Ketua DPRK Pegubin Gutinus Wasini menggunting pita saat meresmikan Asrama Mahasiswa Pegubin di Anggori, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Senin, 9 Februari 2026 disaksikan Bupati Spei Yan Bidana dan para mahasiswa.

MANOKWARI (PB.COM)Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST,M,Si didampingi Ketua DPRK Pegubin Gutinus Wasini meresmikan Asrama Mahasiswa Pegubin di Anggori, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Senin, 9 Februari 2026.

Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua DPRK Pegubin Gutinus Wasini dan disaksikan oleh Bupati Spei, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan para mahasiswa Pegubin yang sedang kuliah di Kota Studi Manokwari.

Pembangunan asrama ini merupakan bukti komitmen Bupati Spei Bidana yang terus mewujudkan Visi Cerdas di masa pemerintahan periode kedua bersama Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP, di tengah-tengah efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat yang menyempitkan ruang fiskal daerah dua tahun terakhir ini.

Bupati Spei Bidana dalam sambutannya meminta kepada para mahasiswa-mahasiswi Pegubin di Kota Studi Manokwari belajar dengan giat agar selesai tepat waktu. Pemerintah daerah Pegubin, kata Spei, tetap berkomitmen untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Aplim Apom dengan menyediakan anggaran beasiswa dan memperhatikan prasarana pendidikan seperti asrama.

“Kita bersyukur asrama sudah direnovasi. Untuk kebutuhan lainnya akan kami usahakan secara bertahap dan pasti akan kami penuhi. Kemampuan APBD kita sangat terbatas. Namun, saya berkomitmen untuk membantu anak-anak Pegunungan Bintang agar bisa terus mengenyam pendidikan setiap tahun,” kata Spei.

Selain itu, satu pesan penting dari Bupati Spei ialah harus ada kesadaran generasi muda Pegubin dalam menjaga kearifan lokal di tengah era digital, salah satunya ialah Ap Iwol.  Spei ingin generasinya menjaga dan menjadikan Ap Iwol sebagai pusat kelembagaan adat masyarakat Ok Mek Min yang mengintegrasikan fungsi sosial, politik, ekologis, dan spiritual.

“Saat ini kita sudah lakukan pemetaan wilayah adat dan sudah melakukan pendekatan etnografi mendalam dan pemetaan partisipatif dengan melibatkan beberapa dosen peneliti sehingga ke depan pembangunan masyarakat berbasis Ap Iwol,” kata Bupati Spei.

Menurut Spei, hasil kajian menunjukkan bahwa Ap Iwol berfungsi sebagai sistem tata kelola sosial-ekologis yang efektif melalui pengaturan zonasi adat, perlindungan kawasan sakral dan hulu sungai, serta pengendalian pemanfaatan sumber daya berbasis norma, tabu, dan sanksi adat.

“Ini kekayaan budaya kita yang harus kita jaga. Saya mendorong, adik-adik yang kuliah di Fakultas Kehutanan, Pertanian atau Geologi di UNIPA Manokwari, tema Ap Iwol ini bisa dijadikan tema skripsi untuk penelitian,” katanya.

Pembina Koordinator Wilayah (Korwil) Pegunungan Bintang di Manokwari, Herman, menyebut asrama tersebut berdiri sejak 2008. Ia menjelaskan, pada 12 Juni 2025, pihaknya mengajukan aspirasi terkait renovasi asrama yang direspons positif dari pemerintah daerah.

“Puji Tuhan, melalui koordinasi dan komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, akhirnya asrama ini dapat diresmikan. Kami sangat bersyukur walaupun banyak lika-liku sejak 2008 hingga hari ini. Terima kasih kepada Bupati Pegunungan Bintang Bapak Spei Yan Bidana yang selalu mendorong dan menjawab aspirasi kami,” katanya.

Di momen itu, para mahasiswa juga menyampaikan asporasi yang diserahkan Ketua Korwil Pegubin Fredi Kahipdana. Sebelum diserahkan kepada Ketua DPRK Pegubin, Fredi membacakan aspriasi itu di hadapan Bupati Spei dan rombongan serta para tamu yang hadir.

“Kami minta lima poin yaitu pengadaan aula mahasiswa Pegunungan Bintang,  pengadaan sumur bor untuk kebutuhan air bersih asrama, pembangunan asrama mahasiswa permanen di Kota Sorong, pemberian bantuan sosial bagi mahasiswa sebanyak dua kali dalam setahun secara bertahap, dan mengirim sebanyak 100 hingga 200 mahasiswa untuk studi di UNIPA Manokwari, khususnya pada bidang konservasi kehutanan dan pertanian,” kata Fredi.

Ketua DPRK Pegubin Gutinus Wasini menegaskan bahwa setelah menerima dan menampung seluruh aspirasi mahasiswa akan diteruskan kepada pemerintah daerah. Tapi ia menegaskana, pemerintah daerah saat ini tengah dilanda efisiensi anggaran. Semua aspirasi pasti akan dikaji dan dijawab secara bertahap.

“Aspirasi ini telah disampaikan dan saya terima sebagai pimpinan DPRD yang mewakili masyarakat. Di daerah pun kami mengalami kesulitan yang sangat luar biasa. Tapi kami yakin Pak Bupati masih memiliki hati untuk memikirkan masa depan generasi muda Pegunungan Binntang,” kata Gutinus mengutip tribun-papuabarat.com. (Gusty Masan Raya/dbs)

Facebook Comments Box