Gubernur Lukas: Kebutuhan Daging Sapi Selama PON Bisa Dipasok Dari PNG

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP. MH berbincang dengan Gubernur National Capital District (NDC) Port Moresby, Powes Parkop.

PORT MORESBY (PB)—Tinggal dua tahun lagi, Provinsi Papua bersiap menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020. Oleh karena itu, guna memenuhi stok kebutuhan  daging sapi selama PON berlangsung, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MH berupaya membuka peluang kerjasama dengan negara tetangga RI, Papua New Guinea (PNG) untuk menyiapkan sentra produksi sapi dan memasoknya ke Papua.

“Kami sudah mendapatkan masukan bahwa kebutuhan daging sapi pada PON Papua nanti akan mencapai 20 ribu ekor sapi. Ini tidak mungkin kami penuhi kalau dari Papua saja. Sehingga kita harus mendapat pasokan daging sapi dari luar Papua,” kata Gubernur Lukas di Port Moresby, Rabu (19/09).

Menurut Lukas, pemasokan sapi menjadi salah satu dari sejumlah rangkaian kerjasama ekonomi yang tengah dirintisnya dengan  membuka jalur perdagangan antara Provinsi Papua dengan beberapa provinsi di PNG. Salah satunya adalah dengan Provinsi Morobe yang memiliki industri pengolahan daging terbesar di PNG yang terletak di Kota Lae.   Kota Lae yang merupakan kota terbesar kedua di Papua New Guinea ini telah menjadi pusat pengolahan daging utama PNG yang didistribusikan ke seluruh PNG.

“Ya, kunjungan kerja ini di PNG ini salah satunya adalah berkunjungan ke Kota Lae pada hari Kamis esok (20/9—Red) untuk membuka peluang perdagangan dan kerjasama lainnya,” kata Lukas.

Peternakan sapi di Papua.

Lukas menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua telah menandatangani perjanjian kerjasama provinsi kembar pada tahun 2017. Namun perjanjian kerjasama ini baru berupa Letter of Intent (LoI) yang perlu ditindaklanjuti secara konkrit.  Penandatanganan LoI, kata Lukas, semestinya telah membuka peluang bagi pengusaha di kedua provinsi untuk mengembangkan usahanya.

“Kunjungan ke Provinsi Lae ini memenuhi undangan Gubernur Morobe, Ginson Saunu untuk menindaklanjuti LoI tersebut,” terangnya.

Dalam kunjungan nanti, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Papua akan membicarakan kemungkinan penyediaan gudang dan akses ke Pelabuhan Lae agar pengusaha-pengusaha dari Papua nantinya bisa memasok barang-barang kebutuhan masyarakat PNG sehingga kedua belah pihak memiliki hubungan kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan.

Selain Kota Lae, Gubernur Lukas juga akan berkunjung ke Kota Madang dan Wewak dengan tujuan yang sama yakni membuka peluang kerjasama peningkatan perekonomian antara kedua provinsi yang berbeda negara ini.  (gusty/rm)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *