
Penerbangan perdana pesawat subsidi milik PT AMA ke lapangan terbang Okbibab, Jumat, 30 Januari 2026 diikuti Kepala Bidang Udara pada Dinas Perhubungan dan UPBU Pegubin, Salmon Alwolka, Direktur PT AMA Bob Kayadu dan Kepala Bandara UPBU Oksibil Agus Hadi S.
OKSIBIL (PB.COM)—Kabar gembira bagi masyarakat Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan di awal tahun 2026 ini. Pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Spei Yan Bidana, ST,M.Si bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Angkutan Udara, kembali menghadirkan pesawat subsidi untuk melayani penerbangan menuju ke sepuluh bandara perintis sepanjang tahun 2026.
Program yang dimulai sejak tahun 2024 ini bertujuan meningkatkan pelayanan trasportasi bagi masyarakat dan angkutan kargo di sejumlah distrik terpencil. Jika pada 2024, pihak pemerintah memakai pesawat jenis Caravan milik PT Nasional Global Aviasi (NGA), tahun ini akan dilayani oleh maskapai milik PT Associated Mission Aviation (AMA).

Bupati Spei Bidana saat meresmikan perpanjangan Bandara Abmisibil beberapa waktu lalu.
Menurut Bupati Pegubin Spei Yan Bidana, penerbangan subsidi merupakan langkah tepat dan strategis untuk mengatasi persoalan transportasi di tengah tantangan geografis yang selama ini menghambat pembangunan di Pegubin.
“Tanggal 2 Februari 2026 mulai resmi berlaku. Selama ini, akses transportasi menjadi kendala utama bagi masyarakat kami. Dengan adanya program penerbangan perintis bersubsidi ini, kami berharap dapat membuka isolasi wilayah dan mempercepat pembangunan di berbagai sektor,” ujar Bupati Spei, Jumat, 30 Januari 2026 melalui telepon selulernya.

Bupati Spei menjelaskan, subsidi untuk penerbangan perintis ini bersumber dari APBN, yang dialokasikan melalui Dinas Perhubungan dan UPBU Pegubin. “Ini adalah bukti komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan di daerah-daerah terpencil seperti Pegubin,” tambahnya.
Adapun 10 rute penerbangan pesawat subsidi milik AMA dari Bandara Sentani yakni Abmisibil, Kiwirok, Aboy, Teraplu, Diphikin, Tauban/Weime, Borme, Luban, Bime, dan Batom. Dengan layanan pesawat subsidi ini, masyarakat di distrik-distrik tersebut akan lebih mudah mengakses berbagai kebutuhan dan layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan administrasi pemerintahan.

Rute pesawat subsidi 2026 ke 10 bandara perintis di Pegunungan Bintang.
“Kami berharap dengan adanya penerbangan perintis ini, masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu berhari-hari untuk melakukan perjalanan ke Oksibil atau Sentani. Ini akan sangat membantu mereka dalam mengakses pelayanan kesehatan, mengurus administrasi, atau mengirimkan hasil bumi ke pasar,” tuturnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan bahwa program penerbangan perintis bersubsidi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Pegubin. Dengan semakin mudahnya transportasi barang dan jasa, diharapkan harga kebutuhan pokok dapat lebih stabil, serta potensi sektor pariwisata dapat dikembangkan.
“Kami memiliki potensi wisata alam yang luar biasa di Pegubin, namun selama ini sulit dijangkau karena masalah transportasi. Dengan adanya penerbangan perintis ini, kami berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” tegas Spei Bidana.
Sudah Terbang Perdana
Kepala Bidang Udara pada Dinas Perhubungan dan UPBU Pegubin, Salmon Alwolka, ST mengatakan, menandai dimulainya program ini, pada Jumat, 30 Januari 2026, ia dan Direktur PT AMA Bob Kayadu dan Kepala Bandara UPBU Oksibil Agus Hadi S. telah melakukan penerbangan perdana subsidi angkutan penumpang di Distrik Okbibab.
“Program ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan transportasi ke distrik-distrik terpenci di Pegunungan Bintang,” katanya.

Menurut Salmon, dengan hadirnya program penerbangan perintis bersubsidi ini, masyarakat Pegubin dapat merasakan dampak positif yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Konektivitas udara yang semakin baik diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan, dan mereka semua menyambut baik program ini. Dan program ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat di Pegubin,” tuturnya.
Salmon menegaskan, Pemda Pegubin telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran program penerbangan perintis bersubsidi ini selama tahun 2026. Selain itu, Pemda Pegubin juga telah melakukan peningkatan fasilitas di 10 lapangan terbang yang akan dilayani oleh pesawat subsidi.
“Kami telah melakukan perpanjangan landasan pacu, pembangunan terminal penumpang, dan pengadaan fasilitas keselamatan penerbangan,” tegasnya. (Aquino Ningdana/Gusty Masan Raya)








































