rakor) ke-1 untuk memperoleh gagasan-gagasan pembangunan seni di Papua melalui kajian akademik dari universitas, maupun kebijakan gubernur untuk pembangunan seni dan budaya.
Musyawarah dan Rapat Koordinasi ke-1 DKPT yang digelar di Nabire, Selasa (17//9/2025), dihadiri Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH. Pada kesempatan itu, Gubernur Meki Nawipa mengatakan, orang Papua harus bangga dengan budaya sendiri karena bangsa yang kehilangan budaya dan seni adalah bangsa yang kehilangan identitas.
“Seni dan budaya menunjukkan identitas dan harga diri kita. Saya berharap musyawarah ini menjadi fondasi penguatan budaya di Tanah Papua,” ujar Gubernur Meki.

Ia mendorong DKPT membuat kajian akademik yang dapat dijadikan dasar peraturan gubernur atau peraturan daerah untuk melindungi warisan budaya.
Ia mencontohkan Arnold Ap, budayawan Papua yang karyanya tetap terkenal dan terkenang hingga kini karena musiknya menyentuh seluruh lapisan suku di Papua. Orang Papua telah mengenal musik-musik modern sejak jaman dulu.
“Tuhan lahirkan orang berkulit hitam untuk menghibur dunia melalui bola dan musik. Kita punya potensi dan modal yang kuat, tinggal bagaimana kita bersatu meletakkan fondasi ini ke depan melalui regulasi-regulasi yang ada,” katanya kemudian.

Ia menekankan kembali pentingnya menghidupkan kembali tarian Yospan dan tarian tradisional sebagai symbol kebanggaan. Anak-anak yang jadi seniman, harus diakomodir.
Gubernur Meki juga berharap Ketua DKPT mampu merancang langkah konkrit termasuk menunjuk koordinator khusus untuk mengurus musik dan seni tradisional.
Tak kalah penting, ruang ekspresi seni yang iklusif dan berkelanjutan harus ada. Ia ingin seni budaya mendapat tempat dalam pembangunan daerah dan mampu merangkul generasi muda, termasuk mereka yang belum memiliki pekerjaan.
“Pemerintah siap bersinergi dengan DKPT untuk mengembalikan nilai-nilai adat, bahasa, musik dan tari yang mulai hilang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DKPT, Nofit Nawipa, ST, mengatakan, musyawarah ini adalah momentum yang baik untuk jalan bersama dengan dewan kesenian mewujudkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.
“Kami sangat meyakini bahwa aspek seni dan budaya harus dimulai dari Dewan Kesenian Papua Tengah (DKPT) karena wadah ini adalah penyalur aspirasi seniman dan budayawan juga sebagai wadah pemersatu dalam keberagaman seni dan budaya di provinsi yang kita cintai ini,” ujar Nofit.
Katanya, dewan kesenian dan budaya akan melakukan beberapa kegiatan yang sifatnya pembinaan dan pengkaderan masyarakat secara terorganisir untuk satu tujuan yaitu terampil dengan seni dan budaya yang lebih baik secara regional, nasional, bahkan internasional.

Beberapa hal yang telah dilakukan setelah pengurus DKPT dilantik adalah logo dewan kesenian yang adalah symbol organisasi dan juga Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi untuk memperkuat kerja-kerja kami secara organisasi sehingga program kerja di komite-komite yang akan disusun, dapat berhasil dan manfaatnya dapat dilihat dan dirasakan oleh semua khalayak.
Menurut dia, kegiatan ini adalah dasar dari penguatan kelembagaan dan juga sebagai kesempatan untuk merancang program bersama yang berbasis pada visi dan misi serta program dan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur, berbasis pada kearifan lokal seni dan budaya dari suku-suku yang ada di 8 kabupaten di provinsi ini. (Gusty Masan Raya/Abeth You)







































