Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano menerima pernyataan sikap dukungan dari seluruh tokoh adat wilayah sentani yang diserahkan langsung ketua DAS Sentani, Orgenes Kawai

SENTANI (PB.COM) – “Ini adalah Mahkota Cenderawasih pertama dan satu-satunya yang kami pakaikan kepada calon Gubernur. Ini tanda penghormatan kami, tanda dukungan kami secara khusus sebagai Ondo Afi, kepala suku dan masyarakat Sentani. Setelah ini Tidak akan ada lagi mahkota Cenderawasih dukungan kepada yang lain. Ini harga diri kami semua Ondo sepakat mendukung  anak adat Tabi saudara kami Benhur Tomi Mano dan Constant Karma sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua”.
Demikian antara lain yang dikemukakan oleh ketua Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Orgenes Kawai saat Memakaikan mahkota Cenderawasih kepada Benhur Tomi Mano dan Constant Karma, sebagai bagian dari prosesi acara deklarasi Bhuyakha For BTM-CK di lapangan Theys Eluay Sentani, Rabu (30/04/2025).

Orgenes Kawai menjelaskan, Pemakaian Mahkota Cenderawasih yang dilakukan usai ibadah dari Pdt, Yohan Ibo itu, sekaligus membuktikan dukungan bulat dari seluruh Masyarakat Kabupaten Jayapura dan Suku Sentani.

“Kita semua adalah anak adat. Satu komitmen kita adalah mendukung BTM-CK sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Kita bukan lagi memilih tapi mempertahankan kemenangan yang ada pada tanggal 6 Agustus nanti,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Orgenes Kawai yang juga anggota DPR Papua dari partai PKB itu meminta seluruh saudara Nusantara yang hidup, berkarya dan menetap di Kabupaten Jayapura, agar memberikan penghargaan dan memilih anak asli Tabi dan Saireri yakni BTM-CK sebagai pemilik Negeri Papua, untuk menjadi pemimpin Papua.

“Kepada semua saudaraku yang bukan dari Tanah Tabi, yang hidup dan berkarya diatas Tanah Tabi di Kabupaten Jayapura yang kita cintai bersama ini, dengan segala hormat saya mohon kepada saudaraku tolong hargai dan selamatkan hak kami sebagai pemimpin daerah,” ujarnya.

Orgenes Kawai menambahkan, pemerintah Pusat telah membagi Papua menjadi Enam Provinsi berdasarkan wilayah adatnya. Dan, Provinsi Papua induk adalah milik wilayah adat Tabi dan Saireri. Sehingga, sangat pantas putra terbaik wilayah Tabi, negeri Matahari terbit yakni Benhur Tomi Mano (BTM) menjadi Gubernur Papua dan Constant Karma (CK) yangvadalah putra asal Saireri menjadi Wakil Gubernurnya.

“Dan pasangan BTM-CK adalah yang paling terbaik memimpin Papua. mereka sudah teruji. Bukan baru mau belajar atau coba-coba. Dibutuhkan orang yang mengerti pemerintahan.
Mulai hari ini kita sudah deklarasi tidak ada deklarasi lagi. Jangan Ondo Afi atau kepala suku orang Sentani hadir lagi disitu. Jangan main dua kaki. Pikiran boleh kemana-mana tapi hati tetap nomor 1,” tegasnya lagi.
“Ini bukan politik identitas, agama atau rasial. Saya yakin semua orang di Papua paham akan hal ini. Kita nyatakan sikap sebagai Ondo Afi bahwa kehormatan dan harga diri menjadikan BTM Gubernur. Sebab dia akan menjadi Ondo Afi kita di Tanah Tabi dan Saireri,” sambung Orgenes.

Ditempat yang sama, Calon Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Constant Karma memberi apresiasi kepada masyarakat Sentani dan Kabupaten Jayapura pada umumnya, yang telah menyatakan dukungan secara terbuka kepada dirinya dan calon Gubernur Papua BTM.
Sementara Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano alias BTM dalam sambutannya
mengaku sangat menghargai pernyataan sikap dukungan terbuka dari para Ondo Folo, Ondo Afi dan kepala suku tersebut.
Dirinya mengaku bersama CK merasa terhormat telah diundang ketua DAS Sentani, para ondofolo dan kepala suku dan menerima dukungan.

“Mereka menyiapkan tenda, kursi, maka. Saya tidak keluarkan uang. Ini memang masa kampanye tapi KPU belum tetapkan waktu kampanyenya. Saya tegaskan biar semua tahu, kami kesini diundang. Jangan ada merekam lalu dipotong dan diputarbalikan lagi.
Saya tahu dan bicara aturan,” ujar BTM.

BTM juga mengingatkan para pendukung agar tidak terpancing dengan ujaran kebencian atau kampanye hitam melalui media sosial. Sebab, kemenangan sudah ada dipihak BTM-CK.

“Tidak usah terprovokasi atau baku marah di medsos. Karena kemenangan sudah ada di kita. Terserah mereka bilang kita politik identitas, rasisme dan hal jelek lainnya. Doakan mereka. Ada waktu Tuhan yang membalas mereka. Sesuai syair lagu yang dinyanyikan mama-mama tadi, Burung di udara tahu, ikan di danau tahu, pohon-pohon, tanah dan pegunungan semua tahu kalau BTM adalah Gubernur Papua,” pungkasnya. (ADM)

 

Facebook Comments Box