Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST,M.Si memantau pengerjaan pembongkaran ruas jalan dari Kampung Bulangkop-Yumakot, Senin, 31 Agustus 2026. 

OKSIBIL (PB.COM)Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST,M.Si, memantau pengerjaan pembongkaran ruas jalan dari Kampung Bulangkop menuju Yumakot di Distrik Okaom pada Senin, 31 Agustus 2026. Jalur ini merupakan bagian dari ruas jalan yang menghubungkan Oksibil menuju Distrik Oksop.

“Karena keterbatasan anggaran jadi tahun ini hanya satu koma sekian kilometer untuk kita lakukan pembongkaran. Kita berharap Pemerintah Pusat tambah anggaran tahun depan sehingga kita bisa lanjut tiga atau empat kilo lagi. Target kita bisa sampai Oksop sehingga masyarakat bisa terkoneksi ke Kota Oksibil,” ujar Bupati Spei Bidana di sela-sela kunjungannya.

Menurut Spei, sebenarnya di lintasan ini, beberapa tahun lalu ada proyek pengerjaan jalan dari Bulangkop menuju Distrik Kiwirok yang bersumber dari dana APBN. Tetapi akibat kondisi force majuere, jalur ini kemudian didorong dari arah Utara yaitu dari Kampung Mot, Distrik Batom sejauh 19 KM.

“Tapi karena ini kebutuhan mendesak, saya sudah arahkan tahun depan dari Bulangkop lewat Limarum tembus ke Oksop harus dikerjakan untuk kita pasang jembatan. Supaya ojek bisa sampai Oksop,” tegasnya.

Spei menegaskan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pihaknya tetap komitmen membangun infrastruktur untuk membuka isolasi daerah di Pegubin. Terbukti semua distrik sudah terkoneksi melalu penerbangan perintis dengan perbaikan kualitas lapangan terbang. Mulai dari Lapter Eipumek, Okbibab, dan Oksamol.

“Tahun ini kita bangun Lapangan Terbang Oklip dan tahun depan di Okyop. Kemudian konektivitas jalan Oksibil-Waropko melalui Jembatan Digul II kita berharap tahun 2027 sudah bisa tembus,” tuturnya.

Fokus Konektivitas dan SDM

Mantan Kepala Bappeda Pegubin ini mengakui, Kabupaten Pegubin memiliki wilayah yang sangat luas. Tak hanya luas, daerah ini sebenarnya memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang belum dieksploitasi sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tapi SDA itu kita kasih tinggal dulu. Kita siapkan dulu SDM, kita kasih konekan semua distrik dulu, genjot pertumbuhan ekonomi, dan mekarkan kabupaten agar SDA ini bisa dikelola dengan semangat pembangunan berkelanjutan oleh generasi kita yang sudah pintar-pintar,” tutur Spei Bidana.

Spei menegaskan, seluruh generasi Pegubin harus memiliki tanggung jawab dan kepedulian untuk menjaga alam. Apalagi, Pegubin adalat pusat hidrologi Papua, wilayah yang menjadi sumber mata air yang mengalir dan memberi kehidupan bagi seluruh Tanah Papua.

“Sungai Oksob atau Digul mengalir ke Selatan melintasi Bovendigoel, Mappi dan Asmat. Sungai Okmino, Okyapi, dan Okbape dia bawa ke Mappi. Dari Okbi, Okbab, Birme dan Borme mengali Sungai Armase menuju Sungai Mamberamo. Dan dari Oklip, Okyop menuju Sungai Sungai Sifik yang mengalir ke PNG,” katanya.

Dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, Spei Bidana menegaskan saat ini Pemkab Pegubin tengah melakukan pemetaan wilayah adat berbasis Ap Iwol. Tak hanya untuk menjaga kekayaan alam, pemetaan ini juga bertujuan membangun kesadaran generasi Okmekmin untuk kembali kepada jati dirinya melalui pendidikan adat lewat proses inisiasi.

“Sebab hari ini, teknologi membuat anak-anak muda kehilangan identitas, tak punya integritas dan tak punya masa depan,” ujar Spei.

Spei mengakui, wilayah Pegubin sangatlah luas membuat dirinya sudah mendorong agar bisa dimekarkan tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) yakni Kabupaten Ketengban, Kabupaten Okmin, dan Kabupaten Okmin Selatan. Sementara itu, setiap tahun SDM Pegubin terus bertambah dan tak bisa ditampung di birokrasi Pegubin karena kurangnya kuota CPNS dan terbatasnya anggaraan daerah.

“Jadi kalau kita sudah bisa mekarkan jadi empat kabupaten dengan APBD minimal masing-masing Rp 1 triliun, SDM kita bisa tampung semua. Karena itu, saya minta adik-adik yang lagi studi, belajar yang tekun untuk kembali Pegunungan Bintang. Yang putus SD, SMP dan SMA ikut Paket A, B dan C dan bisa masuk kuliah di Universitas Okmin Papua,” tutup Spei.

Apresiasi Masyarakat

Dalam giat memantau pengerjaan pembongkaran jalan itu, mantan Kepala Kampung Yumakot Patris Kasipmabin mengapresiasi sejumlah gebrakan pembangunan yang dilakukan Bupati Spei Bidana selama masa kepemimpinannya.

“Bupati-bupati sebelumnya tidak seperti Bupati Spei. Apa yang digagas pada waktu Pilkada, itu pula yang dilakukannya. Kami dari wilayah Distrik Okaom, kami sangat apresiasi terhadap pembangunan jalan dan SDM yang sudah dilakukan bupati,” kata Patris.

Menurut Patris, semua kritik dari lawan politik selama ini terhadap kinerja Bupati Spei adalah hal biasa dalam demokrasi. Namun faktanya, ia melihat justru Bupati Spei telah berhasil meninggalkan jejak karya (legacy) kepada generasi Pegubin.

“Mulai dari bangun Universitas Okmin Papua di pelosok Pegunungan Bintang, anak-anak yang putus sekolah akhirnya bisa lanjut sekolah, beri beasiswa bagi ribuan orang. Lalu Bapak Bupati juga sudah bangun jalan hubungkan distrik-distrik, ini luar biasa,” tegasnya.

Salah satu pekerja jalan yang merupakan putra asli setempat menitip pesan yang sungguh haru di hadapan Bupati Spei Bidana dan rombongannya di siang itu.

“Kami sangat berharap bisa kerja dan bisa pegang alat berat ini. Ini kita punya jalan dan jadi kami ingin sukseskan pengerjaan jalan ini, bisa sampai Oksop, putar ke arah Kiwirok dan Okbab. Kami ingin jalan ini kami putra asli yang kerja, bukan pendatang,” katanya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box