PON dan Harapan Mama Papua Yang Pupus di Stand Expo Mimika

Mama Elena bersama mama mama Papua yang lainnya duduk didepan Stand Sanggar E NEA PURA menunggu pembeli sembari mengayam berbagai macam tas buatan tangan mereka./Foto : Yunita Simon/HumasPPM

TIMIKA (PB.COM)-Harapan Mama Elena pupus di tengah-tengah stand PON XX yang berdiri ramai di pagelaran Timika Expo PON XX Papua 2021, pasalanya sejak hari kamis yang lalu mama Elena bersama mama mama yang lainnya sudah berada di stand tersebut menjajakan jualannya, tetapi hingga hari ini tidak satupun jualannya laku terjual.

 “Kita punya harapan datang jualan disini harus ada yang beli, ini ternyata tidak” ucap kekecewaan dari mama Elena.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dengan menggandeng PT Freeport Indonesia dan YPMAK ini, menampilkan Festival Budaya Amungme dan Kamoro dengan melibatkan beberapa para pengrajin lokal asli Mimika untuk menempati lapak-lapak UMKM di lapangan Exs Pasar Lama, Sabtu (8/10/2021) untuk mempromosikan hasil karya mereka.

Sanggar E NEA PURA yang berlokasi di SP6, salah satu sanggar yang membudidayakan beraneka ragam seni budaya asli Mimika merupakan sanggar tempat binaan mama Elena untuk membuat berbagai macam pernak-pernik asli Papua menuturkan kekecewaannya karena hasil tangan mereka sama sekali tidak dilirik oleh masyarakat yang datang di pagelaran tersebut.

Mama Elena mengatakan bahwa hasil buah tangan dari benang yang lebih banyak laku di pameran tersebut, dan hasil karya mereka hanya sekedar jadi pajangan dan tempat berfoto ria oleh para pengunjung. “Kebanyakan benang yang dibeli, kami punya asli hanya pegang dan foto saja” tuturnya.

Padahal harapan mama mama Papua dengan adanya pameran seperti ini jualan mereka bisa laris manis, sebab mereka berharap jika jualan mereka laku maka ada pemasukan yang dapat mereka pakai untuk membeli makanan selama berada di stand pameran tersebut.

Mama mama Papua juga berharap dengan adanya pameran yang diadakan oleh pemerintah Mimika, setidaknya ada perhatian pemerintah agar dapat menyediakan makanan bagi mereka selama ivent tersebut berjalan sehingga mereka tidak hanya berharap dengan jualan saja.

Dalam Festival tersebut, stand Sanggar E NEA PURA menjual bermacam-macam asli buatan Papua seperti Noken, Patung, Tas, dan berbagai pernak-pernik ciri khas Papua lainnya, dengan kisaran harga dari 200 ribu hingga 500 ribu rupiah. (Humas PON XX Papua/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *