
Festival media perdana ini secara resmi dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Tumiran mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH.
NABIRE (PB.COM) – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH berharap Festival Media se-Tanah Papua Tahun 2026 melahirkan karya-karya jurnalistik yang professional, humanis, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, sekaligus memperkuat ekosistem pers yang sehat dan berkelanjutan di Tanah Papua.
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis pembangunan daerah.
Komitmen Gubernur Papua Tengah tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Tumiran, saat membuka Festival Media se-Tanah Papua 2026 yang digagas oleh Asosiasi Wartawan Papua (AWP) di Kantor Gubernur Sementara Papua Tengah, Nabire, Selasa (13/1/2026). Gubernur Meki Nawipa berhalangan hadir karena agenda kedinasan di luar daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh insan pers dari berbagai wilayah di Tanah Papua. Ia menilai kehadiran jurnalis lintas generasi dan lintas platform sebagai kekuatan penting dalam membangun Papua Tengah yang demokratis, inklusif, dan berkeadilan.
“Media memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga kepentingan publik, pengawas jalannya pemerintahan, serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” pesan Gubernur Meki Nawipa yang dibacakan Tumiran.
Menurut Gubernur Meki Nawipa, media adalah mitra strategis pemerintah. Media berperan penting memastikan pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi insan pers di Tanah Papua, mulai dari keterbatasan infrastruktur, tantangan keamanan, hingga tuntutan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital yang sangat cepat.
Menurutnya, penguatan kapasitas dan profesionalisme jurnalis Papua menjadi kebutuhan mendesak agar media mampu menghadirkan pemberitaan yang berimbang, beretika, dan mendorong perdamaian.
Festival Media se-Tanah Papua 2026, lanjut Gubernur, merupakan ruang strategis untuk meningkatkan kualitas jurnalisme melalui pelatihan jurnalistik, penguatan keamanan digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme, serta diskusi jurnalisme damai.
“Papua tidak boleh terus dipotret hanya dari sisi konflik. Papua adalah tanah dengan harapan, budaya yang kaya, dan potensi besar. Media memiliki peran kunci untuk menghadirkan wajah Papua yang utuh dan bermartabat,” pesan Gubernur Meki Nawipa
Melalui festival ini, Gubernur Papua Tengah berharap lahir karya-karya jurnalistik yang profesional, humanis, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, sekaligus memperkuat ekosistem pers yang sehat dan berkelanjutan di Tanah Papua.
Gubernur Meki Nawipa juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menjamin kebebasan pers yang bertanggung jawab serta perlindungan bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. (Gusty Masan Raya/Abeth You)






































