Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua Tengah, Frets James Boray

NABIRE (PB.COM) – Untuk menjawab kebutuhan listrik masyarakat di berbagai wilayah yang hingga kini belum sepenuhnya terjangkau layanan kelistrikan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah merealisasikan program Papua Tengah Terang melalui program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pedesaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua Tengah, Frets James Boray, Kamis (4/6/2026) kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya mengatakan, percepatan program tersebut merupakan bagian dari visi dan misi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH untuk menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke daerah-daerah terpencil.

Terdapat tiga langkah utama yang saat ini dijalankan pemerintah provinsi yakni pembagian Lampu Listrik Hemat Energi (LLHE), pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pedesaan, serta penyediaan generator atau genset bagi daerah yang belum terjangkau jaringan listrik.

Kata Frets, penyediaan genset menjadi solusi sementara bagi sejumlah daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik, termasuk di Kabupaten Intan Jaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target penyediaan layanan listrik selama 24 jam bagi masyarakat.

“Di beberapa wilayah saat ini masih menggunakan pembangkit berbahan bakar diesel. Namun ke depan, setelah seluruh infrastruktur pendukung tersedia, sistem kelistrikan yang lebih permanen akan terus dikembangkan,” katanya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga mengembangkan energi baru terbarukan melalui pembangunan PLTS pedesaan. Program tersebut diprioritaskan untuk kampung-kampung yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional.

Untuk wilayah pesisir, khususnya Kabupaten Nabire, Frets menyebut sebagian besar kampung telah menikmati akses listrik. Hanya beberapa wilayah yang masih membutuhkan penyelesaian jaringan.

Pemerintah juga membuka peluang bantuan serupa melalui usulan dari pemerintah kabupaten maupun masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah daerah.

Kebutuhan listrik di Papua Tengah, kata dia, masih cukup besar. Berdasarkan data usulan yang masuk dari berbagai kabupaten, terdapat sekitar 3.000 hingga 5.000 warga yang masih membutuhkan akses penerangan.

“Kebutuhan dasar masyarakat saat ini masih berfokus pada penerangan dan air bersih. Tanpa listrik, aktivitas masyarakat umumnya hanya berlangsung pada siang hari, sementara pada malam hari menjadi sangat terbatas,” jelasnya.

Karena itu, program Papua Tengah Terang tidak hanya menjadi slogan pembangunan, tetapi harus diwujudkan melalui program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Namun langkah-langkah percepatan yang diarahkan bapak Gubernur juga terus dilakukan melalui kerja sama dengan para bupati agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat di seluruh Papua Tengah,” lanjutnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, menyampaikan bahwa anggaran dari Kementerian Keuangan untuk sejumlah proyek strategis sektor energi telah dialokasikan.

Program tersebut mencakup listrik desa (lisdes), pembangunan pipa transmisi gas bumi, hingga jaringan gas kota (jargas). (GMR/Abeth)

Facebook Comments Box