Pemprov Papua Tengah menggelar Konsultasi Publik I Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Tahun 2025–2029 di Aula Guest House Nabire, Rabu (26/8/2026).

NABIRE (PB.COM) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Konsultasi Publik I Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Tahun 2025–2029 di Aula Guest House Nabire, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Viktor Fun, S.Sos, M.Si mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH dan dihadiri jajaran OPD, tim Universitas Gadjah Mada, Bappenas, Kadin serta pemangku kepentingan lainnya.

Viktor dalam sambutannya menyampaikan, konsultasi publik menjadi langkah penting untuk menyatukan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan.

“RAD TPB/SDGs tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus menjadi instrumen yang mampu mengarahkan kebijakan dan program pembangunan di Papua Tengah,” tegasnya.

Penyusunan RAD tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan daerah, seperti kemiskinan, kesenjangan antarwilayah, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, aksesibilitas hingga pengelolaan lingkungan hidup.

Viktor juga menekankan pentingnya keterpaduan RAD TPB/SDGs dengan perencanaan pembangunan daerah. Setiap target harus didukung indikator, lokasi, perangkat daerah penanggung jawab serta pembiayaan yang jelas.

Selain itu, kualitas data perlu diperkuat karena menjadi dasar dalam menetapkan kebijakan, target, pemantauan dan evaluasi pembangunan.

“Pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, media, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan seluruh komponen masyarakat,” ujar Viktor.

Melalui konsultasi publik ini, peserta diminta memberikan masukan, data dan rekomendasi agar RAD TPB/SDGs benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi Papua Tengah.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Bapperida dan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Penandatanganan disaksikan perwakilan Bappenas dan Asisten III Setda Papua Tengah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Bappenas kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah. (Gusty Masan Raya/Rilis)

Facebook Comments Box