
Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana mendampingi dua pejabat dari Direktorat Pembangunan Kawasan Strategis Kementerian Pekerjaan Umum saat meninjau kampus baru Universitas Okmin Papua di Kampung Esipding, Distrik Serambakon.
OKSIBIL (PB.COM)—Kabar gembira bagi civitas akademika Universitas Okmin Papua (UOP). Sesuai rencana, kampus baru yang terletak di Kampung Esipding, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) ini akan diresmikan dan siap digunakan untuk aktivitas perkuliahan.
“Saya mengirim surat ke Ibu Wakil Menteri Pekerjaan Umum beberapa hari lalu. Setelah menerima surat itu, beliau langsung mengirim dua pejabat dari Direktorat Pembangunan Kawasan Strategis Kementerian PU dan mereka sudah tiba di Oksibil. Jadi sekarang ini tinggal mempercepat penyelesaian penataan taman dan drainase oleh para kontraktor,” kata Bupati Pegubin Spei Yan Bidana, ST,M.Si yang juga pendiri UOP ini, Kamis, 25 September 2025.
Menuru Spei, salah satu kendala belum dilakukannya peresmian kampus baru itu adalah lemahnya komitmen pihak ketiga dalam menyelesaikan pekerjaan pembangunan kampus itu. Padahal, masa kerja dalam perjanjian hanya dua tahun dan kini sudah memasuki tahun ketiga.

“Saya sudah warning mereka, harus selesaikan segera. Minimal Oktober kita sudah resmikan. Kontraktor harus tanggung jawab selesaikan yang belum beres,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Spei Bidana juga meminta manajemen Universitas Okmin Papua agar membenahi disiplin mahasiswa dan para dosen. Ia mengaku sudah mendengar keluhan terkait banyaknya dosen yang tidak hadir mengajar dan susah ditemui karena berada di luar Oksibil.
“Saya tegaskan, bagi dosen yang tidak masuk mengajar dan menetap di Oksibil dianggap mengundurkan diri. Harus punya hati untuk mau mengabdi di sini. Tahun ini kita sedang proses kontrak dosen tetap. Kita juga dorong ada 7 dosen tetap yang melanjutkan studi S2 dibiayai oleh Yayasan Pendidikan Okmin Papua. Rinciannya, ada 4 dosen mata kuliah Agroteknologi siap kuliah di IPB Bogor, 1 dosen Matematika dan 1 dosen Bahasa Inggri untuk kuliah di Universitas Sanata Dharma,” tuturnya.

Mantan Kepala Bappeda Pegubin ini menegaskan, Pemerintah Daerah Pegubin akan tetap mendukung pengembangan Universitas Okmin Papua. Sebab baginya, ini adalah salah satu wahana yang tepat mengembangkan Sumber Daya Manusia Okmekmin, sekaligus sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi baru Pegubin.
“Beberapa bulan terakhir ini, saya, Ibu Sekda, Kepala Bapperida dan Kepala BPKAD menyumbangkan buku-buku, kursi, dan kertas. Ini sumbangan pribadi kami untuk mendukung universitas ini. Kita mulai dari keterbatasan tetapi jika kita punya komitmen, kampus ini akan berkembang pesat ke depan,” tegasnya.
Untuk diketahui, Universitas Okmin Papua resmi berdiri tepat di hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 344/E/O/2021 tertanggal 17 Agustus 2021 tentang Izin Pendirian Universitas Okmin Papua yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Okmin Papua.

Pembangunan kampus di Esipding yang dilakukan sejak 2023 menggunakan anggaran dari Kementerian PUPR senilai Rp 60 milyar. Semua ini berkat lobi Bupati Pegunungan Bintang yang berkomitmen menjadikan Universitas Okmin Papua menjangkau pelayanan pendidikan hingga ke Papua New Guinea. (Gusty Masan Raya)







































