Gubernur Berikan Jaminan Pemulangan Mahasiswa yang Ditahan di Mako Brimob

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH didampingi Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf A Rodja, Pangdam Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab saat memberikan keterangan pers.

JAYAPURA – Sebanyak 733 mahasiswa  dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang sebelumnya diamankan karena terlibat bentrok dengan aparat keamanan di Expo Waena, Kota Jayapura, Senin (23/9) kemarin, 726 di antaranya telah dipulangkan, Selasa (24/9) siang.

Ini setelah Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Komnas HAM menemui mereka di Mako Brimob Kotaraja, Abepura. Gubernur memberikan jaminan untuk pemulangan mahasiswa yang sebagian besar merupakan mahasiswa eksodus. Sementara tujuh di antaranya masih ditahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, terkait bentrok yang menyebabkan adanya korban jiwa dan korban luka luka.

“Mereka ini mahasiswa terkait kejadian kemarin di Waena, kemudian polda tahan mereka disini. Hari ini dipulangkan dari 733, tujuh di antaranya masih ditahan untuk pendalaman karena kejadian kemarin ada kematian dan luka-luka, nanti hasil pendalaman dari polda kalau tidak ada bukti akan dibebaskan,” ujar Gubernur kepada pers usai menemui mahasiswa yang ditahan.

Gubernur yang didampingi Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf A Rodja, Pangdam Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab berharap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Apalagi kabarnya masih akan ada lagi mahasiswa yang kembali ke Papua. Gubernur menyayangkan sikap mahasiswa eksodus yang menolak untuk bertemu dirinya.

“Sudah berapa kali saya undang kan, tapi mereka (mahasiswa) tidak datang. Nanti sudah kejadian seperti ini, baru bisa bertemu. Kita harap ke depan tidak akan terjadi lagi,” ungkap Gubernur.

“Mahasiswa kita ini kan tunggu teman-teman yang masih sisa di pulau Jawa. Informasi terakhir saya dengar mereka masih akan lakukan demonstrasi disana. Ini mereka pulang semua baru ada kegiatan apa, kita belum tau karena mereka belum informasi kepada kita,” sambungnya.

Sekali lagi Gubernur mengingatkan, agar mahasiswa tidak boleh melakukan tindakan kriminal sebab telah banyak korban yang berjatuhan.

“Tidak boleh lagi ada tindakan yang merugikan orang banyak. Apalagi anarkis itu kita minta mahasiswa yang ada hari ini harus kembali ke tempat studi mereka. Kita sudah siap untuk angkut mereka kalau sudah siap,” seru Gubernur.

Di tempat yang sama, Ketua Komnas HAM Provinsi Papua, Frits Ramandey mengaku telah mendampingi mahasiswa sejak diamankan, Senin sore kemarin untuk memastikan mereka dalam keadaan baik.

“Permintaan mahasiswa, mereka meminta Gubernur dan Komnas HAM tetap berada disini untuk memastikan kepulangan mereka ke rumah masing masing,” ungkap Frits.

Di kesempatan itu, Frits mengimbau warga nusantara tidak melakukan penyerangan balik pasca insiden bentrok kemarin.

“Saya juga ingin mengimbau warga lain yang kemudian berpotensi lakukan serangan balik untuk menahan diri,” imbaunya.

Menurut Frits, demo terkait pembukaan posko untuk pelajar dan mahasiswa eksodus yang digelar di halaman Rektorat Kampus Uncen bawah, Senin kemarin berlangsung aman dengan penjagaan ketat aparat keamanan.

“Namun berubah rusuh, saat mahasiswa dipulangkan ke asrama kawasan Ekspo Waena. Kalau sudah rusuh itu berarti kan kriminal, maka penegakan hukum penting untuk memberikan rasa aman bagi setiap warga Negara,” katanya.

Seperti diketahui bentrok yang terjadi antara mahasiswa dan aparat keamanan mengakibatkan seorang anggota TNI, Praka Zulkifli Karim dan empat warga sipil lainnya meninggal dunia. Sementara korban luka sebanyak 24 orang dari warga, tujuh anggota Brimob luka berat. (Andi/Frida)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *