
Bupati Spei Yan Bidana, ST,M.Si saat meninjau Kampus Universitas Okmin Papua di Kampung Esipding, Distrik Serambakon.
OKSIBIL (PB.COM)—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepanjang 2024 telah sukses membangun 9 gedung kampus Universitas Okmin Papua (UOP) di Kampung Esipding, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan.
Pantauan Bupati Pegubin Spei Yan Bidana, ST,M,Si para Rabu, 21 Mei 2025, progress pembangunan gedung sudah hampir rampung. Hanya saja, sampai hari ini kampus ini belum digunkan karena belum terpasang jaringan listrik, air bersih, septic tank, dan penataan halaman.
“Oleh karena itu, saya meminta dengan hormat kepada Menteri PUPR dan Kasatker Perumahan untuk pastikan segera penyelesaian pembangunan Universitas Okmin Papua. Kami sangat membutuhkan segera untuk aktivitas perkuliahan. Saat ini, yang belum adalah instalasi listrik, air bersih, pekerjaan septic tank, dan penataan halaman,” kata Spei Bidana kepada papuabangkit.com usai meninjau langsung gedung kampus UOP, Rabu siang.
Selain itu, Spei Bidana juga meminta kontraktor dari perusahaan yang mengerjakan pembangunan gedung kampus ini agar segera menyelesaikan hak-hak para tukang dan pembayaran material bangunan milik masyarakat lokal berupa batu, pasir, dan kayu.
“Info yang kami dapat dari masyarakat, ada sekitar Rp 500 juta yang belum dibayarkan kontraktor,” tuturnya.
Menurut Spei, pihaknya mendesak proses pembangunan kampus segera rampung karena sesuai agenda akan dilakukan peresmian pada 17 Agustus 1980 dengan mengundang Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) dan Menteri PUPR.
“Jadi itu bertepatan dengan HUT RI ke-80 dan juga HUT Universitas Okmin ke-5. Sekaligus di momen peresmian itu, kami menerima mahasiswa internasional dari PNG,” urai Spei.
Mantan Kepala Bappeda Pegubin ini menegaskan, sekalipun kampus swasta, UOP mendapat bantuan pembangunan gedung perkuliahan dan fasilitas lainnya berkat perjuangannya melobi dari Kementerian PUPR.
“Dananya sekitar Rp 60 milyar untuk membangun kampus ini. Tentunya sebagai pendiri UOP dan juga kepala daerah, saya mengapresiai Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dan para pekerja yang telah membangunnya,” tutur Spei Bidana.
Universitas Okmin Papua resmi berdiri tepat di hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 344/E/O/2021 tertanggal 17 Agustus 2021 tentang Izin Pendirian Universitas Okmin Papua yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Okmin Papua.
Saat ini, UOP memiliki 895 mahasiswa yang tersebar di dua fakultas yaitu Fakultas Antropologi dan Sosial Sains yang meliputi Program Studi S1 Antropologi (348 orang) dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris (92 orang). Kemudian Fakultas Sains, Matematika dan Agroteknologi meliputi Prodi S1 Bilogi (177 orang), S1 Matematika (61 orang), dan S1 Agroteknologi (217 orang). (Gusty Masan Raya)









































