Tiga Kabupaten di Papua Jadi Percontohan Bantuan Subsidi Dana Segar

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH.

JAKARTA (PB): Tiga kabupaten di Provinsi Papua yakni Lanny Jaya mewakili La Pago, Paniai mewakili Mee Pago dan Asmat mewakili wilayah Animha terpilih sebagai proyek percontohan bantuan subsidi dana segar bagi anak usia 0-4 tahun dan Usia Lanjut (Lansia) usia 60 tahun ke atas.

Kepada wartawan di Jakarta pekan kemarin usai pertemuan bersama KOMPAK, yakni sebuah lembaga kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia dalam mendukung program pengentasan kemiskinan Pemerintah Indonesia yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH menjelaskan, pertemuan ini sebagai langkah awal di wilayahnya dalam bentuk dana segar (fresh money). Dana ini diberikan kepada anak usia  0 – 4 tahun dan kemudian usia lanjut 60 tahun ke atas. Sumber dana ini akan bersumber dari dana Prospek.

Selama ini kita kasih dana prospek. Akan tetapi belum tepat sasaran,” akunya didampingi Sekda Papua Hery Dosinaen,  Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri, Kepala Bappeda Muh Musa’ad, Karo Hukum Setda Papua Derek Hegimur, Kepala BPKAD Papua Ridwan Rumasukun.

Provinsi Papua, melalui Bappeda telah mempunyai program 1000 hari kehidupan dan Generasi Emas Papua yang sudah berjalan selama ini. Namun untuk program ini menjadi 1400 hari selama 24 bulan, di mana pemerintah akan melakukan intervensi kepada ibu hamil mengenai gizinya dan juga anaknya.

“Kita pakai dana yang sudah ada dalam hal ini  dana prospek.  Sebenarnya ini bagaimana menekan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita yang rendah. Kemudian menurunkan angka kematian ibu dan anak termasuk dalam hal memperbaiki gizinya,” terangnya.

Ketiga kabupaten akan dicoba terlebih dahulu. Jika program ini sukses, maka bantuan Perlindungan Sosial (PS) ini akan diberikan khusus untuk anak usia 0 – 4 tahun. Tujuannya, menghasilkan anak-anak yang lebih tinggi badannya, cerdas dan lebih mudah meraih sukses dalam hidupnya.

“Anak-anak usia emas ini di subsidi dimana nantinya mereka akan mempunyai rekening. Nantinya akan didata dulu seluruh anak di tiga kabupaten ini baru kita memberi uang sebesar Rp 200 ribu-Rp 300 ribu/bulan kepada mereka,” paparnya.

Dana prospek ini, jelas Gubernur akan  bersumber dari dana provinsi. Namun  akan juga ikut diawasi oleh pemerintah kabupaten.

Diketahui Dana Prospek Provinsi Papua berjumlah Rp 600 miliar. “Kita mau efektifkan dari desa pindah kepada individu jadi mereka akan ada pendampingan. Jadi tidak kepada kepala desa akan tetapi langsung kepada masyarakat dan keluarga. Nantinya ada penguatan kepada regulasinya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Papua Muh Musa’ad menegaskan pada intinya penggunaan dana ini untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak serta bayi yang selama ini masih tinggi di provinsi tertimur Indonesa ini.

“Dengan dana ini mungkin bisa meminimalisir. Kemudian kebutuhan gizi untuk bayi dan balita menjadi penting. Jadi ada nanti manajemen dimana masyarakat juga dilatih untuk mengelola dana ini, sehingga tidak sembarangan dia konsumsi untuk kebutuhan anak ini,” jelas Musa’ad.

Terkait hubungannya dengan Gerbangmas Hasrat Papua, Musa-ad mengakui, program ini memang yang diinginkan. Semuanya nanti terintegrasi dengan Gerbangmas dan juga prospek. “Ini supaya tidak terlalu banyak program,” akunya.

Program ini sebelumnya juga telah dilaksanakan di Afrika dan Amerika Latin. LSM KOMPAK sendiri turun ke Lanny Jaya dan Paniai sehingga hal ini memang mengintegrasikan dengan pengalaman selama ini.

Sementara itu Sekretaris 1 Kedutaan Besar Australia Ms Joane Sharpe bersama Social Protection dan Labour Specialist Karishma Huda menjelaskan, dengan program Perlindungan Sosial ini ada keuntungan yang bisa diambil.

Bagi penerima manfaat, ini tentunya dapat meningkatkan penghasilan keluarga, membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya, mengurangi ketimpangan di antara masyarakat serta melindungi dan meningkatkan perikehidupan.

Sementara untuk pemerintah lokal dimana proses administrasinya sederhana, implementasi relatif cepat, mudah diukur, membuahkan hasil dan secara umum cukup populer. (YMF)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *