NTT Terhenti, Jawa Barat Buka Peluang Lolos

Tim Sepakbola Jawa Barat. (Foto: PB PON XX Papua/Chaarly Lopulua)

 

JAYAPURA (PB.COM)Tim Sepakbola Jawa Barat berhasil menang tipis 1-0 atas Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam babak penyisihan grup A PON XX Papua di Stadion Mandala Jayapura, Kamis (30/09/2021) sore. Kemenangan tersebut membuat juara bertahan PON lima tahun silam kembali menghidupkan persaingan di grup A setelah dipermalukan tuan rumah Papua 1-5 di laga perdana.

Jawa Barat kini menempati peringkat 3 dengan koleksi 3 poin, memiliki poin sama dengan Maluku Utara yang berada pada peringkat dua, dan Papua di puncak klasemen. Sementara tim NTT yang menelan dua kali kekalahan dipastikan tidak akan lolos ke babak 6 besar.

Sejak kick off, NTT sebenarnya tampil baik dengan mendominasi jalannya pertandingan. Turun dengan formasi 4-3-3, NTT mulai gencar melakukan serangan sejak menit awal.

Sayangnya, anak-anak Flobamora harus bermain 10 orang pada menit 20, setelah Herman Lodja harus diusir keluar lapangan setelah diganjar kartu merah akibat aksi horor yang ia lakukan kepada salah satu pemain Jawa Barat.

Meski kalah dalam jumlah pemain, namun anak-anak asuhan Ricky Nelson lebih sabar dalam membangun serangan. Mereka hanya mengandalkan kecepatan pemain depannya dalam melakukan serangan balik.

Sebaliknya, Jawa Barat yang unggul dengan jumlah pemain membuat mereka mulai lebih agresif. Bahkan Pian Hadiansyah dan rekannya beberapa kali mengancam gawang NTT yang dikawal oleh Afrianus Moi. Untungnya, Afrianus masih tampil apik dan beberapa kali menggagalkan peluang emas dari anak-anak Paris van Java ini.

NTT yang sebenarnya mengincar poin pertama dalam pertandingan ini mulai aktif melakukan serangan pada 10 menit terakhir babak pertama. Tepatnya pada menit 35, NTT nyaris membuka keran gol. Untungnya Jawa Barat masih diselamatkan oleh mistar gawang.

Begitu juga dengan peluang emas dari Andri Riwu, berdiri bebas di dalam kotak 16 lawan, pemilik nomor punggung 17 itu justru gagal memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. NTT juga masih memiliki satu peluang emas di penghujung babak pertama melalui Flabiola Soares. Sayang, tendanganya dari luar kotak penalti masih berada tipis di atas mistar gawang.

Tambahan waktu 2 menit di paruh babak pertama tidak mengubah hasil pertandingan, skor kacamata tetap bertahan hingga turun minum.

Usai turun minum, tempo permainan kedua tim tetap sama. Keduanya saling menyerang untuk mencari kemenangan. Pasalnya Jawa Barat di laga perdana juga menelan kekalahan dari tuan rumah.

Petaka menghampiri NTT di menit 52. Jawa Barat sukses memimpin 1-0 melalui Muchammad Nugraha setelah memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti NTT. Nugraha yang berdiri bebas tak memikir panjang dan menghujam jaring gawang NTT.

Jawa Barat yang dalam posisi unggul mulai menurunkan tempo permainan dan berusaha untuk mengamankan kemenangan. Sebaliknya NTT  terus berusaha untuk menyamakan kedudukan. NTT beberapa kali melakukan peruntungan melalui pemain depannya, namun juga belum bisa membobol gawang Jawa Barat.

NTT nyaris menyamakan kedudukan pada menit 89 lewat sepakan keras Frengky Missa dari luar kotak penalty. Lagi-lagi dewi fortuna masih milik Jawa Barat. Bola masih terbentur oleh tiang gawang. Skor 1-0 tetap bertahan hingga bubaran.

Pelatih kepala Sepakbola Jawa Barat, M. Yudiantara mengaku sangat bersusah payah untuk mengandaskan NTT yang juga mengincar kemenangan untuk membuka kans pada babak berikutnya.

“Alhamdulillah kita bisa lewat sesuai dengan target, walaupun bersusah payah, lawan bermain dengan 10 pemain tapi lawan tetap bermental baja. Anak-anak saya kurang tenang saja dan mereka terburu-buru karena kita memang mengejar tiga poin,” kata  Yudiantara usai pertandingan.

Yudiantara juga menepis jika pemain NTT bermain kasar, menurutnya, pemain NTT masih tampil wajar sepanjang pertandingan.

“NTT bermain masih wajar cuma anak-anak kaget dan anak-anak ditekan duluan kaget. Seperti halnya dengan Papua, tapi syukur anak-anak perlahan keluar untuk melakukan serangan dan berhasil memaksimalkan peluang untuk mengunci kemenangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten pelatih NTT, Andik Ardiansyah menyoroti keputusan wasit yang langsung memberikan kartu merah kepada pemainya pada menit ke-20. Ia mengaku, kehilangan satu pemain sejak babak pertama membuat mereka kian sulit untuk mengimbangi permainan dari Jawa Barat.

“Saya kecewa dengan keputusan wasit, karena tadi bola fifty-fifty dan akhirnya merugikan kita, dan kita hanya bermain 10 orang. Strategi bermain yang harusnya kita siapkan harus bongkar pasang lagi agar bisa memenangkan pertandingan. Kita juga memiliki beberapa peluang namun beberapa kali membentur tiang gawang. Meski peluang sudah tertutup, tapi kami akan berusaha memberikan permainan terbaik saat menghadapi tuan rumah,” kata Ardiansyah. (Humas PON XX 2021/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *