Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH dan Wagub Deinas Geley, S.Sos, M.Si saat mengunjungi korban penembakan di RSUD Mulia Puncak Jaya.

MULIA (PB.COM) – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos, M.Si mengunjungi warga sipil yang menjadi korban penembakan di Kabupaten Puncak, Jumat (17/4/2026) yang saat ini menjalani pengobatan di RSUD Mulia.

Kehadiran Gubernur Meki Nawipa dan Wagub Deinas Geley bersama sejumlah Forkopimda ini bertujuan memberikan dukungan moral serta memastikan pelayanan kesehatan bagi para korban berjalan maksimal.

Gubernur Meki Nawipa melihat langsung kondisi para korban yang tengah menjalani perawatan medis. Beberapa warga menjadi korban, termasuk anak-anak yang kini memerlukan perhatian khusus.

“Tadi itu kami di Puncak Jaya, sudah kunjungi ada masyarakat yang kena musibah. Jadi ada anak kecil empat, terus satu bapak, pemuda. Satu sudah kita terbangkan ke Jayapura,” jelas Gubernur Meki saat memberikan keterangan pers usai kunjungan.

Gubernur Meki mengatakan, pemerintah akan menanggung seluruh biaya perawatan para korban hingga mereka dinyatakan pulih total. Langkah ini diambil agar keluarga korban tidak terbebani secara finansial di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.

“Jadi kita datang memberikan penguatan bahwa Pemda Provinsi akan membiayai seluruh biaya kesehatan. Jadi mereka tidak sendiri, kita akan membiayai sampai sembuh,” ungkap Gubernur.

Selain jaminan kesehatan, perhatian khusus diberikan kepada salah satu anak korban yang kehilangan sosok ayah dalam kejadian beberapa hari lalu.

Meki mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan langkah jangka panjang terkait masa depan pendidikan anak yang menjadi korban agar tetap mendapatkan haknya untuk bersekolah.

“Bahkan ada anak kecil yang ada di situ, bapaknya juga sudah meninggal di kejadian berapa hari lalu itu. Jadi mungkin Pemda Provinsi akan berpikir untuk sekolahkan dia, anak ini, supaya mereka bisa dapat pendidikan yang layak dan suatu saat mereka bisa pulang dan membangun negeri,” katanya.

Situasi terkini, lanjut Gubernur Meki, pihaknya terus menjalin komunikasi dan dialog dengan masyarakat setempat untuk meredam suasana.

Meski satu wilayah telah dipastikan aman, pemerintah masih melakukan penyisiran di titik lain untuk memastikan tidak ada korban tambahan yang belum terdata.

“Kita akan komunikasi dengan beberapa level tingkatan sehingga ada satu kampung sudah clear, tapi ada dua kampung lagi yang perlu pengecekan kira-kira ada berapa korban lagi. Ini nanti kita sudah diskusi siapa kerja apa, kita lihat beberapa hari ke depan,” ungkap Meki.

Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan tim medis dan relawan di lapangan, termasuk peran aktif Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menangani evakuasi para korban. Ia berharap seluruh pihak dapat bekerja secara profesional demi kemanusiaan.

“PMI Kabupaten Puncak Jaya sudah di depan menjemput dan lain-lain. Jadi kita berdoa supaya teman-teman di Mulia dan di lapangan mereka kerja secara profesional,” tutupnya.

Insiden penembakan terhadap warga sipil di Kabupaten Puncak ini, tercatat 12 korban meninggal dunia, 5 korban menjalani perawatan medis. Satu korban sudah diterbangkan ke Jayapura, 1 korban akan diterbangkan besok ke Nabire dan 3 orang sedang dalam perawatan di RSUD Mulia. (Gusty Masan Raya/Abeth You)

Facebook Comments Box