Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH disambut masyarakat saat mengunjungi Kabupaten Deiyai. Sabtu (8/11/2025).

WAGHETE (PB.COM) – Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH menyambangi sejumlah lokasi pembangunan dan melihat langsung aktifitas petani kopi di Kabupaten Deiyai, Sabtu (8/11/2025).

Kunjungan Gubernur Meki Nawipa di hari kedua ini, dimulai dengan peninjauan pembukaan ruas baru dua jalur di belakang kompleks perkantoran yang tembus ke Waghete dua.

Ia bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kebun kopi milik petani Degamoye Pekei di Kampung Okomotadi, Distrik Tigi, untuk melihat langsung proses budidaya kopi lokal yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah tersebut.

Usai meninjau lahan pertanian, rombongan gubernur melanjutkan kunjungan ke Sekolah Menengah Pertama Theologi Kristen (SMPTK) Baida Troutman Gakokebo, Distrik Tigi Barat.

Gubernur Meki memberikan apresiasi terhadap semangat belajar para siswa serta peran lembaga pendidikan dalam mencetak generasi muda berkarakter.

Ia kemudian mengelilingi Danau Tigi bersama Bupati dan Wakil Bupati Deiyai. Setelah kembali ke Waghete, Gubernur Meki melanjutkan kunjungan ke kelompok petani bawang merah serta SD Inpres Waghete, yang tengah dipersiapkan menjadi Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan kerja ke Puskesmas Waghete, untuk memantau pelayanan kesehatan masyarakat dan berdialog langsung dengan tenaga medis setempat.

Kunjungan ke Kabupaten Deiyai ini merupakan yang pertama kalinya sejak Gubernur Meki dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Februari 2025 lalu.

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mempercepat pembangunan di daerahnya.

Ia berterima kasih karena belum setahun menjabat, Gubernur Papua Tengah sudah banyak membantu Deiyai, seperti pembukaan ruas jalan belakang perkantoran, pembangunan jalan di Kokobaya, dan pembukaan ruas jalan di Bouwobado.

Bupati Melkianus mengaku,  Deiyai merupakan daerah dengan APBD yang minim. Ia mengusulkan sejumlah program perwakilan lima distrik kepada Gubernur Meki Nawipa. “Untuk Distrik Tigi, masyarakat sangat membutuhkan air minum,” katanya.

Sementara untuk Distrik Tigi Timur,  ada salah satu Gereja Katolik induk, Paroki Damabagata yang umatnya sudah berusaha bangun dalam waktu yang lama.

Untuk Distrik Tigi Barat itu ada dua usulan. Yang pertama, sekolah Kristen induk itu SMPTK Troutman di Gakokebo. Selain itu, ada satu ruas jalan dengan status jalan Provinsi yakni, Gakokebo – Debei – hingga masuk kampung Puweta distrik Kamuu Selatan, Kabupaten Dogiyai.

Untuk Distrik Kapiraya, lanjut Bupati Deiyai, Pemda Deiyai sudah bangun 1 KM Kokobaya – Epeiyako. Yang nantinya akan dilanjutkan ke Kapiraya sepanjang 50 KM.

“Distrik Bouwobado, kami sudah bangun 9 KM. Kami membutuhkan 14 KM lagi. Untuk dua distrik ini (Kapiraya dan Bouwobado) masyarakat selalu jalan kaki dan pakai pesawat. Kami butuh bantuan dari Provinsi untuk buka akses dua distrik ini,” jelas Melkianus.

Dia juga meminta dukungan Gubernur meki untuk memfasilitasi penyelesaian tapal batas antara Kabupaten Deiyai dan Mimika yang hingga kini belum terselesaikan. (Gusty Masan Raya/Abeth You)

Facebook Comments Box