Bupati Spei Yan Bidana saat menghadiri Kelatnas Leadership Forum (KLF) 2026 yang digelar ITNY di Hotel Merapi Merbabu, Sleman, Yogyakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

YOGYAKARTA (PB.COM)—Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST,M.Si menghadiri kegiatan Kelatnas Leadership Forum (KLF) 2026 yang digelar Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) di Hotel Merapi Merbabu, Sleman, Yogyakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Orang nomor satu Pegubin ini hadir selaku alumni ITNY angkatan 1996 bersama sejumlah pemimpin lain, di antaranya Komisaris Utama PT MCN Prof. Ir. Resdiansyah, S.T., M.T., Ph.D. (angkatan 1990), serta Prof. Ir. Anton Satria Prabuwono, Ph.D., dari Universitas Teknologi Petronas (UTP) Malaysia sebagai representasi alumni yang berkarier di tingkat internasional.

“Sebuah kehormatan saya bisa diundang untuk hadir dalam Kelatnas Leadership Forum tahun ini. Sebagai alumni, tentu saya bangga mengikuti kegiatan bermartabat ini. Selain itu, kehadiran saya sebagai Bupati Pegunungan Bintang juga membawa pesan kepemimpinan yang visioner dengan mengedepankan pembangunan berkelanjutan,” kata Bupati Spei Bidana.

Menurut Spei, Kelatnas Leadership Forum adalah sebuah ruang kolaborasi alumni ITNY lintas generasi untuk membahas kepemimpinan di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam momentum Dies Natalis ke-53 ITNY.

“Forum ini juga bisa menjadi wadah strategis untuk mempertemukan para alumni dari berbagai angkatan guna memperkuat jejaring kolaborasi lintas sektor. Kami juga membicarakan peluang kerjasama untuk mengembangkan Universitas Okmin Papua dan juga tentang pembangunan berkelanjutan dengan tetap menjaga alam dan budaya,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Ketua Panitia Kelatnas Leadership Forum 2026, Muhammad Arsyad, menjelaskan kegiatan tersebut tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga upaya memposisikan alumni sebagai mitra strategis almamater dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang semakin pesat.

“Tujuan utama kami adalah mempererat silaturahmi sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan kepemimpinan dari para alumni yang telah berprestasi di berbagai bidang,” kata Arsyad dalam sambutannya.

Rektor ITNY, Setyo Pambudi, menyampaikan bahwa kebutuhan dunia industri saat ini tidak lagi cukup dipenuhi hanya dengan gelar sarjana teknik, tetapi juga menuntut kemampuan kepemimpinan yang kuat. Alumni dinilai memiliki peran penting sebagai inspirasi sekaligus arah bagi mahasiswa dalam merancang masa depan profesional mereka.

“Kehadiran alumni kembali ke kampus adalah wujud nyata kepedulian terhadap kemajuan almamater. Alumni adalah cerminan kualitas sekaligus kompas bagi mahasiswa dalam menentukan arah masa depan,” tegas Setyo.

Sementara itu, Ketua Umum Keluarga Alumni Teknologi Nasional (Kelatnas), Yunus menegaskan bahwa dalam waktu dekat organisasi alumni akan membentuk koordinasi wilayah (korwil) untuk memperkuat konsolidasi serta mempercepat komunikasi dan kontribusi alumni ITNY di berbagai daerah.

Pembentukan korwil tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks, di mana kemampuan adaptasi, kolaborasi, serta menghadirkan solusi konkret menjadi faktor penting dalam menentukan peran seseorang di masyarakat.

“Kita harus menjadi insan yang membawa perubahan. Momentum Dies Natalis kali ini mengingatkan bahwa perjalanan almamater tidak berhenti di ruang kuliah,” kata Yunus mengutip Harian Jogja. (Gusty Masan Raya/dbs)

Facebook Comments Box