Bupati Pegubin Spei Yan Bidana foto bersama para pemain saat membuka turnamen sepak bola dan bola volly antarkampung di Lapangan Sepak Bola Polobakon, Distrik Kiwirok, Selasa, 14 Juli 2026.

KIWIROK (PB.COM)—Semangat perdamaian kembali tumbuh di Distrik Kiwirok. Lapangan Polobakon yang dahulu sempat sunyi ditinggalkan warga, sore ini kini dipenuhi sorak-sorai masyarakat, tawa anak-anak, dan semangat sportivitas melalui pertandingan olahraga antarkampung.

Turnamen sepak bola dan bola volly antarkampung yang digagas Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin) Spei Yan Bidana, ST,M.Si ini bukan sekadar ajang mencari juara. Lebih dari itu, olahraga menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai kampung untuk kembali mempererat tali persaudaraan, membangun kepercayaan, dan meneguhkan komitmen hidup rukun menyongsong Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81.

Bupati Spei Bidana ikut bermain bola.

Pada Selasa, 14 Juli 2026, seluruh masyarakat dari 53 kampung di 8 distrik hadir menyaksikan turnamen sepak bola (putra dan putri) serta bola voli (putra dan putri) di Lapangan Sepak Bola Polobakon. Sebanyak 12 tim sepak bola putra, 8 tim sepak bola putri, dan tim voli putra dan putri hadir memeriahkan pesta olahraga penuh persaudaraan ini.

Bupati Pegubin Spei Bidana saat membuka turnamen mengatakan, giat olahraga ini digelar pertama-tama untuk memulihkan dan mengembalikan rasa aman di Distrik Kiwirok pasca insiden yang terjadi pada 2021. Olahraga diharapkan menjadi jembatan mempererat persuadaraan dan media untuk memulihkan trauma warga agar kembali hidup berdampingan di tanah kelahirannya.

“Saya minta semua kita sama-sama menjaga agar Kiwirok kembali aman. Saya minta para pemimpin di sini mulai dari kepala distrik, kepala kampung, tokoh gereja, tokoh pemuda, perempuan, adat, dan pemerintah harus menjadi teladan untuk menjaga keamanan. Kita harus bersatu padu untuk menjaga Kiwirok lebih damai,” ujar Spei yang juga putra Kiwirok ini.

Menurut Spei, selain itu turnamen ini juga digelar untuk mencari bibit dan talenta muda yang selama ini terpendam agar bisa direkrut PSSI Pegubin. Ia menegaskan, pada Oktober 2026 mendatang, akan digelar pertandingan untuk memperebutkan Piala Bupati dengan hadiah total Rp 500 juta rupiah, dimana juara 1 akan mendapatkan hadiah dan uang pembinaan sebesar Rp 200 juta.

“Ini bagian dari komitmen saya untuk menggaungkan kebangkitan olahraga, membangun pondasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan spiritual dengan visi Sehat, Cerdas, dan Mandiri Ekonomi Berbasis Budaya dan Tata Ruang,” katanya.

Selain itu, ke depan Spei berencana membentuk kesebelasan lokal seperti Okmin United, Sifik FC, dan Persigubin FcC serta akan mengundang 7 kabupaten dan 1 tim per provinsi untuk bertanding di lapangan sepak bola bertaraf internasional yang sedang dibangun.

“Kita targetkan stadion sepak bola rampung pada September 2026 sehingga kita gelar turnamen pada Oktober 2026. Agenda ini akab memicu pertumbuhan ekonomi daerah. Apalagi jika menjadi tuan rumah Liga 4 pada tahun 2027, ini akan menjadikan Pegunungan Bintang sebagai pusat pembangunan strategis di Pulau Papua,” jelasnya.

Pada momen itu, Spei Bidana juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mengajak pemuda yang putus sekolah untuk mengikuti paket pendidikan A, B, dan C serta melanjutkan studi ke universitas.

“Targetnya, paling lambat tahun 2028 kita akan punya banyak sarjana yang siap menjadi akademisi dan dosen. Kita sedang seleksi calon tenaga dosen untuk menjadi master, dokter, hingga profesor. Tidak boleh ada lagi aktivitas yang mengganggu proses pendidikan,” tegasnya.

Kepala Distrik Kiwirok, Abedeus Tepmul, A.MAPD di momen itu mendukung penuh kegiatan turnamen sepak bola dan bola volly. Ia, menegaskan pentingnya menjaga keamanan bersama selama pertandingan berlangsung.

Kepala Distrik Kiwirok Abedeus Tepmul.

“Jangan ada kekerasan atau kekacauan di lapangan maupun di luar lapangan. Mari jadikan turnamen ini sebagai ikatan tali persaudaraan. Lapangan di Kiwirok punya sejarah menghasilkan pemain yang masuk Persipura bahkan sampai keluar Papua. Jadi kita berharap ada generasi baru yang mengikuti jejak,” katanya.

Sementara itu, Danpos Pamtas Yonif 407 Lettu Gadon menyatakan siap bergandengan tangan dengan seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kelancaran selama turnamen berlangsung.

“Kami selaku aparat keamanan akan membantu memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman. Kami juga mohon bantuan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan,” ujar Gadon.

Gagasan Bupati Spei Yan Bidana menghadirkan kompetisi olahraga antarkampung menjadi simbol bangkitnya kehidupan sosial di Kiwirok. Dengan situasi yang aman dan kondusif, pelayanan publik berjalan normal, para petani kembali menanam kopi sebagai salah satu komoditi unggulan sejak dulu, dan membangkitkan kembali ekonomi warga.

Harapannya, semangat yang lahir dari pertandingan turnamen antarkampung ini tidak berhenti ketika peluit akhir dibunyikan. Sebaliknya, semangat tersebut terus tumbuh menjadi kekuatan bersama untuk menjaga Kiwirok tetap aman, damai, dan produktif.

Dengan persatuan seluruh elemen masyarakat, Kiwirok diharapkan kembali dikenal bukan karena masa lalunya, melainkan karena keberhasilan membangun perdamaian, menghasilkan kopi berkualitas, serta melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan siap membangun Kabupaten Pegubin menuju masa depan yang lebih baik. (Aquino Ningdana/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box