Dinkes Papua Berharap Alkes Ini Bisa Tekan Angka Kematian Covid

Kepala Dinas Kesehatan Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes bersama jajarannya foto bersama peserta pelatihan usai penutupan kegiatan di Aula One Wakur Dinas Kesehatan Papua, Rabu (24/02/2021).

 

JAYAPURA (PB.COM)Kepala Dinas Kesehatan Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes mengatakan dalam upaya menekan angka kematian pasien Covid-19 di Papua yang masih tinggi, pihaknya terus berupa menambah alat kesehatan (alkes) di semua rumah sakit rujukan Covid. Salah satunya mendatangkan alat pemeriksaan Noninvasive With Convective Transport Oxygen/High FlowNasal Canule.

“Sebelum pasien Covid memakai ventilator kita terlebih dulu memakaikan alat ini kepada pasien yang terpapar, guna pencegahan agar pasien tidak bertambah parah atau buruk, dan berakibat fatal sampai meninggal. Kami akan bagi masing-masing rumah sakit dengan harapan alat ini bisa menekan angka kematian pasien Covid di Papua,” kata Robby Kayame usai menutup kegiatan pelatihan di Aula One Wakur Dinas Kesehatan Papua, Rabu (24/02/2021).

Menurut Robby, guna mengoperasikan alat ini, maka Dinas Kesehatan selama dua hari menggelar trainning/pelatihan kepada dokter dan perawat. Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan tenaga kesehatan dokter/perawat dalam tata laksana penanganan untuk mencegah perburukan kasus-kasus Covid-19 sedang, berat dengan mengetahui tanda-tanda dan cara penanganannya.

“Kami berharap para peserta yang telah dilatih dapat mengoperasikan alat yang akan kami bagi di setiap rumah sakit dan juga membagi ilmunya kepada teman-teman sejawat di rumah sakit itu,” ujar Kayame.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) pada Dinas Kesehatan Papua dr. Yokelyn C. Suebu, M.Kes menjelaskan alat ini dipakaikan sebelum pasien dipasangkan ventilator. Ketika itu, biasanya kondisi paru pasien sudah memburuk. Permukaan jaringan paruh kadang sudah tertutup lendir. Sehingga ketika kita pasang ventilator ke paru tidak efektif dan membuat pasien meninggal.

“Untuk itu kita bagi alat masing-masing 1 rumah sakit 1 buah untuk mencegah kasus pasien Covid tambah buruk. Alat ini didatangkan dengan dana APBD Provinsi Papua sekitar Rp 6 miliar,” kata Suebu.

Kegiatan pelatihan penggunaan alkes selama dua hari ini menghadirkan narasumber dr Tjondro Indarto, MPH. Sebanyak 37 dokter/perawat perwakilan dari 8 rumah sakit di Kota Jayapura dan Sentani yakni RSUD Jayapura, RSUD Abepura, RSU Yowari, RS Bhayangkara, RS Marthen Indey, RS Angkatan Laut Soedibjo Sardadi, RS Provita, dan RS Dian Harapan hadir dalam kegiatan ini.

“Rencananya kita akan buat pelatihan tahap kedua dan ketiga bagi rumah sakit regional,”  tutur Yoklin.

Berdasarkan data Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua hingga tanggal 23 Februari 2021, jumlah angka kumulatif orang yang terpapar Covid di Bumi Cenderawasih adalah 17.667 orang dimana 15.258 orang (86,4 %) sudah dinyatakan sembuh, 2.065 orang (11,7 %) sedang dalam perawatan, dan 344 orang atau 1,9 persen meninggal dunia. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *