
Para pelajar di Oksibil saat mengikuti Apel yang digelar Tim Pekat di Lapangan Kabiding Oksibil pada Jumat, 7 November 2025.
OKSIBIL (PB.COM)—Komitmen Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin) Spei Yan Bidana, ST,M.Si untuk membersihkan penyakit sosial di wilayahnya, terutama di Kota Oksibil dan sekitarnya terbukti membawa dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat.
Terbaru Tim Penanganan Penyakit Sosial Masyarakat (Tim Pekat) yang dibentuk oleh Pemda Pegubin, selain melakukan razia dan pemantauan rutin terhadap aktivitas yang mencurigakan, juga menggelar apel bersama pelajar guna sosialisasi terhadap bahaya ganja, narkoba, minuman keras, PSK, judi togel, rolex dan penyakit sosial lainnya.

Apel yang digelar Tim Pekat ini berlangsung di Lapangan Kabiding Oksibil pada Jumat, 7 November 2025 dihadiri Kepala Distrik Oksibil, para guru, dan ratusan pelajar SMP, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Pegunungan Bintang. Apel dipimpin Asisten II Setda Pegubin Laode Jaelani.
“Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang di bawah kepemimpinan Bupati Spei Bidana berkomitmen membersihkan aneka penyakit sosial seperti narkoba, ganja, miras, seks bebas dan judi togel dan rolex. Saya minta anak-anak pelajar menjauhi semua ini karena akan merugikan masa depan kalian,” kata Laode.

Pada kesempatan itu, Laode juga menyoroti persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah organik dan anorganik. Ia meminta para pelajar mulai belajar mencintai kebersihan lingkungan sejak dini.
“Perubahan besar dimulai dari hal kecil, termasuk membuang sampah pada tempatnya dan mengelola lingkungan kita sendiri,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kabupaten Pegubin Kalep Alimdam, S.IP,M.KP selaku koordinator Tim Pekat Pegubin, tim ini terdiri dari pemerintah daerah, TN/Polri, DPRK Pegubin, kepala distrik dan OKP siap
“Ke depan kami akan turun ke sekolah-sekolah untuk lakukan sosialisasi terkait bahaya ganja, narkoba, minuman keras, PSK, judi togel, rolex dan penyakit sosial lainnya. Supaya anak-anak bisa sadar akan bahaya. Apalagi banyak anak-anak kita terlibat ganja, ini sangat berbahaya bagi masa depannya,” kata Kalep.
Menurut Kalep, salah persoalan yang mengkhawatirkan di kalangan remaja dan pemuda di Pegubin adalah tingginya pengguna ganja yang hingga mencapai 98 persen.
“Ganja di Pegunungan Bintang ini merajalela. Ada dua lokasi yang kita sudah musnahkan. Salah satu lokasi oleh Satgas Yonif 751/VJS yang mencabut 740 pohon di Kampung Ngutok, Distrik Kabiding, Oktober 2025 lalu. Ada satu lokasi lagi sekitar 36 pohon tapi kita belum tindak, kita ingin sekalian tangkap dengan pelakuknya yang menanam itu,” katanya.

Personel Satgas Yonif 751/VJS saat menemukan ladang ganja di kampung Ngutok,Distrik Kabiding, Oktober 2025 lalu.
Sebelumnya pada Mei 2025, Bupati Pegubin Spei Yan Bidana turun langsung memimpin operasi pemberantasan penyakit sosial di Kota Oksibil bersama aparat keamanan dan OPD terkait. Tepat pada Kamis 22 Mei 2025, Pemda Pegubin resmi memulangkan 28 orang yang terlibat sebagai pelaku penyakit sosial, mulai dari kasus prostitusi, judi togel, rolex, minuman keras, ganja, narkoba, hingga praktik renternir yang selama bertahun-tahun beroperasi di Oksibil.
“Tidak boleh lagi ada yang datang ke Pegubin dengan niat buruk. Langkah ke depan, kami juga akan tertibkan administrasi kependudukan. Yang datang tinggal di kota ini benar-benar yang berkartu penduduk Pegubin. Silakan saja beraktivitas sesuai dengan pekerjaan masing-masing tetapi itu penting niat baik,” katanya. (Gusty Masan Raya)







































