Tolong Pasien Tak Mampu, RSUD Nabire Buka Pelayanan Bedah Saraf

RSUD Nabire yang  terletak di Jalan R.E. Martadinata, Siriwini, Distrik Nabire.

 

JAYAPURA (PB.COM)—Direktur BLUD RSUD Nabire dr. Andreas Pekey, Sp.PD mengatakan mengingat tingginya pasien bedah saraf yang selama ini berobat dan dirujuk keluar, pihaknya membuka pelayanan bedah syaraf untuk melayani pasien, baik yang ada di Kabupaten Nabire, Meepago dan sekitarnya. Pembukaan layanan baru ini dilakukan dengan kerjasama antara RSUD Nabire dan RSUD Jayapura.

“Khusus di Papua, cuma ada dua dokter bedah saraf hanya ada dua orang yaitu dokter Tomy Numberi di RSUD Jayapura dan dokter Hendrikus Bolly di RSUD Abepura. Atas pertimbangan hemat anggaran, daripada pasien bedah syaraf ini dirujuk ke Jayapura, ya sebaiknya kita tingkatkan pelayanan di bedah syaraf. Jadilah kita kerjasama dengan RSUD Jayapura. Jadi setiap bulan, kedua dokter ini akan datang melakukan kunjugan ke RSUD Nabire, melakukan operasi atau mengontrol pasien-pasiennya,” kata Andreas saat menjawab papuabangkit.com, Sabtu (26/03/2021) melalui telepon selulernya.

Menurut Andreas, pelayanan ini dibuka untuk menolong pasien bedah saraf dari kalangan masyarakat tidak mampu. Sebab jika dirujuk terus ke Jayapura seperti pola atau alur yang dilakukan selama ini, tentu sangat memberatkan pasien dan keluarganya. Mulai dari biaya transportasi, penginapan, makan minum dan sebagainya.

“Saya hitung-hitung ada sekitar 11 kabupaten yang biasa rujuk pasien ke RSUD Nabire. Jadi tidak hanya Kabupaten Nabire dan wilayah Meepago. Ada yang dari Saireri, ada juga yang dari Papua Barat seperti Kaimana dan Wasior. Jadi kalau ada pasien bedah yang standard bisa dioperasi di Nabire. Kita sudah punya peralatan pendukung seperti CT Scan 125 slide, radiologi, serta kamar operasi peralatan penunjang. Kita sudah lakukan dua kali operasi,” tutur Andreas.

Dr Tommy J. Numberi, SpBS di sela-sela kunjungan ke RSUD Nabire mengatakan kerjasama antara RSUD Jayapura dan RSUD Nabire ini dilakukan karena ia melihat banyak pasien bedah saraf yang dirujuk ke Jayapura berasal dari RSUD Nabire.

“RSUD Jayapura sering terima rujukan pasien dari RSUD Nabire. Kan rumah sakit ini melayani masyarakat di Meepago, mulai Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya. Dengan keterbatasan kemampuan pasien, maka kita berinisiatif membangun kerjasama ini. Setiap bulan kami akan turun ke  RSUD Nabire,” kata Tommy.

Sementara itu Dokter Spesilis Bedah Saraf dari RSUD Abepura, Dr. dr. Hendrikus MB Bolly, M.Si., SpBS., FICS.,AIFO-K mengatakan walau kerjasama ini dibangun antara RSUD Jayapura dan  RSUD Nabire namun sebagai sesama spesialis bedah saraf dirinya ikut terlibat membantu dr Tommy dan pihak RSUD Nabire.

“Pelayanan bedah saraf ini adalah pelayanan super spesial, karena kadang-kadang pasien harus memerlukan daya dukung, baik persiapan maupun pasca operasi itu harus optimal. Misalnya kalau diperlukan ICU, rumah sakit tersebut harus punya ICU,” kata Hendrik.

Menurut Hendrikus, dengan tuntutan pelayanan specsal bagi pasien saraf dan masih sangat terbatasnya dokter bedah saraf, maka solusi kerjasama seperti ini sangat cocok. Dimana para dokter menjemput bola turun ke rumah sakit yang sudah memiliki fasilitas penunjang operasi.

“Dari aspek ekonomi pun ini membantu pasien. Kalau pasien dari kabupaten dirujuk ke RSUD Jayapura misalnya, pasti ada dua tiga orang yang antar, dan itu butuh biaya. Belum biaya makan minum dan tinggal di Jayapura,” katanya.

Lulusan Universitas Padjajaran Bandung ini juga menambahkan, pertimbangan lain adalah alasan kultural. Tidak semua pasien dan keluarganya mau dirujuk keluar wilayah tempat tinggal terdekatnya. Apalagi, saat kondisi pasien itu sudah berada di masa-masa kritis. Mereka butuh dukungan psikologis dari keluarga terdekat.

“Pada intinya kami tim dokter bedah saraf di Papua solid dan siap bersama-sama turun ke daerah untuk tangani kasus-kasus khusus,” tegas dr. Hendrikus.

Layanan Cuci Darah

BLUD RSUD Nabire sebagai rumah sakit regional yang melayani wilayah Meepago sedang dikembangkan menjadi RS Type B. Untuk itu, tidak hanya fasilitas dan sarana prasarana pendukung, Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga jenis pelayanan di rumah sakit sangat dibutuhkan.

Tak hanya bedah syaraf. Layanan baru yang juga dirintis oleh rumah sakit yang  terletak di Jalan R.E. Martadinata, Siriwini, Distrik Nabire ini yaitu layanan cuci darah (hemodialisa). Layanan ini diresmikan oleh Pelaksana Tugas Harian (Plh) Bupati Nabire, Daniel Maipon pada Rabu, 24 Februari 2021.

“Kita sudah siap melayani hemodialisa. Sebab dari segi peralatannya maupun tenaga medisnya kita sudah siap. Kita akan terima pasien tidak hanya dari Nabire saja tapi juga dari kabupaten tetangga,” kata Direktur BLUD RSUD Nabire Anderas Pekey.

Sementara pada acara peresemian, Plh. Bupati Nabire Daniel Maipon berharap unit layanan ini dapat membantu dan memenuhi kebutuhan cuci darah bagi pasien di wilayah Meepago.

“Terima kasih untuk petugas kesehatan, saya harap berikan yang terbaik untuk masyarakat Nabire,” harap Maipon. (Gusty Masan Raya/dbs)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *