
Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST,M.Si saat meninjau Jalan Trans Papua di Distrik Iwur, Selasa, 1 September 2026.
OKSIBIL (PB.COM)—Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana, ST,M.Si terus mengawal percepatan pembangunan Jalan Trans Papua yang menghubungkan wilayah Pegugin dengan Papua Selatan, khususnya antara wilayah Distrik Iwur dengan Waropko, Kabupaten Boven Digoel.
Pada Selasa, 1 September 2026, Bupati Spei Bidana turun langsung meninjau perkembangan pembangunan jalan, jembatan dan pembukaan badan jalan yang telah mencapai sekitar 8-10 kilometer di Distrik Iwur.
Kepada media, Bupati Spei mengatakan, pembangunan akses tersebut merupakan langkah penting untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas antara Pegunungan Bintang dengan wilayah Papua Selatan.

“Yang kita pantau hari ini, pembangunan jembatan sudah selesai dan pembukaan jalan juga sudah berjalan sekitar 8 sampai 10 kilometer. Kita berharap pekerjaan ini tetap konsisten sehingga tahun depan dapat dilanjutkan,” kata Spei.
Ia berharap pembangunan ruas Jalan Trans Papua dari arah Selatan, khususnya dari Merauke dan Boven Digoel menuju Pegunungan Bintang, terus mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurutnya, keberadaan akses jalan tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga akan menekan biaya distribusi bahan pokok, material bangunan dan berbagai kebutuhan lainnya.

“Kalau jalan ini terbuka, bukan hanya manusia dan barang yang bisa bergerak, tetapi material pembangunan dan kebutuhan pokok juga akan lebih mudah masuk,” ujarnya.
Spei menargetkan pembangunan konektivitas tersebut terus dilanjutkan pada 2027 dan diharapkan dapat semakin tuntas sebelum 2030. Ia juga mendorong agar konektivitas dari wilayah Pegunungan Bintang menuju perbatasan Indonesia–Papua Nugini terus dikembangkan.
Akses jalan ini, kata dia, memiliki nilai strategis untuk membuka peluang ekonomi, pendidikan, pelayanan masyarakat dan pergerakan logistik di kawasan perbatasan.
“Pegunungan Bintang ini memiliki posisi strategis. Kita ingin daerah ini tidak hanya menjadi wilayah yang dilewati, tetapi menjadi bagian penting dalam konektivitas Papua dan kawasan Pasifik,” katanya.

Selain membuka akses bagi masyarakat, Bupati menilai pembangunan jalan juga dapat mendorong pemanfaatan potensi sumber daya lokal, termasuk material konstruksi yang tersedia di Pegunungan Bintang.
“Jika ruas jalan ini sudah tembus, kebutuhan material untuk pembangunan di wilayah Papua Selatan ke depan dapat kita pasok ke sana dan itu menjadi keuntungan PAD bagi kita di Pegunungan Bintang,” tegasnya.
Pengawasan Belum Maksimal
Di lokasi yang sama, anggota DPRK Pegunungan Bintang dari Fraksi PDI Perjuangan, Yohanes Yamkin, S.IP menyampaikan dukungannya terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Anggota DPRK Pegunungan Bintang dari Fraksi PDI Perjuangan, Yohanes Yamkin, S.IP.
Yohanes mengakui fungsi pengawasan DPRK terhadap pembangunan daerah selama ini belum berjalan maksimal. Sebab sebagian anggota DPRK masih berada di luar daerah sehingga aktivitas pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah belum dapat dilakukan secara optimal.
“Secara fungsi, DPR memiliki fungsi pengawasan, kontrol dan budgeting. Kami akui saat ini fungsi tersebut belum berjalan maksimal karena banyak teman-teman anggota DPR yang berada di luar Pegunungan Bintang,” ujar Yohanes yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Pegunungan Bintang.
Meski demikian, ia menegaskan DPRK Pegubin tetap mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang sedang dikerjakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Menurutnya, terbukanya akses Pegunungan Bintang dari Papua Selatan akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat, terutama dalam memperlancar distribusi bahan pokok dan kebutuhan pembangunan.
“Kami sangat mendukung pembangunan infrastruktur dasar ini. Dengan terbukanya akses, suplai ekonomi dari wilayah seperti Merauke dapat masuk ke Pegunungan Bintang sehingga masyarakat bisa merasakan dampak pembangunan,” katanya.
Yohanes menegaskan masyarakat Pegubin, khususnya di wilayah Selatan siap mendukung pembangunan Jalan Trans Papua dan siap menjaga keamanan proses pembangunan.

“Kami menjamin wilayah Pegunungan Bintang aman untuk pembangunan. Pemerintah pusat tidak perlu ragu membangun wilayah ini karena masyarakat membutuhkan akses jalan untuk mobilisasi orang, barang, dan berbagai kebutuhan pembangunan,” tegasnya.
Pembangunan konektivitas Trans Papua di wilayah Pegunungan Bintang diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, perdagangan dan kebutuhan dasar lainnya. (Aquino Ningdana/GMR)








































