
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah, Ny. Nurhaidah Meki Nawipa, SE menyerahkan bantuan selimut dan pakaian untuk masyarakat Intan Jaya secara simbolis kepada Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah dr. Silwanus Soemoele, Sp.OG(K),MH,Kes di Aula Kantor Gubernur Bandara Lama, Kamis, 22 Mei 2025.
NABIRE—Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah Ny. Nurhaidah Meki Nawipa, SE menyerahkan bantuan selimut dan pakaian bagi para korban konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya yang kini berada di pengungsian.
Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Nurhaidah kepada Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah dr. Silwanus Soemoele, Sp.OG(K),MH,Kes di Aula Kantor Gubernur Bandara Lama, Kamis, 22 Mei 2025.
Turut hadir menyaksikan penyerahan ini, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pramong Praja Victor Fun, S.Sos,M.Si, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Tengah Semi Gobai, Sos, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Tengah, Yenike Derek, ST,M.Si.
“Sebaga bentuk kepedulian dan solidaritas bagi para korban, kami dari PKK Papua Tengah memberikan bantuan berupa selimut dan pakaian untuk masyarakat yang terdampak konflik di Intan Jaya. Saya berharap konflik ini dapat segera berakhir dan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Nurhaidah.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah dr. Silwanus Soemoele mengatakan, sejak Senin, 19 Mei 2025, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mengirim bantuan bahan makanan, obat-obatan dan tim ke Intan Jaya, Puncak dan Nabire sebagai bentuk kepedulian bagi para korban.
“Saya mewakili Gubernur Papua Tengah mengucapkan terima kasih atas bantuan ibu Ketua PKK kepada masyarakat. Ke depannya, kami harapkan ada juga keterlibatan untuk trauma healing pasca konflik kepada masyarakat di sana,” tutur Soemoele.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pramong Praja Victor Fun menjelaskan, sejumlah bantuan masih terus rutin disalurkan ke beberapa lokasi yang terdampak konflik sosial, baik konflik bersenjata maupun bencana alam.
“Terkait adanya tim Trauma Healing, memang sangat dibutuhkan baik untuk anak anak dan orang dewasa. Kami juga mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk turut membantu masyarakat di sana,” tutur Victor. (Gusty Masan Raya/Rilis)








































