Climber Putri Desak Made Persembahkan Emas Untuk Bali

Atlet panjat tebing putri Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil meraih emas setelah mengalahkan atlet Banten Rajiah Sallsabillah di kelas speed world record perorangan putri di venue panjat tebing Mimika, Jumat (1/10/2021). Foto: Humas PPM/ David La’lang

 

TIMIKA (PB.COM)Kontingen Bali kembali menambah perolehan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Satu medali emas dipersembahkan Desak Made Rita Kusuma Dewi dari Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing nomor Speed World Record (WR) Perorangan Putri.

Desak Made Rita Kusuma Dewi pada babak final nomor Speed WR yang dilangsungkan di Venue Panjat Tebing SP2 Poros SP5 pada Jumat (1/10/2021), berhasil mengalahkan Rajiah Salsabila,climber asal Provinsi Banten.

Desak Made menjuarai nomor Speed WR dengan catatan waktu 7,001 detik.

Sementara Rajiah Sallsabillah harus puas di posisi kedua dengan catatan waktu 8,151 detik dan berhak atas medali perak.

Ditempat ketiga untuk perolehan medali perunggu diraih Aries Susanti Rahayu, atlet panjat tebiinig dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dengan catatan waktu 7,251 detik.

Aries Susanti Rahayu menyabet medali perunggu setelah sukses mengalahkan Amanda Narda Mutia dari Jawa Timur.

Atas prestasi juara di nomor Speed WR Perorangan Putri, Ketua I Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang juga Dewan Hakim, Rudi Fitriano, mengatakan rencana prosesi penyerahan medali juga maskor PON XX kepada para juara akan dilaksanakan pada Senin (4/10/2021).

“Ini sesuai jadwal yang akan kita serahkan dan sudah didaftar di PB PON,”ungkap Rudi.

Secara terpisah usai pertandingan, Desak Made, peraih medali emas nonor Speed WR, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang telah mendoakan dan mendukung dirinya hingga meraih sukses di tanah Papua melalui iven PON XX.

“Ini emas pertama yang saya peroleh dari Cabor Panjat Tebing nomor Speed World Record Perorangan Putri di PON XX Papua Kluster Mimika, dan ini iven nasional yang pertama kali  saya ikuti. Tentu ini jadi motivasi saya untuk terus maju dan berprestasi. Terima kasih masyarakat Bali, terima kasih masyarakat Papua untuk dan penyambutannya,” tandasnya. (Humas PON XX 2021/Gusty Masan Raya)

Ini Dia Putri Papua Penyumbang Emas PON di Panjat Tebing

Abas dan Nesthy usai menerima medali emas Panjat Tebing PON XX, Rabu (29/9/2021). (Foto : Yosep Situmorang/HumasPPM)

JAYAPURA (PB.COM)Nesthy Stella Iriani Pedai, atau yang dijuluki spider girl dari Papua, menjadi atlet asli Papua pertama yang menyumbangkan medali emas dari cabang olahraga panjat tebing Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Pencapaian Nesthy itu bukanlah sebuah kejutan bagi dirinya pribadi dan juga timnya. Dia memang sudah diprediksikan bisa mendapatkan medali emas, dari sejumlah atlet potensial yang disiapkan oleh tim panjat tebing Papua.

Ajang PON XX ini menjadi debut spider girl Papua itu di papan climbing. Dia baru berusia 19 tahun, lahir di Warironi, Kepulauan Yapen, 8 Oktober 2002.

Sejak awal, Nesthy memang sudah diunggulkan untuk merebut medali emas di cabang olahraga panjat tebing PON XX. Walau baru menekuni olahraga climbing sejak tahun 2019, performa gesitnya di dinding tebing cukup mengejutkan. Nesthy cakap di semua nomor dan membuatnya masuk dalam salah satu unggulan Papua untuk mendapatkan medali emas.

“Saya memilih cabor panjat tebing karena saya merasa tertantang dengan jalur-jalur kesulitan di dinding tebing, saya mulai menyukai cabor ini sejak pertama kali mencoba. Saya belajar manjat di Universitas Yapis Dok 5 Jayapura dan mulai bergabung dengan tim panjat tebing Papua tahun 2019,” ujar Nesthy.

Sebelum tampil di ajang PON XX, Nesthy sempat menjadi juara 1 dalam sebuah kejuaraan daerah di Bogor di kelas Speed World Record (WR) putri.

Pelatih panjat tebing Papua, Judistiro yang juga mantan atlet dan pelatih tim nasional sejak awal memang sudah optimis climber lokal asal Kepulauan Yapen itu bisa menyumbangkan medali emas.

“Sejauh ini saya melihat yang sangat berpotensi mendapatkan medali emas itu si Nesthy. Dia pemanjat yang lengkap, dia punya kemampuan yang bagus di tiga nomor yakni speed, lead dan boulder. Dia sudah membuktikan dirinya sanggup bersaing dan memberikan perlawanan yang ketat bagi atlet dari daerah lain secara perorangan,” beber Judistiro.

Dan, keyakinan sang pelatih akan seorang Nesthy itu bukan hanya sebuah pengharapan. Nesthy akhirnya sanggup menyumbangkan medali emas pertama dari cabor panjat tebing.

Nesthy mendapatkan medali emas pertamanya bersama Abas Hamid di nomor speed classic mix (campuran) yang dipertandingkan pada Selasa (28/9/2021) lalu.

Abas dan Nesthy berhasil meraih emas dengan catatan waktu 34,58 detik menggungguli climber asal Jawa Timur di posisi kedua, Rahmad Adi Mulyono dan Dhorifatus Syafi’iyah yang meraih medali perak dengan catatan waktu panjat 34,59 detik.

Raihan itu mencatatkan nama Nesthy sebagai atlet asli Papua pertama yang mempersembahkan medali emas untuk kontingen Papua, sebelum disusul oleh pedayung putri, Stevani Maysche Ibo.

“Sangat senang, dan pastinya pasti saya bersyukur kepada Tuhan atas pencapaian medali emas yang saya bisa sumbangkan kepada Papua. Terima kasih juga buat warga Papua yang sudah dukung dan doakan kami panjat tebing Papua, terima kasih juga buat pelatih dan juga pembuat jalur teman-teman FPTI yang saling support juga buat pengurus FPTI, terima kasih. Medali emas ini saya persembahkan kepada masyarakat Papua,” ujar Nesthy.

Climber jebolan salah satu SMK di Jayapura itu masih berpeluang besar menambah medali emas untuk kontingen Papua di beberapa nomor yang akan ia ikuti di cabang olahraga panjat tebing. (Sudjarwo/nethy ds)