Walikota Berharap Kehadiran RS Provita Tekan Kematian Ibu dan Anak

Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) menyapa salah seorang pasien anak di RS Provita Jayapura, usai grand opening rumah sakit itu, Kamis (18/10/2018).

JAYAPURA (PB)—Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM, Kamis (18/10/2018) melakukan Grand Opening Rumah Sakit (RS) Provita dengan penandatanganan prasasti bersama-sama dengan Provinsial Ordo Fratrum Minorum (OFM) Duta Damai Papua Pastor Gabriel Ngga, OFM.

Turut hadir menyaksikan acara tersebut, Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk dr H. Hasmoro, SpAn, KIC, MHA, MM, Dewan Komisaris Hospital Dormitory dan Biara St Fransiskus ASISI Paulus Arfayan, Direksi PT Duta Damai Papua, Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs Yakobus Marjuki, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg Aloysius Giyai, M.Kes, Uskup Jayapura Leo Laba Ladjar, OFM, sejumlah Pastor Paroki se-Dekenat Jayapura, dan ratusan undangan.

Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano menandatangani prasasti tanda mulai beroperasinya RS Provita Jayapura pada acara grand opening, Kamis (18/10/2018)

Walikota Jayapura yang akrab dikenal BTM ini mengaku sangat mengapresiasi kehadiran rumah sakit yang dibangun oleh Gereja Katolik ini. Menurut Walikota BTM, rumah sakit ini memiliki fasilitas yang sangat memadai.

“Beberapa hari lalu saya masuk IGD dan melakukan tes darah, prosesnya sangat cepat dengan teknologi yang canggih, warga Papua dan kota Jayapura khususnya tidak perlu keluar daerah untuk berobat karena fasilitas sudah memadai berstandar internasional,” kata BTM dalam sambutannya.

Tidak hanya fasilitas yang memadai. Wali Kota BTM pun mengapresiasi dan yakin pada aspek pelayanan kesehatan yang akan diterapkan nantinya untuk memberikan kebahagiaan, kesejahteraan dan kesehatan bagi warga Kota Jayapura, terkhusus ibu hamil.

Suasana pemotongan tumpeng pada grand opening RS Provita Jayapura.

“Pelayanan kepada ibu-ibu hamil adalah utama karena mereka yang melahirkan dan membesarkan generasi penerus. Saya berharap, apa yang menjadi tujuan dibangunnya rumah sakit ini yakni menurunkan angka kematian ibu hamil dapat terwujud. Seluruh warga dan pasien jangan mengotori RS ini, jangan buang ludah pinang sembarangan dan jangan jadikan RS sebagai tempat menginap, percayakan penanganan pada dokter maka Tuhan akan menyembuhkan,” katanya.

Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk dr H Hasmoro, SpAn, KIC, MHA, MM mengatakan bahwa inisiatif pembangunan Provita Hospital berasal dari PT Duta Damai Papua. Untuk bersama merancang, merencanakan dan mengelola Rumah Sakit tersebut. Sejak Juli 2017 dimulainya pembangunan hingga Oktober 2018, Provita Hospital berdiri di lahan seluas 8468 m2, dengan total 7.

Provinsial Ordo Fratrum Minorum (OFM) Duta Damai Papua Pastor Gabriel Ngga, OFM mengatakan bahwa Provita Hospital dibina oleh saudara Dina Fransiskan dari OFM. Nama Provita dimaksud ialah merawat atau menjaga kehidupan dengan memandang setiap pasien sebagai tamu ilahi.

“Kami terpanggil melihat penderitaan ibu-ibu dan anak-anak di Papua. Karena itu kami bangun Provita Hospital sebagai rumah sakit umum dengan unggulan ibu dan anak. Rumah sakit ini  hadir untuk seluruh kalangan di masyarkaat dengan membuka pelayanan BPJS yang tidak berbeda dengan pasien pada umumnya,” katanya.

Menurut Pastor Gabriel, rumah sakit ini memiliki visi: “Menjadi Rumah Sakit Model Dalam Merawat Kehidupan” dengan empat (4) misi yakni merawat penuh hormat hidup manusia sebagai anugerah Allah, menyelenggarakan pelayanan kesehatan oleh tenaga professional dan kompeten, melayani dengan sukacita, dan melakukan pengelolaan rumah sakit secara professional

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen ketika memberikan sambutan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua. T.E.A. Hery Dosinaen, SIP.MKP mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua sangat mengapresiasi kehadiran Provita Hospital dan menjadi bagian mitra kerja Pemerintah untuk membangun dan melayani masyarakat Papua di bidang kesehatan.

“Tentu saja kami melihat ini merupakan suatu bentuk perhatian yang diberikan Gereja Katolik, khususnya Biara OFM untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak,” kata Sekda.

Menurut Sekda Hery, kehadiran Provita Hospital ini juga bisa mendukung penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Provinsi Papua.

“Tentu saja kita harapkan Rumah Sakit Provita Jayapura merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari apa yang menjadi agenda pesta olahraga Nasional empat tahunan yang nanti akan diselenggarakan di Papua.  RS. Provita Jayapura ini nantinya bisa mendukung penyediaan fasilitas kesehatan bagi para atlit dan seluruh tim yang datang,” ujar Sekda.

Sejumlah pelayanan dan fasilitas RS Provita Jayapura.

Rumah sakit yang terletak di seberang Polda Papua ini telah menyiapkan fasilitas dan siap memberikan sejumlah pelayanan kepada para pasien. Di antaranya poliklinik rawat jalan yang terdiri dari sejumlah pelayanan konsultasi dokter spesialis dan subspesialis, pelayanan unggulan yakni klinik tumbuh kembang  (KTK), perinalogi, ICU/NICU/PICU dan gigi spesialistik, pelayanan klinik khusus (klinik laktasi dan KTK), dan pelayanan gawat darurut 24 jam..

Untuk pelayanan rawat inap, rumah sakit ini menyediakan perawatan kebidanan dan penyakit kandungan, anak dan umum, perawatan perianologi dan pelayanan intensif (NICU/PICU/ICU).Ia juga menyediakan pelayanan tindakan medis berupa kamar operasi, kamar tindakan dan kamar bersalin. (Gusty Masan Raya)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *