Jadikan Harganas Momen Perkuat Keluarga Papua

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Sarles Brabar, SE.M.Si bersama seluruh staf BKKBN Papua dan keluarga berfoto bersama usai apel perayaan Yubelium 50 Tahun BKKBN dan Harganas XXV di Halaman Kantor BKKBN, Jumat (29/06/2018).

JAYAPURA (PB)—Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si meminta kepada seluruh masyarakat Papua dan jajaran lingkungan BKKBN Papua agar menjadikan Hari Keluarga Nasional (Harganas ) ke-XXV dan Yubileum 50 Tahun BKKBN sebagai momentum merefleksikan dan memperkuat keluarga di Papua.

Perayaan Harganas yang jatuh pada 29 Juni dan Yubileum 50 Tahun BKKBN ini dirayakan dengan apel bersama di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Papua di Kotaraja, Jumat (29/06/2018).

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Sarles Brabar, SE.M.Si saat diwawancarai wartawan.

“Hari ini kita semua jajaran BKKBN menggunakan pakaian tradisional nusantara untuk menunjukkan bahwa selama 50 tahun program KB juga berpijak pada kearifan lokal. Bahwa BKKBN juga ikut menjaga dan melestarikan budaya di Papua. Kami berkomitmen bahwa semua yang dilakukan benar-benar untuk penguatan bagi setiap  keluarga untuk tumbuh maju dan berkualitas di Tanah Papua. Orang boleh berprasangka keliru bahwa kami di BKKBN membatasi jumlah anak, tetapi kami terus komitmen kami untuk bekerja wujudkan visi misi para bupati dan gubernur untuk hasilkan keluarga berkualitas. Salah satunya lewat Kampung KB,” kata Brabar kepada wartawan usai apel.

Sebelumnya, dalam sambutan yang dibacakan Sarles, Plt. Kepala BKKBN Dr. Sigit Priohutomo, MPH mengatakan bahwa BKKBN berdiri padata tahun 1968 dengan nama Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKBN). Sementara Hari Keluarga Nasional (Harganas) baru dirayakan pertama kali di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada tahun 1993.

Suasana apel Perwakilan BKKBN Papua.

“Program KB Nasional mengalami dinamika yang luar biasa. Keberhasilan menurunkan TFR dan LPP sudah diakui secara nasional dan internasional. Bahkan kita menjadi rujukan dunia dalam bidang kependudukan. Juga ada penghargaan Populatian Award pernah kita terima. Namun ketika terjadi krisis moneter 1998, kita nyaris tenggelam. Tapi Puji Tuhan, kita bisa bangkit dan eksis lagi hingga hari ini,” kata Sigit.

 

Jalin Kedekatan Internal

Perayaan Yubileum 50 Tahun BKKBN dan Harganas juga dibarengi dengan kegiatan Halal Bi Halal yang digelar dalam rangka Hari Idul Fitri 1439 yang diarayakan umat muslim.

Para staf Perwakilan BKKBN Papua.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar mengajak seluruh jajaran BKKBN Papua menjadikan momentum ini sebagai sarana menjalin kerukunan dan kedekatan sebagai satu keluarga.

“Semua ASN harus mencerminkan diri sebagai satu keluarga. Prestasi-prestasi yang kita peroleh sudah banyak tapi masyarakat masih pertanyakan karena persepsi mereka yang keliru tentang kita. Oleh karena itu, kita bertugas menjelaskan betapa pentingnya keluarga dan kualitas SDM secara terus menerus,” kata Brabar.

Para Pejabat Perwakilan BKKBN Papua.

Ia juga memotivasi seluruh pejabat administrator dan stafnya agar terus bekerja tanpa mengeluh. Sebab tugas dan tanggungjawab besar BKKBN adalah pembangunan manusia berkualitas yang terus menerus sekalipun banyak tantangan menghadang.

“Saya terharu pada satu isi sambutan tadi bahwa dulu BKKBN hampir tenggelam layaknya perahu yang kehabisan bahan bakar. Banyak orang cari selamat. Saya ingat banyak penyuluh KB dulu tak dapat gaji sampai tiga bulan alias kehabisan bahan bakar tapi tetap semangat bekerja. Saya berharap dedikasi dan semangat kita tetap ada,” ujar Brabar.

Ustad Umar Bauw al Bintuni saat memberikan ceramah di hadapan keluarga BKKBN Papua pada acara Halal Bi Halal.

Acara bertajuk Hari Keluarga Hari Kita ini diisi dengan ceramah Ustad Umar Bauw al Bintuni. Dalam ceramahnya, Ustad Umar mengatakan keluarga adalah penopang terkuat bagi negara. Tugas yang diemban BKKBN adalah tugas mulai karena menata keluarga selaku dasar negara yang berkualitas.

“Tugas BKKBN adalah tugas yang mulia yang membawa negara makin kuat. Semoga dengan kegiatan knk dengan tema cinta keluarga, cinta terencana bisa terwujud keluarga yang sakinah, mawadah, dan wahromah yang bermoral dan berkarakter di Tanah Papua. Semuanya ini tentu saja berlandas pada hati. Semua kita yang kerja di BKKBN harus menjaga hati,” kata Ustad Umar.

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Sarles Brabar, SE.M.Si saat menyerahkan tumpeng.

Hadir pada acara tersebut, Sekretaris Perwakilan BKKBN Papua Agus Nur Santosa, SE, para pejabat administrator, para staf dan penyuluh KB di BKKBN Papua beserta keluarganya.

Acara diisi dengan pemotongan tumpeng Yubelium oleh Kepala Perwakilan BKKBN Papua dan diserahkan kepada salah seorang staf yang hendak memasuki masa pension sebagai simbol penghargaan serta saling bersalaman.

 

Perayaan Harganas di Manado

Sesuai rencana, perayaan Harganas XXV secara nasional berlangsung di Sulawesi Utara, 4-7 Juni 2018. Harganas kali ini mengusung tema “Hari Keluarga: Hari Kita semua” dengan membawa tagline “Cinta Keluarga Cinta Terencana”. Tujuannya agar seluruh keluarga di Indonesia, termasuk keluarga di  Papua diingingatkan kembali tentang pentingnya mencintai dalam keluarga dan membuat perencanaan matang dalam membangun keluarga.

Menurut Sarles Brabar, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merumuskan sekurang-kurangnya ada delapan (8) fungsi keluarga, meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih dan sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan fungsi lingkungan.

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Sarles Brabar, SE.M.Si.

“Dari kedelapan fungsi keluarga tersebut, cinta kasih dan sayang menjadi landasannya. Dan tahukah Anda bahwa untuk mencapai sebuah keluarga yang ideal, dibutuhkan juga perencanaan yang baik? Itu artinya, cinta kasih dan sayang yang ada dalam sebuah keluarga juga lahir dan hadir secara terencana. Bukan sebuah  kebetulan,” katanya.

Brabar berharap, pada momen perayaan Harganas XXV, seluruh keluarga di Papua bisa ikut merefleksikan kembali 8 fungsi keluarga tersebut. Secara khusus, kiranya semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah di Papua bisa menyadari pentingnya membangun keluarga yang terencana demi meningkatkan kualitas dan kesejahteraan keluarga sebagaimana digaungkan oleh BKKBN. (Gusty Masan Raya)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *